Review Game Level #9: Memacu Kreativitas Anak

17 Januari 2020

Beda dari biasanya, di level #9 ini kami diajak membuat sebuah reviu. Jujur saja, setelah aliran rasa, menulis saya sudah kehilangan renjana menulis sebuah reviu. Hey, kami sudah menulis preambule, lima belas cerita, dan aliran rasa, kenapa harus menulis sebuah reviu lagi?

Tapi, motivasi dari teman-teman di Peer Group Daffodil memacu saya membuka lagi aplikasi Open Live Writer dan mulai menulis.

Review Game Level #9: Memacu Kreativitas Anak

Di mana saya akan mulai, ya? Hm…

Ah, pertama, masih banyak orang yang salah menulis. Alih-alih menulis kata “kreativitas”, mereka menulis “kreatifitas”. Halo, itu salah, Sayangku. Karena kata “kreativitas” berasal dari bahasa Inggris “creativity”. Segala macam kata yang berakhiran “-ity” dalam bahasa Inggris, akan diterjemahkan mejadi “-itas” dalam bahasa Indonesia. Misalnya, university (universitas), celebrity (selebritas), effectivity (efektivitas), security (sekuritas), dan juga creativity (kreativitas).

Tapi, bahkan fasilitator kami yang sudah diingatkan berkali-kali tetap saja menulis “kreatifitas”, hahaha. Mata ini rasanya gatal sekali saat membacanya. Mungkin beliau sudah terbiasa salah, jadi yah sulit dibetulkan. Hehehe.

Oke, sekarang kita bahas tentang kreativitas. Apa itu kreativitas menurut rangkuman Danda Zi setelah mengikuti berbagai diskusi, menjalankan tantangan 15 hari, serta menuangkannya dalam tulisan?

Kreativitas adalah suatu hal yang ada dalam diri setiap individu. Seperti sel-satu yang membentuk tubuh manusia, kreativitas adalah sel-satu bagi pemikiran manusia. Ia ada bahkan sebelum manusia itu terbentuk. Dan berkembang atau tidaknya suatu kreativitas, bergantung pada lingkungan yang membesakan seseorang.

Disiplin Pribadi Menumbuhkembangkan Kreativitas
– Prasasti Ki Suratman, SMA Taruna Nusantara

Tahun 1989, saat SMA Taruna Nusantara sedang didirikan, Ki Suratman menulis kalimat di atas pada sebuah batu prasasti. Kalimat yang selalu dipertanyakan oleh setiap siswa baru yang kritis. Kenapa Disiplin bisa mengembangkan kreativitas? Bukankah sebaliknya?

Ternyata maksud kalimat di atas adalah, bila kita disiplin pada diri kita, maka akan ada banyak kesempatan bagi kita untuk menjadi kreatif. Melalui Game Level #9 inilah, saya mempraktikkan dengan tertulis, apa yang ditulis Ki Suratman 30 tahun yang lalu.

Sebagai orang tua, saya banyak belajar. Selama ini kami keluarga yang membebaskan anak, dengan disiplin pribadinya, untuk jadi kreatif. Game Level #9 membuat kami mencatat setiap kreativitasnya.

Kami akan terus memantau, dan mendukung setiap kreativitas baik, yang diciptakan putra kami tercinta, Abang Zi, dan adik-adiknya kelak.

#Review
#GameLevel9
#Tantangan10Hari
#KuliahBundaSayang
#BerpikirKreatif
#thinkcreative
#InstitutIbuProfesional


LOTS and HOTS, Sebuah Aliran Rasa Game Level #9

15 Januari 2020

Game Level #9
Aliran Rasa

PhotoGrid_1579085679537

Alhamdulillah, tabarakallah. Game level #9 telah tuntas dilaksanakan. Ada banyak sekali yang Danda pelajari di game ini. Terutama dalam hal memantaskan diri agar jadi orang tua dari seoarang anak kreatif bernama Abang Zi.

Seperti kita tahu, setiap anak terlahir kreatif. Kitalah yang harus memantaskan diri dalam membersamai mereka. Apakah kasih sayang kita membantunya mengembangkan kreativitas, atau malah mengerutkannya. Kita harus belajar.

Dalam pengamatan Danda, setiap hari ada saja hal kreatif yang diciptakan Abang Zi. Seperti misal ketika dia dihukum tidak boleh mendekati gawai. Abang Zi malah menciptakan permainan baru yang dia buat dari kesing tablet yang sudah tak terpakai. Dia menyebut permainan ini sebagai “golf mini” karena misinya adalah memasukkan kelereng ke dalam lubang hanya dengan memiringkan kesingnya. Wah, seru juga permainannya. ^_^

DSC_0152-01

Melatih kreativitas bisa dimulai dengan Low Order Thinking Skills, yaitu mengingat, memahami, dan mempraktikkan. Dilanjutkan dengan High Order Thinking Skills, yaitu menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan hal baru. Semua bisa dipelajari satu per satu.

