Bicara Jujur atau Diam

1 Februari 2020

Game Level #10: Membangun Karakter Anak lewat Dongeng
Hari #9

PhotoGrid_1580488799827

Yeay, hari kesembilan. ^_^

Hari ini Abang Zi bilang pada Danda: cerita Si Kumbang dari Nenek Enid Blyton bahasanya sulit, Danda. Abang Zimam cepat bosan.

Oke, mungkin karena Nenek Enid Blyton memakai bahasa Inggris lama, dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia lama pula, maka jadi membosankan buat generasi milenial. Danda pun setuju membacakan cerita Si Kumbang dari Nenek Enid Blyton ini. (Nenek? harusnya Moyang, ya? beliau meninggal ketika Nini Zi berusia 5 tahun, hehe).

Abang Zi pun menyambar buku Kumpulan Cerita Binatang Jilid 1 yang Danda dapatkan dari obralan buka gudang Gramedia Palmerah beberapa waktu lalu.

Malamnya, seperti yang sudah dijanjikan, Danda membacakan kisah Tpmmy di Pengadu. Jadi, Tommy ini suka sekali mengadukan orang lain. Masalahnya, cerita Tommy ini bohong semua. “Bu, Anne meminjam penghapusku dan tidak mengembalikannya,” kata Tommy. Padahal, Anne tidak meminjam penghapus Tommy.

Tommy bertemu dengan Ibu Mata Gelap yang menyihir sepatu Tommy agar mengadu. Saat Tommy mengadu yang tak benar tentang temannya, sepatu Tommy akan mengadu yang tak benar tentang Tommy. Akhirnya, Tommy berhenti mengadukan temannya, apalagi yang tidak benar.

Hal ini langsung kami diskusikan. Perbuatan Tommy ini termasuk fitnah, jadi kita sangat tidak boleh melakukannya. Danda harap, Abang Zi tak perlu punya sepatu seperti Tommy, karena Danda berharap Abang Zi tak pernah berbohong, apalagi memfitnah teman, jangan.

DSC_0199-01

Apa reaksi Abang Zi? Aduh, kasian Tommy, temannya sakit hati sekali, dia sakit hati berkali-kali. Makanya, jaga mulut, jangan bohong.

Alhamdulillah, tabarakallah. Sekali lagi, moral cerita dapat dipetik. InsyaAllah bukan hanya Abang Zi yang karakternya terbangun dari dongeng, Danda juga. Semoga berkah. Aamiin. ^_^

PicsArt_01-31-11.42.49

#Hari9
#GameLevel10
#Level10
#Tantangan10Hari
#BunsayBatch#5
#KuliahBundaSayang
#KuliahBunsayIIP
#MariMendongeng
#GrabYourImagination
#InstitutIbuProfesional


Menghargai Milik Orang Lain

31 Januari 2020

Game Level #10: Membangun Karakter Anak lewat Dongeng
Hari #8

PhotoGrid_1580421934238

Alhamdulillah, tabarakallah, sudah hari kedelapan game ini kami jalankan. InsyaAllah akan terus lanjut sampai selesai. Aamiin.

Malam ini diskusi kami tidak jauh dari dongeng yang Danda bacakan untuk Abang Zi. Untuk buku yang ini, Abang Zi spesial minta dibacakan. Mungkin karena bukunya berbahasa Inggris, sih. Jadi buku ini sudah dibaca oleh Abang Zi, namun dia minta dibacakan lagi. Katanya, pas dia baca buku ini, agak-agak tidak paham, hahaha. Wajar sih, bahasa Inggris kan bukan bahasa ibu buat Abang Zi, walau dia sudah bisa bercakap-cakap dalam bahasa Inggris dengan lancar.

Akhirnya, Danda pun membacakan kisah “Tiga Beruang” ini. Dikisahkan ada keluarga Beruang yang jalan-jalan pagi sambil menunggu sarapannya dingin. Ada punya gadis bernama Goldilocks yang bangun terlalu pagi dan jalan-jalan ke hutan. Goldilocks menemukan rumah Beruang, memasukinya, memakan bubur anak Beruang, merusak kursi anak Beruang, dan tidur di kasur anak Beruang. Saat ketahuan, Beruang marah, namun Goldilocks berhasil kabur.

Apakah perbuatan Goldilocks benar? Tidak. Goldilocks salah. Tidak seharusnya dia masuk rumah orang lain tanpa izin pemiliknya. Apalagi makan makanan di dalamnya, merusak barang milik orang lain, dan tidur di tempat tidur orang lain. Goldilocks tidak menghargai hal milik orang lain. Goldilocks adalah contoh yang buruk.

DSC_0198-02

Goldilocks tidak boleh ditiru. Kita harus menghargai milik orang lain dengan meminta izin dahulu sebelum menggunakan barang milik orang lain, atau memakan makanan orang lain. Ingat, makanan milik orang lain haram hukumnya bagi kita jika kita memakannya tanpa izin. Begitulah isi diskusi kami.

Alhamdulillah, tabarakallah. Walau sepele, Danda kembali belajar bersama Abang Zi, bahwa kita harus menghargai milik orang lain. InsyaAllah kami akan terus belajar tanpa mengganggu hal orang lain. Aamiin ^_^

PicsArt_01-31-05.09.12

#Hari8
#GameLevel10
#Level10
#Tantangan10Hari
#BunsayBatch#5
#KuliahBundaSayang
#KuliahBunsayIIP
#MariMendongeng
#GrabYourImagination
#InstitutIbuProfesional


Punya Akal dan Berpikir

30 Januari 2020

Game Level #10: Membangun Karakter Anak lewat Dongeng
Hari #7

PhotoGrid_1580339687416

Manusia diciptakan Allah untuk jadi pemimpin di muka bumi ini. Begitulah Danda mengajarkan tentang eksistensi manusia kepada Abang Zi. Hehehe.

Setelah kemarin berdiskusi tentang apakah di jagat raya ini ada makhluk seperti manusia, yang hidup di sebuah planet d sebuah tata surya dan menyembah Allah, malam ini kami berdiskusi tentang bagaimana manusia menggunakan akal pikirannya untuk berpikir.

Pas banget, kisah yang akan diceritakan adalah kisah Salman Al-Farisy, sahabat Rasulullah Salallahualaiwasalam yang berasal dari Persia. Salman tadinya seorang Majusi, penyembah api. Dia lalu berpikir, bagaimana mungkin api yang diciptakan manusia dan harus dijaga agar tidak padam, jadi tuhan? Karenanya Salman mengembara hingga nasib menjadikannya seorang budak, hingga akhirnya ia menemukan Rasulullah dan masuk Islam. Ohya, sebelum masuk Islam, Salman sudah lama belajar bagaimana cara menyembah Allah Subhanawataala melalui uskup-uskup Nasrani (sebelum Nabi Muhammad diangkat sebagai Rasul).

Dari kisah itu Abang Zi tahu, bahwa Salman Al-Farisy adalah orang yang cerdas. Ia tak mau begitu saja menerima ajaran nenek moyangnya untuk menyembah api buatan manusia. Ia menggunakan akal yang diberikan Allah untuk berpikir.

Begitulah seharusnya manusia, berpikir. Karena itulah kita diberi akal oleh Allah. Kita bisa melihat sudah banyak manusia sukses karena berpikir. Mereka bisa, kita pun juga bisa.

DSC_0175-01

Alhamdulillah, tabarakallah. Abang Zi dan Danda sekali lagi belajar tentang eksistensi manusia di muka bumi ini. Juga belajar kembali, bahwa Allah memberikan akal pada manusia agar manusia dapat berpikir sebelum mengambil keputusan.

InsyaAllah, akan ada banyak ilmu, baik ilmu baru maupun mengingat kembali, yang akan terus Danda dan Abang Zi pelajari. Semoga membawa manfaat, aamiin. ^_^

PicsArt_01-30-06.17.33

#Hari7
#GameLevel10
#Level10
#Tantangan10Hari
#BunsayBatch#5
#KuliahBundaSayang
#KuliahBunsayIIP
#MariMendongeng
#GrabYourImagination
#InstitutIbuProfesional


Allah Tak Sama dengan Makhluk-Nya

29 Januari 2020

Game Level #10: Membangun Karakter Anak lewat Dongeng
Hari #6

PhotoGrid_1580219717901

Selasa ceria. Danda habis dari perpusnas hari ini. Wah, baru sekali ini kesampaian mengunjungi perpustakaan tertinggi di Asia Tenggara ini. Beberapa kali ingin mengajak Abang Zi ke perpusnas, selalu saja ada halangan. Kapan-kapan dijadiin, ah, rencana mengajak Abang Zi ke sini.

Danda akhirnya sempat mampir ke toko buku dan membeli majalah bobo edisi terakhir. Kasihan Abang Zi, sudah 2 pekan tidak membaca bobo, padahal ada cerbung yang dia tunggu. Sayang sekali Danda hanya dapat 1 edisi saja, edisi pekan lalu sudah tidak ada, hiks.

Malamnya, Abang Zi minta Danda melanjutkan membaca Cerita Bada Isya. Kali ini Danda membaca cerita tentang kaum Nabi Musa a.s., Bani Israil, yang membangkang Nabi Musa dan menantang ingin melihat Allah subhana wataala.

Lalu seperti apa Allah itu? Allah tak seperti makhluk-Nya. Itu saja jawabannya. Agak lama Danda menjelaskan konsep “Tak Seperti Makhluk-Nya” ini. Dan diskusi kami sampai ke luasnya alam semesta. Abang Zi yang memang tertarik pada astronomi, antusias turut menjelaskan luasnya galaksi Bimasakti dan banyaknya galaksi-galaksi lain di jagat raya.

Satu komentar Abang Zi yang menurut Danda lucu, “bintang yang kita lihat ini, jaraknya seribu tahun cahaya dari bumi, artinya dia bersinar hari ini, baru nyampe bumi seribu tahun lagi. Telat banget, yak. Buminya kudet, donk?”

Halah. ^_^

DSC_0194-01

Kita boleh kok ingin tahu tetang segala hal, itu malah bagus. Tapi ada hal-hal yang kalau kita terlalu penasaran, akal pikiran kita tidak bisa menjangkaunya. Maka biarkan itu jadi misteri. Pikirkan yang kita bisa pikirkan saja. Seberapa luasnya alam raya, pelan-pelan saja mencari tahunya, ya.

Alam raya ini sangat luas. Bahkan para ilmuwan belum sepakat mengenai itu. Mari kita mempelajarinya secara perlahan tapi pasti, ya. InsyaAllah jadi berkah bagi kita. Aamiin ^_^

PicsArt_01-28-09.58.29

#Hari6
#GameLevel10
#Level10
#Tantangan10Hari
#BunsayBatch#5
#KuliahBundaSayang
#KuliahBunsayIIP
#MariMendongeng
#GrabYourImagination
#InstitutIbuProfesional


Berpuasa, Beribadah, dan Tidak Marah

28 Januari 2020

Game Level #10: Membangun Karakter Anak lewat Dongeng
Hari #5

PhotoGrid_1580171680646

Alhamdulillah, Senin lagi. Hari ini jadwal Abang Zi penuh. Tapi sepertinya dia menyukai jadwal penuhnya itu. Buktinya, jadwal ngaji baru jam setengah lima, jam empat dia sudah berangkat. Hehe.

Malam ini giliran Danda membacakan kisah Nabi Zulkifli a.s. Abang Zi senang sekali jika dibacakan kisah Nabi Zulkifli. Seperti yang diketahui, Zulkifli adalah nama belakang Abang Zi, yang juga nama Ayah. Abang Zi kan father complex, jadi senang sekali punya nama kembar sama Ayah. Haha.

Danda bercerita tentang Nabi Zulkifli a.s. yang selalu berpuasa di siang hari, beribadah di malam hari, dan tidak pernah marah. Abang Zi bilang: siang puasa malam ibadah, mungkin bisa dilakukan, tapi tidak marah? aduh.

Sama, Nak. Danda juga tidak yakin bisa tidak marah seperti Nabi Zulkifli. Tapi demikianlah sifat beliau. Nabi yang juga raja. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah mengendalikan amarah. Jika kita berdiri saat marah, duduklah. Jika duduk masih marah, berbaringlah. Jika masih marah juga, berwudulah. Masih marah juga, salat dua rakaat, insyaAllah marahnya reda. Alhamdulillah, Danda kalau marah cuma sampai berbaring saja sih, tapi terus lanjut merem, dan tidur. Bangun-bangun lupa sama marahnya, hahaha.

DSC_0190-01

Marah adalah sifat dasar manusia. Hanya manusia terpilih saja lah yang mampu mengendalikan amarah dengan baik, sisanya, belajar mengendalikan amarah.

InsyaAllah Abang Zi, Danda, dan Ayah, selalu belajar mengendalikan amarah dengan baik. Semoga kami selalu bisa mengatasinya. Aamiin. ^_^

PicsArt_01-28-07.36.41

#Hari5
#GameLevel10
#Level10
#Tantangan10Hari
#BunsayBatch#5
#KuliahBundaSayang
#KuliahBunsayIIP
#MariMendongeng
#GrabYourImagination
#InstitutIbuProfesional


Cara Beriman kepada Allah

27 Januari 2020

Game Level #10: Membangun Karakter Anak lewat Dongeng
Hari #4

PhotoGrid_1580053530197

Alhamdulillah, hari Minggu ini cerah. Abang Zi bilang kalau dia ada tugas membuat bunga sakura dari sekolahnya. Karena itu, hari ini kami jadwalkan untuk mencari bahan-bahan untuk membuat bunga sakura itu.

Mungkin karena kemarin hari Sabtu dan sekarang hari Minggu, kami menghabiskan waktu di luar rumah. Abang Zi belum selesai membaca buku “Monyet Mike” yang mulai dibacanya kemarin. It’s okay, Boy. Take your time. Tidak ada ujian untuk semua buku itu, kok. ^_^

Setelah kami membeli dan membuat bunga sakura yang jadi tugas Abang Zi, kami pun beristirahat (iya, kami sekeluarga yang mengerjakan tugas Abang Zi, bersama-sama, hahaha).

Malam ini Danda bercerita tentang Nabi Daud a.s. yang dianugerahi Allah suara merdu, sehingga saat beliau membaca kitab Zabur yang berisi perintah beribadah kepada Allah, semua orang berhenti untuk mendengarkan. Nabi Daud a.s. juga diberi mukjizat berupa bisa membengkokkan besi dengan tangannya. Dan banyak lagi mukjizat yang diberikan Allah pada Nabi Daus a.s.

Kami pun membahas kitab-kitab Allah. Ada empat kitab yang telah diturunkan Allah untuk umat manusia, yang tercatat di Al-Quran. Mungkin ada lebih dari empat kitab, hanya saja, yang wajib kita ketahui hanya empat saja, yaitu Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Quran. Semuanya berisi petunjuk-petunjuk untuk beribadah kepada Allah. Makin lama, isi kitab makin disempurnakan. Akhirnya Al-Quran sebagai kitab akhir zaman, adalah kitab yang paling sempurna di antara keempatnya.

Bagaimana cara beribadah pada Allah? Gampang saja. Cukup laksanakan perintah-Nya, dan jauhi larangan-Nya, tanpa bertanya kenapa.

Kalau ingin tahu kenapa, boleh. Asal larangan tetap dijauhi, dan perintah tetap dilaksanakan. Seiring waktu kita boleh kok bertanya kenapa disuruh atau kenapa dilarang.

Danda pun bercerita bahwa betapa orang zaman dulu suka sekali minum khamr atau minuman keras. Tapi ketika turun perintah bahwa khamr itu haram, mereka langsung membuangnya ke jalanan. Seharusnya sekarang juga begitu. Ketika ada fatwa ulama bahwa rokok itu haram, orang seharusnya tidak bertanya lagi, langsung berhenti merokok. Itulah beda tingkat keimanan orang di zaman Rasul dan zaman now.

