Konsistensi, Sebuah Aliran Rasa dari Game Level #2

17 Mei 2019

Game Level #2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Aliran Rasa

PhotoGrid_1558017037522

Alhamdulillah, sudah 17 hari berlalu sejak tantangan Game Level #2 ini digulirkan. Selama itu pulang, Danda, Ayah, dan Abang Zi banyak belajar dalam hal melatih kemandirian, baik kemandirian Abang Zi, maupun kemandirian Ayah dan Danda.

Dalam game ini, Danda dan Ayah sepakat fokus pada 4 kemandirian yang sebenarnya sudah dikuasai Abang Zi, namun kami mencoba agar lebih fokus. Kemandirian tersebut adalah memakai tali sepatu sendiri, menyiapkan makanan sendiri, menyambut bulan Ramadan, dan menyiapkan kebutuhan pribadi. Dan keempat keahlian tersebut menunjukkan kurva yang menaik setiap harinya. Alhamdulillah.

DSC_0889-01

Sebagai orang tua, kami sadar, KONSISTENSI adalah kunci keberhasilan dalam melatih kemandirian anak. Seberapa besar konsistensi dan “rasa tega” kita sebagai orang tua menentukan seberapa besar keberhasilan dalam pelatihan kemandirian ini.

Akhir kata, terima kasih pada Tim Bunda Sayang, yang telah merumuskan suatu game menantang dan membangun, yang membuat kami belajar lagi menjadi sabar dan konsisten dalam melatih kemandirian anak. InsyaAllah, game selanjutnya, kami berkembang lebih baik lagi, aamiin.

#AliranRasaMelatihKemandirian
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#MelatihKemandirian
#KuliahBundaSayang
#institutibuprofesional

PS: Ingin membaca Game Level #2 Danda secara keseluruhan? Klik tautan di bawah, ya.

Hari Pertama: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/26/tolong-tuangkan-air-minum-donk/

Hari Kedua: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/27/ikat-yang-kencang-dan-berlarilah/

Hari Ketiga: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/28/mari-membantu-nenek-_/

Hari Keempat: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/29/kemandirian-untuk-bertahan-hidup/

Hari Kelima: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/30/persiapan-berangkat-sekolah-sendiri/

Hari Keenam: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/01/sebuah-latihan-kemandirian-lainnya/

Hari Ketujuh: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/02/i-am-a-celebrity-you-know-_/

Hari Kedelapan: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/03/mandiri-bersama/

Hari Kesembilan: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/04/pemasak/

Hari Kesepuluh: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/05/marhaban-ya-ramadhan/

Hari Kesebelas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/06/menghias-kamar/

Hari Kedua Belas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/07/mari-berpuasa/

Hari Ketiga Belas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/08/kuat-puasa/

Hari Keempat Belas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/09/apa-menu-buka-puasa-kita-hari-ini/

Hari Kelima Belas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/10/takjil-on-the-road/

Alhamdulillah, Game Level #2 Melatih Kemandirian, Selesai ^_^


Takjil On The Road

10 Mei 2019

Game Level 2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Hari #15

PhotoGrid_1557413987154

Tema: Menyambut Bulan Ramadan dan Menyiapkan Kebutuhan Pribadi

Topik: Menyiapkan diri untuk kegiatan Takjil On The Road di sekolah

Misi: Abang Zi senang berbagi dengan sesamanya.

~~~

Sudah jadi tradisi di SDS Muhammadiyah 4 Cawang untuk membagikan menu berbuka beruba kue kepada pengendara yang melintas di Jalan Dewi Sartika, di depan sekolah. Kegiatan ini tiap tahun diadakan secara bergiliran tiap kelas. Karena Abang Zi ada di kelas II-b, maka kelas Abang Zi dapat giliran hari keempat.

Kegiatan ini sudah lama Danda sounding pada Abang Zi. Bahkan tadi pagi pun, yang jadi hari pertama sekolah di bulan Ramadan, Abang Zi juga antusias menyambutnya. Dia menyiapkan dirinya dengan baik, mandiri. Walau kepagian masuk sekolahnya, sih. Hihihi.

Jadi, waktu Danda pulang kantor pukul 4 sore, ekspektasi Danda tuh begitu sampai di rumah, Abang Zi sudah rapi dengan baju kokonya.

Ternyata tak begitu, Ferguso. Abang Zi masih kucel bau asem dengan baju kebesarannya, kaos dan celana pendel rumahan.

“Loh, kok belum siap-siap, Bang?” Tanya Danda.

Asisten yang menemani Abang Zi di rumah selama Danda bekerja berkata bahwa Abang Zi gak mau mandi, maunya jam 5 saja mandinya.

“Lah, jam 5 kita kan kumpul di sekolah untuk takjil on the road.” Kata Danda.

Jadilah, sore itu menjadi sore yang hektik karena Danda dan Abang Zi berebut kamar mandi. Jah… (-_-”)

Untung saja Abang Zi masih bisa dikondisikan sehinga dalam waktu 45 menit, kami berdua siap berangkat ke sekolah Abang.

Setelah beberapa briefing, jam setengah enam sore, Abang Zi dan teman-temannya berangkat ke gerbang sekolah dan membagikan kue untuk orang-orang yang mungkin akan terlambat untuk berbuka puasa di rumah.

DSC_0876-01

Video diunggah di akun instagram Danda, silakan ke sana untuk melihatnya, ya. ^_^

Alhamdulillah, semangat berbagi anak-anak sangatlah tinggi. Mereka berlomba-lomba siapa yang paling banyak memberikan kue pada pengendara yang lewat. Semangat menyambut bulan Ramadan yang patut diacungi jempol.

Sementara untuk latihan kemandirian menyiapkan kebutuhan pribadi, karena di pagi hari Abang Zi menyiapkan semua kebutuhannya sendiri, plus di sore hari walaupun dengan sedikit dimarahin dulu, dia bisa menyesuaikan diri untuk siap tepat waktu, boleh, ya Danda kasih nilai lulus. ^_^

PicsArt_05-09-09.58.52

Mission accomplished!

#hari15
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Apa Menu Buka Puasa Kita Hari Ini?

9 Mei 2019

Game Level 2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Hari #14

PhotoGrid_1557300804762

Tema: Menyambut Bulan Ramadan dan Menyiapkan Kebutuhan Pribadi

Topik: Menyiapkan hidangan berbuka puasa sendiri

Misi: Abang Zi turut andil menentukan menu berbuka puasa

~~~

Sejak siang saat Danda menelepon Abang Zi untuk bertanya kabar dan mengecek apakah Abang sudah bisa “melayani” dirinya sendiri, Abang minta dibawakan blewah karena dia ingin es blewah. Namanya juga puasa, apa aja dipenginin. Tapi setelah Danda cari, gak ada orang yang jual blewah di sore hari. Di situlah Abang Zi jadi kecewa dan mukanya ditekuk.

Danda gak suka menghadapi anak yang mukanya ditekuk. Danda berkata, apa cuma gara-gara es blewah lalu Danda yang pulang kantor dalam keadaan capai ditambah lagi harus keliling cari blewah, mendapatkan wajah cemberut? SI Abang pun mencoba menata hati dan memeluk Danda. Untuk mengobati kekecewaannya, Danda mengajak Abang Zi membuat puding.

Abang Zi langsung antusias, kali ini kami membuat puding rasa kelapa muda. “Abang yang aduk, ya!” Katanya.

DSC_0851-01

Di sini Danda melakukan melakukan kesalahan. Ketika larutan puding sudah mulai mendidih, airnya menggelegak meluap ke luar panci. Bukannya melihat dari jauh, Danda langsung mengambil alih sendok adukan. Abang Zi langsung pergi dan bilang, “Danda terusin, ya!” Yah, aturan biar aja sih, lihat dari jauh bagaimana dia menyelesaikan masalah air meluap ini. Haha.

Tapi karena Abang Zi berinisiatif mengaduk puding duluan, kita anggap latihan kemandirian kali ini, sukses, ya. ^_^

PicsArt_05-08-02.31.56

Mission (half) accomplished! ^_^

#hari14
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Kuat Puasa

8 Mei 2019

Game Level 2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Hari #13

PhotoGrid_1557198983428

Tema: Menyambut Bulan Ramadan dan Menyiapkan Kebutuhan Pribadi

Topik: Membantu Danda membuat hidangan berbuka

Misi: Abang Zi peka terhadap lingkungan

~~~

Alhamdulillah, dua hari sudah Abang Zi berpuasa penuh seharian. Ketika ditanya apa dia lapar di tengah hari, dia menjawab, “lapar sih, tapi tahan, kok.” Oh la la! ^_^

Tadi siang Danda menelepon Abang Zi dari kantor, “Abang sudah mandi?”

“Sudah. Tadi Abang Zimam bangun jam setengah sembilan,” jawab Abang Zi.

“Sempat salat duha, Nak?” Tanya Danda lagi.

“Sempat. Tadi habis bangun Abang Zimam langsung salat duha terus mandi.” Jawabnya.

Alhamdulillah. Abang Zi sudah paham dan peka dengan kebutuhan dirinya sendiri. Ketika ditanya kenapa tidak main di luar, dia menjawab karena di luar panas, lebih enak main di dalam rumah, adem. Okay, as you wish, lah. Haha.

Sorenya Danda pulang dari kantor, langsung mengeluarkan air kelapa, timun suri, dan daging kelapa beku yang kemarin Danda masukkan ke frizer. Maksudnya sih biar gak gampang basi. Eh, kalau sudah beku begini, gak bisa diapa-apain nih bahan-bahan. (T_T)

Setelah memasukkan semua bahan beku ke dalam baskom, Danda memanggil Abang Zi, siapa tau dia mau membantu.

Tak disangka, Abang Zi menyambut panggilan Danda dengan suka cita. “Kalau Abang Zimam gak bantu, nanti Abang Zimam gak bisa minum es pas buka puasa.” Begitu dia berkata.

DSC_0842-01

Cukup lama dia membantu Danda menghancurkan es kelapa ini. Kira-kira hingga setengah es hancur. Good job, Dear Son! Alhamdulillah. Latihan hari ini juga terpenuhi, ya, Bang. ^_^

PicsArt_05-07-10.17.59

Mission accomplished!

#hari13
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Menghias Kamar

6 Mei 2019

Game Level 2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Hari #11

PhotoGrid_1557067834111

Tema: Menyambut Bulan Ramadan dan Menyiapkan Kebutuhan Pribadi

Topik: Menghias kamar menyambut bulan kemenangan

Misi: Mengajak Abang Zi menghias kamarnya dalam rangka menyambut bulan mulia.

~~~

Alhamdulillah, sudah masuk tantangan hari kesebelas. Hari ini juga H-1 puasa, saatnya menggunakan hiasan yang disertakan dalam paket kalender ramadan yang dua tahun lalu Danda beli itu (lihat postingan kemarin, ya).

Hari ini hari yang sibuk. Setelah Danda ke Pasar Jambul (yang penuh orang lebih dari biasanya), Danda langsung memasak menu permintaan Ayah (sampadeh daging), dan menu andalan Danda (tahu, tempe, ayam bacem), kemudian Danda minta diantar ke Pasar Baru untuk beli kain kerudung (lagi).

Karena sampai di rumah sudah menjelang magrib, Abang Zi jadi kurang antusias ketika Danda mengajaknya membuat hiasan Ramadan. Cuma sebentar dia menggunting materi, kemudian berkata, “Gak usah dihias, gak papa, Danda!”

Danda paham, Abang Zi sudah menemukan fokus lainnya. Danda pun mengalah dan membantunya menggunting semua materi. Oke, latihan kemandirian dalam rangka menyambut bulan Ramadan-nya bukan seperti ini. Haha.

DSC_0830-01

Selepas magrib Ayah mengajak Abang Zi untuk tadarus. Alhamdulillah Abang Zi mau ikut tadarus tanpa drama. Selesai tadarus, Abang minta izin untuk ke masjid duluan, ah, pasti sudah ditunggu teman-teman, nih. Haha.

Walapun Danda yang meneruskan memasang hiasan Ramadan di kamar Abang Zi, tapi Danda gak berkata bahwa latihan kemandirian hari ini gagal. Tidak. Abang sudah pintar menyiapkan perlengkapan pribadinya setelah mandi sampai ketika kami akan berangkat ke Pasar Baru. Abang Zi juga antusias (dengan caranya sendiri) dalam menyambut bulan Ramadan. Tantangan hari ini, tercapai, kok.

DSC_0835-01

Alhamdulillah, sudah masuk bulan Ramadan. Semoga Allah menerima ibadah puasa kita dan kita menjadi orang yang jauh lebih baik. Aamiin.

PicsArt_05-05-09.51.45

Mission accomplished!

#hari11
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

PS: Ada video bagus tentang menghias kamar di akun instagram Danda. ^_^



Marhaban ya Ramadhan

5 Mei 2019

Game Level 2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Hari #10

PhotoGrid_1556986655635

Tema Menyambut Bulan Ramadan dan Menyiapkan Kebutuhan Pribadi

Topik: Bahagia menyambut bulan Ramadan tiba

Misi: Mengajak Abang Zi ikut antusias menyambut bulan kemenangan

~~~

Alhamdulillah, ini adalah tantangan terakhir yang diwajibkan oleh Kelas Bunda Sayang. Jika mau, kami boleh melanjutkan tantangan hingga hari kelima belas. Sepertinya sih Danda bakalan lanjut, secara skil yang ini baru diterapkan hari ini, hihihi.

Another alhamdulillah, insyaAllah sebentar lagi bulan yang dinanti-nanti umat Islam sedunia, tiba. Bulan Ramadan (dalam bahasa Indonesia, “bulan Ramadan” ditulis tanpa “dh” –Ramadan, bukan Ramadhan). Setiap tahun, kami mengajak Abang Zi merayakan bulan Ramadan dengan cara yang berbeda-beda. Pernah kami membuatkannya pohon kebaikan, pernah juga menempelkan papan bintang, tahun ini Danda mengajak Abang Zi mengisi Kalender Ramadan yang Danda beli dua tahun lalu tapi kemudian lupa di mana meletakkan, (jadi jangan bertanya Danda beli kalendernya di mana, ya! Danda lupa. Atau coba buka ekomers mungkin ada yang jual), hihi.

Berhubung Danda juga mengikuti game asyik ini, sekalian saja, menyambut bulan Ramadan dijadikan ajang melatih kemandirian. Kalau tahun-tahun sebelumnya Danda yang menyiapkan semua perintilan Ramadan Abang Zi, tahun ini Abang Zi siapkan sendiri, deh, dengan sedikit bantuan, tentunya.DSC_0825-01

Danda meminta Abang Zi menggambar “dirinya” di Kalender Ramadan yang nantinya akan digantung di kamar Abang Zi. Videonya diunggah di akun Instagram Danda.

DSC_0826-01

Selain mengajak Abang Zi menyambut bulan Ramadan, Danda pun ingin melatih kemandirian lainnya, yaitu Menyiapkan Kebutuhan Pribadi (termasuk bersisir/sisiran).

Dalam seminggu ke depan, jika kami ingin bersiap pergi, Abang zi harus mempersiapkan dirinya sendiri, sebisa mungkin tanpa bantuan.

Tadi sih, sewaktu kami mau ke rumah Acil Eta, Abang menyiapkan semua barang yang akan dia bawa, sendiri. Tapi masih minta rambutnya disisirin Danda. Besok sudah gak boleh. Harus sisir rambut sendiri.

Alhamdulillah, hari ini berjalan dengan baik. Marhaban ya Ramadan, semoga Allah subhanawataala mengampuni dosa kita, menerima ibadah puasa kita, dan menjadikan kita pribadi yang jauh lebih baik dari yang sebelumnya. Aamiin.

PicsArt_05-04-10.08.35

Mission accomplished!

#hari10
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional



Mengaji Bulan Ini, Serba-serbi Puasa

21 April 2019

Image-1

Alhamdulillah, masih diberi kesempatan untuk mengaji di bulan ini. Seharusnya, jadwal materi bulan ini adalah sunnah-sunnah wudu, tapi karena momennya mau Ramadan, maka bahasan bulan ini lompat ke puasa.

PUASA
Apa itu PUASA?

Puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Puasa juga berarti menahan diri dari hal-hal yang membatalkan pahala puasa.

Pernah kan dengar sabda Rasul tentang orang yang berpuasa namun hanya dapat lapar dan haus saja? Itu karena dia tidak menahan dirinya dari hal-hal yang membatalkan pahala puasa.

Apa saja hal-hal yang membatalkan pahala puasa?

1. Berbohong.

Dikatakan bahwa berbohong adalah bibitnya dosa besar. Segala dosa besar diawali dari berbohong. Karena itu jangan sekali-sekali kita terbiasa berbohong, apalagi saat kita berpuasa. Sayang amat, pahalanya luntur.

Berbohong ada yang dibolehkan, kok. Misalnya: berbohong untuk mendamaikan orang yang sedang bertengkar.

Misalnya si Ruqaya dan Fatima sedang bertengkar, kita ingin mendamaikan mereka. Kita datangi Ruqaya, dan bilang: “Aya, ada salam dari Fatima. Katanya dia menyesal sudah bertengkar sama kamu. Dia minta maaf tapi gak sempat melulu ke tempatmu, tau sendiri kan anaknya kecil-kecil. Tapi dia bilang ke aku kalau dia nyesel banget.”

Kemudian kita datangi Fatima dan bilang: “Tima, Ruqaya titip salam. Dia bilang dia nyesel banget untuk tengkar sama kamu. Dia mau minta maaf, cuma ibunya lagi sakit kan jadi harus jaga ibunya. Tapi dia bilang dia nyesel banget.”

Saat Ruqaya dan Fatima bertemu, mereka pun berbaikan karena merasa pihak lain sudah minta maaf duluan. Itu bohong yang diizinkan.

Bohong lain yang dibolehkan adalah bohong saat memuji pasangan. “Aih, Papah, kalau udah mandi gitu seger, kan ganteng kayak Shahruk Khan.” (Padahal di papah mah jauh banget dari SRK :D), itu bohong yang dibolehkan.

Atau, misal kita jadi saksi suatu kejadian namun hanya sepotong, lalu orang minta kesaksian kita, dan kita bilang kita TIDAK TAHU. Itu tak apa-apa. Karena kita pun hanya tahu sepotong, bukan seluruh cerita. Dikhawatirkan jika kita ikut campur, kita akan memperburuk suasana. Kita diizinkan berkata TIDAK TAHU.

Selain itu, bohong dosa, loh! 🙂

2. Ghibah.

Alias ngomongin orang. Definisi ghibah itu, kalau ngomongin seseorang saat orang itu gak ada, yang mana kalau orang itu dengar, dia akan sedih atau sakit hati. Kalau ngomongin kebaikan seseorang atau prestasi seseorang mah bukan ghibah namanya.

Termasuk mendengarkan ghibah! Sama aja dosanya, sama-sama melunturkan pahala puasa kita. Naudzubillah.

Ingat, ngomongin kejelekan orang itu, kalau salah jadi fitnah, kalau benar jadi ghibah. Mending diem deh ^_^

3. Namimah.

Alias mengadu domba, kayak kumpeni zaman old, gitu. Udah jelas, lah ya..

4. Sumpah palsu.

Kadang kita gampang banget dah bilang “billahi” atau “wallahu” di saat kita ngomong. Padahal kita gak sadar bahwa kita sedang bersumpah dengan nama Allah. Bahkan kadang kita bercanda dengan kata-kata itu. Naudzubillah. Mulai sekarang, gunakan kata-kata itu jika dan hanya jika kita sedang bersumpah atas nama Allah saja. Tidak dalam percakapan sehari-hari.

5. Melihat dengan pandangan syahwat.

Deuh, ini PR banget buat saya yang suka nonton drama korea. (;´・`)>

~~~

Nah, ini hal-hal yang membatalkan puasanya, bukan cuma pahalanya sih… Jadi kalau melakukan ini, wes makan dan minum aja lah.

1. Memasukan sesuatu ke 5 lubang: telinga, hidung, mulut, kemaluan depan, dan kemaluan belakang.

Mata tidak termasuk 5 lubang ini, karenanya memakai tetes mata tidak membatalkan puasa walaupun kita tahu, tetes mata pasti masuk ke mulut.

2. Membuka rongga yang tadinya tertutup dan memasukkan sesuatu ke dalamnya.

Infus, Resipien donor darah, dan lain-lain. (Pendonor tidak batal puasa karena tak ada yang masuk). Suntikan obat tidak membatalkan puasa karena tidak dilakukan pada pembuluh darah.

3. Gila, Pingsan seharian, mabuk seharian.

Gila walau sesaat, membatalkan puasa. Pingsan dan mabuk yang cuma 2 jam tidak membatalkan puasa. Muntah yang tidak ditelan tidak membatalkan puasa.

4. Lupa/tidak niat puasa ramadan sebelum azan subuh.

Niat puasa ramadan bisa dilakukan selepas azan magrib. Namun bila sampai subuh tiba kita belum juga mengucapkan niat berpuasa, maka puasa kita batal dan harus diqodo’.

~~~

Tentang Qodo dan Fidyah.

Barangsiapa yang batal puasa karena dirinya sendiri (sakit, haid, nifas, lapar yang teramat sangat, haus yang teramat sangat, dll.) maka dia wajib mengganti (qodo’) puasanya di lain hari, tapi tidak wajib membayar fidyah.

Barangsiapa yang batal puasa karena orang lain (ibu menyusui yang bayinya mencret kalau ibunya puasa, ibu hamil yang ketubannya berkurang saat berpuasa, orang yang menyelamatkan orang lain yang hampir tenggelam lalu dia terminum air saat misi penyelamatan), maka dia wajib mengganti puasanya (qodo’), dan membayar fidyah sebesar 0,7kg per hari dia batal.

Kasus 1:

Seorang ibu menyusui tidak membayar puasanya selama 30 hari di tahun 2010, saat itu dia tidak tahu bahwa dia harus mengganti puasanya dan hanya membayar fidyah sebesar 21kg beras. Di tahun 2019 di menyadari bahwa dia salah, dan mengganti puasanya. Maka dia harus membayar fidyah sebesar (8 tahun x 30 hari x 0,7 kg) yaitu 168 kg beras. Untuk apa? untuk puasa yang lalai dia ganti selama ini.

Kasus 2:

Sang ibu sudah melunasi 30 hari utang puasanya di tahun 2019 namun dia belum sanggup membayar 168kg beras, dia hanya sanggup membayar 68kg, maka yang 100kg bisa dibayar di tahun berikutnya dan tidak terduplikasi.

Kasus 3:

Sang ibu hanya sanggup mengganti puasanya sebanyak 10 hari saja di tahun 2019. Maka dia wajib mengganti yang 20 hari di tahun berikutnya, diikuti membayar fidyah sebesar 20 hari x 0,7 kg beras.

Intinya utang yang belum terbayar dan melewati ramadan, jadi fidyah plus utang.

~~~

Puasa qodo’, boleh digabung dengan puasa syawal ataupun puasa sunnah lainnya. Cukup niat saja yang jelas, mau puasa apa. Jangan lupa, niat di malam hari untuk puasa qodo’. Puasa wajib boleh digabung dengan puasa sunnah, namun tak boleh digabung dengan puasa wajib lainnya.

~~~

Sunnah berbuka puasa: disegerakan

Sunnah sahur: diakhirkan (hati-hati dengan azan subuh)

Tarawih di masjid sebelah 23 rakaat, apa boleh saya ikut 8 rakaat lalu pulang dan witir di rumah? BOLEH.

Apa boleh saya ikut 10 rakaat lalu pulang dan melanjutkannya sampai 23 rakaat di rumah? BOLEH.

Bagaimana kalau saya ikut witir di masjid lalu mau tahajud dan witir lagi? Salat witir tinggal ditambahin aja, 2 rakaat, 4 rakaat, biar tetap jadi ganjil. Kan tadi sudah salat witir 3 rakaat di masjid.

~~~

Mandi wajib saat puasa. (Ini bahasan orang dewasa, silakan bijak dalam membaca)

Bagi perempuan yang haid dan nifas, sucinya dihitung sejak tak ada lagi darah menetes. Bila dia suci sebelum azan subuh, maka puasanya sah. Mandi setelah azan pun tak apa asal tetap dapat subuhan. Kalau setelah azan ada flek lagi, maka dia wajib mengganti puasa hari itu.

Bagi suami istri yang berhubungan, sucinya dihitung sejak selesainya.

Buat istri yang tidak mencapai klimak, pas di siang hari ia mendapati mani suaminya keluar lagi, maka dia tak wajib mandi. Namun, bila sang istri mencapai klimak, saat di siang hari ia mendapati mani suaminya keluar, maka dia wajib mandi karena dikhawatirkan maninya sendiri juga ikut di sana, karena mani perempuan itu keluarnya di rahim, dan bisa jadi tidak keluar dari tubuh.

~~~

Demikian pelajaran bulan ini. Jika ada pendapat lain atau gimana, silakan, nanti saya tanyakan lagi ke ustazah, ya.

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan. InsyaAllah puasa kita full pahala, aamiin.