HTO-LTO

Bahagia rasanya bisa jadi bagian dari mahasiswi yang menyelesaikan tantangan 10 hari game level #9 ini. Level selanjutnya, akan lebih seru. ^_^

Kreativitas apa lagi, ya? ^_^

#AliranRasa
#GameLevel9
#Tantangan10Hari
#KuliahBundaSayang
#BerpikirKreatif
#thinkcreative
#InstitutIbuProfesional


Dating with Danda

4 Januari 2020

Game Level #9: Memacu Kreativitas Anak
Hari #15

PhotoGrid_1578060772196

Hari terakhir game level #9. Alhamdulillah sudah banyak sekali yang Danda pelajari. Abang Zi ternyata sangat kreatif sampai Danda tidak bisa menghitungnya. Yang seperti ini kadang terlewat di mata orang tua, nih.

Hari ini Danda sengaja ambil cuti sore, untuk menemani Abang Zi main di mal. Kami bermain di Funworld. Kali ini Danda menuruti semua permintaan Abang Zi. Dia mau main apa, ayuk saja.

Beberapa kali Danda ikut bermain juga. Ternyata pegel, yak. Hahaha.

Setelah bermain di funworld, Abang Zi menagih janji Danda untuk membelikan Abang Zi buku, sebagai hadiah sukses PAS kemarin. Kami pun mampir ke toko buku untuk itu.

Ternyata, Abang Zi memillih beberapa buku horor anak. Hihihi.

DSC_0137-01

Hari ini memang hari terakhir untuk game ini. Tapi mengamati dan mengapresiasi kreativitas anak bisa dilakukan setiap saat.

Besok, lusa, tulat, dan tubin, kita lihat terus ada kreativitas selanjutnya. ^_^

PicsArt_01-03-09.15.06

#Hari15
#GameLevel9
#Tantangan10Hari
#KuliahBundaSayang
#BerpikirKreatif
#thinkcreative
#InstitutIbuProfesional


Ghost Hunter

3 Januari 2020

Game Level #9: Memacu Kreativitas Anak
Hari #14

PhotoGrid_1577983350402

Hari pertama bekerja di tahun 2020. Semangat… ^_^

Sekali lagi, Danda lembur malam ini. Alhamdulillah di Kelas Bunda Sayang, sudah diajarkan tentang Familly Project dan Komunikasi Produktif. Jadi, walau Danda di kantor, Danda tetap bisa memantau perkembangan Abang Zi dengan metode Fampro dan komprod.

Danda menelepon Abang Zi, bertanya apa saja kegiatan Abang Zi hari ini. Abang Zi bilang, dia sudah menuntaskan membaca buku cerita Ghost Hunter. Kemudian dia bercerita tentang hantu-hantu di dunia. Eh, lalu dia bilang, “Abang Zimam jadi takut sekarang.” Hahaha, ada-ada saja.

Danda pun bilang ke Abang Zi, “Abang tahu, nggak? Kenapa Danda beliin Abang buku Ghost Hunter versi Korea?” Buku yang Danda belikan memang tentang hantu-hantu di Korea.

“Nggak tahu,” jawab Abang Zi.

“Karena hantunya jauh. Jadi nggak bakalan bisa mendekat ke kita. Kan harus naik pesawat dulu,” jelas Danda. Abang Zi tertawa terbahak.

Lah, padahal memang benar, kok. Danda juga masih takut hantu walau tahu hantu juga makhluk Allah Subhanawataala. Secara sejak kecil Danda ditakut-takuti tentang hantu, susah hilang, deh. Makanya Danda membelikan Abang Zi buku tentang hantu, supaya Abang Zi tidak seperti Danda, takut hantu. Hahaha.

DSC_0136-01

Danda masih punya utang lima buku buat Abang Zi. Hadiah karena dia sudah menyelesaikan PAS dengan baik. Siapa tahu, salah satunya adalah buku hantu lagi, hihihi.

Besok, kreativitas apa lagi, ya? ^_^

PicsArt_01-02-11.44.55

#Hari14
#GameLevel9
#Tantangan10Hari
#KuliahBundaSayang
#BerpikirKreatif
#thinkcreative
#InstitutIbuProfesional


Mengenal Penanggalan

2 Januari 2020

Game Level #9: Memacu Kreativitas Anak
Hari #13

PhotoGrid_1577889745467

Selamat Tahun Baru!!! ^_^

Hujan tahun baru menguyur Jakarta dari semalam. Tanggal satu ini mendung dan terus hujan membuat kami jadi mager. Alhamdulillah rumah Abang Zi tidak ikut kebanjiran. Tapi, akses jalan ke mana-mana, banjir semua. Semoga banjir ini lekas surut. Aamiin.

