Autonomi, Sebuah Aliran Rasa dari Game Level #1

19 April 2019

Game Level #1: Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif
Aliran Rasa

PhotoGrid_1555552275228

Tak terasa, sudah 17 hari berlalu sejak tantangan 10 hari Game Level #1 digulirkan. Sudah 15 tantangan dikerjakan. Saatnya saya menuliskan sebuah aliran rasa.

Semua bermula pada 25 Maret 2019 lalu, ketika fasil mengumumkan materi level 1, Kuliah Bunda Sayang, yaitu Komunikasi Produktif. Esoknya, tantangan digulirkan. Tantangan ini dikerjakan dari tanggal 28 Maret 2019 sampai dengan tanggal 7 April 2019. Tantangan berisi game, di mana kita harus menerapkan teori komunikasi produktif pada kehidupan sehari-hari kita, dan mengabadikannya melalui tulisan, video, atau gambar.

Menyenangkan rasanya, mengerjakan game demi game dalam level 1 ini. Teori komunikasi produktif dengan diri sendiri, dengan pasangan, dan dengan anak saya terapkan satu persatu.

Menyadari bahwa diri saya berada di tahap autonomi, dalam game level 1 ini, sungguh membuat saya bahagia. Tahap autonomi adalah tahap di mana saya menerapkan teori komunikasi produktif ini tak hanya berhenti di hari ke-10 melainkan melanjutkannya hingga hari ke-15. Sebenarnya hingga hari ke 17, namun saya tak punya akses ke laptop.

Tentang komunikasi dengan pasangan, saya, kami, kadang masih di fase orang tua, kadang di fase anak-anak, kadang di fase dewasa. Buat saya itu tak masalah, selama kami bisa mengatasinya bersama.

DSC_0718-01

Dan teruntuk anak saya tercinta, Abang Zimam, bahasa cinta kita ternyata bahasa sentuhan fisik, ya, Sayang. Kita senang sekali balugut. Jika Danda sedih, Abang Zimam memeluk Danda. Jika Abang Zimam sedih, Abang Zimam mencari Danda untuk dipeluk. Bahagia pun demikian.

Kata-kata mendukung juga menjadi motivasimu, Sayang. Panggilan sayang dari Danda, “Pintar”, untukmu, bisa meroketkan semangatmu. Tetaplah demikian, Sayang. Tetaplah maju.

Akhir kata, terima kasih untuk Tim Bunda Sayang yang telah merumuskan materi Komunikasi Produktif ini. Terima kasih telah mengingatkan kami untuk tetap memperbaiki diri. InsyaAllah, game selanjutnya, saya akan jadi lebih baik lagi. Aamiin.

#AliranRasaKomunikasiProduktif
#GameLevel1
#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

PS: Ingin membaca Game Level #1 Danda dari Hari pertama hingga hari kelima belas? Silakan klik tautan berikut:

Hari Pertama: https://yeptirani.wordpress.com/2019/03/29/komunikasi-produktif-dan-kemampuan-bercerita-anak/

Hari Kedua: https://yeptirani.wordpress.com/2019/03/30/gawai-dan-ilmu-alam-komunikasi-dengan-anak-jadi-seru/

Hari Ketiga: https://yeptirani.wordpress.com/2019/03/31/makan-di-mana-kita-ayah-abang-ayo-kita-diskusikan/

Hari Keempat: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/01/i-know-you-and-you-know-me-really/

Hari Kelima: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/02/pukul-berapa-sekarang/

Hari Keenam: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/03/bagaimana-kalau-kita-tidur-sekarang/

Hari Ketujuh: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/04/urusan-mandi-pun-perlu-dikomunikasikan-loh/

Hari Kedelapan: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/05/mari-bermain-teka-teki/

Hari Kesembilan: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/06/sembuh-dan-sehat-lagi-ya/

Hari Kesepuluh: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/07/what-are-you-doing/

Hari Kesebelas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/08/filmnya-seru-kan/

Hari Kedua Belas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/09/komunikasi-dengan-diri-sendiri/

Hari Ketiga Belas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/10/mari-berbicara-yeptirani/

Hari Keempat Belas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/11/time-capsule/

Hari Kelima Belas: https://yeptirani.wordpress.com/2019/04/12/bicara-yang-baik-atau-diam/

Alhamdulillah, Game Level #1 Komunikasi Produktif, Selesai. ^_^


Bicara yang Baik atau Diam

12 April 2019

Game Level 1: Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif
Hari #15

photogrid_1554832796427

Tema: Komunikasi dengan diri sendiri.

Partner Family Forum: Danda dan Abang Zimam.

Topik: Bicara yang baik atau diam.

Behind the Scene:

Waktu Danda beli bubur, tukang bubur tiba-tiba bertanya tentang plafon rumah yang bocor. Plus provokasi-provokasi yang menjurus ke adu domba Danda dengan tuan rumah. Setengah kaget, Danda segera mengakhiri percakapan dan pulang. Sepanjang jalan, Danda berpikir, itu tukang bubur tahu masalah rumah saya dari mana, ya?

Di lain kesempatan, Danda membaca kisah yang sedang viral saat ini. Perundungan terhadap anak SMP yang dilakukan oleh anak SMA. Bukan hanya perundungan verbal, namun juga penganiayaan fisik. Dengan pelaku yang tidak terlihat menyesal, dan korban yang takut melapor.

Kok wow, ya?

Misi: Belajar bicara baik, atau diam.

Waktu: Family time, 18-21.

dsc_0666-01

~~~

Zimam: Danda: hoaks itu apa, sih?

Danda: Berita bohong, Nak. Fitnah.

Zimam: Fitnah kok bisa dibilang lebih kejam dari pembunuhan?

Danda: Iya, karena kalau membunuh, orangnya meninggal, udah. Kalau memfitnah, orang yang difitnah bisa sengsara seumur hidupnya. Misalnya nih, si A, dia tidak mencuri tapi difitnah mencuri. Dia gak bisa membuktikan kalau dia tidak mencuri. Lalu dia dipenjara. Aturan dia latihan Tapak Suci, eh harus dipenjara, kan kasihan. Udah gitu, biasanya orang yang keluar dari penjara itu dijauhi orang lain. Belum lagi anak-anaknya, bakalan diejekin anak lainnya karena bapaknya dipenjara. Padahal kan bapaknya gak salah, tapi difitnah.

Zimam: Hoo, gitu ya?

Danda: Makanya, kita gak boleh memfitnah orang. Ngomongin orang lain juga gak boleh. Apalagi ngomongin kejelekan orang lain. Karena ngomongin kejelekan orang lain itu, kalau salah jadi fitnah, kalau benar jadi ghibah. Sama-sama dosa.

Zimam: Ghibah itu apa?

Danda: Ghibah itu ngomongin orang, ngegosip. Dosanya seperti makan bangkai saudaranya.

Zimam: Hiiii, kalau fitnah lebih kejam dari membunuh, kalau ghibah makan bangkai saudaranya. Kok mau, sih? Kan mentah.

Danda: Makanya, no ghibah, gak usah ngomongin kejelekan orang, kecuali untuk menyelamatkan orang lainnya.

Zimam: Menyelamatkan?

Danda: Misalnya, ada rumah yang punyanya kejam, setiap yang kerja di sana pasti dipukuli. Kalau kita nyebarin berita itu ke orang lain supaya mereka gak kerja di rumah itu, boleh. Asal bukan fitnah, loh, ya. Beneran kejadianya gitu. Tapi kalau gak benar ya fitnah jadinya.

Zimam: Oh, gitu.

Danda: Karena itu kita harus bicara yang baik-baik saja, ya! Kalau enggak, ya mendingan diam.

~~~

Metode yang dipakai:

Danda berusaha mendengarkan semua cerita Abang Zimam dengan kosakata, diksi, dan pilihan kata positif.  Berusaha bicara yang baik, atau diam.

Hasil: Kami masih belajar. Membicarakan orang lain itu cuma dua, kalau salah jadinya fitnah, kalau benar jadinya ghibah. Dua-duanya dosa besar.

#hari15
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PS: Tulisan hari kesebelas sampai hari kelima belas memang tidak Danda bagi di instagram ^_^.


Time Capsule

11 April 2019

Game Level 1: Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif
Hari #14

photogrid_1554832664894

Tema: Komunikasi dengan diri sendiri.

Partner Family Forum: Yeptirani Hasanah Syari.

Topik: Time Capsule.

Behind the Scene:

Danda beberes laci meja kerja di kantor. Di situ ada sebuah kertas yang dibungkus plastik bening yang sepertinya sudah lama tak dibuka. Di luarnya ada sebuah kerta post it kuning dengan tulisan: “Jangan dibuka sebelum tahun 2018”. Sekarang sudah 2019, maka itu Danda membukanya.

Misi: Membawa energi positif ke dalam diri, hingga berefek pada tahun-tahun yang akan datang.

dsc_0665-01

~~~

Ternyata kertas tersebut adalah sebuah time capsule yang Danda buat di tahun 2016. Judul tulisan itu adalah “Apa yang akan terjadi pada Yeyep 2 tahun yang akan datang”. Ada banyak poin, namun, satu poin yang menarik perhatian Danda adalah tulisan “Ayah promosi kasi di kantor pusat.”

Danda langsung teringat tahun lalu, 2018, setahun setelah Ayah lulus pascasarjana dan telah mengikuti serangkaian tes hingga berstatus “ready now” untuk jadi kepala seksi. Kami berharap, dan tak punya impian Ayah diangkat di kantor pusat. Kami berharap kami pindah ke daerah. Ternyata Ayah dipromosi di kantor pusat, suatu pencapaian tersendiri untuk seorang pelaksana. Saat itu kami sedih, namun menerima hal itu sebagai takdir dari Allah (merujuk ke sesuatu yang tak kita minta namun terjadi pada kita).

Setelah membaca kertas tadi, Danda merasa malu. Penempatan Ayah di kantor pusat bukan semata-mata takdir Allah. Itu Danda yang minta, dan Allah mengabulkannya. Dan Danda sekali lagi terkagum pada kemisterian Penguasa Alam Semesta ini. Allah tahu apa yang terbaik, dan dari sekian banyak impian di time capsule tersebut, Allah mengabulkan beberapa yang baik untuk kami.

Hubungannya dengan komunikasi produktif, sebuah time capsule adalah bukti bahwa sikap positif kita hari ini, berpengaruh pada apa yang akan terjadi pada diri kita beberapa tahun yang akan datang. Karena itu, atur kosakata kita, pilih kata-kata yang membawa energi positif, dan mencerminkan kebaikan dalam diri kita.

Danda membuat satu time capsule baru yang berisi kejadian yang akan terjadi pada tahun 2021. Ingatkan Danda untuk membuka time capsule ini bersama-sama, di tahun 2022, ya. InsyaAllah.

~~~

Hasil: Hati-hati dalam berkata, bahkan dalam bermimpi. Kita tak kan tahu, mana impian yang dikabulkan Allah.

#hari14
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional


Mari Berbicara, Yeptirani!

10 April 2019

Game Level 1: Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif
Hari #13photogrid_1554831041228

Tema: Komunikasi dengan diri sendiri.

Partner Family Forum: Yeptirani Hasanah Syari.

Topik: Memahami cara bicara diri sendiri.

Behind the Scene:

Di hari #12 saya menantang diri sendiri untuk memahami pola bicara dan berkomunikasi diri ini dengan orang lain. Beberapa pertanyaan diajukan untuk dipikirkan jawabannya.

Misi: Berhasil menerapkan komunikasi produktif sebagai kebiasaan sehari-hari.

img-20190409-wa0001-01

~~~

Kosakata kita adalah output struktur berpikir dan cara kita berpikir.

Kadang diri ini masih menganggap sebuah masalah adalah masalah. Namun, di lain kesempatan, diri ini mampu menjadikannya tantangan. Dan saya merasa jauh lebih menyenangkan jika masalah dianggap sebagai tantangan alih-alih sebagai masalah. Well, walau kadang saya memilih menghindari masalah tersebut. Sebisa mungkin diri ini berkata positif walau pikiran sedang di titik negatif. Karena setelah itu, pikiran mengikuti lidah, positif.

Kata-kata kita itu membawa energi, maka pilihlah kata-kata kita.

Sejauh ini, saya memahami betapa menyenangkannya bila menganggap sebuah masalah sebagai tantangan, atau sebuah hal yang sulit sebagai hal yang menarik, atau mencari tahu tentang sesuatu yang tak saya tahu. Walau di satu titik jenuh, saya memilih menghindari masalah, hal sulit, atau sesuatu yang tak saya tahu.

Pemilihan diksi adalah pencerminan diri kita yang sesungguhnya.

Saya tipe orang yang berkata “jalanan penuh, ya.” alih-alih “macet”. Walau di lain kesempatan, saya masih menganggap sebuah gelas kosong setengah bukannya isi setengah. Namun, saya menyadari, ketika kita bersyukur, misal dengan memandang gelas isi setangah, kebahagiaan yang kita rasakan akan berlipat ganda. Demikian pula ketika saya berpikir, “Hore, satu game terlewati!” ketika saya berhasil menyelesaikan tantangan hari kesepuluh dan mengonfirmasi bagde YE untuk diri ini. Itu terasa jauh lebih menyenangkan ketimbang berpikir, “yah, masih sembilan game lagi.”

~~~

Hasil: Saya masih harus mengembangkan kemampuan komunikasi produktif saya, baik pada keluarga, maupun diri sendiri.

#hari13
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional


Komunikasi dengan Diri Sendiri

9 April 2019

Game Level 1: Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif
Hari #12

photogrid_1554762403561

Tema: Komunikasi dengan diri sendiri.

Partner Family Forum: Yeptirani Hasanah Syari.

Topik: Bicara dengan diri sendiri.

Behind the Scene:

Setelah sekian hari, tibalah saya untuk kembali. Berkomunikasi pada diri sendiri. Apakah selama ini saya sudah berkomunikasi dengan produktif pada diri saya sendiri? Ataukah saya menyia-nyiakan diri ini?

Misi: Berbicara dengan baik pada Yeptirani Hasanah Syari.

dsc_0659-01

~~~

Kosakata kita adalah output struktur berpikir dan cara kita berpikir.

Hai, Yeptirani. Bagaimana dirimu berbicara dengan orang-orang di sekitarmu? Bagaimana bahasa yang Kamu pilih? Apakah bahasa lisanmu sebaik bahasan tulisanmu?

Kata-kata kita itu membawa energi, maka pilihlah kata-kata kita.

Masih suka berkata “masalah”, atau sudah menggantinya dengan kata “tantangan”? Masih suka berkata “sulit”, atau sudah menggantinya dengan kata “menarik”? Masih suka berkata “aku tidak tahu”, atau sudah menggantinya dengan kata “ayo mencari tahu”?

Pemilihan diksi adalah pencerminan diri kita yang sesungguhnya.

Masih suka berkata “macet”, atau sudah menggantinya dengan “jalanan penuh”? Masih suka memandang gelas setengah kosong, atau memandanganya dengan setengah isi? Masih berpikir “masih sembilan game lagi”, atau “tinggal sembilan game lagi”?

~~~

Hasil: Saya masih mencari jawaban di atas. Saya yakin akan dapat jawabannya pada tulisan berikutnya.

#hari12
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional


Filmnya Seru, kan?

8 April 2019

Game Level 1: Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif
Hari #11

photogrid_1554655029497

Tema: Komunikasi keluarga.

Partner Family Forum: Abang Zimam anak shalih dan Ayah tercinta.

Topik: Reviu film.

Behind the Scene:

Ini adalah tugas ekstra yang Danda kerjakan. Sebenarnya, game Tantangan 10 Hari hanya berakhir di hari ke-10. Tapi, mahasiswi boleh meneruskannya sampai hari ke-15. Dan mengingat game hari ke-10 kemarin ada yang gagal Danda lakukan, Danda jadi penasaran dan melanjutkan game ini. Tantangan buat diri sendiri, masihkah diri ini konsisten menerapkan ilmu komunikasi produktif.

Hari ini, sesuai janji Ayah dan Danda, kami menonton film Dumbo the Flying Elephant. Dan seperti biasanya, setelah menonton film, kami selalu mereviu film tersebut. Mana adegan yang seru, mana yang membuat sedih, mana adegan yang disukai dan tidak disukai. Kami melakukannya sambil makan malam.

Misi: Menghangatkan komunikasi keluarga

Waktu: Dinner after movie.

dsc_0656-01

~~~

Zimam: Danda, beli takoyaki, yuk.

Danda: Abang mau makan takoyaki? Danda sama Ayah mau makan sate padang. Abang makan takoyaki apa sate padang?

Zimam: Sate padang, deh. Takoyakinya gak jadi.

(Setelah sampai di warung sate padang, dan menikmati sate padang)

Danda: Bang, menurut Abang, di film tadi, mana yang seru?

Zimam: Hm…, yang itu, loh. Waktu Dumbo masuk ke tenda yang terbakar terus dia nyemprotin air.

Danda: Oh, Danda tahu. Yang dia menyelamatkan Milly, Joe, dan ayahnya itu ya?

Zimam: Iya yang itu.

Danda: Kalau Danda yang seru pas Dumbo mengenali ibunya. Biarpun ibunya dibedakin putih, Dumbo masih kenal. Seru banget.

Ayah: Kalau Ayah suka pas Dumbo keluar tenda lewat atas, lewat lubang yang dibuatkan oleh ayahnya Milly.

Zimam: Oh, yang itu, ya? Iya dia terbangnya jauh, ya.

Danda: Kasihan, sih, sama Mr. Vandere. Tapi gimana, dia gak baik, sih. Menyiksa binatang.

Zimam: Iya, masa buaya ada tanduknya, serigala berdiri di dua kaki, kan kasihan.

Danda: Pantas saja Ratu Surga milih bergabung dengan Medici, ya?

Zimam: Iya, iya. Medici itu baik soalnya.

