Rahasia Charlie

3 Juli 2020

Oleh: Efi Femiliyah, Rezky Ayu Andira, Shalikah, Yuliana Samad, Bebby Jovanka, Dwiagris Tiffania, Annisa M. Gumay, dan Yeptirani Syari

Cerpen Keroyokan Front

     Sudah sepekan aku tinggal di rumah baru ini. Bang Udin memanggilku dengan Charlie. Ah, Charlie, nama yang mencerminkan kegantenganku. Jujur saja, dibeli oleh Bang Udin merupakan keberkahan untukku, karena sepertinya Bang Udin orang yang baik. Semoga saja harapanku menjadi kenyataan. Aku selalu melihat Bang Udin didatangi banyak orang, entah apa pekerjaannya. Masa bodoh, lah. Yang penting dari sejak aku datang, aku selalu makan enak.

     Aku sebenarnya heran dengan penampakan diriku sebagai ayam ganteng saat ini. Aku mengingat dengan jelas sebelum dibeli Bang Udin, bulu-buluku berwarna merah kehitaman. Pola berwarna kuning ada di bagian punggungku, bulu hitam di bagian dada. Tapi setelah bang Udin memberiku ramuan yang entah apa gerangan, warna buluku berubah. Yang kuingat hanyalah aku diletakkan di dalam wadah besar yang diberi ramuan itu. Lalu bang Udin mengaduk-adukku dalam wadah tersebut dengan tangannnya, seperti mengaduk keripik yang dibumbui. Aku kini berubah dari jengger, paruh, bulu, kulit, kaki, bahkan pantatku menjadi hitam legam. Ada apa dengan diriku sebenarnya?

     Pagi ini seperti biasa kulihat Bang Udin sibuk di ruang tengah. Ia mulai menata meja, botol-botol air minum, dan nampan besar berwarna emas yang baunya, duh, aneh sekali. Terkadang ia menunduk dan termenung sejenak sambil berbicara tak jelas. Ah, biarlah, yang penting hari ini aku tetap makan enak di rumah mewahku ini. Kemarin badanku rasanya habis diputar dan dibalik-balik di dalam wadah. Aku lelah dan ingin tidur. Eh, tapi tunggu dulu, siapa pria muda berbadan tegap yang menghampiri Bang Udin itu?

     Pria itu datang dengan wajah kusut dan berminyak persis plastik bekas gorengan. Yaiks, aku tak suka bau orang itu! Firasatku tidak enak. Kugeser pantat legamku sedikit menjauh. Belum sempat mendarat sempurna, Bang Udin mengangkat dan memutar-mutar tubuhku di atas nampan emas hingga kepalaku terasa pusing. Sejurus kemudian, awwww! Sehelai buluku pun dicabutnya dan diberikan kepada pria asing itu. Kutatap Bang Udin tak percaya dan membatin teganya kau, Bang!

     “Bulu ini… buluh perindu. Kilik sedikit ke perempuan itu dan dia akan jadi milikmu,” pesan Bang Udin dengan percaya diri. Ah, Bang Udin ini ada-ada saja! Mana mungkin buluku punya kekuatan ajaib, aku kan hanya ayam biasa. Lihat saja nanti, pasti laki-laki itu akan kembali lagi untuk protes.

    Hari-hari pun berlalu, beberapa orang yang pernah kutemui berdatangan lagi. Namun, kali ini aku tidak diajak masuk ke ruangan Bang Udin. Tapi sayup-sayup kudengar, mereka merutuk padanya.

     “Aam..puun, Bang, ada cara lebih jitu untuk mendapatkan perempuan yang Abang suka itu.” Bang Udin berbisik pada mereka.

     Seketika pria itu mengeluarkan dompet tebalnya sambil tertawa, “Hahaha, Siti Maemunah, kau akan jadi milikku, Sayang.”

     Mereka mendekat ke arahku dan tiba-tiba satu temannya mengambilku dengan paksa.

     “Petookkk…petoookk!!” Aku tak dapat menghindar. Pria tegap ini memegangiku dengan kuat dan kami pergi dari rumah Bang Udin.