Abang Zi main di dalam rumah karena hujan. Main dengan Zeka, main sendiri, dan ah, pokoknya dia mesti kreatif biar ada kegiatan dan tidak gabut.

Ketika melihat penanggalan tahun 2020 di dinding, Abang Zi bilang bahwa dia tahu lima jenis penanggalan. Oh ya, dia bertanya apa beda penanggalan dan kalender. Danda menjelaskan bahwa penanggalan adalah bahasa Indonesia yang berasal dari kata tanggal, sedang kalender itu penanggalan juga tapi diserap dari bahasa Inggris, calendar.

Danda juga menjelaskan bahwa ada kata lain selain kalender dan penanggalan, yaitu kata “almanak”.

Abang Zi berkata bahwa lima penanggalan yang dia tahu adalah: Penangalan Saka, Saka Bali, Jawa, Masehi, dan Hijriah. Danda menambahkan satu penanggalan lagi, yaitu penanggalan Imlek. Abang Zi langsung mendekati penanggalan dan mencari di mana penanggalan Imlek berada.

Ketika dia menemukan banyak huruf hanzhi pada penanggalan dinding di rumah, dia senang sekali. “Ini dia penanggalan Imlek-nya,” kata Abang Zi.

DSC_0132-01

Alhamdulillah, tabarakallah. Pengetahuan Abang Zi bertambah, dan keluarga kami terhindar dari kegabutan. Hahaha.

Besok, kreativitas apa lagi, ya? ^_^

PicsArt_01-01-09.45.22

#Hari13
#GameLevel9
#Tantangan10Hari
#KuliahBundaSayang
#BerpikirKreatif
#thinkcreative
#InstitutIbuProfesional


Bermain dengan Zeka

1 Januari 2020

Game Level #9: Memacu Kreativitas Anak
Hari #12

PhotoGrid_1577792504992

Hari terakhir di tahun 2019. (Ingat, laporan ini selalu melaporkan kejadian hari sebelumnya, ya. Hehe)

Hujan turun di sore hari, bahkan sebelum Danda pulang kantor. Yah, akhirnya Danda pulang dalam keadaan basah kuyup, deh.

Hujan tidak berhenti sampai malam. Abang Zi sebenarnya merengek minta ikut tahun baruan, tapi mau kemana? Bagaimana caranya? Dengan hujan sederas ini, Danda tidak akan bisa ke mana-mana.

Akhirnya dia mengisi kegabutan malamnya dengan mengajak Zeka bermain.

Zeka atau Zebra Kawe, adalah kucing liar yang suka makan di rumah kami. Akhirnya dia akrab dengan kami dan suka bermain dengan kami. Malam ini, Abang Zi bermain dengan Zeka sampai keduanya lelah. Hahaha.

DSC_0127-01

Hujan turun tanpa henti. Allahumma shoiban nafi’an. Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat. Aamiin.

Besok tahun sudah berganti, Danda juga menantikan kreativitas lainnya. ^_^

PicsArt_12-31-06.43.24

#Hari12
#GameLevel9
#Tantangan10Hari
#KuliahBundaSayang
#BerpikirKreatif
#thinkcreative
#InstitutIbuProfesional


Playing with Crane

31 Desember 2019

Game Level #9: Memacu Kreativitas Anak
Hari #11

PhotoGrid_1577716720320

Hari ini Danda pulang lebih awal, pukul 19.30 WIB jadi bisa bermain sebentar dengan Abang Zi. Senangnya. ^_^

Malam ini Abang Zi memilih bermain dengan hotwheels track barunya, tapi bukan main mobil-mobilan, melainkan main crane.

Ceritanya, semua tumpukan ini akan dihancurkan oleh Cranky, tokoh crane di cerita Thomas and Friends. Siapa yang jadi Cranky-nya? Ya Abang Zi sendiri, dengan tangannya. Hahaha.

Tak lama, dia bosan. Abang Zi minta selotip. Danda berpikir, buat apa main selotip? Ternyata untuk menempelkan tutup track menjadi tameng.

“Danda, lihat! Kapten Amerika!” seru Abang Zi.

“Bukan Kapten Amerika, donk. Kapten Indonesia.” Danda mengapresiasi kreativitas Abang Zi. Bangga, loh. ^_^

DSC_0121-01

Satu mainan bisa menjadi beragam cerita. Jangan salah, anak bisa menciptakannya, dengan kreativitas mereka. ^_^

Ah, jadi tak sabar menyaksikan kreativitas besok.

PicsArt_12-30-09.40.45

#Hari11
#GameLevel9
#Tantangan10Hari
#KuliahBundaSayang
#BerpikirKreatif
#thinkcreative
#InstitutIbuProfesional