DSC_0183-01-01

Sampai saat ini Abang Zi paham bagaimana cara beriman dan beribadah pada Allah, yaitu dengan mengerjakan saja semua perintah-Nya dan menjauhi saja semua larangan-Nya. Kalau ingin tahu kenapa, boleh, tapi perintah tetap dijalankan, dan larangan tetap dijauhi.

InsyaAllah, semoga Allah tetap melindungi kami dan mengumpulkan kami bersama orang-orang yang Allah cintai. Aamiin. ^_^

PicsArt_01-26-10.47.43

#Hari4
#GameLevel10
#Level10
#Tantangan10Hari
#BunsayBatch#5
#KuliahBundaSayang
#KuliahBunsayIIP
#MariMendongeng
#GrabYourImagination
#InstitutIbuProfesional


Saat Kita Jadi Dewasa

26 Januari 2020

Game Level #10: Membangun Karakter Anak lewat Dongeng
Hari #3

PhotoGrid_1579973230563

Sabtu malam minggu, seperti biasa, Abang Zi merengek minta diizinkan begadang. Dasar anak kecil, ya. Dia belum tahu kalau sudah dewasa kita malah ingin tidur lebih lama. Hahaha.

Ayah pun mengizinkan Abang Zi untuk tidur lebih malam sampai pukul 12 malam. Danda menunggu sampai Abang Zi tidur. Sebuah dongeng tentang tidur harus disampaikan. Hehehe.

Hari ini, Abang Zi selesai membaca buku Enid Blyton ketiga, “Monyet Mike”. Kesan setelah membaca: B aja. Baiklah. Mungkin karena kemarin dia sudah membaca cerita yang sungguh mengharukan hingga cerita hari ini seperti antiklimaks. Hehehe.

Jam 12 malam, teng, Danda mengajak Abang Zi tidur. Dia langsung mematikan mainannya dan masuk kamar bersama Danda.

Danda mulai bercerita tentang Raja Thalut yang melawan Jalut. Untuk cerita ini, kami punya pantun unik dan lucu.

Thalut melawan Jalut
Melihat Jalut, orang takut
Tapi Daud tak takut melawan Jalut
Dan saya tidak ikut-ikut

^_^

Tiga baris pertama pantun di atas, disadur dari cerita Daud muda saat melawan Jalut. Baris terakhir, kami tambahkan sebagai lucu-lucuan saja.

Danda menjelaskan, dulu orang tidak mengenal masa remaja. Dari anak-anak langsung dewasa. Ketika manusia sudah mencapai masa baligh, mereka langsung aqil atau dewasa. Lingkungan dan budaya yang membentuk mereka demikian. Orang zaman sekarang banyak yang terlambat dewasa. Usia sudah jauh melewati baligh, tapi belum juga aqil.

Danda bilang, tak meminta Abang Zi seperti Nabi Daud a.s. atau orang zaman dulu yang begitu baligh langsung aqil saat itu juga, karena zaman juga sudah berbeda. Tapi paling tidak, jangan terlalu jauh jarak antara baligh dan aqil. Ayah dan Danda mengalami masa aqil yang tak jauh dari baligh, Abang Zi juga pasti bisa.

_20200126_002747-01

Ada banyak sekali cerita tentang kepiluan yang dialami orang tua yang anaknya terlambat dewasa. Sedih jika mendengarnya. Kasian oang tuanya, kasian si anak juga. Karenanya Ayah dan Danda berusaha menyiapkan Abang Zi di usia prabaligh ini, agar ia siap menghadapi masa balighnya. Agar iya bisa segera aqil atau dewasa dalam berpikir.

InsyaAllah, kami bisa melakukannya. Aamiin. ^_^

PicsArt_01-26-12.30.06

#Hari3
#GameLevel10
#Level10
#Tantangan10Hari
#BunsayBatch#5
#KuliahBundaSayang
#KuliahBunsayIIP
#MariMendongeng
#GrabYourImagination
#InstitutIbuProfesional