Sinar X

19 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #6

PhotoGrid_1560867023848

Nama Projek: Sinar X

Pimpinan Projek: Abang Zimam Anak Cerdas

Narasumber: Danda Zimam

Penanggung Jawab: Ayah Zimam

Gagasan: Di malam yang entah mau ngapain ini, Abang Zi dan Danda mulai berdiskusi. Danda sengaja tidak menyinggung tentang kotak menjahit yang belum selesai. Menunggu Abang Zi kembali siap beraktivitas tanpa motorik kasar seperti menjahit. Tiba-tiba Abang Zi membuka diskusi dengan pertanyaan yang membuat Danda membuka alat peraga.

PhotoGrid_1560867149382

~~~

“Danda, pernah lihat sinar X?” tanya Abang Zi.

Sinar X? Si Abang ini pasti habis main roblox dan di sana ada kata “x-rays”-nya deh.

“Danda pernah di-sinar X, kok,” jawab Danda.

Terpancar mimik muka kagum, heran, dan ingin tahu di wajah Abang Zi. Danda segera mengambil hasil foto ronsen yang ada di rumah.

Sembari tidur di lantai, kami arahkan hasil foto ronsen itu ke lampu ruang keluarga. Abang Zi memperhatikan dengan saksama isi foto itu.

“Ini jantung, ya? Paru-parunya mana?” Tanyanya.

“Ruangan kosong ini, paru-paru, Bang. Paru-paru harus kosong, karena isinya…”

“Udara!” potong Abang Zi dengan percaya diri.

Danda bercerita dengan foto ronsen itu sebagai alat peraga.

“Kenapa foto ronsen itu selalu dari belakang, bukan dari depan?” tanya Abang Zi.

“Karena di bagian depan tubuh manusia terdapat kelenjar mammae, jadi dikhawatirkan mengganggu hasil foto. Kalau bagian belakang kan kosong nih, cuma tulang rusuk saja adanya.” jelas Danda, berharap jawaban Danda ini benar.

DSC_0983-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan spasial, logika-matematika, dan linguistik – karena Abang Zi belajar bahasa medis yang belum pernah didengarnya);
  • Kecerdasan emosional (kemampuan memotivasi diri untuk belajar hal baru);
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebaikan);
  • Kecerdasan menghadapi tantangan (climber).

Diskusi berlangsung seru. Ada banyak pertanyaan diajukan oleh Abang Zi. Di sinilah tantangan buat Danda. Danda harus menjawabnya dengan ilmiah menggunakan bahasa yang dipahami anak usia 8 tahun.

PicsArt_06-18-09.22.05

#hari6
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Cara Baik Memulai Hari

14 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #1

PhotoGrid_1560388218431

Nama Projek: Cara Baik Memulai Hari

Pimpinan Projek: Danda Zimam

Penanggung Jawab: Ayah Zimam (semua dilakukan atas persetujuan beliau).

Gagasan: Menurut riset kecil yang Danda lakukan, waktu terbaik mengonsumsi buah-buahan adalah sebelum makan berat dan di pagi hari saat perut kosong. Karena itu, gagasan projek hari pertama ini adalah memulai hari dengan makanan baik, yaitu buah-buahan.

PhotoGrid_1560466374805

~~~

Hari ini Abang Zi ikut Nini menginap di rumah Acilnya (adik perempuan Danda). Oh iya, lebaran tahun ini Nini Zi datang ke Jakarta dan kami berlebaran bersama di ibukota. Nah, berhubung di rumah cuma ada Ayah dan Danda, dan Game Level 3 segera dimulai sementara Danda tak mau menyia-nyiakan waktu untuk ikut game (biar dapat Badge OP lagi hihihi), akhirnya Danda mengajak Ayah untuk melakukan projek hari ini.

Judulnya “meningkatkan kecerdasan anak”, kok anaknya gak terlibat?

Ide selanjutnya saat Danda dan Ayah melakukan projek ini adalah “anak yang cerdas dilahirkan oleh orang tua yang cerdas”. Kami sebagai orang tua harus cerdas dulu, supaya bisa mencerdaskan anak kami, Abang Zi. Karena itulah, di hari pertama ini, projek keluarga dalam tantangan game level 3 dilakukan oleh kami berdua.

Tantangan hari ini cukup sederhana. Hanya memulai hari dengan mengonsumsi buah-buahan. Namun bagi keluarga kami, itu suatu hal yang jarang terjadi di hari kerja. Kami berdua jarang sarapan di rumah. Hampir selalu sarapan di kantor. Dan godaan untuk sarapan dengan berbagai menu sarapan Nusantara itu lebih besar bila kami sarapan di kantor. Karena itu, ini sebuah tantangan bagi Ayah dan Danda, untuk duduk manis dan mengonsumsi buah-buahan di rumah. 🙂

DSC_0963-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan logika-matematika – Ayah dan Danda menghitung dan memilih kalori yang masuk di pagi hari)
  • Kecerdasan emosional (kemampuan memotivasi diri – Ayah dan Danda mampu memotivasi diri sendiri untuk duduk manis dan mengonsumsi buah-buahan)
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebaikan – Ayah dan Danda memahami bahwa mengonsumsi buah-buahan di pagi hari adalah sebuah hal yang baik untuk dilakukan)
  • Kecerdasan Menghadapi Tantangan (climbers – Ayah dan Danda melatih diri menjadi individu bertipe climbers)

Jika pemilihan kecerdasan ini terasa agak memaksa, wajar. Seperti yang dibilang oleh para ahli:

Screenshot_20190612-040008-01

Jadi, tak apa memilih satu atau dua kecerdasan yang terlibat, karena sejatinya seluruh kecerdasan sedang dilatih dan ditingkatkan di sini. ^_^

PicsArt_06-13-10.39.17

#hari1
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Game Level #3 Meningkatkan Kecerdasan Anak

13 Juni 2019

PhotoGrid_1560376261979

Setelah (sekali lagi) mendapatkan badge Outstanding Performance karena mengerjakan 15 tantangan dalam 17 hari pada game sebelumnya, dan setelah berleha-leha libur Ramadan dan lebaran, maka saatnya kami kembali ke kelas. Melaksanakan tantangan berikutnya pada Game Level #3: Meningkatkan Kecerdasan Anak.

Screenshot_20190612-035938-01

Materi pada Game Level #3 ini “dalem” banget, dah. Kami diajak untuk membentuk individu yang sukses dan bahagia. Apa itu sukses? Apa itu bahagia?

Screenshot_20190612-040530-01

Sukses, menurut KBBI Edisi V adalah berhasil, beruntung.

Screenshot_20190612-040543-01

Sedangkan Bahagia menurut KBBI Edisi V adalah keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan).

Menurut D. Paul Relly, dalam bukunya “Success is Simple”, sukses didefinisikan sebagai pencapaian yang berangsur-angsur meningkat terhadap suatu tujuan dan cita-cita yang berharga.

Bahagia sendiri, menurut Prof. Martin Selligman dalam bukunya “Authentic Happiness”, dibagi menjadi 3 kategori:

  1. Hidup yang penuh kesenangan (pleasant life) – kebahagiaan yang lebih bersifat material;
  2. Hidup nyaman (good life) – kebahagiaan yang lebih bersifat mental; dan
  3. Hidup bermakna (meaningful life) – kebahagiaan yang lebih bersifat spiritual.

Yang manapun yang jadi tujuan kita, untuk mencapai kategori HIDUP SUKSES DAN BAHAGIA, kita perlu memiliki berbagai KECERDASAN HIDUP.

Screenshot_20190612-040024-01

Kecerdasan dibagi menjadi 4 macam, yaitu:

  1. Kecerdasan Intelektual (Intellectual Quotinent/IQ);
  2. Kecerdasan Emosional (Emotional Intellegence/EI);
  3. Kecerdasan Spiritual (Spiritual Intellenece/SI); dan
  4. Kecerdasan Menghadapi Tantangan (Adversity Intellegence /AI).

Screenshot_20190612-040008-01

Kecerdasan Intelektual (IQ)

Screenshot_20190612-040621-01

Kecerdasan Intelektual terdiri dari 9 macam, yaitu:

  1. Kecerdasan bahasa (linguistic);
  2. Kecerdasan musik (musical);
  3. Kecerdasan logika-matematika (logical-mathematical);
  4. Kecerdasan spasial (spatial);
  5. Kecerdasan kinestetis-tubuh (bodily-kinesthetic);
  6. Kecerdasan intrapersonal;
  7. Kecerdasan interpersonal;
  8. Kecerdasan naturalis; dan
  9. Kecerdasan eksistensial.

Kecerdasan Emosional (EI)

Screenshot_20190612-040614-01

Komponen dasar kecerdasan emosional adalah:

  1. Kemampuan mengenali emosi diri sendiri (kesadaran diri);
  2. Kemampuan mengenali emosi;
  3. Kemampuan memotivasi diri sendiri;
  4. Kemampuan mengenali emosi orang lain (empati); dan
  5. Kemampuan membina hubungan dengan orang lain (keterampilan sosial).

Kecerdasan Spiritual (SI)

Screenshot_20190612-040628-01

Dari hasil penelitian seorang ahli syaraf, V.S. Ramachandran, pada tahun 1977, terdapat God Spot dalam jaringan otak manusia dan ini adalah pusat spiritual (spiritual centre) yang terletak antara jaringan syaraf dan otak.

dari spiritual centre ini menghasilkan suara hati yang memiliki kemampuan lebih dalam menilai suatu kebenaran bisa dibandingkan dengan panca indera.

Ada 3 prinsip dalam kecerdasan spiritual, yaitu:

  1. Prinsip kebenaran;
  2. Prinsip keadilan; dan
  3. Prinsip kebaikan.

Kecerdasan menghadapi tantangan (Adversity Intellegence)

kemampuan untuk mengubah hambatan menjadi peluang.

Menurut Stoltz, ada 3 tipe kecerdasan ini, yaitu:

  1. Quitters – kemampuan seseorang yang memilih untuk keluar, menghindari kewajiban, mundur, dan berhenti bila menghadapi kesulitan;
  2. Campers – kemampuan seseorang yang pernah mencoba menyelesaikan suatu kesulitan, atau sedikit berani menghadapi tantangan, tetapi tidak berani menghadapi risiko secara tuntas; dan
  3. Climbers – sebutan untuk orang yang seumur hidup selalu menghadapi kesulitan sebagai suatu tantangan dan terus berusaha untuk menyelesikan hambatan tersebut sehingga mencapai suatu keberhasilan.

Manusia tidak dilahirkan menjadi Quitters, Campers, atau Climbers. Manusia dibentuk untuk itu.

TANTANGAN GAME LEVEL #3

Dari keempat kecerdasan di atas, dalam game ini, kami ditantang untuk membuat suatu projek keluarga (Family Project), yang bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan anak, dan keluarga, demi meraih kesuksesan dan kebahagiaan.

PENTINGNYA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK DEMI KEBAHAGIAAN HIDUP

#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Konsistensi, Sebuah Aliran Rasa dari Game Level #2

17 Mei 2019

Game Level #2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Aliran Rasa

PhotoGrid_1558017037522

Alhamdulillah, sudah 17 hari berlalu sejak tantangan Game Level #2 ini digulirkan. Selama itu pulang, Danda, Ayah, dan Abang Zi banyak belajar dalam hal melatih kemandirian, baik kemandirian Abang Zi, maupun kemandirian Ayah dan Danda.

Dalam game ini, Danda dan Ayah sepakat fokus pada 4 kemandirian yang sebenarnya sudah dikuasai Abang Zi, namun kami mencoba agar lebih fokus. Kemandirian tersebut adalah memakai tali sepatu sendiri, menyiapkan makanan sendiri, menyambut bulan Ramadan, dan menyiapkan kebutuhan pribadi. Dan keempat keahlian tersebut menunjukkan kurva yang menaik setiap harinya. Alhamdulillah.

DSC_0889-01

Sebagai orang tua, kami sadar, KONSISTENSI adalah kunci keberhasilan dalam melatih kemandirian anak. Seberapa besar konsistensi dan “rasa tega” kita sebagai orang tua menentukan seberapa besar keberhasilan dalam pelatihan kemandirian ini.

Akhir kata, terima kasih pada Tim Bunda Sayang, yang telah merumuskan suatu game menantang dan membangun, yang membuat kami belajar lagi menjadi sabar dan konsisten dalam melatih kemandirian anak. InsyaAllah, game selanjutnya, kami berkembang lebih baik lagi, aamiin.

#AliranRasaMelatihKemandirian
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#MelatihKemandirian
#KuliahBundaSayang
#institutibuprofesional

PS: Ingin membaca Game Level #2 Danda secara keseluruhan? Klik tautan di bawah, ya.

Hari Pertama: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/26/tolong-tuangkan-air-minum-donk/

Hari Kedua: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/27/ikat-yang-kencang-dan-berlarilah/

Hari Ketiga: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/28/mari-membantu-nenek-_/

Hari Keempat: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/29/kemandirian-untuk-bertahan-hidup/

Hari Kelima: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/30/persiapan-berangkat-sekolah-sendiri/

Hari Keenam: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/01/sebuah-latihan-kemandirian-lainnya/

Hari Ketujuh: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/02/i-am-a-celebrity-you-know-_/

Hari Kedelapan: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/03/mandiri-bersama/

Hari Kesembilan: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/04/pemasak/

Hari Kesepuluh: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/05/marhaban-ya-ramadhan/

Hari Kesebelas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/06/menghias-kamar/

Hari Kedua Belas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/07/mari-berpuasa/

Hari Ketiga Belas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/08/kuat-puasa/

Hari Keempat Belas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/09/apa-menu-buka-puasa-kita-hari-ini/

Hari Kelima Belas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/05/10/takjil-on-the-road/

Alhamdulillah, Game Level #2 Melatih Kemandirian, Selesai ^_^


Takjil On The Road

10 Mei 2019

Game Level 2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Hari #15

PhotoGrid_1557413987154

Tema: Menyambut Bulan Ramadan dan Menyiapkan Kebutuhan Pribadi

Topik: Menyiapkan diri untuk kegiatan Takjil On The Road di sekolah

Misi: Abang Zi senang berbagi dengan sesamanya.

~~~

Sudah jadi tradisi di SDS Muhammadiyah 4 Cawang untuk membagikan menu berbuka beruba kue kepada pengendara yang melintas di Jalan Dewi Sartika, di depan sekolah. Kegiatan ini tiap tahun diadakan secara bergiliran tiap kelas. Karena Abang Zi ada di kelas II-b, maka kelas Abang Zi dapat giliran hari keempat.

Kegiatan ini sudah lama Danda sounding pada Abang Zi. Bahkan tadi pagi pun, yang jadi hari pertama sekolah di bulan Ramadan, Abang Zi juga antusias menyambutnya. Dia menyiapkan dirinya dengan baik, mandiri. Walau kepagian masuk sekolahnya, sih. Hihihi.

Jadi, waktu Danda pulang kantor pukul 4 sore, ekspektasi Danda tuh begitu sampai di rumah, Abang Zi sudah rapi dengan baju kokonya.

Ternyata tak begitu, Ferguso. Abang Zi masih kucel bau asem dengan baju kebesarannya, kaos dan celana pendel rumahan.

“Loh, kok belum siap-siap, Bang?” Tanya Danda.

Asisten yang menemani Abang Zi di rumah selama Danda bekerja berkata bahwa Abang Zi gak mau mandi, maunya jam 5 saja mandinya.

“Lah, jam 5 kita kan kumpul di sekolah untuk takjil on the road.” Kata Danda.

Jadilah, sore itu menjadi sore yang hektik karena Danda dan Abang Zi berebut kamar mandi. Jah… (-_-”)

Untung saja Abang Zi masih bisa dikondisikan sehinga dalam waktu 45 menit, kami berdua siap berangkat ke sekolah Abang.

Setelah beberapa briefing, jam setengah enam sore, Abang Zi dan teman-temannya berangkat ke gerbang sekolah dan membagikan kue untuk orang-orang yang mungkin akan terlambat untuk berbuka puasa di rumah.

DSC_0876-01

Video diunggah di akun instagram Danda, silakan ke sana untuk melihatnya, ya. ^_^

Alhamdulillah, semangat berbagi anak-anak sangatlah tinggi. Mereka berlomba-lomba siapa yang paling banyak memberikan kue pada pengendara yang lewat. Semangat menyambut bulan Ramadan yang patut diacungi jempol.

Sementara untuk latihan kemandirian menyiapkan kebutuhan pribadi, karena di pagi hari Abang Zi menyiapkan semua kebutuhannya sendiri, plus di sore hari walaupun dengan sedikit dimarahin dulu, dia bisa menyesuaikan diri untuk siap tepat waktu, boleh, ya Danda kasih nilai lulus. ^_^

PicsArt_05-09-09.58.52

Mission accomplished!

#hari15
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Apa Menu Buka Puasa Kita Hari Ini?

9 Mei 2019

Game Level 2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Hari #14

PhotoGrid_1557300804762

Tema: Menyambut Bulan Ramadan dan Menyiapkan Kebutuhan Pribadi

Topik: Menyiapkan hidangan berbuka puasa sendiri

Misi: Abang Zi turut andil menentukan menu berbuka puasa

~~~

Sejak siang saat Danda menelepon Abang Zi untuk bertanya kabar dan mengecek apakah Abang sudah bisa “melayani” dirinya sendiri, Abang minta dibawakan blewah karena dia ingin es blewah. Namanya juga puasa, apa aja dipenginin. Tapi setelah Danda cari, gak ada orang yang jual blewah di sore hari. Di situlah Abang Zi jadi kecewa dan mukanya ditekuk.

Danda gak suka menghadapi anak yang mukanya ditekuk. Danda berkata, apa cuma gara-gara es blewah lalu Danda yang pulang kantor dalam keadaan capai ditambah lagi harus keliling cari blewah, mendapatkan wajah cemberut? SI Abang pun mencoba menata hati dan memeluk Danda. Untuk mengobati kekecewaannya, Danda mengajak Abang Zi membuat puding.

Abang Zi langsung antusias, kali ini kami membuat puding rasa kelapa muda. “Abang yang aduk, ya!” Katanya.

DSC_0851-01

Di sini Danda melakukan melakukan kesalahan. Ketika larutan puding sudah mulai mendidih, airnya menggelegak meluap ke luar panci. Bukannya melihat dari jauh, Danda langsung mengambil alih sendok adukan. Abang Zi langsung pergi dan bilang, “Danda terusin, ya!” Yah, aturan biar aja sih, lihat dari jauh bagaimana dia menyelesaikan masalah air meluap ini. Haha.

Tapi karena Abang Zi berinisiatif mengaduk puding duluan, kita anggap latihan kemandirian kali ini, sukses, ya. ^_^

PicsArt_05-08-02.31.56

Mission (half) accomplished! ^_^

#hari14
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Kuat Puasa

8 Mei 2019

Game Level 2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Hari #13

PhotoGrid_1557198983428

Tema: Menyambut Bulan Ramadan dan Menyiapkan Kebutuhan Pribadi

Topik: Membantu Danda membuat hidangan berbuka

Misi: Abang Zi peka terhadap lingkungan

~~~

Alhamdulillah, dua hari sudah Abang Zi berpuasa penuh seharian. Ketika ditanya apa dia lapar di tengah hari, dia menjawab, “lapar sih, tapi tahan, kok.” Oh la la! ^_^

Tadi siang Danda menelepon Abang Zi dari kantor, “Abang sudah mandi?”

“Sudah. Tadi Abang Zimam bangun jam setengah sembilan,” jawab Abang Zi.

“Sempat salat duha, Nak?” Tanya Danda lagi.

“Sempat. Tadi habis bangun Abang Zimam langsung salat duha terus mandi.” Jawabnya.

Alhamdulillah. Abang Zi sudah paham dan peka dengan kebutuhan dirinya sendiri. Ketika ditanya kenapa tidak main di luar, dia menjawab karena di luar panas, lebih enak main di dalam rumah, adem. Okay, as you wish, lah. Haha.

Sorenya Danda pulang dari kantor, langsung mengeluarkan air kelapa, timun suri, dan daging kelapa beku yang kemarin Danda masukkan ke frizer. Maksudnya sih biar gak gampang basi. Eh, kalau sudah beku begini, gak bisa diapa-apain nih bahan-bahan. (T_T)

Setelah memasukkan semua bahan beku ke dalam baskom, Danda memanggil Abang Zi, siapa tau dia mau membantu.

Tak disangka, Abang Zi menyambut panggilan Danda dengan suka cita. “Kalau Abang Zimam gak bantu, nanti Abang Zimam gak bisa minum es pas buka puasa.” Begitu dia berkata.

DSC_0842-01

Cukup lama dia membantu Danda menghancurkan es kelapa ini. Kira-kira hingga setengah es hancur. Good job, Dear Son! Alhamdulillah. Latihan hari ini juga terpenuhi, ya, Bang. ^_^

PicsArt_05-07-10.17.59

Mission accomplished!

#hari13
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional