Kelinci di Bulan II

17 Oktober 2019

Bulan merah jambu luruh di kotamu
Kuayun sendiri langkah langkah sepi
Menikmati angin menabur daun daun
Mencari kembaranmu di waktu lalu

Lirik lagu Tak Bisa Pindah ke Lain hati, dari KLA Project.

Ah, tak tahu kenapa, akhir-akhir ini selalu teringat akan lagu lawas KLA Project ini. Judul sebenarnya adalah Tak Bisa ke Pindah ke Lain Hati, tapi lirik yang aku ingat hanya bagian Bulan Merah Jambu, hihihi.

bulanmerahmalaminididepanrumahku

Gambar diambil dari sini

Ngomong-ngomong soal bulan, aku pernah menulis tentang Kelinci di Bulan dalam blog ini. Ceritanya tentang mitos orang Jepang, bahwa ada keluarga kelinci yang tinggal di bulan. Bayang-bayang mereka terlihat dari bumi. Memang sih, penampakan bulan dari bumi, itu-itu saja.

Apa yang menyebabkan kita hanya bisa melihat satu sisi bulan saja?

Itu karena waktu rotasi dan waktu revolusi bulan terhadap bumi sama-sama 29,5 hari. Jadi, 1 hari di bulan adalah 29,5 hari di bumi. Demikian juga 1 tahun di bulan terhadap bumi, sama dengan 29,5 hari di bumi.

Jadi karena kesamaan waktu rotasi dan revolusi itulah, yang menyebabkan kita hanya bisa melihat satu sisi bulan saja dari bumi. Yaitu bulan dengan gambar kelinci disana. Hehe.

Setiap daerah punya mitos berbeda tentang bulan. Tergantung pada apa yang mereka lihat di sana.

Kalau kamu, apa yang kamu lihat di permukaan bulan?

#Writober
#RBMIpJakarta
#ibuprofesionaljakarta
#hari7
#bulan


Ada Apa di Kacamata?

16 Oktober 2019

Alhamdulillah tabarakallah.

Dikaruniai anak kritis bertanya artinya harus jadi oraang tua yang kritis mencari tahu juga. Menjawab pertanyaan anak harus dengan baik dan sesuai bahasa mereka, karena jawaban kitalah yang akan mereka simpan sampai kapanpun juga.

Termasuk ketika Abanng Zi yang baru berusia 6 tahun bertanya tentang kinerja kacamata.

“Kenapa orang yang tidak bisa membaca, begitu memakai kacamata, dia bisa membaca? Di kacamata ada apanya?”

Artinya, kami sebagai orang tua harus bisa menjelaska kinerja lensa dengan bahasa anak berusia enam tahun. Di sinilah tantangannya. ^_^

Pembentukan-Bayangan-pada-Lensa-Cekung-1

Gambar berasal dari sini

“Kenapa selalu ada bayangan? Bayangan terbuat dari apa?”

Jika pertanyaan dari anak berusia 6 tahun itu dilayangkan di rumah, saat kita bersantai, mungkin akan lebih mudah daripada dilayangkan saat di atas ojek yang melalu kencang. ^_^

“Kenapa bisa ada siang dan ada malam?”

Jawab pertanyaan ini dengan peragaan tata surya kala diajukan oleh anak berusia tiga tahun yang dia sedang jongkok mengeluarkan hajat besarnya. Kita? ikut jongkok di hadapannya, menemaninya mengejan, dan membantunya membersihkan diri. ^_^

Bahkan yang terbaru adalah

“Kenapa ada pemilihan presiden? Kenapa Ayah dan Danda ikut pemilu?”

Dan kita pun harus menjelaskan tentang politik pada anak berusia delapan tahun. Oh yeah.

Jadi orang tua itu harus terus belajar, karena orang tua adalah guru pertama bagi anak. Orang tua yang bisa menjawab seluruh pertanyaan anak, dengan bahasa sesuai usia mereka, akan jadi orang tua kebanggaan. Buktikan saja. ^_^

#Writober
#RBMIpJakarta
#ibuprofesionaljakarta
#hari6
#kenapa?