     “Ingat, Bang … namanya Ki Manteb, di pengkolan Jalan Sawo, ya!” teriak Bang Udin sambil mengibaskan lembaran uang di tangannya.

     “Kamu punya foto perempuan itu, nggak?” tanya lelaki tua berkumis yang tinggal di pengkolan Jalan Sawo.

     “Ada Ki, ini foto Siti Maemunah binti Rohadi,” jawab pria tegap tadi sambil tersenyum puas.

     “Mantap … sebelum menyembelih si cemani, saya cuci tangan dulu ya..,” sahut Ki Manteb seraya menuju wastafel.

     Hati ini mulai kacau karena sebentar lagi riwayatku tamat, tega betul Bang Udin mengirimku ke sini. Aku makin memelas saat tangan kiri Ki Manteb menggerayangi leher dan punggungku sementara tangan kanannya menggenggam golok.

     “Lho.. jari saya kenapa jadi hitam begini?” sahut Ki Manteb keheranan ketika hampir menyembelihku.. Ia kemudian menaruh golok dan menggosok-gosokkan serbet ke leher dan tubuhku. Sepertinya, tangan basah Ki Manteb melunturkan ramuan yang dilumurkan Bang Udin pada buluku tempo hari.

     “Gunung gundul… Ini bukan ayam cemani!” Ki Manteb berteriak kesetanan.

     Aku tahu apa itu ayam cemani, karena aku punya seekor teman yang berbulu cemani. Tapi aku hanya ayam kampung biasa, darahku merah kehitaman, buluku juga berwarna-warni, tidak seperti temanku itu.

     Ki Manteb melepaskan genggamannya dari tubuhku. Kesempatan ini kugunakan untuk menggeliat kabur. Masih terngiang rutukan dan cacian dari mulut Ki Manteb dan laki-laki yang membawaku tadi. Sekilas kulihat, laki-laki itu membawa golok sambil tergesa-gesa berjalan ke rumah Bang Udin.

***

Cerpen ini disusun bersama dalam rangka lomba menulis cerpen keroyokan dari Rumah Belajar Menulis Komunitas Ibu Profesional Jakarta. Semoga suka, ya ^^

Cerpen Keroyokan Banner


Family Project, Sebuah Aliran Rasa dari Game Level #3

5 Juli 2019

Game Level #3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Aliran Rasa

PhotoGrid_1562328166601

Alhamdulillah, tabarakallah. Selesai sudah tantangan 10 hari (plus 5 hari) meningkatkan kecerdasan anak melalui projek keluarga di Game Level #3 Kelas Bunda Sayang batch #5 ini.

PhotoGrid_1562328092328

Ada banyak hal bisa dipelajari oleh kami semua. Dan bagaimana projek keluarga (family project) bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kecerdasan anak.

Efek projek keluarga ini rupanya tak hanya berhenti pada tantangan 10 hari saja. Beberapa hari lalu, Abang Zimam meminta sesuatu pada Ayah dan Ayah minta persetujuan Danda untuk menyetujui permintaan Abang Zi. Danda pun meminta Abang Zi menulis proposal atas permintaannya. Proposal pun disusun dan diajukan pada Ayah. Setelah Ayah membaca proposal tersebut, Ayah menyetujui proposal itu dan Danda membubuhkan paraf mengetahui. Semua tersistematis dalam sebuah projek keluarga.

PhotoGrid_1562328278374

Dalam game ini, seluruh aspek kecerdasan dibahas dan berusaha ditingkatkan. Kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, dan kecerdasan menghadapi tantangan (AI). Itu karena Ayah dan Danda sepakat, bahwa seluruh aspek kecerdasan ini hakikatnya tak bisa dipisahkan dan menyatu dalam kehidupan manusia. Peningkatan empat kecerdasan ini mutlak dilakukan bersamaan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan bermanfaat bagi dirinya sendiri, keluarganya, dan masyarakat lingkungannya.

Sebagai orang tua, kami menyadari, bukan hanya harus meningkatkan kecerdasan anak, melainkan juga kecerdasan orang tuanya. Karena itu, kami sepakat untuk melanjutkan game ini dalam kehidupan sehari-hari kami.

Terima kasih Ibu Profesional, telah mengajarkan projek keluarga pada kami. Insya Allah ilmu ini akan terus berkembang dan bermanfaat. Aamiin.

PicsArt_07-05-07.06.45

#AliranRasaFamilyProject
#GameLevel3
#Tantangan10Hari
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBundaSayang
#institutibuprofesional

PS: Ingin membaca Game Level #3 Danda secara keseluruhan? Klik tautan di bawah, ya.

Hari Pertama: https://yeptirani.wordpress.com/2019/06/14/cara-baik-memulai-hari/

Hari Kedua: https://yeptirani.wordpress.com/2019/06/15/mari-kita-penasaran/

Hari Ketiga: https://yeptirani.wordpress.com/2019/06/16/belajar-menjahit/

Hari Keempat: https://yeptirani.wordpress.com/2019/06/17/belajar-menjahit-bagian-2/

Hari Kelima: https://yeptirani.wordpress.com/2019/06/18/dongeng-membuka-dunia/

Hari Keenam: https://yeptirani.wordpress.com/2019/06/19/sinar-x/

Hari Ketujuh: https://yeptirani.wordpress.com/2019/06/20/hargai-diri-sendiri/

Hari Kedelapan: https://yeptirani.wordpress.com/2019/06/21/empat-satu/

Hari Kesembilan: https://yeptirani.wordpress.com/2019/06/22/harapan/

Hari Kesepuluh: https://yeptirani.wordpress.com/2019/06/23/ayo-periksa-gigi/

Hari Kesebelas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/06/24/selamat/

Hari Kedua Belas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/06/25/merawat-danda/

Hari Ketiga Belas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/06/26/kehidupan-setelah-kematian/

Hari Keempat Belas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/06/27/menyiapkan-makan-malam/

Hari Kelima Belas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/06/28/suka-membaca/

Alhamdulillah, Game Level #3 Meningkatkan Kecerdasan Anak, Selesai ^_^


Suka Membaca

28 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #15

PhotoGrid_1561672001682

Nama Projek: Suka Membaca

Pimpinan Projek: Abang Zimam Anak Pintar

Penasihat: Danda Zimam

Penanggung Jawab: Ayah Zimam

Gagasan: Mengisi liburan yang tak bisa ditemani Ayah dan Danda seharian, Abang Zimam membaca.

PhotoGrid_1561672052297

~~~

Sebelum PAS, Danda berjanji, akan membelikan sebuah buku komik Next G atau KKPK atau semacamnya untuk setiap nilai yang di atas 90, ditambah bonus 1 buku lagi untuk tiap 2 nilai 100. Jadi jika ada 2 nilai 100, maka dapat bukunya 3. Dan Abang Zi berhasil mendapatkan 16 buku. ^_^

Alhamdulillah.

Beberapa hari yang lalu Abang Zi sudah memilih sendiri judul bukunya. 9 buku Komik Next G campur KKPK dan 3 buku Meng. Buku-buku itu sudah datang.

Hari ini, Abang Zi mengisi hari dengan membaca. Dia bahkan tak mau main keluar. Ah, Danda tahu rasanya, kok. ketika imajinasi melayang bersama buku yang kita baca, dunia rasanya berhenti berputar. Hahaha.

Ketika Danda pulang dari kantor dan bertanya bagaimana perasaan Abang Zi hari ini, dia bersemangat menceritakan kisah “Mesin Waktu”. Rupanya Abang Zi sangat terkesan dengan cerita ini. Juga bercerita tentang Si Meng, kucing penjaga yang tak bisa dilihat dengan kasat mata, dan kisah-kisah lainnya. Bahasa menceritakan kembali Abang Zi memang belum terstruktur rapi, ceritanya masih lompat-lompat. Namun, Danda membimbing Abang Zi untuk runut bercerita. Danda yakin, suatu saat nanti Abang Zi akan jadi pencerita yang baik. ^_^

DSC_1039-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan linguistik, intrapersonal, dan interpersonal – mampu memahami cerita dengan baik, mengetahui apa yang boleh dan tak boleh, serta masih peka terhadap lingkungan);
  • Kecerdasan emosional (kemampuan mengendalikan emosi sekaligs membina hubungan dengan orang lain – bisa menceritakan kembali kisah yang dibaca);
  • Kecerdasan spiritual (prinsip keadilan – adil pada diri sendiri dan memberi proporsi yang pas untuk diri beristirahat atau melakukan hal lain);
  • Kecerdasan menghadapi tantangan (climbers – mampu mengambil kesimpulan dari tiap cerita dengan baik).

Dari dua belas buku baru yang diberikan, hanya tinggal tiga buku yang belum dibaca. ^_^

PicsArt_06-28-04.51.01

#hari15
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Menyiapkan Makan Malam

27 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #14

PhotoGrid_1561588537742

Nama Projek: Menyiapkan Makan Malam

Pimpinan Projek: Abang Zimam Anak Cerdas

Penasihat: Danda Zimam

Penanggung Jawab: Ayah Zimam

Gagasan: Untuk makan malam, Abang Zimam memilih sendiri menu makan malamnya.

PhotoGrid_1561588483139

~~~

Sepulang dari kantor, yang pertama Danda tanya ke Abang Zi adalah, “mau makan malam apa?”. Bukan karena Danda bisa menyediakan segala yang Abang Zi minta, tapi karena keseringan di rumah tak ada makanan sehingga kami harus membeli dulu, hehehe.

Alhamdulillah, saat itu di rumah ada burger, sop, dan tempe. Tapi Abang Zi ingin makan ketoprak. Jadi Danda menyuruhnya membeli ketoprak sendiri.

Sembari salat isya di masjid, Abang Zi membawa uang sepuluh ribu rupiah untuk membeli ketoprak. Katanya sih, dia memesan ketoprak sebelum salat, lalu mengambilnya setelah salat. Kok pintar? Hahaha.

Sepulang dari masjid, Abang Zi membawa tentengan sebungkus ketoprak. Langsung saja Danda menyuruhnya membuka meja makan (kami makan di lantai dengan bantuan meja lipat) dan mengambil piring serta sendok. Selanjutnya, Abang Zi makan ketoprak yang dia beli sendiri.

Alhamdulillah.

DSC_1036-01_wm

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan intrapersonal – tahu apa yang diinginkan diri sendiri dan cara memenuhinya);
  • Kecerdasan emosional (kemampuan membina hubungan dengan orang lain – bisa membeli barang yang ia butuhkan sendiri);
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebaikan – bertutur sopan saat berhubungan dengan orang lain);
  • Kecerdasan menghadapi tantangan (climbers – selalu merasa bisa saat ditantang hal baru).

Alhamdulillah, Abang Zi kenyang, Danda senang.

PicsArt_06-27-06.04.01

#hari14
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Kehidupan Setelah Kematian

26 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #13

PhotoGrid_1561458277331

Nama Projek: Kehidupan Setelah Kematian

Pimpinan Projek: Danda Zimam

Pengamat Projek: Abang Zimam Anak Shalih

Penanggung Jawab: Ayah Zimam

Gagasan: Qadarullah, Kai Zimam meninggal dunia tanggal 24 Juni malam. Beliau adalah pamannya Danda atau adiknya Nini Zimam. Jadi hari ini Danda mesti keluar rumah dan ikut mengurus jenazah beliau. Dengan beberapa pertimbangan, termasuk jarak, Abang Zi tinggal di rumah dan tidak ikut Danda.

