Hargai Diri Sendiri

20 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #7

PhotoGrid_1560955834527

Nama Projek: Hargai Diri Sendiri

Pimpinan Projek: Abang Zimam Anak Pintar

Penasihat: Danda Zimam

Penanggung Jawab: Ayah Zimam

Gagasan: Masih dengan projek meningkatkan kecerdasan linguistik, kembali malam ini kami berdiskusi. Kami sekeluarga memang suka berdiskusi saat sedang tak tau hendak beraktivitas apa, atau sedang beraktivitas tanpa motorik kasar (semisal saat makan bersama, atau saat berkendara). Kali ini, diskusi berlangsung saat kami makan malam bersama.

PhotoGrid_1560955782979

~~~

Danda yang suka salad, untuk pertama kalinya mencoba membuat sendiri Asian Salad Dressing seperti yang dijual di toko buah dekat kantor dengan resep hasil mencari-cari di internet. Ternyata hasilnya mendekat (tanpa “i”) dengan yang di toko, walaupun “mendekat”-nya entah berapa kilo lagi. (Nah, Danda mulai garing).

Intinya, rasa dan tampilan salad dressing Danda masih beda dengan yang dimaksud. Hahaha.

“Hm, lumayan, meski gak seenak yang dijual di toko, tapi, lumayan, lah.” Kata Danda setelah mencoba sesendok penuh salad.

“Danda gak boleh gitu! Kita itu musti bilang hasil kita itu enak. Walaupun kenyataannya memang (lebih) enak yang di toko. Tapi kita harus tetap bilang punya kita enak!” Tegur Abang Zi.

“Loh, kenyataannya memang lebih enak yang di toko, kok.” Sanggah Danda.

“Iya, tau. Tapi tetap saja, kita tidak boleh membanding-bandingkan. Tetap punya kita enak, gitu, Danda.” Kata Abang Zi lagi.

“Kenapa begitu?” Tanya Danda.

“Itu tandanya kita menghargai diri kita sendiri. Kita harus selalu bilang ‘bagus’ pada hasil kita sendiri, Danda. Supaya kita menghargai diri sendiri.” Jelas Abang Zi bak guru filsafat.

“Baiklah. Hm, salad ini enak. Nanti Danda perkaya lagi bumbunya supaya lebih enak.” Kata Danda memperbaiki bahasa.

“Nah, gitu donk.” Balas Abang Zi.

_20190619_213604-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan linguistik – menyusun kalimat yang dipahami orang lain);
  • Kecerdasan emosional (keterampilan sosial – mengajak Danda sepaham dengan pemikirannya tanpa memaksa);
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebaikan – menghargai sebuah karya);
  • Kecerdasan menghadapi tantangan (cllimber – tertantang supaya Danda bisa memahaminya tanpa memaksa)

Makan malam habis seiring diskusi yang terus berlanjut.

PicsArt_06-19-09.59.13

#hari7
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Apa Menu Buka Puasa Kita Hari Ini?

9 Mei 2019

Game Level 2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Hari #14

PhotoGrid_1557300804762

Tema: Menyambut Bulan Ramadan dan Menyiapkan Kebutuhan Pribadi

Topik: Menyiapkan hidangan berbuka puasa sendiri

Misi: Abang Zi turut andil menentukan menu berbuka puasa

~~~

Sejak siang saat Danda menelepon Abang Zi untuk bertanya kabar dan mengecek apakah Abang sudah bisa “melayani” dirinya sendiri, Abang minta dibawakan blewah karena dia ingin es blewah. Namanya juga puasa, apa aja dipenginin. Tapi setelah Danda cari, gak ada orang yang jual blewah di sore hari. Di situlah Abang Zi jadi kecewa dan mukanya ditekuk.

Danda gak suka menghadapi anak yang mukanya ditekuk. Danda berkata, apa cuma gara-gara es blewah lalu Danda yang pulang kantor dalam keadaan capai ditambah lagi harus keliling cari blewah, mendapatkan wajah cemberut? SI Abang pun mencoba menata hati dan memeluk Danda. Untuk mengobati kekecewaannya, Danda mengajak Abang Zi membuat puding.

Abang Zi langsung antusias, kali ini kami membuat puding rasa kelapa muda. “Abang yang aduk, ya!” Katanya.

DSC_0851-01

Di sini Danda melakukan melakukan kesalahan. Ketika larutan puding sudah mulai mendidih, airnya menggelegak meluap ke luar panci. Bukannya melihat dari jauh, Danda langsung mengambil alih sendok adukan. Abang Zi langsung pergi dan bilang, “Danda terusin, ya!” Yah, aturan biar aja sih, lihat dari jauh bagaimana dia menyelesaikan masalah air meluap ini. Haha.

Tapi karena Abang Zi berinisiatif mengaduk puding duluan, kita anggap latihan kemandirian kali ini, sukses, ya. ^_^

PicsArt_05-08-02.31.56

Mission (half) accomplished! ^_^

#hari14
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Mari Berpuasa

7 Mei 2019

Game Level 2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Hari #12

PhotoGrid_1557143852335

Tema: Menyambut Bulan Ramadan dan Menyiapkan Kebutuhan Pribadi

Topik: Menyiapkan hidangan berbuka puasa

Misi: Mengajak Abang Zi menyiapkan hidangan berbuka puasa yang sehat.

~~~

Alhamdulillah, hari ini mulai puasa. Abang Zi sudah bertekad untuk puasa ful satu hari, gak bolong di tengah lagi. “Masa kelas satu bisa puasa ful, kelas dua nggak?” Kata si Abang. Good job, Son! Lanjutkan tekadmu.

Sore ini Danda pulang cepat. Danda langsung ke dapur untuk menyiapkan hidangan berbuka. Hari ini Danda membuat es timun suri dengan cincau, daging kelapa, dan disiram air kelapa, tanpa gula. Setelah ditawari, Abang Zi mau membantu menyerut timun surinya.

DSC_0840-01

Hasilnya rapi, alhamdulillah.

Kesempatan membuat hidangan berbuka ini Danda gunakan untuk ngobrol dengan Abang Zi. Sekalian  buka bonding, lah. Ketika Danda bertanya apa Abang Zi sudah salat duha tadi pagi, Abang Zi bilang, sudah. Dia bangun dan salat duha kemudian mandi tanpa disuruh. Aih, bangganya Danda, anak Danda sudah mulai paham kesehatan badan sendiri.

Selesai membantu menyerut timun suri, Abang Zi menolak membantu memasak sup dan pergi bermain, haha. Tak apa, cukup lah kamu membantu Danda hari ini. Besok bantu lagi, ya. ^_^

PicsArt_05-06-06.58.44

Mission accomplished!

#hari12
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Sang Pemasak

4 Mei 2019

Game Level 2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Hari #9

PhotoGrid_1556899173725

Tema: Menyiapkan Makanan Sendiri

Topik: Memasak

Misi: Abang Zi bisa mengendalikan api (di kompor, bukan seperti Zuko :p )

~~~

Hari kesembilan, dan juga hari terakhir mengajarkan kemandirian menyiapkan makanan sendiri. InsyaAllah besok akan ada skil lain yang diajarkan pada Abang Zi.

Sepertinya sudah sepuluh ribu tahun lamanya Danda tidak makan mi goreng instan, haha. Diet Food Combining dan Diet Kenyang yang Danda jalankan dengan santai membuat pola pikir Danda pada makanan jadi berubah. Danda jadi pilih-pilih makanan. Danda jadi gak suka gorengan, gak suka yang terlalu manis atau asin, jadi milih makan nasi dan sayur dengan tempe panggang timbang paket panas lengkap, dan jadi gak pingin mi goreng atau mi rebus.

Malam ini Abang Zi ingin makan mi. Danda pikir, sudah lama gak cheating mi, boleh lah sekali. Habis ini balik lagi dietnya, hihihi. Danda pun mengizinkan Abang Zi makan mi, dengan syarat, dia harus membuatnya sendiri.

Abang Zi langsung mau? Tentu tidak! Dia sempat menawar dan merajuk. Tapi karena Danda membuat syarat itu jadi mutlak, masak sendiri atau gak makan mi, si Abang tak punya pilihan lain selain mengambil panci bersih, mengisinya dengan air dan menjerangnya di atas api. Hehe.

DSC_0822-01

(Iya, pancinya panci gratisan dari Oriflame, masih ada dan masih bagus, mungkin karena jarang dipakai :p_)

Alhamdulillah, dua bungkus mi instan yang mendunia disatukan di dalam COOKViLLE 22cm Mixing Bowl dan diaduk bersama para bumbu, oleh Sang Pemasak, Abang Zi.

Video lengkap diunggah di akun instagram Danda, datang, ya. ^_^

PicsArt_05-03-10.58.25

Mission accomplished!

#hari9
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Mari Membantu Nenek ^_^

28 April 2019

Game Level 2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Hari #3

PhotoGrid_1556350855815

Tema: Menyiapkan Makanan Sendiri

Topik: Membantu Nenek memasak

Misi: Mengajak Abang Zi memasak di dapur

~~~

Sejak Danda belajar parenting secara daring bersama pakar parenting Opa Dono, Danda tahu bahwa anak laki-laki harus diajari memasak, agar mereka belajar tentang suatu proses. Bahwa di setiap potong daging yang ia makan, ada proses di sana, ada keringat yang dikucurkan pemasaknya yang kepanasan, ada darah yang mengalir karena tergores pisau dapur, ada kulit yang melepuh terciprat minyak panas. Tujuannya, agar anak laki-laki bisa menghargai setiap suap makanan yang ia konsumsi, bagaimana pun bentuk dan rasanya.

Karenanya, Danda termasuk rajin cerewet ngajak si Abang membantu Danda memasak di dapur. Walau seringnya Abang Zi bersungut-sungut karena dapur memang panas, hehehe.

Hari ini, Nenek memasak sampadeh daging kentang, karena itu Danda tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan mengajak Abang Zi turut membantu, mengupas dan memotong kentang.

DSC_0768-01

Alhamdulillah, walau masih sambil cemberut, lima kentang sudah dikupas dan dipotong Abang Zi. ^_^

PicsArt_04-27-02.32.42

Mission Accomplished!

#hari3
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

PS: Ada video tentang hari ini di akun instagram Danda, dilihat, ya ^_^


10 (Silly) Reasons Why I Feed My Baby with Homemade Food without Sugar and Salt Added…

20 Februari 2012

sudah diposting di note FB-ku, sih ^_^

1. MPASI Rumahan jauh lebih baik daripada MPASI Instan, baiknya apa dan gimana, better tanya sendiri ke mbah Gugel ya! 🙂

2.Aku ini emak yang pelit dan irit (tetep!)… kalo ada yang gratis, ngapain beli? tinggal ambil beras di gentong ini! gak usah repot-repot ke swalayan terdekat n beli bubur instan! ^_^ duit buat beli buburnya, dialihkan ke SHOPPING ONLINE, deh! ;p

3. Aku ini emak labil.. gak kebayang kalo aku pake bubur instan, aku akan ada berjam-jam di depan rak bubur instan di swalayan karena aku bingung, bubur mana yang akan dikasihin ke anakku.. habis semuanya pada bilang buburnya yang terbaik, sih… membingungkan! T_T #lebay

4. Aku ini gak bisa masak. Kalo lagi di dapur dan (sok) jadi koki handal, aku pasti kelamaan di icip2 masakannya… gak pas-pas rasanya (hihihi..), makanya aku seneng banget pas WHO dan IDAI nganjurin untuk tidak menambahkan garam dan gula pada masakan bayi, karena masakanku udah pasti ENAK!!! hehehe…

5. Aku ini hobinya SHOPPING!! sekali lagi… SHOPPING! hehehe… dengan aku ngasih MPASI Rumahan untuk Zimam, aku jadi ada alasan untuk beli grinder, panci stainless baru, pisau baru, telenan baru, mangkok-mangkok makan yang lucu-lucu dan unyu-unyu, dan lain-lain.. Seandainya aku ngasih bubur instan, kan paling yang bisa aku beli cuma mangkok makan… boring sangat!!!

6. Ibu-ibu pemalas, ngacung!!! *ngacung duluan*.. masak makanan bayi tuh jauh lebih gampang timbang masak makanan orang dewasa, cepet banget pokoknya, apalagi gak perlu repot sama garam n gula (rasanya jadi standar :p), nah, kalo aku udah masak untuk Zee, aku jadi ada alesan untuk gak masak buat ayahnya Zee (hehehe).. yuk makan nasi padang aja kita, beib.. :p

7. Buah-buahan n sayur-sayuran selalu tersedia di kulkas, alhasil, kalo pengen ngemil, otomatis ngemilnya buah-buahan.. hehe.. makasih ya Zimam, udah boleh makan buah buat Zee ^_^

8.  Jadi koki handal untuk Zee ^_^… wew… bahkan Ayahnya Zee aja bilang masakanku yang enak tuh cuma sambelnya! pedes! (lah, default sambel kan emang pedes! T_T), tapi untuk Zimam, aku bener-bener jadi koki handal, serasa diriku menguasai dapur dengan sangat profesional! *beneran*

9. Punya fans berat, yaitu Zimam… apapun yang aku masak, karena dari awal sudah gak ditambah garam dan gula, jadinya lezat di lidah kecil Zee… dia suka walau hanya tempe goreng berbumbu bawang putih+ketumbar :p

10. Dipuji banyak orang… *huehehe* (kuping mekar!!!), kenapa? karena Zimam lahap banget makan masakanku yang gak jelas rasanya itu! *huahahaha……..

Ada yang mau nambahin alasan konyol (tapi cerdas) why I feed my baby with homemade food without salt and sugar added? ^_^

Asiknya makan masakan Danda
↑Asiknya yang makan masakan Danda ^_^↑


Tumpeng Ulang Tahun Spesial Bikinan Danda ^_^

11 November 2011

Tumpeng Ulang Tahun

Zimam mau ultah pertama, dirayain gimana, ya?

Wew, itu tuh hal yang ada di benakku semenjak Zee berusia 6 bulan! Hahaha… Apa aku harus ngerayain ultah pertama Zee? Siapa aja yang mesti diundang? Apa aja makanannya? Dll dll..

Secara aku ini penganut MPASI Rumahan tanpa Tambahan Gula dan Garam, maka aku merasa gimanaaa gitu kalo ultah Zee dirayain dengan black forest dan goodie bag berisi ciki-ciki. Gak konsisten bo!

Puter otak. Aku inget ibuku selalu ngerayain ultahku dengan tumpeng. Ah! Tumpeng saja kalo gitu! Kue tart ultah+lilinnya ntar aja kalo dia udah TK.
Sekarang, goodie bag.

Baca entri selengkapnya »