Hantu ‘kan Burung…

15 Oktober 2019

Apa yang kamu rasakan bila anakmu yang masih belum genap 2 tahun berkata, “Danda, Abang Zimam takut cama ‘antu.” (Maksudnya: Danda Abang Zimam takut sama hantu).

Kesal. Itu yang aku rasakan dulu. Siapa sih yang mengajari dia tentang hantu? Kami orang tuanya saja menjaganya baik-baik supaya tidak takut apapun selain Allah Subhanawataala.

Yang aku lakukan dulu itu, akhirnya kubuka ponsel pintar (yang sebenarnya tak sepintar sekarang, sih), lalu kucari kanal video, dan kuputar video lagu twinkle twinkle little star yang model utamanya adalah burung hantu.

Tuh, lihat, Bang. Hantu itu burung, loh. Lucu, ya?” kataku.

“Iya, ya. ‘Antu itu buyung. Lucu!” balas Abang Zi.

Berkali-kali kuulangi, sehingga dia tak lagi takut hantu.

owl-2528124_960_720

Gambar didapat dari sini

Tapi ternyata… Sempat terucap juga, Abang Zi delapan tahun takut hantu. Halah. Hahaha.

Masa sih Danda mesti buka twinkle-twinkle little star lagi, Nak? ^_^

Ternyata benar, ya. Perlu orang sekampung untuk membesarkan seorang anak. Hm…

#Writober
#RBMIpJakarta
#ibuprofesionaljakarta
#hari5
#takut


Jika Itu Bermanfaat, Lakukan Sekarang!

4 Oktober 2019

Masuk hari keempat tantangan WRITOBER. Kali ini temanya adalah RENJANA.

Screenshot_20191004-053848-01

Untuk tema ini, aku tak ingin membahas terlalu banyak. Setiap orang punya renjananya masing-masing. Ada yang sama, ada yang tidak sama. Bahkan dalam satu rumah pun kadang renjana penghuninya beda-beda.

Misalnya di rumahku. Aku sukanya menulis, dan tak suka nguplek di dapur. Renjanaku ya di depan komputer.

Abang Zi punya renjana berbeda. Dia suka membaca (dan main gawai jika diizinkan, duh..). Satu majalah B bisa dia baca dalam waktu 30-40 menit saja. Alhamdulillah, seperti ibunya, suka baca. Uhuy…

Ayah Zi punya rencaja yang berbeda. Beliau sukanya berolah raga. Ya tenis, ya voli, ya bulu tangkis, dan lain-lain.

Tapi, kami bertiga juga punya satu renjana yang sama, main gim Pokemon. Hehehe. Kami bisa keliling Jakarta bertiga demi mencari Pokemon baru. Kami melakukan hal yang kami sukai sembari menjalin ikatan antarkeluarga.

Apapun yang jadi renjana kita, menurut saya, jika itu bermanfaat, lakukan sekarang juga. Tak perlu berpikir macam-macam. Perkerjaan yang jadi renjana kita biasanya jika dikerjakan akan membuat kita bahagia, kok.

Kalau kamu, apa renjanamu? Sudah kamu nikmati mengerjakannya, kan?

#Writober
#RBMIpJakarta
#ibuprofesionaljakarta
#hari4
#renjana


Seeing is Believing, Really?

3 Oktober 2019

Hari ketiga tantangan WRITOBER ^_^

Kali ini bertemakan “mata”

Entah kenapa jika mendengar kata “mata”, aku jadi teringat pada krim mata kesayanganku, “Seeing is Believing Hydrating Eye Cream”.

Iya, ini produknya Oriflame.

Nggak kok, aku tidak sedang ingin mempromosikan produk ini, walau aku sudah memakainya sejak tahun 2004. Hihihi.

Aku mengangkat judul ini karena filosofinya. Sekarang aku jadi berpikir, apakah aku memakai krim mata ini karena namanya, atau aku suka frasa ini karena aku memakai krim mata bernama sama? Ah, pusing kalau dipikirkan. Hahaha.

Yang jelas, aku suka sekali dengan kata “seeing is believing”, karena ini menggambarkan kenyataan. Mau dibilang “don’t judge a book by its cover”-lah, mau dibilang “lihat ke dalam dulu”-lah, yang jelas mata adalah pintu informasi pertama. Dan biasanya, informasi pertama adalah informasi yang paling melekat di kepala serta dianggap benar. Setuju?

Bahkan dalam bahasa Indonesia pun ada pepatah tentang mata, “dari mata turun ke hati”.

Jadi ya, hati-hati dengan mata. Hal baik dan buruk masuk lewat mata. Saringan informasi pertama seharusnya ya, mata.

Danda ini sedang ngomongin apa, sih?

Aku sedang membicarakan mata, dong. Dari tadi kemana saja? Hahaha.

DSC_1275

Gambar yang dilihat oleh mata, dokumentasi pribadi.

Penutup:

Ini sebuah lirik lagu TK

“matamu yang mungil, jagalah.
jangan sampai melihat yang salah.
kar’na Allah yang esa yang telah menciptakan
matamu yang mungil, jagalah.”

#Writober
#RBMIpJakarta
#ibuprofesionaljakarta
#hari3
#mata


Bawa Bekal, atau Makan di Luar?

2 Oktober 2019

Hampir setiap hari, ada saja yang membuatku galau memutuskan, misalnya, “bawa bekal” atau “makan di luar”.

Untuk Abang Zi, aku lebih sering membawakannya bekal dari rumah. Selain terjaga blablabla bliblibli, yang jelas bawa bekal itu mengurangi reduksi duit emaknya, plus mau tak mau Abang Zi menghabiskan makanannya tanpa pilih-pilih.

Yah, ada kalanya si Abang aku bawakan uang saku alih-alih bekal, tapi itu benar-benar membuat dompet ringan. Hahaha.

Untukku sendiri, karena kesibukan pekerjaan (ciah!), membawa bekal jauh lebih praktik. Paling tidak, aku bisa menghemat beberapa menit waktuku. Memikirkan “mau makan apa”, lalu memutuskan menu yang akan dibeli, kemudian berjalan ke lokasi penjualan, lalu kembali ke ruangan, dan akhirnya mengonsumsi menu pilihan, itu makan waktu yang banyak. Memikirkan “mau makan apa” saja sudah meghabiskan waktu 15 menit. Kalau bawa bekal, kan tak perlu lagi berpikir “mau makan apa”. Hehehe.

rBVaGln8J8-ADsEmAAG0mf2bZrE663

Gambar diambil dari sini

Begitulah kesibukanku tiap pagi. Receh sih, tapi makan waktu. Hahaha.

Kamu bagaimana? apa yang membuatmu galau tiap pagi? ^_^

#Writober
#RBMIpJakarta
#ibuprofesionaljakarta
#hari2
#jajan


Bersedia… Siap… Ya!

1 Oktober 2019

Memasuki bulan Oktober, siapa sangka ada banyak sekali tantangan mampir dan semua sulit kutolak.

Oh ya, Kelas Bunda Sayang sedang libur. Kami baru saja menyelesaikan kuliah semester 1, sekarang libur seminggu untuk kemudian kembali kuliah di semester 2.

Seperti kuliah beneran? Lah, Ngana pikir kita ngapain? Hahaha.

Bulan ini, aku mendaftar untuk mengikuti SIMAK UI. Aku juga mulai menerima tantangan menulis sekian ratus kata perhari di Wattpad, untuk kemudian dibukukan dan dijual di toko buku. Plus, menerima tantangan WRITOBER.

Apa aku bisa melakukannya?

Seperti yang dikatakan sesepuh menulis…. TULIS SAJA DULU!!!

Hahaha, baiklah..

808260598_640x360

Picture from here

#Writober
#RBMIpJakarta
#ibuprofesionaljakarta
#hari1
#mulai