PhotoGrid_1561502627833

~~~

Kepergian Kai Zimam ini termasuk mengejutkan pihak keluarga Nini Zimam. Pasalnya, kami tak tahu bahwa si Kai sakit. Pihak keluarga memang tidak ingin semua orang tahu penyakit Kai. Apapun itu, kami menghormatinya.

Danda masih cuti sakit hari ini. Namun, badan sudah bisa diajak bergerak walau perut masih sakit jika sedikit ditekan. Namun, sebagai bagian dari keluarga, Danda harus berangkat takziyah dan ikut mengurus jenazah. Bersyukur ada taksi daring, Danda bisa istirahat sejenak selama satu jam perjalanan menuju rumah duka.

Sebelum berangkat, Danda pamit pada Abang Zi, Danda akan pergi untuk takziyah, paman Danda meninggal dunia, beliau adiknya Nini yang juga Kai Zimam. Danda berpesan agar Abang Zi mandi, sarapan, dan beres-beres, juga main jika suka, tapi tidak boleh main tablet. Mbak Asisten (alhamdulillah) sudah datang dan menjaga Abang Zi.

Sepulang dari takziyah, Danda mendapati Abang Zi sudah rapi, sudah makan, dan di ruang keluarga terhampar mainannya. Alhamdulillah, Abang Zi menemukan keasikan lain selain tablet.

Sembari istirahat dan menemani Abang Zi bermain, Danda bercerita tentang kejadian hari ini. Danda bertanya apakah Abang Zi tahu di mana kita tinggal setelah kematian. Abang menjawab, “di alam kubur.”

“Sampai kapan?” tanya Danda menguji.

“Sampai hari kiamat,” jawab Abang Zi sambil lalu.

“Apa yang terjadi di alam kubur?” tanya Danda lagi.

“Kalau amalnya baik, kita senang, kalau amalnya buruk, kita sedih. Disiksa terus sama malaikat Munkar dan Nakir,” jawab Abang Zi, kali ini agak serius menyimak diskusi.

“Alhamdulillah, Abang sudah paham. Sama seperti Adek Keita, Kai ini juga tinggal di alam kubur. Mempertanggungjawabkan hidupnya di dunia, sampai hari kiamat tiba. Setelah kita meninggal, kita akan tinggal di alam kubur hingga kiamat tiba. Karena itu, selagi hidup, yuk, perbanyak ibadah agar kehidupan penantian kita dan hidup kekal kita bahagia,” jelas Danda.

DSC_1034-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan interpersonal – mampu berinteraksi dengan orang lain bahkan saat sibuk sendiri);
  • Kecerdasan emosional (kemampuan membina hubungan dengan orang lain – mau meladenin diskusi Danda di tengah permainan);
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebaikan – mengetahui ajaran agama tentang kehidupan setelah kematian);
  • Kecerdasan menghadapi tantangan (climber – menyambut diskusi dengan baik, dan tidak menghidarinya).

Materi hari ini lumayan berat buat kami berdua. Tapi tetap harus selalu diulang sebagai pengingat. Semoga alhamarhum paman Danda meninggal dengan husnul khatimah, diterima pahalanya, diampuni dosanya, dilapangkan kuburnya, dan diberi tempat layak di sisi Allah subhanawataala. Aamiin.

PicsArt_06-25-05.27.02

#hari13
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Merawat Danda

25 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #12

PhotoGrid_1561383820366

Nama Projek: Merawat Danda

Pimpinan Projek: Abang Zimam Anak Shalih

Penanggung Jawab: Ayah Zimam

Pengamat: Danda Zimam

Gagasan: Danda sakit hari ini. Semalaman maag sakit sekali, sampai-sampai terasa ke punggung seperti sedang kontraksi akan melahirkan. Sudah minum obat, tapi sakitnya berkurang sedikit. Jadinya, di pagi hari Danda lemas sekali. Saatnya Abang Zi merawat Danda

PhotoGrid_1561383870132

~~~

Galau, itu yang dirasa Ayah. Danda sakit, lemas, dan Mbak Asisten ikutan izin gak masuk karena sakit, sementara pekerjaan di kantor ada yang tak bisa ditunda karena satu dan lain hal.

Terpaksa Ayah “menitipkan” Danda pada Abang Zi. Ayah tetap bisa pulang jika darurat.

Danda yakin, Abang Zi bisa mengurus Danda. Abang Zi kan anak cerdas.

Alhamdulillah, MasyaAllah, Tabarakallah. Abang Zi bisa. Mulai dari memasakkan air untuk Danda mandi, menyiapkan apel dan pir untuk Danda sarapan, mencuci piring kotor, sampai menjaga rumah sendirian karena Danda mau ke klinik. (Sengaja Abang gak diajak, kasian).

Cukup lama Danda di klinik. Karena Danda tak hanya periksa, juga diwajibkan makan nasi di warung sebelah klinik ^_^”

MasyaAllah, ketika Danda kembali dari klinik, Abang Zi sudah rapi, sudah mandi dan sarapan. Alhamdulillah.

Ayah yang bertanya kabar dari waktu ke waktu pun, tenang, karena Danda sudah dirawat oleh Abang Zi dengan baik. ^_^

DSC_1032-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan interpersonal dan intrapersonal – memahami kondisi orang lain dan menginisiasi diri membantu orang lain);
  • Kecerdasan emosional (kemampuan mengendalikan emosi dan mengenali emosi orang lain);
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebenaran – menjalankan apa yang dianggap benar);
  • Kecerdasan menghadapi tantangan (climber – tak lari dari tantangan dan menghadapinya).

Alhamdulillah, Danda sudah lebih baik sekarang. Bisa makan dan minum sendiri walau masih harus banyak istirahat dan berbaring. Terima kasih Abang Zimam.

PicsArt_06-24-08.46.30

#hari12
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Selamat!

24 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #11

PhotoGrid_1561308975598

Nama Projek: Selamat!

Pimpinan Projek: Ayah Zimam

Pelaksana Projek: Abang Zimam Anak Pintar dan Danda Zimam

Gagasan: Alhamdulillah, MasyaAllah, Tabarakallah, Abang Zi sudah menerima rapor kelas dua dengan nilai yang menggembirakan. Karena itu, sesuai tradisi keluarga Zulkifli-Syari, setiap ada hal yang menggembirakan, kami rayakan dengan makan-makan enak.

PhotoGrid_1561308929850

~~~

Alhamdulillah, MasyaAllah, Tabarakallah.

Selamat, Abang! Rapor Abang Zi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dan ketika Danda bertanya bagaimana adab Abang Zi di sekolah, para bunda pun tidak menyebutkan adab yang membuat Danda sedih. Alhamdulillah, insyaAllah selalu jadi anak shalih, aamiin.

Kami pun merencanakan makan enak untuk merayakannya. Karena Danda masih ada tugas di luar kota, makan-makan dilakukan setelah Danda kembali ke Jakarta.

Kami memilih restoran all-you-can-eat kali ini. Sekalian jadi projek keluarga dalam melatih kecerdasan Abang Zi. Tak lupa, aturan makan di restoran all-you-can-eat kami ulang sambil lalu (khawatir anaknya bosan kalau ditutor melulu).

Tidak seperti biasanya, kali ini Abang Zi mengambil menu benar-benar sesuai apa yang bisa dia makan. Biasanya sih selalu ada sedikit makanan sisa yang akhirnya dimakan Ayah – maklum, resto ini menerapkan denda untuk setiap makanan yang tidak dihabiskan.

Sikap Abang Zi setelah makan pun bisa dibilang lebih tenang dari biasanya. Biasanya, jika dia selesau makan duluan, dia akan “berkeliling” restoran. Tak mau diam di kursinya. Malam ini, dia tenang di kursi sambil menikmati sesesap demi sesesap minuman yang dia ambil.

Ah, anak Ayah dan Danda sudah mulai besar. ^_^

PicsArt_06-24-12.07.22-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan intrapersonal –  Abang Zi paham betul yang dia inginkan malam ini);
  • Kecerdasan emosional (kemampuan mengendalikan emosi – Abang Zi berhasil mengendalikan emosinya dengan baik di tempat umum);
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebaikan – Abang Zi membatasi diri dengan mengambil apa yang dia mampu habiskan saja);
  • Kecerdasan menghadapi tantangan (climber – menerima tantangan pengendalian diri di restoran all-you-can-eat).

Abang Zi sudah kelas tiga sekarang. Tugas dan tanggung jawabnya sudah akan makin banyak. Usianya nanti juga akan memasuki 9 tahun. InsyaAllah, Ayah dan Danda akan terus mendampingi sampai Abang Zi mampu berpijak sendiri. InsyaAllah. Aamiin. Selamat, ya, Bang!

PicsArt_06-23-11.59.01

#hari11
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional