Ayo Periksa Gigi

23 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #10

PhotoGrid_1561266376996

Nama Projek: Ayo Periksa Gigi

Pimpinan Projek: Danda Zimam

Pelaksana Projek: Abang Zimam Anak Sehat

Penanggung Jawab: Ayah Zimam

Gagasan: Berhubung gigi Abang Zi ada yang tumbuh abnormal, dan sudah waktunya periksa gigi tiap enam bulan, Danda beride untuk menjadikan kegiatan ke dokter gigi ini sebagai projek keluarga.

PhotoGrid_1561266628344

~~~

Abang Zi punya pengalaman buruk dengan dokter gigi. Gigi susu pertamanya dicabut oleh dokter, dan sang dokter tidak ramah anak. Setelah itu, Abang Zi selalu menolak giginya dicabut dan menunggu sampai tanggal sendiri. Tapi gigi yang satu ini berbeda. Sebelum gigi susunya tanggal, sudah ada gigi tetap yang tumbuh di belakangnya. Karena itu, kasus ini perlu bantuan ahli.

Karena pengalaman buruk yang dialami Abang Zi, dia selalu ngeles saat diajak ke dokter gigi. Danda jadi harus berputar otak untuk membujuk si Abang. Apapun yang terjadi, gigi itu harus dicabut.

Akhirnya Danda memutuskan ke pedodontis, atau dokter gigi anak. Agak mahal ketimbang dokter gigi biasa, namun Danda berharap pengalaman buruk Abang Zi ini terbayar manis.

Selamat mengantre giliran masuk pedodontis, Abang Zi gugup. Terlihat dia selalu bergerak ke sana-ke mari. Setelah masuk ruang praktik, ternyata giliran Abang ini pas jam makan siang. Dokternya menyuruh Abang untuk makan dulu agar ada tenaga. Danda pun mengajak Abang Zi makan di kantin rumah sakit.

Selama makan, Abang Zi mengaku makanannya tidak enak karena dia gugup. Danda menyemangati dengan berkata, “ini harus dilewati, Bang. Abang pasti bisa, Abang kan anak pintar.”

Akhirnya giliran Abang Zi tiba. Giginya ternyata juga ada yang harus ditambal. Dengan sabar sang dokter membimbing Abang Zi untuk berkumur saat rasa pahit dirasa. Dokter ini punya rasa empati yang sangat tinggi, cocok buat anak-anak. Memanglah dia kan dokter gigi anak.

Gigi bermasalah Abang Zi pun dicabut dengan lancar. Tanpa meninggalkan trauma bagi Abang Zi. Dia pun patuh saat dokter menginstruksikan hal-hal yang harus dia lakukan agar giginya sehat.

DSC_1011-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan logika-matematika dan kecerdasan spasial – Abang Zi paham mana yang baik untuk dirinya dan mengambil keputusan menjalankannya);
  • Kecerdasan emosional (kemampuan mengendalikan emosi – terutama mengendalikan rasa cemas dan takut menjelang masuk ke ruang praktik dokter);
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebaikan dan kebenaran – Abang Zi memilih melakukan hal yang baik untuk dirinya sendiri);
  • Kecerdasan menghadapi tantangan (climbers – tantangan yang dihadapi Abang Zi untuk berani diperiksa oleh dokter gigi)

Abang Zi keluar ruang praktik dalam keadaan tenang. Dia berkata bahwa dokternya sopan dan baik dan dia senang dengan sang dokter. Ah, rupanya selama ini tersinggung dengan sikap dokter yang lama. Maafkan Ayah dan Danda, ya, Bang. >_<

PicsArt_06-23-12.18.57

#hari10
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Harapan

22 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #9

PhotoGrid_1561157265296

Nama Projek: Harapan

Pimpinan Projek: Abang Zimam

Penggagas Ide: Abang Zimam

Narasumber: Danda Zimam

Penanggung Jawab: Ayah Zimam

Gagasan: Masih dengan projek peningkatan kecerdasan komprehensif, setelah kembali bermain permainan Empat Satu, Danda dan Abang Zi makan malam bersama. Projek peningkatan kecerdasan linguistik dimulai.

PhotoGrid_1561157203886

~~~

“Danda, apa maksud harapan?” Tanya Abang Zi. Danda belum paham pertanyaan Abang Zi, setelah diskusi sedikit, Danda memahami maksud pertanyaannya.

“Harapan itu adalah apa yang kita inginkan di masa depan,” jawab Danda dengan sederhana, berharap Abang Zi bisa menjabarkan dengan bahasanya sendiri.

“Oh, keinginan Abang Zimam besok, gitu?” Tanyanya lagi memperjelas.

