Proyek Literasi Abang Zi

11 April 2020

Danda tak bisa lagi berkelit untuk tidak mengerjakan tugas orientasi Komunitas Ibu Profesional kali ini. Hahaha. Setelah membolos tidak mengerjakan tugas kapsul waktu (baru nyadarnya mepet, dan ada jadwal kuliah di depan mata) dan tidak mengerjakan tugas main idea (sungguh, informasinya terlewat terus, Danda jarang buka FB T_T), kali ini, alhamdulillah, WAG komunitas mengingatkan tugas Mini Project. Katanya kalau mengerjakan tugas ini, bisa memutihkan semua kebolosan sebelumnya, aih… Plus, tidak mengerjakan tugas ini artinya out dari komunitas, duh, nggak mau.. huhuhu.

Oke, karena renjana Danda adalah di bidang literasi, dan Danda ikut komunitas karena masih ingin ada di Rumah Belajar Menulis IP Jakarta, maka mini project kali ini Danda buat di bidang literasi. Menulis, membacakan dongeng, membaca novel, semua itu sungguh membuat Danda bahagia. Jadi, ayo lanjutkan!

Judul: Proyek Literasi Abang Zi

Deskripsi: Dalam proyek ini, Danda ingin mengajak Abang Zi menulis cerita. Abang Zi suka menulis komik, tapi tak suka menulis cerita. Danda ingin Abang Zi suka menulis apa saja.

Susunan tim:
Ketua tim: Danda Zi
Penasihat: Ayah Zi
Anggota: Abang Zi

Sasaran: writing skill Abang Zi

Waktu: selama #dirumahaja

Tempat: Rumah Zimam

Estimasi dana: Rp50.000 untuk membeli kertas

Parameter keberhasilan: Jika Abang Zi berhasil menyusun satu cerpen dengan diksi yang baik.

DSC_0496-01

Demikianlah, mini project yang Danda susun. Semoga berjalan lancar. Aamiin.


Merawat Fitrah Anak Laki-laki

24 Februari 2020

Game Level #11: Fitrah Seksualitas
Hari #4

PhotoGrid_1582470574402

Karena hari Minggu adalah GFOS (Gadget Free on Sunday) di Kelas Bunda Sayang, maka semalam tidak ada giliran pentas presentasi. Hehe. Sebagai gantinya, mahasiswi diminta membuat resume dari bahan bacaan yang dibacanya sendiri. Hari ini, Danda akan menulis resume tentang buku yang sedang Danda baca: Merawat Fitrah Anak Laki-laki.

Buku ini sebenarnya buku kembar. Buku satunya berjudul “Merawat Fitrah Anak Perempuan”. Tapi karena anak Danda dua-duanya adalah laki-laki, maka Danda lebih dulu membaca buku yang biru. Buku pink (untuk anak perempuan) nanti saja dibacanya, kalau dipercaya merawat anak perempuan, hehe.

Sejujurnya, Danda belum selesai membaca buku ini, hihi. Tapi di halaman awal, ada beberapa topik yang menggelitik Danda sebagai orang tua yang juga mantan remaja, “Salah Kaprah tentang Pubertas”. Di buku ini, pubertas dianggap sebagai hal yang harusnya bisa tidak dialami remaja. Sebutlah Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Hanafi, Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam An-nasi, Imam At-Tirmidzi, dan lainnya adalah pemuda-pemuda yang juga remaja yang tidak mengalami pubertas (Syantut, 2014). Para pemuda tersebut di masa remajanya menyibukkan diri dengan menuntut ilmu, sehingga mereka tak punya waktu lagi untuk membolos, susah diatur, bahkan tawuran.

Orang tua turut andil dalam memperpanjang masa remaja seorang anak. Padahal fitrahnya, ketika anak sudah aqil baligh, dia sudah dewasa. Jadi tak ada fase remaja, dari anak-anak langsung dewasa.

Danda merasa tertohok dengan tulisan ini. Danda juga pernah merasakan pubertas itu, dan sungguh, pubertas hanya merepotkan saja. Repot buat Danda sendiri, repot juga buat Nini dulu.

Tulisan ini membuat Danda berpikir, sepertinya Ayah dan Danda harus menyesuaikan diri lagi dalam mendidik Abang Zi. Tetap sesuai zamannya namun tidak menyalahi fitrahnya. Sulit? Iya, tapi pasti bisa!

DSC_0246-01

Siapa bilang menjadi orang tua itu mudah? No! Apalagi ketika kita ingin mengembalikan anak kita ke fitrahnya, tantangannya berat, cuy!

Semangat para orang tua zaman now! Kita pasti bisa jika kita berusaha. Semoga Allah menghitung niat kita sebagai ibadah. Aamiin. ^_^

PicsArt_02-23-10.12.38

#Hari4
#GameLevel11
#Tantangan10Hari
#FitrahSeksualitas
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Berburu Logam Mulia untuk Masa Depan

8 Juli 2013

Gambar

Gambar diambil dari sini

Harga emas lagi anjlok, nih… Makanya aku getol banget nguras tabunganku buat beli emas hehehe…

Tapi emas yang aku beli gak sembarang emas, aku lebih milih nabung emas dalam bentuk Logam Mulia alias LM.

Waktu di Pangkalpinang, aku beli LM di Pegadaian Syariah. Selain karena aku gak tau di mana beli LM di Pangkalpinang, aku juga gak percaya sama penjual emas di Pangkalpinang. Mana satuan ukur emas di sana itu “mata” bukan gram. 1 gram itu (katanya) 2,5 mata. Pokoknya aku pesen liontin itu 7,5 mata = 2,85 gram. Hitung sendiri, lah!!! ^_^

Nah, karena aku sudah pindah ke Jakarta, Ibukota! (hehehe), makanya akupun hunting LM dengan harga yang termurah. Setelah denger bisik-bisik sana-sini, terdapatlah nama sebuah toko yang jadi langganan hampir semua pemburu LM di dunia (lebay, yah, daku? :p)

Toko itu bernama “Jaya Abadi” di Cikini.

^_^

Semurah apa, sih?

Yah… Ayah si Zimam nanya ke Pegadaian kemarin, harga LM 10 gram 4,7… di toko ini 4,4… Ambil!!! 😀

Kalo ke Pusat Emas Cikini, masuk aja, n tanya ke tukang parkir, di mana Jaya Abadi. Semua udah tau kok di mana posisinya. 🙂