Persiapan Berangkat Sekolah, Sendiri.

30 April 2019

Game Level 2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Hari #5

PhotoGrid_1556506844774

Tema: Menyiapkan Makanan Sendiri, dan Memakai Tali Sepatu Sendiri

Topik: Semuanya dilakukan sendiri

Misi: Abang Zi mempersiapkan kebutuhan sekolahnya sendiri.

~~~

Hari ini hari sekolah, gilliran melatih memasang tali sepatu sendiri. Tapi, sejak Abang Zi tahu bahwa setiap pencapaian yang iya lakukan akan mendapat stiker (roti lapis untuk pencapaian menyiapkan makanan sendiri, dan sepasang sepatu untuk pencapaian memasang tali sepatu sendiri), dia antusias mengumpulkan stiker.

Pagi ini, sambil membawa mangkuk kosong, sebungkus sereal, dan sekotak susu, Abang Zi memanggil Danda.

“Ayo, Danda!” Katanya.

“Ayo ngapain?” Tanya Danda.

“Ayo direkam, biar dapat stiker.” Jawab Abang Zi lagi.

Danda langsung paham dan segera menghidupkan kamera dan mengambil gambar.

DSC_0784-01

Video dari gambar di atas Danda unggah di akun instagram Danda, silakan berkunjung, ya. ^_^

Demikian juga saat akan berangkat sekolah, Abang Zi tak lupa menganggil Danda untuk mengabadikan prosesi memakai tali sepatu.

DSC_0788-01

Video tentang ini juga diunggah di akun instagram Danda, silakan mampir. 🙂

“Abang Zimam hari ini dapat dua stiker, ya, Danda?” Tanya si Abang memastikan.

“Of course!” Jawab Danda. ^_^

“Videonya diedit nunggu Abang Zimam pulang sekolah, ya!” Pesan Abang Zi.

Alhamdulillah, dengan mengajak Abang Zi bekerja sama, menyelesaikan tantangan dalam game level 2 ini jauh lebih mudah. Ini memang bukan hal yang Danda kira di awal, karena Abang Zi akhir-akhir ini sulit diambil gambarnya. 🙂

PicsArt_04-29-09.59.17

Mission accomplished!

#hari5
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Kemandirian untuk Bertahan Hidup

29 April 2019

Game Level 2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Hari #4

PhotoGrid_1556464229429

Tema: Menyiapkan Makanan Sendiri

Topik: Menyiapkan makanan untuk diri sendiri

Misi: Danda ingin saat Abang Zi merasa lapar, dia bisa menyiapkan makanannya sendiri dari apa yang ada di kulkas (bahan jadi)

~~~

Hari ini Ayah mengajak kami ke Taman Mini. Terutama mengajak Inyik dan Nenek ke Anjungan Kalimantan Selatan untuk menikmati menu khas Banjar, karena Inyik dan Nenek belum pernah ikut ke Banjarmasin saat lamaran Danda dulu. Sesampainya di Anjungan Kalsel, Abang Zi bukannya memesan soto banjar atau ketupat kandangan, malah minta popmie. Karena si Abang makin pandai berdiplomasi, Ayah pun luluh dan membelikan Abang Zi segelas popmie.

Karena hanya makan segelas popmie di jam makan siang, Abang Zi lapar lagi sejam kemudian. Saat itu posisi kami sedang di rumah. Danda sengaja tidak memasak apapun karena tahu kami akan makan di luar seharian. Plus, saat itu kami semua sedang istirahat siang untuk persiapan melanjutkan aktivitas berikutnya (akhir pekan jauh lebih sibuk dibanding hari kerja, sepertinya ^_^).

Setengah mengantuk, Danda meminta Abang Zi untuk makan sereal saja. Sambil menyuruhnya menyiapkan sendiri serealnya.

Beberapa saat kemudian, Danda yang kepikiran, akhirnya bangun dan mengecek Abang, ternyata dia sedang asik makan sereal yang ia siapkan sendiri. ^_^

Sayang sekali momen itu tidak sempat diabadikan.

Malamnya setelah semua kegiatan selesai, kami mendapati teko air minum kosong. Tak disangka, sebelum Danda meminta Abang Zi untuk mengisi teko, dia sudah melakukannya duluan.

DSC_0780-01

Alhamdulillah, ini suatu pencapaian karena biasanya Danda mesti menyuruh dengan menye-menye dulu agar Abang Zi mau melakukan permintaan Danda. Plus, ketika tahu Danda mengabadikan momen ini dalam bentuk video, si Abang ikut serta dalam proses pengeditannya. Seru sekali. ^_^ (Video bisa dilihat di Akun instagram Danda)

PicsArt_04-28-10.13.04

Mission accomplished!

#hari4
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Birthday Challenge

27 April 2019

IMG_20190427_234236_013

Alhamdulillah hari ini saya sudah 35 kali mengelilingi matahari. Terima kasih pada Allah Subhanawataala, atas 35 kali kesempatan emas ini.

Hari ini ditutup dengan makan malam keluarha di Shaburi All You Can Eat, Kokas. Kenaoa Shaburi? Karena makan di sana gratis buat yang ulang tahun ^^

InsyaAllah tahun-tahun berikutnya lebih shalihah lagi, lebih baik lagi, dan lebih pintar lagi.

Banyak birthday wishes yang saya ucapkan, berharap terkabul satu demi satu, aamiin.

Dan malam ini saya membuat challenge dengan Pak Suami. Challenge menurunkan lingkar perut. Waktunya adalah mulai malam ini hingga malam takbir lebaran nanti.

Hukuman bila kalah, mengikuti perintah yang menang. Kalau Pak Suami kalah, dia harus lari pagi 3 akhir pekan berturut-turut, 2x putaran keliling jalan arus-salak. Bila saya kalah, saya harus lari keliling lingkar dalam monas. Yeay ^^

Doakan menang, yaaaa ❤


Ikat Yang Kencang dan Berlarilah!

27 April 2019

Game Level 2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Hari #2

PhotoGrid_1556347335991

Tema: Menyiapkan Keperluan Pribadi

Topik: Mengikat tali sepatu

Misi: Abang Zi bisa mengikat tali sepatu dengan baik dan benar

~~~

Ayah dan Danda mengakui, kami telat mengajarkan Abang Zi mengikat tali sepatunya sendiri. Di mana anak lain belajar mengikat tali sepatu di usia PAUD, Abang Zi belum bisa melakukannya sampai dia kelas 2 SD. Itu semua karena Ayah dan Danda memilih membeikan sepatu model keds atau sneaker tanpa tali untuk Abang Zi.

Melalu game ini, Danda berpikir bahwa inilah saatnya untuk kami mengajarkan keterampilan ini pada Abang Zi. Hari libur belajar menyiapkan makanan sendiri, hari sekolah belajar mengikat tali sepatu sendiri.

Zimam: Danda, ikat dulu baru dilipat, kan?

Danda: Iya, ikatnya dari pangkalnya ya, Bang.

DSC_0760-01

Alhamdulillah, walau masih belum benar dan belum kencang, Abang Zi bisa mengikat tali sepatunya. Danda sengaja membiarkan talinya tidak terlalu kencang sesuai ikatan Abang Zi (Danda tidak mengulang mengikat). Biar si Abang bisa merasakan nyamannya di mana. ^_^

PicsArt_04-27-02.11.53

Mission (not so) accomplished! 😀

#hari2
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

PS: Postingan dengan video, bisa dillihat di akun instagram Danda, ya. ^_^


Tolong Tuangkan Air Minum, donk!

26 April 2019

Game Level 2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Hari #1

PhotoGrid_1556205059152

Tema: Menyiapkan Makanan Sendiri

Topik: Menuang air ke teko

Misi: Abang Zi bisa menyiapkan minumannya sendiri

~~~

Sesuai kesepakatan dengan si Ayah, saya memulai game ini dengan misi kemandirian.

Biidznillah, kami tak punya dispenser air minum. Sejak saya membaca bahwa bakteri di selang dispenser air minum yang tak dibersihkan minimal 1 kali dalam seminggu itu jumlahnya lebih banyak dari bakteri yang ada di WC umum, kami memutuskan untuk tidak memakai dispenser air lagi. Karena menurut saya, menuang air ke dalam teko itu lebih mudah daripada harus membongkar dispenser dan mencuci selangnya tiap minggu.

Alkisah, teko air minum di rumah sudah habis. Maka, Danda pun meminta bantuan Abang Zimam untuk menuang air dari botol 5 galon air mineral ke dalam teko.

Danda: Abang, tolong Danda, ya. Airnya habis, tolong tuang, ya.

Zimam: Mana? Di botol tinggal separuh?

Danda: Iya, di botol tinggal separuh, Abang pasti bisa nuangnya. (kalau botol 5 galonnya penuh, terlalu berat buat Abang Zi untuk menuang air ke teko).

Zimam: Asshiiaappp. (halah T_T)

DSC_0745-01

Alhamdulillah, walau ada air yang tumpah, kemauan dan keberanian Abang Zi saya beri apresiasi. ^_^

 

PicsArt_04-25-10.37.18

Mission accomplished!

#hari1
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

PS: Postingan dengan video bisa dilihat di akun instagram Danda, ya. ^_^


Game Level #2 Melatih Kemandirian

25 April 2019

Alhamdulillah, setelah mendapatkan Bagde Outstanding Performance di Game Level #1, kali ini saya memasuki babak Game Level #2: Melatih Kemandirian.

Karena sudah punya anak, Abang Zi, saya ditantang untuk menerapkan teori pelatihan kemandirian anak pada Abang Zi.

Apa sih Mandiri itu?

man.di.ri

a dalam keadaan dapat berdiri sendiri; tidak bergantung pada orang lain: sejak kecil ia sudah biasa — sehingga bebas dari ketergantungan pada orang lain

KBBI Edisi V

Awalnya saya bingung, untuk ukuran kelas 2 SD, usia 8 tahun, dan anak yang tak punya saudara lagi, Zi termasuk anak yang super mandiri. Apa yang belum bisa ia lakukan? Dia sudah tidur di kamarnya sendiri, dia bisa menanak beras jadi nasi, dia bisa membuat telur ceplok atau dadar sederhana sendiri, dia bisa masak mi instan sendiri. Mandi sendiri, berangkat ngaji sendiri, salat ke masjid sendiri, sudah bisa menabung di bank, sudah bisa menyisihkan uang saku, dan lain-lain. Apalagi yang bisa saya angkat dalam game ini?

Fasilitator saya pun memberi saya gambar ini:

Ternyata banyak ya yang belum saya ajarkan ke Zi. ^_^

Baiklah, setelah berdiskusi dengan si Ayah, kami sepakat untuk mengangkat topik “memakai tali sepatu sendiri” dan “menyiapkan makanan sendiri” dalam Game Level #2 Melatih Kemandirian kali ini.

Bismillah, game level 2 ini saya mulai dengan 3 kunci pokok yang harus dipegang

KONSISTENSI | MOTIVASI | TELADAN

Karena kita tak akan selamanya bersama dengan anak-anak kita. Melatih kemandirian itu adalah sebuah pilihan hidup bagi keluarga kita. – Tim Fasilitator Bunda Sayang, 2019

#gamelevel2 #tantangan10hari #melatihkemandirian #kuliahbundasayang #institutibuprofesional


Mengaji Bulan Ini, Serba-serbi Puasa

21 April 2019

Image-1

Alhamdulillah, masih diberi kesempatan untuk mengaji di bulan ini. Seharusnya, jadwal materi bulan ini adalah sunnah-sunnah wudu, tapi karena momennya mau Ramadan, maka bahasan bulan ini lompat ke puasa.

PUASA
Apa itu PUASA?

Puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Puasa juga berarti menahan diri dari hal-hal yang membatalkan pahala puasa.

Pernah kan dengar sabda Rasul tentang orang yang berpuasa namun hanya dapat lapar dan haus saja? Itu karena dia tidak menahan dirinya dari hal-hal yang membatalkan pahala puasa.

Apa saja hal-hal yang membatalkan pahala puasa?

1. Berbohong.

Dikatakan bahwa berbohong adalah bibitnya dosa besar. Segala dosa besar diawali dari berbohong. Karena itu jangan sekali-sekali kita terbiasa berbohong, apalagi saat kita berpuasa. Sayang amat, pahalanya luntur.

Berbohong ada yang dibolehkan, kok. Misalnya: berbohong untuk mendamaikan orang yang sedang bertengkar.

Misalnya si Ruqaya dan Fatima sedang bertengkar, kita ingin mendamaikan mereka. Kita datangi Ruqaya, dan bilang: “Aya, ada salam dari Fatima. Katanya dia menyesal sudah bertengkar sama kamu. Dia minta maaf tapi gak sempat melulu ke tempatmu, tau sendiri kan anaknya kecil-kecil. Tapi dia bilang ke aku kalau dia nyesel banget.”

Kemudian kita datangi Fatima dan bilang: “Tima, Ruqaya titip salam. Dia bilang dia nyesel banget untuk tengkar sama kamu. Dia mau minta maaf, cuma ibunya lagi sakit kan jadi harus jaga ibunya. Tapi dia bilang dia nyesel banget.”

Saat Ruqaya dan Fatima bertemu, mereka pun berbaikan karena merasa pihak lain sudah minta maaf duluan. Itu bohong yang diizinkan.

Bohong lain yang dibolehkan adalah bohong saat memuji pasangan. “Aih, Papah, kalau udah mandi gitu seger, kan ganteng kayak Shahruk Khan.” (Padahal di papah mah jauh banget dari SRK :D), itu bohong yang dibolehkan.

Atau, misal kita jadi saksi suatu kejadian namun hanya sepotong, lalu orang minta kesaksian kita, dan kita bilang kita TIDAK TAHU. Itu tak apa-apa. Karena kita pun hanya tahu sepotong, bukan seluruh cerita. Dikhawatirkan jika kita ikut campur, kita akan memperburuk suasana. Kita diizinkan berkata TIDAK TAHU.

Selain itu, bohong dosa, loh! 🙂

2. Ghibah.

Alias ngomongin orang. Definisi ghibah itu, kalau ngomongin seseorang saat orang itu gak ada, yang mana kalau orang itu dengar, dia akan sedih atau sakit hati. Kalau ngomongin kebaikan seseorang atau prestasi seseorang mah bukan ghibah namanya.

Termasuk mendengarkan ghibah! Sama aja dosanya, sama-sama melunturkan pahala puasa kita. Naudzubillah.

Ingat, ngomongin kejelekan orang itu, kalau salah jadi fitnah, kalau benar jadi ghibah. Mending diem deh ^_^

3. Namimah.

Alias mengadu domba, kayak kumpeni zaman old, gitu. Udah jelas, lah ya..

4. Sumpah palsu.

Kadang kita gampang banget dah bilang “billahi” atau “wallahu” di saat kita ngomong. Padahal kita gak sadar bahwa kita sedang bersumpah dengan nama Allah. Bahkan kadang kita bercanda dengan kata-kata itu. Naudzubillah. Mulai sekarang, gunakan kata-kata itu jika dan hanya jika kita sedang bersumpah atas nama Allah saja. Tidak dalam percakapan sehari-hari.

5. Melihat dengan pandangan syahwat.

Deuh, ini PR banget buat saya yang suka nonton drama korea. (;´・`)>

~~~

Nah, ini hal-hal yang membatalkan puasanya, bukan cuma pahalanya sih… Jadi kalau melakukan ini, wes makan dan minum aja lah.

1. Memasukan sesuatu ke 5 lubang: telinga, hidung, mulut, kemaluan depan, dan kemaluan belakang.

Mata tidak termasuk 5 lubang ini, karenanya memakai tetes mata tidak membatalkan puasa walaupun kita tahu, tetes mata pasti masuk ke mulut.

2. Membuka rongga yang tadinya tertutup dan memasukkan sesuatu ke dalamnya.

Infus, Resipien donor darah, dan lain-lain. (Pendonor tidak batal puasa karena tak ada yang masuk). Suntikan obat tidak membatalkan puasa karena tidak dilakukan pada pembuluh darah.

3. Gila, Pingsan seharian, mabuk seharian.

Gila walau sesaat, membatalkan puasa. Pingsan dan mabuk yang cuma 2 jam tidak membatalkan puasa. Muntah yang tidak ditelan tidak membatalkan puasa.

4. Lupa/tidak niat puasa ramadan sebelum azan subuh.

Niat puasa ramadan bisa dilakukan selepas azan magrib. Namun bila sampai subuh tiba kita belum juga mengucapkan niat berpuasa, maka puasa kita batal dan harus diqodo’.

~~~

Tentang Qodo dan Fidyah.

Barangsiapa yang batal puasa karena dirinya sendiri (sakit, haid, nifas, lapar yang teramat sangat, haus yang teramat sangat, dll.) maka dia wajib mengganti (qodo’) puasanya di lain hari, tapi tidak wajib membayar fidyah.

Barangsiapa yang batal puasa karena orang lain (ibu menyusui yang bayinya mencret kalau ibunya puasa, ibu hamil yang ketubannya berkurang saat berpuasa, orang yang menyelamatkan orang lain yang hampir tenggelam lalu dia terminum air saat misi penyelamatan), maka dia wajib mengganti puasanya (qodo’), dan membayar fidyah sebesar 0,7kg per hari dia batal.

Kasus 1:

Seorang ibu menyusui tidak membayar puasanya selama 30 hari di tahun 2010, saat itu dia tidak tahu bahwa dia harus mengganti puasanya dan hanya membayar fidyah sebesar 21kg beras. Di tahun 2019 di menyadari bahwa dia salah, dan mengganti puasanya. Maka dia harus membayar fidyah sebesar (8 tahun x 30 hari x 0,7 kg) yaitu 168 kg beras. Untuk apa? untuk puasa yang lalai dia ganti selama ini.

Kasus 2:

Sang ibu sudah melunasi 30 hari utang puasanya di tahun 2019 namun dia belum sanggup membayar 168kg beras, dia hanya sanggup membayar 68kg, maka yang 100kg bisa dibayar di tahun berikutnya dan tidak terduplikasi.

Kasus 3:

Sang ibu hanya sanggup mengganti puasanya sebanyak 10 hari saja di tahun 2019. Maka dia wajib mengganti yang 20 hari di tahun berikutnya, diikuti membayar fidyah sebesar 20 hari x 0,7 kg beras.

Intinya utang yang belum terbayar dan melewati ramadan, jadi fidyah plus utang.

~~~

Puasa qodo’, boleh digabung dengan puasa syawal ataupun puasa sunnah lainnya. Cukup niat saja yang jelas, mau puasa apa. Jangan lupa, niat di malam hari untuk puasa qodo’. Puasa wajib boleh digabung dengan puasa sunnah, namun tak boleh digabung dengan puasa wajib lainnya.

~~~

Sunnah berbuka puasa: disegerakan

Sunnah sahur: diakhirkan (hati-hati dengan azan subuh)

Tarawih di masjid sebelah 23 rakaat, apa boleh saya ikut 8 rakaat lalu pulang dan witir di rumah? BOLEH.

Apa boleh saya ikut 10 rakaat lalu pulang dan melanjutkannya sampai 23 rakaat di rumah? BOLEH.

Bagaimana kalau saya ikut witir di masjid lalu mau tahajud dan witir lagi? Salat witir tinggal ditambahin aja, 2 rakaat, 4 rakaat, biar tetap jadi ganjil. Kan tadi sudah salat witir 3 rakaat di masjid.

~~~

Mandi wajib saat puasa. (Ini bahasan orang dewasa, silakan bijak dalam membaca)

Bagi perempuan yang haid dan nifas, sucinya dihitung sejak tak ada lagi darah menetes. Bila dia suci sebelum azan subuh, maka puasanya sah. Mandi setelah azan pun tak apa asal tetap dapat subuhan. Kalau setelah azan ada flek lagi, maka dia wajib mengganti puasa hari itu.

Bagi suami istri yang berhubungan, sucinya dihitung sejak selesainya.

Buat istri yang tidak mencapai klimak, pas di siang hari ia mendapati mani suaminya keluar lagi, maka dia tak wajib mandi. Namun, bila sang istri mencapai klimak, saat di siang hari ia mendapati mani suaminya keluar, maka dia wajib mandi karena dikhawatirkan maninya sendiri juga ikut di sana, karena mani perempuan itu keluarnya di rahim, dan bisa jadi tidak keluar dari tubuh.

~~~

Demikian pelajaran bulan ini. Jika ada pendapat lain atau gimana, silakan, nanti saya tanyakan lagi ke ustazah, ya.

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan. InsyaAllah puasa kita full pahala, aamiin.