Autonomi, Sebuah Aliran Rasa dari Game Level #1

19 April 2019

Game Level #1: Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif
Aliran Rasa

PhotoGrid_1555552275228

Tak terasa, sudah 17 hari berlalu sejak tantangan 10 hari Game Level #1 digulirkan. Sudah 15 tantangan dikerjakan. Saatnya saya menuliskan sebuah aliran rasa.

Semua bermula pada 25 Maret 2019 lalu, ketika fasil mengumumkan materi level 1, Kuliah Bunda Sayang, yaitu Komunikasi Produktif. Esoknya, tantangan digulirkan. Tantangan ini dikerjakan dari tanggal 28 Maret 2019 sampai dengan tanggal 7 April 2019. Tantangan berisi game, di mana kita harus menerapkan teori komunikasi produktif pada kehidupan sehari-hari kita, dan mengabadikannya melalui tulisan, video, atau gambar.

Menyenangkan rasanya, mengerjakan game demi game dalam level 1 ini. Teori komunikasi produktif dengan diri sendiri, dengan pasangan, dan dengan anak saya terapkan satu persatu.

Menyadari bahwa diri saya berada di tahap autonomi, dalam game level 1 ini, sungguh membuat saya bahagia. Tahap autonomi adalah tahap di mana saya menerapkan teori komunikasi produktif ini tak hanya berhenti di hari ke-10 melainkan melanjutkannya hingga hari ke-15. Sebenarnya hingga hari ke 17, namun saya tak punya akses ke laptop.

Tentang komunikasi dengan pasangan, saya, kami, kadang masih di fase orang tua, kadang di fase anak-anak, kadang di fase dewasa. Buat saya itu tak masalah, selama kami bisa mengatasinya bersama.

DSC_0718-01

Dan teruntuk anak saya tercinta, Abang Zimam, bahasa cinta kita ternyata bahasa sentuhan fisik, ya, Sayang. Kita senang sekali balugut. Jika Danda sedih, Abang Zimam memeluk Danda. Jika Abang Zimam sedih, Abang Zimam mencari Danda untuk dipeluk. Bahagia pun demikian.

Kata-kata mendukung juga menjadi motivasimu, Sayang. Panggilan sayang dari Danda, “Pintar”, untukmu, bisa meroketkan semangatmu. Tetaplah demikian, Sayang. Tetaplah maju.

Akhir kata, terima kasih untuk Tim Bunda Sayang yang telah merumuskan materi Komunikasi Produktif ini. Terima kasih telah mengingatkan kami untuk tetap memperbaiki diri. InsyaAllah, game selanjutnya, saya akan jadi lebih baik lagi. Aamiin.

#AliranRasaKomunikasiProduktif
#GameLevel1
#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

PS: Ingin membaca Game Level #1 Danda dari Hari pertama hingga hari kelima belas? Silakan klik tautan berikut:

Hari Pertama: https://yeptirani.wordpress.com/2019/03/29/komunikasi-produktif-dan-kemampuan-bercerita-anak/

Hari Kedua: https://yeptirani.wordpress.com/2019/03/30/gawai-dan-ilmu-alam-komunikasi-dengan-anak-jadi-seru/

Hari Ketiga: https://yeptirani.wordpress.com/2019/03/31/makan-di-mana-kita-ayah-abang-ayo-kita-diskusikan/

Hari Keempat: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/01/i-know-you-and-you-know-me-really/

Hari Kelima: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/02/pukul-berapa-sekarang/

Hari Keenam: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/03/bagaimana-kalau-kita-tidur-sekarang/

Hari Ketujuh: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/04/urusan-mandi-pun-perlu-dikomunikasikan-loh/

Hari Kedelapan: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/05/mari-bermain-teka-teki/

Hari Kesembilan: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/06/sembuh-dan-sehat-lagi-ya/

Hari Kesepuluh: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/07/what-are-you-doing/

Hari Kesebelas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/08/filmnya-seru-kan/

Hari Kedua Belas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/09/komunikasi-dengan-diri-sendiri/

Hari Ketiga Belas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/10/mari-berbicara-yeptirani/

Hari Keempat Belas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/11/time-capsule/

Hari Kelima Belas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/12/bicara-yang-baik-atau-diam/

Alhamdulillah, Game Level #1 Komunikasi Produktif, Selesai. ^_^


Pesta Demokrasi Indonesia 2019

17 April 2019

Alhamdulillah, hari ini sudah tanggal 17 April 2019. H-10 resmi 35 kali saya mengelilingi matahari, hari di mana pesta demokrasi Indonesia digelar tiap lima tahun.

Pagi ini saya bangun seperti biasa, walau tahu saya harus berangkat ke TPS untuk memberikan suara.

Semalam, saya sudah menyiapkan fotokopi KTP dan KK untuk menemani form A5 saya dan suami. Ya, kami menggunakan form A5 karena kami terdaftar di TPS di kota Pangkalpinang, bukan di Jakarta. Padahal lima tahun yang lalu, kami mendapatkan formulir C6.

PicsArt_04-17-10.14.57

Saya berangkat ke TPS terdaftar pada pukul sepuluh pagi, kemudian ditolak dan diminta datang lagi pukul dua belas siang karena saya menggunakan formulir A5 dan masuk DPK. Selepas zuhur, saya kembali ke TPS dan sudah sepi. Tak lama mengantre, saya mendapatkan surat suara untuk memilih presiden dan wakil presiden. Saya tidak berhak memilih anggota DPR, DPRD, dan DPD, karena pindah provinsi. Semoga lima tahun yang akan datang, saya bisa memilih lima surat suara (empat, untuk DKI Jakarta).

Saya masuk bilik suara, yang tak terlalu rahasia karena tiga perempat tertutup. Saya yakin bisa melihat orang lain mencoblos yang mana, saat saya melewati mereka. Gak sengaja, loh.

Setelah mencoblos pilihan saya (saya berhati-hati supaya mencoblos bukan di wajah mereka, hahaha), saya melipat kembali surat suara saya dan memasukkannya ke kotak presiden. Mencelupkan kelingking pada tinta, dan keluar. Alhamdulillah.

DSC_0718

Saya sudah menunaikan tugas saya sebagai warga negara. Apapun hasilnya, saya akan menerimanya sebagai takdir Allah subhanawataala.

Ah, jadi ingat akan cerita semut pada kisah Nabi Ibrahim alaihissalam. Dongeng yang turun temurun diceritakan untuk anak-anak sebelum tidurnya.

Dikisahkan bahwa Raja Namrud memberi perintah untuk membakar Nabi Ibrahim alaihissalam. Seekor semut yang mendengarnya segera membuat wadah air atau bejana dan mengambil air di danau. Dengan susah payah ia mengangkut bejana itu menuju kota, tempat Sang Nabi di bakar.

Di jalan, ia bertemu dengan seekor gagak. Gagak pun bertanya, hendak kemanakah si semut pergi dengan susah payah membawa bejana berisi air. Semut menyampaikan maksud tujuannya, hendak membantu memadamkan api yang membakar Nabi Ibrahim. Gagak mencemooh semut, ia berkata, air yang semut bawa tak akan cukup untuk memadamkan api yang membakar Nabi Ibrahim. Namun semut berkata, paling tidak dengan air itu dia telah memutuskan di pihak mana dia berdiri, dan dia bisa mempertanggungjawabkannya di hadapan Tuhan di hari akhir nanti.

~~~

Di sinilah saya, bagaikan semut yang membawa setetes air. Saya tahu suara saya setara dengan setetes air. Menang tidaknya pilihan saya, bukan mutlak karena suara saya. Namun, paling tidak, saya telah memutuskan di mana saya berpihak, dan saya bisa mempertanggungjawabkan pilihan saya di hadapan Rabb di hari akhir nanti.

DSC_0721

Selamat menikmati pesta demokrasi Indonesia 2019. Untuk Indonesia yang lebih baik. ^_^

PS: itu hijab saya memang ungu, bukan ketumpahan tinta pemilu ^_^


Sembuh dan Sehat Lagi, Ya!

6 April 2019

Game Level 1: Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif
Hari #9

photogrid_1554470565768Tema: Komunikasi dengan anak

Partner Family Forum: Abang Zimam anak Ayah dan Danda yang sedang sakit mata

Topik: Sembuh dan sehat lagi!

Masalah: Sejak Abang Zimam pulang dengan mata bengkak Selasa lalu, berangsur-angsur mata Ayah dan Danda juga ikutan bengkak. Puncaknya hari ini, mata Danda gatal bukan kepalang, sehingga Danda izin cuti sakit. Daripada sekantor kena sakit mata juga, mending istirahat dan ke dokter, kan? Ayah juga sama, gak masuk kantor. Kami bertiga kompakan sakit mata.

Misi: Minum obat dari dokter secara teratur agar lekas sembuh

Waktu: Family time (almost week end, karena sekeluarga bolos), all day after visiting the doctor.

dsc_0647-01

~~~

Zimam: Danda, kalau Abang Zimam sujud, matanya kayak mau jatuh.

Danda: Mata Abang sakit, ya? Perih sekali, kah? Memang begitu, Nak, kalau kita sakit mata. Waktu rukuk atau sujud, matanya kayak berat gitu. Tapi, insyaAllah kalau kita ikhlas, ini salah satu peluntur dosa kita, Bang.

(Abang Zimam sudah mendapat pelajaran tentang dosa dan penghapus dosa dari Danda, Ayah, dan guru agama di kelas, jadi Danda tak perlu membahas lebih panjang lagi sekarang.)

Danda: Abang, ayuk minum obat. Sekarang sudah waktunya minum obat.

Zimam: Obatnya tablet, ya, Danda?

Danda: Iya, Abang bisa, kan? Minum obat tablet?

Zimam: (ragu-ragu)

Danda: Abang pasti bisa. Minum satu-satu. Letakkan di pangkal lidah lalu dorong dengan air. Ambil puding di kulkas untuk dimakan setelah minum obat, gin! Terserah Abang mau yang rasa apa.

Zimam: Minum satu-satu, kan?

Danda: Iya, minum satu-satu (Dandanya dek-dekkan).

Zimam: Alhamdulillah, satu masuk. Satu lagi.

(Dua tablet sudah ditelan Abang Zimam, tinggal tetes matanya)

Danda: Yuk, pakai obat tetesnya dulu baru makan puding. Soalnya, obat tetes matanya juga pahit.

(Danda meneteskan obat ke mata Abang Zimam, dia mulai merasa pahit lalu segera makan puding manisnya)

Zimam: Kok bisa, sih, tetes mata terasa pahit? Kan gak ditelan?

Danda: Karena mata, hidung, dan mulut kita punya saluran penghubung, Nak. Obat tetes mata itu akan masuk ke saluran hidung, dari hidung masuk mulut, kemudian kerongkongan. Karena lewat di pangkal lidah, otomatis rasa pahit akan terasa. Abang kan sudah tahu, kalau perasa pahit kita ada di pangkal lidah?

Zimam: Iya tahu. Oh, pantasan saja. Pahit banget. (meringis sambil makan puding)

Danda: Abang hebat, loh. Sudah bisa minum obat tablet sendiri, Gak pakai digerus dulu sama Danda. Terus Abang juga hebat, sudah mau minum dan pakai obat tepat waktu. Cool!

Zimam: Abang Zimam kan pengen cepat sembuh, Danda.

~~~

Metode yang dipakai:

Danda berempati pada Abang Zimam yang mengadu kalau kesakitan saat salat (mengganti kalimat yang mengalihkan perasaan dengan kalimat yang menunjukkan empati).

Danda mengajak Abang Zimam minum obat (mengatakan apa yang kita inginkan, bukan yang tidak kita inginkan).

Danda mendukung Abang Zimam minum obat tablet sendiri (mengganti kata “tidak bisa” menjadi kata “bisa”).

Danda juga mengajarkan bagaimana cara minum obat tablet (fokus pada solusi bukan masalah).

Ketika Abang Zimam bertanya kenapa obat tetes mata terasa pahit, Danda menjelaskan alurnya dengan bahasa yang sederhana (Keeping information short and simple/KISS).

Danda memuji Abang Zimam yang bisa minum obat tablet sendiri (jelas dalam memberikan pujian).

Hasil: Alhamdulillah, obatnya sudah diminum Abang Zimam. Danda tak perlu lagi menggerus obat tiap kali Abang Zimam sakit dan harus minum oba tablet.

#hari9
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PS: Silakan lihat preview tulisan ini di instagram Danda, ya ^_^


Mari Bermain Teka Teki

5 April 2019

Game Level 1: Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif
Hari #8

PhotoGrid_1553876810199

Tema: Komunikasi dengan anak

Partner Family Forum: Abang Zimam anak shalih

Topik: Yuk main teka-teki

Masalah: Kali ini tidak ada masalah serius, hanya Abang Zimam dan Danda yang mengisi waktu sambil menunggu Ayah pulang dengan bermain teka-teki, anggap aja Danda hampir kehabisan ide topik Komprod. ^_^

Misi: Semua senang, semua ceria.

Waktu: Family time, 19-21

dsc_0630-01

~~~

Abang Zimam: Danda, kosmetik kosmetik apa yang terancam punah?

Danda: Hm.. (mikir, bedak, lipstik, eyeliner, blush on… ah kejauhan mikirnya!) apa?

Zimam: Bedak.

Danda: Loh?

Zimam: Bedak bercula satu.

Danda: Oh iya… (Tertawa bersama)

Tak lama, Ayah pulang. Pulangnya agak cepat karena kami bertiga sakit mata. Enam mata di rumah ini bengkak semua.

Ayah: Ayah mau merakit gundam, ah.

Danda: Is it okay? Mata Ayah gak apa-apa?

Ayah: Gak apa-apa, dikit doank merakitnya. Kalau capai, ya berhenti.

Zimam: Abang Zimam juga mau merakit lego, kalau gitu.

Akhirnya dua laki-laki ini sibuk dengan rakitan masing-masing, Danda gak paham sama apa yang dirakit, plus mata sudah cenat-cenut, cuma melihat saja, sambil main-main dengan lego Abang Zimam yang kali ini bertema Lego Movie, dia sedang membuat rumah impian Emmet.

Zimam: Ayah, Abang Zimam ada tebak-tebakan.

Ayah: Apa?

Zimam: Minuman minuman apa yang mengantuk.

Ayah: Apa, ya?

Danda: Teh? Kopi? Susu coklat?

Zimam: Salah! Air panas.

Ayah: Kok bisa?

Zimam: Karena, air panas kan MENGUAP.

Ayah: Oh iya benar! (tertawa)

Danda: Abang Zimam pintar sekali bikin teka teki, dapat ide dari mana?

Zimam: Mikir sendiri.

Dan begitulah malam yang kami lalui, walau dengan mata masing-masing yang bengkak, kami masih bisa tertawa. Alhamdulillah.

~~~

Metode yang dipakai:

Danda sebenarnya bingung dengan metode komprod kali ini. yang jelas ada metode “Jelas dalam memberi pujian” di sana.

Hasil: Semua bahagia, rumah ceria.

#hari8
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PS: Silakan baca preview tulisan ini di instagram Danda, ya ^_^



Urusan Mandi pun Perlu Dikomunikasikan, loh!

4 April 2019

Game Level 1: Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif
Hari #7

photogrid_1553876645279

Tema: Komunikasi dengan anak

Partner Family Forum: Abang Zimam anaknya Ayah dan Danda

Topik: Siapa yang mandi duluan

Masalah: Keistimewaan hari libur adalah gak perlu mandi pagi. Walau cuma sehari, libu tetaplah libur. Tidak harus mandi terlalu pagi. Dan ketika kami ingin jalan-jalan keluar rumah sekadar menghirup angin semilir di mal, urusan siapa yang mandi duluan bisa jadi urusan yang panjang di rumah ini.

Misi: Semua orang di rumah ini mandi secepatnya dan bersiap berangkat.

Waktu: Family time on holiday, noon.

dsc_0167-01

~~~

Ayah: Jam satu semuanya mandi, ya!

Danda dan Zimam: Oke.

(mendekati jam satu)

Danda: Abang, ayuk mandi duluan.

Zimam: Abang Zimam kan mandinya nomor dua.

Danda: Baik, Danda mandi duluan, habis itu Abang mandi, ya.

Zimam: Iya.

(setelah Danda mandi)

Danda: Abang, Danda sudah mandi. Ayuk Abang sekarang mandi.

Zimam: Iya, Danda. Bentar dulu. (masih main)

Danda: Ayuk, Nak. Kan tadi sudah janji, mandinya nomor dua. Nih, Danda sudah mandi nomor satu, sekarang nomor duanya Abang, kan?

Zimam: (masih main)

Danda: Abang pilih mana, mandi lalu beberes terus lanjut main sambil nunggu Ayah siap, atau main sekarang lalu Ayah mandi baru Abang, tapi nanti diburu-buru mandi dan beberesnya?

Zimam: Iya, deh. Danda tolong ambilin handuk Abang Zimam, ya.

Danda: Baiklah.

(Dan Abang Zimam pun mandi dari pukul setengah dua sampai pukul setengah tiga, iya, satu jam di kamar mandi, dia mandi sambil membawa banyak mainan ^_^”)

~~~

Metode yang dipakai:

Ayah meminta semua orang mulai mandi di pukul satu (mengatakan apa yang diinginkan bukan yang tidak diinginkan).

Danda mengajak Abang Zimam mandi pada waktunya (keeping information short and simple).

Danda memberi pilihan waktu mandi dengan konsekuensi masing-masing pada Abang Zimam (mengganti perintah dengan pilihan).

Hasil: Abang Zimam mandi nomor dua, dengan membawa banyak mainan. Tak apalah. Pelan-pelan diajarkan bahwa kita tak boleh berlama-lama di kamar mandi.

#hari7
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PS: Preview tulisan ini bisa dilihat di instagram Danda, loh ^_^


Pukul Berapa Sekarang?

2 April 2019

Game Level #1: Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif
Hari #5

photogrid_1553824453659

Tema: Komunikasi dengan anak

Partner Family Forum: Abang Zimam anak shalih

Topik: Belajar tentang jam

Masalah: Masih ingat kan kalau Abang Zimam adalah anak yang cuek? Kalau tidak digukung 100% maka dia tak akan bergerak 100%. Sudah beberapa hari lalu Danda membujuk Abang Zimam untu ngaji di dekat rumah, mengejar ketertinggalannya membaca Alquran. Bagaimana bisa membaca Alquran, Iqro’ saja belum lulus (-_-)”. Tadi siang, Danda juga menelepon Abang Zimam, kembali membujuknya untuk ngaji, akhirnya dia berangkat mengaji juga. Ketika Danda pulang kantor, si Abang belum pulang dari mengaji. Masalahnya, bunda guru di sekolah ngasih banyak PR untuk mengisi liburan dan mengejar ketertinggalan pelajaran karena libur. Harus dicicil juga, nih. Abang Zimam mau gak ya? Secara tadi sore kan sudah mengaji.

Misi: Mengajak Abang Zimam mencicil pelajaran sekolahnya.

Waktu: Family time: 18-21

dsc_0595-01

~~~

Danda: Wah, Abang sudah pulang, ya? Abang anak pintar, sudah mau mengaji.

Zimam: (tak menjawab, langsung salim dan memeluk Danda).

Danda: Ngajinya di mana, sih, Bang?

Zimam: Itu, loh, Danda. mau masuk rumah W, sebelah kirinya ada pagar jingga, di situ.

Danda: Oh, di situ? (pura-pura tahu, padahal juga gak ada bayangan yang mana tempatnya). Terus Abang gimana, ngaji sekarang? Suka?

Zimam: Suka sih, soalnya banyak teman yang Abang Zimam kenal. Ada W, U, O, I, terus Kak Wi juga ada. A juga ngaji di sana, loh, Danda?

Danda: Oh ya?

Zimam: Iya.

Danda: Betewe, habis ini kita lanjut pembelajaran 6, yuk!

Zimam: Kok belajar lagi?

Danda: Biar lekas selesai, nanti Abang bisa main atau baca buku sampai mengantuk.

Zimam: Iya, deh (muka cemberut, tapi tetap ambil meja belajar dan buku).

Danda: Wah, bagian jam, ya? Sini Danda jelaskan. (mengambil jam peraga).

Zimam: Kok jarumnya cuma satu, Danda?

Danda: Hahaha, iya, ini jam peraga dari almarhum Kai N. Waktu Abang kecil jarumnya Abang patahin satu. (sambil tertawa)

Zimam: Hehehe, Abang Zimam dulu gak ngerti, ya? Disangkain ini mainan, ya?

Danda: Namanya juga masih kecil, Abang mungkin penasaran dengan jam peraga ini. Kalau gitu, jam ini sudah gak bisa lagi kita pakai untuk memperagakan waktu, ya? Hm, kita pakai jam lain saja. Sebentar Danda carikan. (mencari jam dinding yang tak dipakai, dan menemukannya)

Danda: Kita pakai ini saja, ya!

Zimam: Gimana caranya?

~~~

Metode yang dipakai:

Danda berbicara dengan nada lembut dan menyenangkan ditambah bahasa tubuh (mengendalikan intonasi suara dan menggunakan suara ramah/rumus 7-38-55).

Danda memuji Abang Zimam yang mau mengaji (jelas dalam memberikan pujian).

Danda langsung bertanya tentang perasaan Abang Zimam, bukan mengobservasi (gagal mengganti kalimat interigasi dengan penyataan observasi).

Danda mengajak Abang Zimam melanjutkan belajar di rumah (mengatakan apa yang kita inginkan, bukan yang tidak kita inginkan).

Danda mencari jam dinding lain saat jam peraga ternyata rusak (fokus pada solusi bukan masalah)

Hasil: Alhamdulillah, malam ini Abang Zimam belajar tentang jam dengan riang gembira.

#hari5
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PS: Preview tulisan ini bisa dilihat di instagram Danda, loh ^_^


Tampil di Depan Umum, Siapa Takut?

24 Maret 2019

Selama 2 kali Sabtu berturut-turut, tanggal 16 dan 23 Maret 2019, Zimam kami daftarkan untuk mengikuti Pelatihan Junior Publuc Speaker di Rumah Psikologi Giera (@rumahpsikologigiera). Alasannya karena waktu story telling di LIA Pramuka beberapa waktu lalu, suara Zimam nyaris tak terdengar. Sepertinya dia demam panggung.

Foto dari Syari (夏日), Yeptirani

Seperti biasa, sebelum didaftarkan, saya menanyakan pendapatnya dulu. Maukah ikut, Kenapa ikut, Apa manfaatnya jika ikut. Hal-hal tersebut selalu kami paparkan sebelum mendaftarkan Zimam ke sebuah acara. Tujuannya agar Zimam merasa nyaman dan tak terpaksa mengikutinya.

Setelah pemaparan kami sampaikan dan Zimam setuju, barulah saya mendaftarkannya dalam acara ini.

DSC_0556

Sesi pertama dilakukan pada hari Sabtu, 16 Maret 2019. Acara dimulai pukul 09.00 WIB di Rumah Psikologi Giera di Komplek Sekneg Cempaka Putih. Kami terlambat tiba saat itu. 15 menit terlambat. Namun karena masih awal, dan masih perkenalan, Zimam dapat berbaur dengan baik.

Orang tua diminta tidak menemani anak-anaknya. Karena itu saya dan Ayah Zimam pun berkeliling mencari sarapan, mengingat yang sudah sarapan di rumah ya hanya Zimam 🙂

Pilihan sarapan kami jatuh pada Soto Ambengan Pak Sadi. Review? Kapan-kapan, ya. Hehe.

Pukul setengah 11 siang, kami diminta kembali ke Rumah Psikologi Giera untuk mendengarkan presentasi anak. Ternyata anak-anak diminta menggambar dan mempresentasikan gambarnya. Zimam lancar dan singkat dalam presentasinya. Hahaha.

DSC_0543

Kemudian kami pun pulang.

Sabtu berikutnya, 23 Maret 2019, kami kembali ke Rumah Psikologi Giera. Anak-anak kembali ditinggal, dan kami kembali sarapan di Soto Ambengan Pak Sadi. Setengah 11, kami kembali ke Giera dan mendapati anak-anak sudah siap dengan presentasinya.

Ternyata anak-anak dibagi menjadi 3 kelompok, di mana masing-masing kelompok bertugas mewawancarai seorang pedagang di sekitar Giera. Ada tukang mi ayam, tukang jus, dan tukang sayuran. Zimam kebagian kelompok yang mewawacarai tukang mi ayam.

DSC_0559

Presentasi Zimam atas wawancara dengan Tukang Mi Ayam-nya cukup bagus dan lancar. Bahkan saya tak percaya bahwa dia sebegitu lancarnya, bila dibandingkan dengan saat di LIA, sih. Hahaha.

Secara keseluruhan, kami merekomendasikan acara semacam ini untuk perkembangan kepribadian anak. Jika ada yang seperti ini lagi, kami mempertimbangkan mengikut sertakan Zimam kembali.

^_^