Ada Kemudahan di Balik Kesulitan

27 Oktober 2020

Percaya?

Saya percaya.

Beberapa kali saya mengalami kemudahan di balik kesulitan. Jadi, yah, akhirnya jika saya mengalami kesulitan, yang saya bisa lakukan hanyalah merenungi apa yang salah, memperbaiki yang bisa diperbaiki, dan tawakkal. InsyaAllah kemudahan itu datang.

Selama ini, begitulah saya menjalani hidup saya. Selalu ada kesempatan kedua. Dan kesempatan kedua selalu lebih baik dari kesempatan pertama.

Jalani saja.

Kadang ada masa saya menyesali apa yang telah saya lakukan, huhuhu. Kesulitan datang saat karena kesalahan saya sendiri. Itulah saat yang tepat untuk merenung dan menyusun rencana selanjutnya.

Selalu ada harapan bagi yang yakin.

#Writober2020
#RBMIPJakarta
#Asa


Apakah Ini adalah Akhir?

26 Oktober 2020

Saya ingin menulis tentang Survival Show I-Land lagi.

Di episode final, Kei yang digadang-gadang sebagai calon angota Enhypen pertama, ternyata tidak masuk grup debut. Padahal, selama di I-Land, dia menduduki peringkat satu dan hampir selalu jadi pusat koreografi (center).

Bagaimana dengan Keiys, penggemarnya?

Kami jelas kecewa. Setahu kami, sejak awal Kei mendapat perhatian lebih dari produser. Lalu mengapa dia tidak dimasukkan ke grup debut?

lebih dari sebulan lamanya kami mencoba menata hati. Mencoba menerima bahwa Kei layak mendapatkan lebih dari grup debut itu. Sampai akhirnya di hari ulang tahun Kei, dia muncul dan bertemu Keiys Korea. Di situlah kami menyadari, ini bukan akhir.

Kei bisa debut di grup lain, dan dia akan segera debut. Kami hanya perlu menunggu dengan sabar. Karena Kei sudah memiliki bekal yang sangat cukup untuk debut.

Ini bukan akhir. Ini adalah awal sebuah cerita. Titik bukanlah akhir, karena selalu ada asa di belakangnya.

#Writober2020
#RBMIPJakarta
#Titik

PS: tema terinspirasi dari intipan di WAG RB Menulis IP Jakarta ^^


Belajar Kata Baru

25 Oktober 2020

Apa yang kamu tahu tentang “wastra”?

Ini adalah kali pertama saya mendengar kata itu, saya tidak tahu apa artinya.

Menurut KBBI V, wastra adalah kain tradisional yang memiliki maksa dan simbol tersendiri yang mengacu pada dimensi warna, ukuran, dan bahan, contohnya batik, tenin, songket, dan sebagainya.

Jadi, wastra itu apa?

Kain khas Indonesia. Itu pendeknya. Semua kain khas Indonesia namanya wastra.

Jadi, wastra punya banyak jenis. Dari Jawa namanya batik, dari Sumatera namanya songket, dari Nusa Tenggara namanya kain tenun, dan sebagainya.

Apakah kamu punya wastra yang kamu suka?

Saya punya. Wastra kesukaan saya adalah Sasirangan, wastra dari Banjar. ❤

#Writober2020
#RBMIPJakarta
#Wastra


Ketika Senja Tiba

24 Oktober 2020

Sudah lama sekali sejak terakhir saya melihat langit senja berwarna dewangga.

Sebelum pandemi korona, hampir setiap hari saya pulang kantor disambut dengan warna itu. kadang malah saya tidak kebagian warna lain selain hitam. Sekarang, karena saya selalu di rumah, saya tak pernah lagi melihat langit dewangga.

Saya selalu menutup pintu menjelang sore. Ketika azan magrib dikumandangkan, kami semua salat di rumah.

Pernah sekali saya mengalami langit dewangga setelah bekerja dari rumah, ketika saya harus keluar rumah karena suatu hal. Ah, rasanya tak nyaman ada di luar rumah dengan langit berwarna seperti itu. Rasanya mengerikan.

Walau saya tahu, suatu saat nanti saya akan kembali beraktivitas di luar rumah dan menyaksikan lagi langit dewangga, sekarang saya ingin menikmati dulu, kehidupan tanpa dewangga itu. ^^

Untuk saudara-saudara saya yang masih harus berkutat dengan pekerjaan di luar rumah, semangat, ya. InsyaAllah setets peluhmu diberkahi Allah subhanawataala. Aamiin.

#Writober2020
#RBMIPJakarta
#Dewangga


Her Private Life

23 Oktober 2020

Saya ingin bercerita tentang dama Korea yang sudah lama saya tonton, Her Private Life. Drama ini bercerita tentang kehidupan wanita karier biasa, namun ternyata dia adalah seorang fangirl.

Fangirl adalah sebutan untuk perempuan yang menyukai seorang idol secara berlebihan. Maksudnya, tak hanya suka penampilan idol itu di atas panggung, melainkan suka kehidupan idol itu juga. Menjadi seorang fangirl bukan hal yang buruk, namun tak banyak orang yang menerima keberadaan seorang fangirl, sehingga banyak fangirl menyembunyikan identitasnya ketika berbaur di masyarakat. Mereka hanya mengaku sebagai fangirl jika berada di komunitas mereka sendiri.

Saya ingin bercerita bahwa drama Her Private Life itu menggambarkan kehidupan saya saat ini. Ya, saya adalah seorang fangirl.

Sejak pertunjukan mempertahankan diri I-Land selesai, saya menjadi fangirl dari salah satu trainee di I-Land, yaitu Kei. Saya punya dua akun di semua media sosial, satu akun pribadi saya dan satu akun fangirling. Kenapa? Karena sebenarnya saya tidak ingin kehidupan pribadi saya dibuntuti oleh urusan fangirling yang ternyata rumit. Hahaha. Saya juga baru menyadarinya, bahwa kehidupan seputar fangirling itu ternyata kompleks. Tak hanya mengagumi seseorang atau mengumpulkan foto-foto atau informasi tentangnya, melainkan juga ada banyak hal lain yang tak bisa saya ceritakan satu-persatu. Semua hanya bisa dirasakan apabila kita menjadi fangirl itu sendiri

Hm, kehidupan saya sekarang, mirip dengan kehidupan tokoh utama dalam drama Her Private Life.

#Writiber2020
#RBMIPJakarta
#Senandika


Perang di Pagi Hari

19 Oktober 2020

Kejadian yang sama berulang lagi. Hahaha.

Sejak tidak punya asisten rumah tangga, seluruh pekerjaan rumah saya kerjakan sendiri. Padahal saya juga kuliah. Jadi memang harus pandai-pandai mengatur waktu, jika tidak, seharian saya tidak akan punya “me time”.

Pagi hari di hari kerja bukan hal yang saya suka. Mulai dari Abang Zi yang lambat bergerak karena masih mengantuk, sampai pekerjaan yang begitu banyak yang harus dikerjakan sebelum saya masuk kelas.

PJJ Abang Zi yang selalu harus dikawal juga sering membuat konsentrasi saya terpecah. Jika ada yang berkata, Sabtu Minggu tak ada bedanya saat PSBB, itu tidak berlaku buat saya. Karena saya bahagia ketika hari Jumat tiba. Artinya esok Sabtu, dan Abang Zi tak perlu sekolah.

Entah sampai kapan perang di pagi hari ini berlangsung. Hahaha.

#Writober2020
#RBMIPJakarta
#Pagi


Jangan Berharap Lebih!

16 Oktober 2020

Saya ingin bercerita tentang perasaan saya. Ketika saya mengusahakan sesuatu tetapi ternyata hasilnya nihil. Apa yang saya lakukan setelahnya?

Libur semester di tengah pandemi membuat saya dan Abang Zi menghabiskan waktu di rumah saja. Saya pun menonton tayangan televisi berjudul I-Land. Tayangan ini tentang 23 remaja yang berjuang meraih mimpinya menjadi idol di Korea Selatan. Salah satu pelamar I-Land yang menjadi perhatian saya adalah pelamar dari Jepang bernama K (Kei).

Kei ini penari, atau dancer. Saat dia menari tubuhnya seakan mengikuti irama musik tanpa disuruh. Seakan dia dilahirkan untuk menari. Saya bukan penggemar dance sebelumnya, setelah melihat Kei menari, saya jadi suka memperhatikan koreografi tarian modern ini.

Karena saya rasa rating I-Lang cocok ditonton Abang Zi, saya menontonnya bersama Abang Zi. Dan ternyata dia juga suka pada Kei. Jadilah kami berdua adalah penggemar Kei.

Ketika I-Land mengadakan sistem voting, saya ikut memberikan suara. Tentu saja pada Kei. Entah bagaimana ceritanya, saya diajak ikut serta menjadi tim voting Kei untuk Indonesia. Kami mengelola 3.500 akun untuk divoting setiap hari. Hingga di episode final, ternyata Kei tereliminasi.

Usaha kami selama sebulan penuh hilang begitu saja. Sedihnya bukan main. Abang Zi menangis semalaman. Saya? Tidak bisa tidur sampai pagi. Pikiran saya berkecamuk, sedih, tidak terima. Tetapi, dengan adanya teman bercerita di media sosial, lambat laun saya bisa menerima kenyataan, bahwa Kei belum debut menjadi idol.

Apa yang saya lakukan setelah itu? Saya mencari teman. Ada banyak yang seperti saya di media sosial, tidak bisa menerima kenyataan bahwa Kei tereliminasi di episode final. Mengingat kemampuan Kei di atas rata-rata. dia sangat hebat.

Sebulan berlalu sejak episode final I-Land. Saya sudah bisa menerima kenyataan bahwa Kei tidak cocok berada di grup yang terbentuk dari pertunjukan bertahan I-Land. Bahwa dia sedang mempersiapkan grup debutnya sendiri. Kami, penggemar Kei, bahkan tengah mempersiapkan perayaan ulang tahun Kei di tanggal 21 Oktober nanti dengan meriah. Saya dan teman-teman masih mendukung Kei.

Jika kita melakukan sesuatu, namun hasilnya nihil, jangan ratapi sendirian, cari teman. Seandainya ada, cari teman senasib. Jika tidak ada, cari teman yang memahamimu.

Jangan simpan sendiri.

#Writober2020
#RBMIPJakarta
#Nihil