~~~

Metode yang dipakai:

Duh, Danda benar-benar bingung dengan metode apa yang dipakai dalam komunikasi ini. Yang jelas, ada metode mengganti perintah dengan pilihan di sana. ^_^

Hasil: Kami makan malam dengan suasana hangat karena berkomunikasi dengan baik.

#hari11
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PS: Silakan baca review tulisan ini di instagram Danda, ya. ^_^


What Are You Doing?

7 April 2019

Game Level 1: Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif
Hari #10

photogrid_1554575277483

Tema: Komunikasi dengan anak.

Partner Family Forum: Abang Zimam anak pintar.

Topik: Yuk, makan dengan baik.

Masalah: Tadi siang, Abang Zimam minta dibuatkan mi goreng sebagai upah sudah menemani si-mbak mengantar pompa galon ke rumah bu erte. Karena terakhir makan mi adalah tiga hari lalu, Danda mengabulkan permintaannya. Sesaat ketika Abang Zimam tiba di rumah, mi gorengnya sudah matang dan siap untuk Abang Zimam nikmati. Tak lama, Danda kembali ke ruang tamu setelah membereskan beberapa perintilan dapur. Dan Danda pun melihat Abang Zimam sudah menghabiskan mi di piring dan menjilati piringnya. Danda syok dan langsung berkata “what are you doing? why are you licking that plate?“. Well, komprodnya gagal. Karena itu Danda langsung mengambil sikap dan memperbaiki bahasa. Hal ini bisa dikomunikasikan dengan baik.

Misi: Memperbaiki komunikasi Danda dan Abang Zimam agar pesan bahwa menjilat piring bukanlah hal yang baik tersampaikan.

Waktu: Family time on weekend, noon.

dsc_0649-01

~~~

Danda: Seenak itu, ya, Bang? Sampai-sampai piringnya dijilat?

Zimam: Hehe, iya (sambil nyengir, merayu).

Danda: Hm… Emang enak, sih. Tapi menjilat piring itu bukan perbuatan sopan. Itu bukan kebiasaan manusia. Apa Abang tahu, menjilat piring bekas makanan itu kebiasaan siapa?

Zimam: Kucing sama anjing.

Danda: Iya benar. Kucing, Anjing, dan binatang yang tidak punya jari, akan menjilat tempat makanannya untuk makan. Manusia makan dengan tangannya. Abang kan manusia, jadi hanya gunakan tangan untuk mengambil makanan. Abang gak mau, kan, disamakan dengan kucing dan anjing?

Zimam: Gak (masih nyengir)

Danda: Kalau gitu, apa boleh diulangi (menjilat piring maksudnya).

Zimam: Gak boleh.

Danda: Bagus Abang ngerti. Sekarang, Danda mau kasih Abang hukuman karena sudah melakukan perbuatan tidak baik. Abang cuci piringnya, ya.

Zimam: Iya (minum air putih di sebelahnya lalu beranjak ke tempat cuci piring dan mencuci piring bekasnya).

~~~

Metode yang dipakai:

Di awal komunikasi, Danda gagal menggunakan nada ramah. Danda langsung berteriak sekaligus menginterogasi Abang Zimam.

Kemudian, Danda mengambil posisi di hadapan Abang Zimam dan perlahan menurunkan intonasi suara (mengendalikan intonasi suara dan menggunakan suara ramah).

Danda ganti menggunakan kalimat observasi untuk bertanya rasa bumbu mi goreng di piring (mengganti kalimat interogasi dengan pernyataan observasi).

Danda mengungkapkan bahwa telah Abang lakukan karena itu tidak sopan karena itu bukan kebiasaan manusia (jelas dalam memberikan kritikan).

Danda ingin Abang Zimam hanya menggunakan tangan untuk mengambil makanan (mengatakan apa yang kita inginkan, bukan yang tidak kita inginkan).

Danda pun memuji Abang Zimam yang paham bahwa perbuatan menjilat piring itu tidak baik (jelas dalam memberi pujian).

Danda menghukum Abang Zimam dengan mencuci piring (mengatakan apa yang kita inginkan, bukan yang tidak kita inginkan/keeping information short and simple).

Hasil: Danda dan Abang Zimam sama-sama belajar hari ini. Danda belajar lagi komunikasi produktif yang sempat luluh lantak, Abang Zimam belajar tentang sopan santun. Semoga kedepannya, kami berdua makin berkembang baik dalam berkomunikasi.

#hari10
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PS: Silakan lihat preview tulisan ini di instagram Danda, ya ^_^