“Misalnya, Danda harap, Abang Zimam besok bangun pagi,” kata Danda.

“Oh, hahaha, iya,” jawab Abang Zi tergelak mendengar contoh sederhana dari Danda.

“Danda harap, Abang Zi membersihkan mulut dengan tisu,” kata Danda setelah melihat kebiasaan jelek Abang Zi kambuh, membersihkan mulut dengan lengan baju (T_T).

“Oh iya, iya, maaf,” jawabnya sambil terkekeh. “Sekarang Abang Zimam ngerti apa itu harapan.”

Screenshot_20190621-195504-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektuak (kecerdasan linguistik – menambah kosakata baru beserta definisinya);
  • Kecerdasan emosional (kemampuan mengendalikan emosi – mengelola emosi saat bertanya);
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebaikan – menjaga adab saat bertanya);
  • Kecerdasan menghadapi tantangan (climber – bertanya maka tahu).

Alhamdulillah, satu kosakata lagi telah dipahami oleh Abang Zi

PicsArt_06-22-05.51.15

#hari9
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Empat Satu

21 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #8

PhotoGrid_1561035697900

Nama Projek: Empat Satu

Pimpinan Projek: Danda Zimam

Pelaksana Projek: Abang Zimam dan Danda

Penasihat: Ayah Zimam

Gagasan: Mengisi waktu keluarga dengan aktivitas yang minim motorik kasar karena Danda sedikit lelah, sambil mengasah kecerdasan intelektual Abang Zi.

PhotoGrid_1561037685704

~~~

“Danda, kita main, yuk!” Ajak Abang Zi setelah salat isya.

“Oh, Danda punya mainan baru buat Abang. Abang udah tau permainan empat satu?” Balas Danda.

Abang Zi menggeleng. Danda pun segera mengambil 1 dus kartu remi dan membukanya.

“Jokernya jangan dipakai, ya.” Danda menjelaskan.

Abang Zi terkekeh. Dia sudah tahu fungsi joker dalam kartu remi.

Danda mengocok kartu dan membagi, masing-masing mendapat 4 kartu. Danda pun menjelaskan peraturan permainan Empat Satu. Pemain yang pertama mengumpulkan skor 41 lah yang menang, atau jika kartu cadangan habis, pemain yang punya skor tertinggi yang menang. Setelah itu, kami bermain.

Abang Zimam menang 1 kali dari Danda. Skor kami 3-1. Hebat, untuk pemula.

DSC_0989-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan logika-matematika – bagaimana Abang Zi harus menghitung dengan cepat sekaligus mengatur strategi agar segera menang dari lawan);
  • Kecerdasan emosional (kemampuan mengelola emosi – tidak kesal berlebihan saat kalah dari Danda);
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebenaran – tidak curang dan menjaga adab selama permainan);
  • Kecerdasan menghadapi tantangan (climber – tak mau berhenti sebelum menang)

Kalau Danda tidak minta berhenti karena kelelahan, mungkin permainan ini bisa diteruskan sampai pagi karena Abang Zi punya target menang 10 kali dari Danda, hahaha.

PicsArt_06-20-08.38.06

#hari8
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Hargai Diri Sendiri

20 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #7

PhotoGrid_1560955834527

Nama Projek: Hargai Diri Sendiri

Pimpinan Projek: Abang Zimam Anak Pintar

Penasihat: Danda Zimam

Penanggung Jawab: Ayah Zimam

Gagasan: Masih dengan projek meningkatkan kecerdasan linguistik, kembali malam ini kami berdiskusi. Kami sekeluarga memang suka berdiskusi saat sedang tak tau hendak beraktivitas apa, atau sedang beraktivitas tanpa motorik kasar (semisal saat makan bersama, atau saat berkendara). Kali ini, diskusi berlangsung saat kami makan malam bersama.

PhotoGrid_1560955782979

~~~

Danda yang suka salad, untuk pertama kalinya mencoba membuat sendiri Asian Salad Dressing seperti yang dijual di toko buah dekat kantor dengan resep hasil mencari-cari di internet. Ternyata hasilnya mendekat (tanpa “i”) dengan yang di toko, walaupun “mendekat”-nya entah berapa kilo lagi. (Nah, Danda mulai garing).

Intinya, rasa dan tampilan salad dressing Danda masih beda dengan yang dimaksud. Hahaha.

“Hm, lumayan, meski gak seenak yang dijual di toko, tapi, lumayan, lah.” Kata Danda setelah mencoba sesendok penuh salad.

“Danda gak boleh gitu! Kita itu musti bilang hasil kita itu enak. Walaupun kenyataannya memang (lebih) enak yang di toko. Tapi kita harus tetap bilang punya kita enak!” Tegur Abang Zi.

“Loh, kenyataannya memang lebih enak yang di toko, kok.” Sanggah Danda.

“Iya, tau. Tapi tetap saja, kita tidak boleh membanding-bandingkan. Tetap punya kita enak, gitu, Danda.” Kata Abang Zi lagi.

“Kenapa begitu?” Tanya Danda.

“Itu tandanya kita menghargai diri kita sendiri. Kita harus selalu bilang ‘bagus’ pada hasil kita sendiri, Danda. Supaya kita menghargai diri sendiri.” Jelas Abang Zi bak guru filsafat.

“Baiklah. Hm, salad ini enak. Nanti Danda perkaya lagi bumbunya supaya lebih enak.” Kata Danda memperbaiki bahasa.

“Nah, gitu donk.” Balas Abang Zi.

_20190619_213604-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan linguistik – menyusun kalimat yang dipahami orang lain);
  • Kecerdasan emosional (keterampilan sosial – mengajak Danda sepaham dengan pemikirannya tanpa memaksa);
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebaikan – menghargai sebuah karya);
  • Kecerdasan menghadapi tantangan (cllimber – tertantang supaya Danda bisa memahaminya tanpa memaksa)

Makan malam habis seiring diskusi yang terus berlanjut.

PicsArt_06-19-09.59.13

#hari7
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Sinar X

19 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #6

PhotoGrid_1560867023848

Nama Projek: Sinar X

Pimpinan Projek: Abang Zimam Anak Cerdas

Narasumber: Danda Zimam

Penanggung Jawab: Ayah Zimam

Gagasan: Di malam yang entah mau ngapain ini, Abang Zi dan Danda mulai berdiskusi. Danda sengaja tidak menyinggung tentang kotak menjahit yang belum selesai. Menunggu Abang Zi kembali siap beraktivitas tanpa motorik kasar seperti menjahit. Tiba-tiba Abang Zi membuka diskusi dengan pertanyaan yang membuat Danda membuka alat peraga.

PhotoGrid_1560867149382

~~~

“Danda, pernah lihat sinar X?” tanya Abang Zi.

Sinar X? Si Abang ini pasti habis main roblox dan di sana ada kata “x-rays”-nya deh.

“Danda pernah di-sinar X, kok,” jawab Danda.

Terpancar mimik muka kagum, heran, dan ingin tahu di wajah Abang Zi. Danda segera mengambil hasil foto ronsen yang ada di rumah.

Sembari tidur di lantai, kami arahkan hasil foto ronsen itu ke lampu ruang keluarga. Abang Zi memperhatikan dengan saksama isi foto itu.

“Ini jantung, ya? Paru-parunya mana?” Tanyanya.

“Ruangan kosong ini, paru-paru, Bang. Paru-paru harus kosong, karena isinya…”

“Udara!” potong Abang Zi dengan percaya diri.

Danda bercerita dengan foto ronsen itu sebagai alat peraga.

“Kenapa foto ronsen itu selalu dari belakang, bukan dari depan?” tanya Abang Zi.

“Karena di bagian depan tubuh manusia terdapat kelenjar mammae, jadi dikhawatirkan mengganggu hasil foto. Kalau bagian belakang kan kosong nih, cuma tulang rusuk saja adanya.” jelas Danda, berharap jawaban Danda ini benar.

DSC_0983-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan spasial, logika-matematika, dan linguistik – karena Abang Zi belajar bahasa medis yang belum pernah didengarnya);
  • Kecerdasan emosional (kemampuan memotivasi diri untuk belajar hal baru);
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebaikan);
  • Kecerdasan menghadapi tantangan (climber).

Diskusi berlangsung seru. Ada banyak pertanyaan diajukan oleh Abang Zi. Di sinilah tantangan buat Danda. Danda harus menjawabnya dengan ilmiah menggunakan bahasa yang dipahami anak usia 8 tahun.

PicsArt_06-18-09.22.05

#hari6
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Dongeng Membuka Dunia

18 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #5

PhotoGrid_1560780796025

Nama Projek: Dongeng Membuka Dunia

Pimpinan Projek: Abang Zimam Anak Pintar

Pengarah Projek: Danda Zimam

Penanggung Jawab: Ayah Zimam

Gagasan: Hari ini Abang Zi bilang tak mau menjahit. Okay, Danda paham, anak kinestetik seperti Abang Zi mana tahan duduk diam beberapa menit hanya untuk menjahit? Hehehe, karena itu Danda mengabulkan permintaan Abang untuk main projek keluarga lain. Jadi, kami memutuskan menjadikan dongeng sebagai projek keluarga hari ini.

PhotoGrid_1560515571266

~~~

Dongeng sebelum tidur sebenarnya adalah hal yang hampir tiap malam dilakukan oleh Ayah dan Danda bergantian. Jadi, setiap malam Abang Zi selalu tidur dengan dongeng sebelumnya, lalu selalu ada diskusi tentang moral cerita dongeng tersebut. Kalaupun tak ada dongeng sebelum tidur, mungkin karena jam tidur Abang Zi terlalu malam karena asik main dengan Ayah.

Malam ini, karena Ayah baru saja tiba dari kantor, Abang Zi minta Danda yang mendongeng. Cerita yang didongengkan dipilih sendiri oleh Abang Zi dari bertumpuk-tumpuk koleksi buku yang dia punya.

Kali ini Abang Zi memilih cerita Pahlawan Islam Sa’ad bin Abi Waqqash Sang Penakluk Pasukan Persia sebagai cerita dongengnya.

DSC_0968-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan linguistik – perbendaharaan kata Abang Zi bertambah dengan dongeng);
  • Kecerdasan emosional (kemampuan mengendalikan emosi dan memotivasi diri – dengan contoh hebat Pahlawan Islam zaman dahulu, Abang Zi dapat memetik pelajaran dari kehidupan mereka);
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebaikan, keadilan, dan kebenaran);
  • Kecerdasan Menghadapi Tantangan (belajar menjadi climber)

Alhamdulillah, dengan rutin mendengarkan dongeng, Abang Zi dengan  mudah belajar hal baik.

PicsArt_06-14-07.37.37

#hari5
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Belajar Menjahit (Bagian 2)

17 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #4

PhotoGrid_1560674103960

Nama Projek: Belajar Menjahit

Pimpinan Projek: Abang Zimam anak Ayah dan Danda

Penasihat: Danda Zimam

Penanggung Jawab: Ayah Zimam

Gagasan: Masih sama dengan Bagian 1, mengajarkan dan membiasakan Abang Zi dengan benang, jarum, dan alat jahit lainnya. Sekarang tantangan ditingkatkan. Jika kemarin Abang Zi memakai jarum dan benang rajut untuk menjahit (yang lubang jarumnya besar dan benangnya agak kaku), hari ini Abang Zi memakai benang dan jarum sungguhan (lubang jarum lebih kecil, dan benang yang lebih lembut).

PhotoGrid_1560612096668

~~~

Masih dengan sekardus Projek Main Bareng Keluarga dari @beebikinan, kali ini Abang Zi mencoba mengerjakan projek kedua, “Sewing Cow Hand Puppet” alias menjahit boneka tangan berbentuk sapi.

Hal tersulit dalam menjahit ini rupanya adalah “memasukkan benang ke lubang jarum” karena Abang Zi memakai jarum jahit sungguhan yang lubangnya memang relatif kecil (padahal Danda sengaja menukar jarum dari beebikinan dengan jarum jahit koleksi Danda yang lubangnya lebih besar).

DSC_0976-01

Setelah beberapa kali mencoba (dan beberapa kali diberi arahan), akhirnya itu benang nyembul juga ke lubang jarum. Si Abang bahagia sekali kelihatannya. Kemudian dia pun mulai menjahit. Danda mengajarkan teknih jahit jelujur pada Abang Zi. Sebagai pemula, jelujur cukup lah.

Setelah satu corak berhasil dijahit, Abang Zi kelelahan dan meminta sisanya dilanjutkan esok. Melihat usaha kerasnya, terutama saat memasukkan benang ke lubang jarum, Danda setuju projek ini dilanjutkan esok.

Padahal rencananya projek ini menjadi projek sehari atau oneday project, eh, malah jadi multidays project, hahaha. Kalau dilihat, ada 4 corak di boneka sapi ini, jadi projek ini bisa jadi projek 7 hari (plus memasang mulut sapi, telinga dan tanduk sapi, serta badan sapi), bagus deh, Danda jadi tak akan kekurangan ide dalam Game Level 3 ini, hehehe.

DSC_0978-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan: (sama dengan kemarin, jadi Danda hanya menulis intinya saja, ya)

    • Kecerdasan intelektual (kecerdasan spasial);
    • Kecerdasan emosional (kemampuan mengelola emosi dan memotivasi diri);
    • Kecerdasan spiritual (prinsip kebaikan);
    • Kecerdasan menghadapi tantangan (belajar untuk jadi seorang climber)

Alhamdulillah, Abang Zi merasa tertantang untuk menyelesaikan projek ini.

PicsArt_06-16-03.37.32

#hari4
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional