Menceritakan Kembali

13 Agustus 2019

Game Level #5: Menstimulai Anak Suka Membaca
Hari #5

PhotoGrid_1565651478022

Hari Tasyrik Pertama. Abang Zi libur karena di sekolahnya ada kegiatan penyembelihan hewan kurban. Sebelum Danda ke kantor, Danda berpesan agar Abang Zi mengurus dirinya sendiri, sarapan, mandi, dan lain-lain, dan tidak hanya malas-malasan di kamar saja. Alhamdulilah, tabarakallah, Abang Zi melaksanakan itu semua.

Hanya saja, ketika Danda bertanya, sudah berapa buku dibaca hari ini? Abang Zi bilang dia sibuk main hotwheels dan tidak membaca. Hahaha. Tak apa-apa, Nak! Kamu memang harus terus bermain. ^_^

Danda yakin, tak akan mungkin si Abang ini sehari tanpa membaca. Dan benar, di sela waktu dia menunggu Danda mandi, atau menyelesaikan salat, satu buku habis dilahapnya. Alhamdulillah.

Danda sendiri menghabiskan 4 bab dari novel Magnus Chase and the Gods of Asrgard, buku 1. Danda sendiri tak menyadari bisa menghabiskan 4 bab hanya dalam waktu 30 menit, buku berbahasa Inggris. Tapi nyatanya, 4 bab, loh. Hehehe.

PhotoGrid_1565651681346

Oh iya, di atas adalah buku harian Danda. Hello Kitty dan ada kuncinya, hehehe. Mengenang masa anak-anak saja, sih. hihi.

DSC_1282-01

Ayah belum juga menempelkan daun (pulangnya malam banget), Danda menempelkan 4 daun, dan Abang Zi menempelkan 2 daun. Hore, hari ini daun Danda lebih banyak dari daun Abang Zi. Hihihi.

Ayo Ayah, tempel daunnya! ^_^

#hari5
#gamelevel5
#tantangan10hari
#pohonliterasi
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Semangat Berkurban

12 Agustus 2019

Game Level #5: Menstimulasi Anak Suka Membaca
Hari #4

PhotoGrid_1565540264854

Seperti diketahui, laporan tantangan 10 hari yang Danda tulis hari ini, adalah gambaran kejadian hari kemarin. Seperti itu setiap hari.

Highlight hari ini adalah Idul Adha.

Alhamdulillah tabarakallah, kami sekali lagi diberi kesempatan berkurban. Abang Zi diberi kesempatan melihat kambing dan sapi, hewan-hewan yang jarang dia lihat di hari biasa. Proses pemotongannya pun menarik perhatian anak-anak. Hari ini Ayah dan Danda membiarkan Abang Zi bermain sesukanya, setelah salat Id, sarapan, dan ganti baju. (Ya iyalah, baju lebaran masa dibuat main sama sapi? Hahaha).

Tapi rupanya, main seharian di luar ada efeknya. Siang hari Abang Zi pulang dalam keadaan lelah, dan tidur berjam-jam. Hehehe. Kami pun tak tega membangunkannya. Dia tertidur dengan buku terbuka di sebelahnya. Mungkin dia tertidur ketika sedang membaca.

Karena keadaan “force majeur“ lebaran inilah, Danda menawarkan bantuan, menuliskan cerita yang telah Abang Zi baca. Dia yang mendikte, Danda yang menulis. Namun, bantuan ini hanya untuk maksimal dua cerita, jika ingin lebih ya, tulis sendiri. Rupanya karena lelah, Abang Zi memilih cukup menyetor 2 cerita saja. Hm.. dua daun saja, ya Bang.

PhotoGrid_1565540207438

Danda sendiri sudah membaca Buku Magnus Chase, and the God of Asgard, buku 1, The Sword of Summer, bab 1. Ceritanya bagus sekali. Latarnya detil dan membuat pembaca membayangkan keadaan di sana. Hm… Besok kita lanjutkan lagi membacanya, ya.

DSC_1274-01

Ayah – karena tak enak badam – tidak menempelkan daun hari ini, Abang Zi menempelkan dua daun, dan Danda menempelkan satu daun. Semoga besok makin banyak daun yang ditempel, deh.

Selamat Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1440 H. Semoga Allah Subhanawataala menerima ibadah kurban kita, aamiin. ^_^

#hari4
#gamelevel5
#tantangan10hari
#pohonliterasi
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Tantangan di Akhir Pekan

11 Agustus 2019

Game Level #5: Menstimulasi Anak Suka Membaca
Hari #3

PhotoGrid_1565455245119

Akhir pekan adalah waktu di luar rumah. Waktunya kami sekeluarga mengeksplor lingkungan sekitar. Menulis merupakan hal yang sangat menantang bila masuk akhir pekan. Bahkan kadang, membaca pun tak sempat dilakukan.

Abang Zi sebenarnya tetap membaca kapan pun. Karena dia sedang suka membaca. Dia punya sebundel komik Gober Bebek dan setumpuk Komik KKPK dan Next G yang walaupun dibaca berulang-ulang – kata Abang Zi – tidak akan membuat bosan. Tapi menulis cerita yang dibacanya? Hm…

Hari ini sengaja Danda mengajak Abang Zi ke toko buku dan membelikannya sebuah buku baru. Tujuannya agar dia tertarik buku itu dan membacanya, serta menuliskan resensinya. Buku Komik Next G berisi 5 cerita. Tapi mungkin karena sudah lelah, Abang Zi menulis hanya 1 cerita saja. Artinya dia hanya dapat menempelkan 1 daun saja.

PhotoGrid_1565455298284

Abang Zi sempat protes, tapi Ayah menjelaskan aturan main Pohon Literasi ini, sehingga dia pun – walau dengan bersungut-sungut – menerima aturan main ini. ^_^

Danda sendiri baru sempat membaca sinopsis cerita Magnus Chase karangan Rick Riordan. Ini buku yang baru Danda beli, buku berbahasa Inggris yang sudah lama Danda inginkan. Sekalian mengasah kemampuan berbahasa Inggris Danda. ^_^

DSC_1268-01

Hari ini Ayah tidak menempelkan daun, Danda menempelkan 1 daun, dan Abang Zi menempelkan 1 daun. Sepi, yak? Hehehe.

Target Danda untuk diri sendiri adalah menyelesaikan Novel Magnus Chase ini dalam waktu satu pekan. Semoga tercapai, aamiin.

Mari selesaikan membaca si Magnus Chase ini! ^_^

#hari3
#gamelevel5
#tantangan10hari
#pohonliterasi
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Buku Literasi

10 Agustus 2019

Game Level #5: Menstimulasi Anak Suka Membaca
Hari #2

PhotoGrid_1565365318516

Sudah masuk hari kedua.

Kemarin, ketika Danda bilang pada Abang Zi untuk selalu menulis apa yang dia baca, Abang Zi seakan tidak antusias. Tapi ternyata, sepulang Danda dari kantor, Abang Zi menunjukkan buku literasi yang penuh dengan tulisan. Dia menulis 6 cerita.

Enam cerita artinya enam daun. Hahaha, si Abang benar-benar ingin dapat hadiah rupanya. ^_^

PhotoGrid_1565365272519

Setelah Danda mengoreksi tulisan Abang Zi, dia pun menulis judul pada daun-daunnya dan menempelkannya.

DSC_1263-01

Lihat, betapa makin rimbunnya pohon literasi kami! ^_^

Oh iya, hari ini Abang Zi juga menyerahkan proposalnya pada Ayah. Kami memang menyediakan satu buku proposal yang bisa diisi oleh Abang Zi jika dia menginginkan sesuatu yang bukan kewajiban kami memenuhinya.

Seperti proposal lainnya, ada pembukaan, inti, dan penutup. Penjelasan keinginan, kenapa kami harus memenuhinya, apa yang dia berikan pada kami jika kami memenuhi proposalnya. Seperti proposal biasanya hehe.

Dan hari ini, Ayah menempelkan 1 daun, Danda menempelkan 3 daun, dan Abang Zi menempelkan 6 daun.

Isi terus Buku Literasi itu! ^_^

#hari2
#gamelevel5
#tantangan10hari
#pohonliterasi
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Merimbunkan Pohon Literasi

9 Agustus 2019

Game Level #5: Menstimulasi Anak Suka Membaca
Hari #1

PhotoGrid_1565270143357

Selamat datang di Game Level #5 Kelas Bunda Sayang, Tantangan 10 Hari Menstimulasi Anak Suka Membaca.

Seperti yang Danda singgung di Preambule, fokus Ayah dan Danda pada game kali ini bukan hanya agar Abang Zi suka membaca (apalagi alhamdulillah, Abang Zi sudah suka membaca), melainkan juga agar dia suka menulis. Abang Zi belum pandai menulis, maksudnya, belum jago menuangkan idenya. Danda melihatm game kali ini bisa jadi kesempatan untuk Abang Zi meningkatkan keterampilan menulisnya.

Kemarin, kami telah “menanam” pohon literasi. Pohon literasi ini nantinya akan dibuat rimbun dengan daun-daun bertuliskan judul buku, judul bacaan, atau inti bacaan yang kami baca hari ini. Makin banyak kami membaca, makin rimbun pohonnya.

Ayah dan Danda pun membuat tantangan untuk keluarga. Barang siapa yang daunnya paling banyak menempel di pohon literasi, dia akan dapat hadiah di akhir periode game.

Bisa diduga, Abang Zi yang penggemar hadiah menjadi antusias.

Namun, untuk menuliskan judul/tema pada daun, sebelumnya kami harus menuliskan inti cerita pada Buku Literasi. Jumlah daun yang bisa ditulis didapat berdasarkan jumlah inti cerita yang ditulis. Tujuannya, supaya Abang Zi jadi menulis cerita. hehe.

PhotoGrid_1565303808875

Hari pertama adalah bonus. Abang Zi hanya menulis 1 inti cerita, tapi menempelkan 5 helai daun, hahaha. Tapi besok dan seterusnya, Abang Zi harus mengikuti aturan, daun yang ditempel harus berdasarkan jumlah cerita yang ditulis.

DSC_1260-01

Di hari pertama, Ayah menempelkan 1 helai daun (kuning), Danda menempelkan 2 helai daun (merah muda), dan Abang Zi menempelkan 5 helain daun (hijau). Kami sepakat tidak membuat target bacaan karena pada dasarnya kami memang suka membaca. Memasang target hanya membuat keluarga kami tidak menikmati bacaan yang ada.

Semangat Merimbunkan Pohon Literasi! ^_^

#hari1
#gamelevel5
#tantangan10hari
#pohonliterasi
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Game Level #5 Menstimulasi Anak Suka Membaca

8 Agustus 2019

PhotoGrid_1565195074649

Masuk level 5, kali ini mahasiswi kelas Bunda Sayang diajak untuk menstimulasi anak agar suka membaca.

Awalnya Danda berpikir, “loh, Zimam kan udah suka membaca? Terus, mau distimulasi apa lagi?”

Ternyata, membaca tak sekadar aiueo, tidak juga sekadar membaca komik atau buku bergambar, tapi juga bisa menceritakan kembali.

Keterampilan membaca anak ada 4 tahapan, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan terakhir menulis. Keempat tahap ini musti dijalani dan dilatih secara bertahap agar anak suka membaca, tak hanya bisa, tetapi suka.

_20190807_231513

Tahap 1, Keterampilan Mendengarkan (listening skills)

Tahap pertama ini penting dalam mengenalkan bahasa ibu pada anak. Komunikasi dua arah dimulai dengan anak yang bisa mendengarkan dengan baik.

Tahap ini bisa dilatih dengan cara:

  • Sering berkomunikasi dengan anak, bahkan sejak dalam kandungan, saat anak belum bisa berbicara, dan saat anak mulai mengeluarkan suara pertamanya.
  • Buatlah forum keluarga untuk memperbanyak kesempatan anak mendengarkan berbagai ragam komunikasi orang dewasa di sekitarnya.
  • Putarkan berbagai lagu anak, cerita anak, dll, yang bisa melatih keterampilan mendengarkan anak.
  • Bacakan buju dengan suara yang keras agar anak bisa melihat gambar dan telinga anak bekerja untuk mendengarkan maksud gambar tersebut.
  • Sering-sering mendongeng dan membacakan buku.

Tahap 2, Keterampilan Berbicara (speaking skills)

Anak yang mendengarkan dengan baik, akan berbicara dengan baik, selama organ pendengaran dan organ pengecapannya berfungsi dengan baik.

Tahap ini bisa dilatih dengan:

  • Investasikan waktu kita untuk mendengarkan anak berbicara.
  • Jadilah pendengar yang baik.
  • Jadilah murid yang baik saat anak ingin menjadi guru bagi kita, atau simulasi kelas.
  • Ajaklah anak bersilaturahin sesering mungkin, bertemu teman sebayanya dan orang lain yang di atas usianya atau di bawah usianya untuk mengasah keterampilan mendengarkan dan berbicaranya.

Tahap 3, Keterampilan Membaca (reading skills)

Anak yang berbicara dengan baik akan membaca dengan baik. Keterampilan membaca sebaiknya diasah setelah kita yakin anak mampu mendengarkan dan berbicara dengan baik.

Tahap ini bisa dilatih dengan:

  • Menempelkan tulisan dan gambar yang jelas dan besar di sekitar rumah.
  • Menempelkan tulisan pada benda-benda yang ada.
  • Membuat acara membaca bersama yang seru.
  • Membiasakan surat-menyurat dengan anak.
  • Mendorong anak membaca tulisan apapun pada kemasan produk.
  • Mendukung hobi membaca anak kita.
  • Sediakan buku-buku yang bisa dia baca.
  • Membuat pohon literasi keluarga

DSC_1249-01

Tahap 4, Keterampilan Menulis (writing skills)

Anak yang membaca dengan baik akan menulis dengan baik. Anak harus suka membaca, tak sekadar bisa membaca, agar bisa menghasilkan suatu karya.

Tahap ini dapat dilatih dengan:

  • Menyiapkan sebidang tembok di rumah kita dan menempelkan kertas flipchart serta mengizinkan anak menuangkan gagasannya di sana.
  • Memberikan kesempatan pada anak untuk menuliskan apapun yang dia lihat, dengar, dan rasakan.
  • Menyiapkan buku diary keluarga sehingga membentuk suatu rangkaian cerita.
  • Menyiapkan buku jurnal dari kertas bekas, dan mengizinkan anak menulis apapun yang dia alami dan apa yang memunculkan rasa ingin tahunya.
  • Jangan hiraukan tanda baca, huruf besar, kecil, dll.

PhotoGrid_1565195795402

Abang Zi telah melewati tahapan mendengarkan, berbicara, dan membaca dengan baik (alhamdulillah, tabarakallah). Karena itu, fokus Ayah dan Danda pada game level 5 ini adalah untuk melatih keterampilan menulisnya.

InsyaAllah Ayah dan Danda akan menerapkan ilmu-ilmu kelas Bunda Sayang pada Abang Zi.

Mari membaca! ^_^

#gamelevel5
#tantangan10 hari
#pohonliterasi
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Learn, Unlearn, and Relearn, Sebuah Aliran Rasa dari Game Level #4

30 Juli 2019

Game Level #4 Memahami Gaya Belajar Anak, Mendampingi dengan Benar
Aliran Rasa

PhotoGrid_1564450540812

Alhamdulillah, kami sekeluarga telah menyelesaikan tantangan 10 hari di game level 4 ini, memahami gaya belajar anak dan mendampingi dengan benar.

Sebelum game ini dimulai, Danda dengan sangat yakin, Abang Zi ini bertipe visual. Kenapa? Karena kalau dia sudah fokus ke suatu hal, maka akan sangat sulit mengganggunya. Misalnya, membaca, main gim, atau merakit lego. Namun, Ayah yakin Abang Zi ini bertipe kinestetik karena jika berdiskusi dengan Ayah, Abang Zi tak akan puas sampai dia mempraktikkan sendiri dan menguji pertanyaan dan jawaban yang mereka diskusikan.

Setelah lima belas hari Ayah dan Danda membersamai Abang Zi dan menganalisis gaya belajarnya, akhirnya kami mendapatkan kesimpulan, Abang Zi ini bertipe visual-kinestetik. Kadang dia belajar dengan tipe auditori, tapi tak sering. Metode belajar auditori lebih sering tidak efektif diterapkan pada Abang Zi dibanding metode belajar visual dan kinestetik. Untuk itu ke depannya, Ayah dan Danda akan lebih sering menerapkan metode belajar visual-kinestetik dalam membersamai Abang Zi.

DSC_1132-02

Bukan untuk Melabeli Anak

Ayah dan Danda perlu menanamkan hal ini dalam hati. Membersamai Abang Zi dan mengamati gaya belajarnya bukan bertujuan untuk melabeli Abang Zi. Andai suatu hari nanti, tipe belajarnya ternyata berubah menjadi auditori-kinestetik, kenapa tidak? Tujuan membersamai Abang Zi adalah melihatnya sebagai seorang individu unik di dunia ini, bukan “mini us”.

Biidznillah, saat ini Abang Zi sedang tertarik dengan kegiatan memanah. Tentu saja latihannya harus melibatkan gerakan tubuh, koordinasi badan dan tangan serta melatih fokus. Jika esok atau lusa Abang tertarik dengan kegiatan menyanyi atau bermain alat musik, tentu saja latihannya melibatkan pendengaran.

PicsArt_07-30-08.21.09-01

Learn, Unlearn, and Relearn

Tiga hal di atas adalah satu kesatuan yang musti dilalui oleh anak untuk menjadi individu yang lebih baik lagi. Saat mereka kecil, mereka akan belajar segala macam ilmu baru (learn). Semua ilmu terasa sangat menarik. Seiring berjalannya waktu, ilmu-ilmu yang dirasa tak perlu akan dilupakan (unlearn). Kemudian dimulailah tahap relearn, saat individu memperbaiki pengetahuan yang salah, meningkatkan keterampilan, meluruskan pemahaman, dan mengadopsi nilai-nilai yang lebih dekat dengan kebenaran.

Pada Abang Zi, Danda melihat perkembangan ini. Saat usianya di bawah 2 tahun, Abang Zi pandai sekali menyusu ASI langsung. Kemudian dia belajar minum dengan corot, sedotan, dan kemudian, minum dengan gelas. Saat penyapihan tiba, lambat laun Abang Zi lupa bagaimana cara menyusu ASI langsung, dan dia mengembangkan keterampilan minum dengan media lain, tak lagi tumpah saat minum dengan gelas walau tanpa penahan, serta bisa minum dengan sedotan berbentuk apapun.

Proses learn, unlearn, and relearn ini terus menerus terjadi pada individu hingga dia menjadi individu yang lebih baik lagi.

DSC_1084-01

Sekali lagi, ini bukan akhir dari proses belajar memahami, ini adalah langkah awal bagi kami, orang tua Abang Zi, untuk selalu belajar memahami Abang Zi sebagai individu unik ciptaan Allah subhanawataala yang dihadirkan ke muka bumi ini dengan mengemban visi dan misinya sendiri. Misi kami sebagai orang tuanya adalah membimbingnya mencapai visi yang diembankan Penguasa Alam padanya.

Terima kasih ibu profesional, telah sekali lagi mengajarkan kami bagaimana membersamai anak dan memahaminya serta mendampinginya dengan benar.

Kami menantikan tantangan-tantangan berikutnya.

PhotoGrid_1564450601990

#AliranRasaGayaBelajar
#GameLevel4
#Tantangan10Hari
#ILoveToLearn
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional