Seeing is Believing, Really?

3 Oktober 2019

Hari ketiga tantangan WRITOBER ^_^

Kali ini bertemakan “mata”

Entah kenapa jika mendengar kata “mata”, aku jadi teringat pada krim mata kesayanganku, “Seeing is Believing Hydrating Eye Cream”.

Iya, ini produknya Oriflame.

Nggak kok, aku tidak sedang ingin mempromosikan produk ini, walau aku sudah memakainya sejak tahun 2004. Hihihi.

Aku mengangkat judul ini karena filosofinya. Sekarang aku jadi berpikir, apakah aku memakai krim mata ini karena namanya, atau aku suka frasa ini karena aku memakai krim mata bernama sama? Ah, pusing kalau dipikirkan. Hahaha.

Yang jelas, aku suka sekali dengan kata “seeing is believing”, karena ini menggambarkan kenyataan. Mau dibilang “don’t judge a book by its cover”-lah, mau dibilang “lihat ke dalam dulu”-lah, yang jelas mata adalah pintu informasi pertama. Dan biasanya, informasi pertama adalah informasi yang paling melekat di kepala serta dianggap benar. Setuju?

Bahkan dalam bahasa Indonesia pun ada pepatah tentang mata, “dari mata turun ke hati”.

Jadi ya, hati-hati dengan mata. Hal baik dan buruk masuk lewat mata. Saringan informasi pertama seharusnya ya, mata.

Danda ini sedang ngomongin apa, sih?

Aku sedang membicarakan mata, dong. Dari tadi kemana saja? Hahaha.

DSC_1275

Gambar yang dilihat oleh mata, dokumentasi pribadi.

Penutup:

Ini sebuah lirik lagu TK

“matamu yang mungil, jagalah.
jangan sampai melihat yang salah.
kar’na Allah yang esa yang telah menciptakan
matamu yang mungil, jagalah.”

#Writober
#RBMIpJakarta
#ibuprofesionaljakarta
#hari3
#mata


Tantangan di Akhir Pekan

11 Agustus 2019

Game Level #5: Menstimulasi Anak Suka Membaca
Hari #3

PhotoGrid_1565455245119

Akhir pekan adalah waktu di luar rumah. Waktunya kami sekeluarga mengeksplor lingkungan sekitar. Menulis merupakan hal yang sangat menantang bila masuk akhir pekan. Bahkan kadang, membaca pun tak sempat dilakukan.

Abang Zi sebenarnya tetap membaca kapan pun. Karena dia sedang suka membaca. Dia punya sebundel komik Gober Bebek dan setumpuk Komik KKPK dan Next G yang walaupun dibaca berulang-ulang – kata Abang Zi – tidak akan membuat bosan. Tapi menulis cerita yang dibacanya? Hm…

Hari ini sengaja Danda mengajak Abang Zi ke toko buku dan membelikannya sebuah buku baru. Tujuannya agar dia tertarik buku itu dan membacanya, serta menuliskan resensinya. Buku Komik Next G berisi 5 cerita. Tapi mungkin karena sudah lelah, Abang Zi menulis hanya 1 cerita saja. Artinya dia hanya dapat menempelkan 1 daun saja.

PhotoGrid_1565455298284

Abang Zi sempat protes, tapi Ayah menjelaskan aturan main Pohon Literasi ini, sehingga dia pun – walau dengan bersungut-sungut – menerima aturan main ini. ^_^

Danda sendiri baru sempat membaca sinopsis cerita Magnus Chase karangan Rick Riordan. Ini buku yang baru Danda beli, buku berbahasa Inggris yang sudah lama Danda inginkan. Sekalian mengasah kemampuan berbahasa Inggris Danda. ^_^

DSC_1268-01

Hari ini Ayah tidak menempelkan daun, Danda menempelkan 1 daun, dan Abang Zi menempelkan 1 daun. Sepi, yak? Hehehe.

Target Danda untuk diri sendiri adalah menyelesaikan Novel Magnus Chase ini dalam waktu satu pekan. Semoga tercapai, aamiin.

Mari selesaikan membaca si Magnus Chase ini! ^_^

#hari3
#gamelevel5
#tantangan10hari
#pohonliterasi
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


I Am A Celebrity, You Know! ^_^

2 Mei 2019

Game Level 2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Hari #7

PhotoGrid_1556695914368

Tema: Menyiapkan Makanan Sendiri

Topik: Full tummy, fresh throat

Misi: Abang Zi makin peduli dengan badannya dan sinyal-sinyal yang dikirim sang badan.

~~~

Hari ini benar-benar drama. Karena libur, Abang Zi menolak bangun lebih pagi setelah salat Subuh, akhirnya dia terlambat sarapan. Sebenarnya semalam Danda sudah berbaikan dengan Abang Zi dengan mengedit video kemarin bersama-sama. Danda pikir Abang akan bekerja sama dalam pembuatan video hari ini. Tapi Abang berkata TIDAK.

Akhirnya kegiatan si Abang menyiapkan makanannya sendiri terlewat begitu saja.

Tapi tak lama, Abang Zi melihat teko air yang kosong. Dan dengan inisiatif sendiri dia mengambil teko itu.

“Danda, ayo kalau mau direkam.” Kata Abang Zi.

“Hah?” Danda langsung menerima tawaran tersebut.

“Dari belakang saja, ya! Soalnya Abang Zimam masih pakai baju tidur.” Katanya lagi. Memang Abang Zi masih memakai piyamanya.

“Oke, Danda videoin dari belakang, ya.” Jawab Danda setuju.

(Videonya diunggah di akun instagram Danda).

DSC_0805-01

Haduh, macam selebritas aja ya, ada syarat untuk merekam. Hahaha…

Alhamdulillah, Abang Zi makin peduli dengan lingkungan. Tak perlu disuruh, sudah melakukan apa yang dia anggap seharusnya dilakukan. Danda bangga. ^_^

PicsArt_05-01-02.34.09

Mission accomplished!

#hari7
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Birthday Challenge

27 April 2019

IMG_20190427_234236_013

Alhamdulillah hari ini saya sudah 35 kali mengelilingi matahari. Terima kasih pada Allah Subhanawataala, atas 35 kali kesempatan emas ini.

Hari ini ditutup dengan makan malam keluarha di Shaburi All You Can Eat, Kokas. Kenaoa Shaburi? Karena makan di sana gratis buat yang ulang tahun ^^

InsyaAllah tahun-tahun berikutnya lebih shalihah lagi, lebih baik lagi, dan lebih pintar lagi.

Banyak birthday wishes yang saya ucapkan, berharap terkabul satu demi satu, aamiin.

Dan malam ini saya membuat challenge dengan Pak Suami. Challenge menurunkan lingkar perut. Waktunya adalah mulai malam ini hingga malam takbir lebaran nanti.

Hukuman bila kalah, mengikuti perintah yang menang. Kalau Pak Suami kalah, dia harus lari pagi 3 akhir pekan berturut-turut, 2x putaran keliling jalan arus-salak. Bila saya kalah, saya harus lari keliling lingkar dalam monas. Yeay ^^

Doakan menang, yaaaa ❤


Ikat Yang Kencang dan Berlarilah!

27 April 2019

Game Level 2: Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian
Hari #2

PhotoGrid_1556347335991

Tema: Menyiapkan Keperluan Pribadi

Topik: Mengikat tali sepatu

Misi: Abang Zi bisa mengikat tali sepatu dengan baik dan benar

~~~

Ayah dan Danda mengakui, kami telat mengajarkan Abang Zi mengikat tali sepatunya sendiri. Di mana anak lain belajar mengikat tali sepatu di usia PAUD, Abang Zi belum bisa melakukannya sampai dia kelas 2 SD. Itu semua karena Ayah dan Danda memilih membeikan sepatu model keds atau sneaker tanpa tali untuk Abang Zi.

Melalu game ini, Danda berpikir bahwa inilah saatnya untuk kami mengajarkan keterampilan ini pada Abang Zi. Hari libur belajar menyiapkan makanan sendiri, hari sekolah belajar mengikat tali sepatu sendiri.

Zimam: Danda, ikat dulu baru dilipat, kan?

Danda: Iya, ikatnya dari pangkalnya ya, Bang.

DSC_0760-01

Alhamdulillah, walau masih belum benar dan belum kencang, Abang Zi bisa mengikat tali sepatunya. Danda sengaja membiarkan talinya tidak terlalu kencang sesuai ikatan Abang Zi (Danda tidak mengulang mengikat). Biar si Abang bisa merasakan nyamannya di mana. ^_^

PicsArt_04-27-02.11.53

Mission (not so) accomplished! 😀

#hari2
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

PS: Postingan dengan video, bisa dillihat di akun instagram Danda, ya. ^_^


Game Level #2 Melatih Kemandirian

25 April 2019

Alhamdulillah, setelah mendapatkan Bagde Outstanding Performance di Game Level #1, kali ini saya memasuki babak Game Level #2: Melatih Kemandirian.

Karena sudah punya anak, Abang Zi, saya ditantang untuk menerapkan teori pelatihan kemandirian anak pada Abang Zi.

Apa sih Mandiri itu?

man.di.ri

a dalam keadaan dapat berdiri sendiri; tidak bergantung pada orang lain: sejak kecil ia sudah biasa — sehingga bebas dari ketergantungan pada orang lain

KBBI Edisi V

Awalnya saya bingung, untuk ukuran kelas 2 SD, usia 8 tahun, dan anak yang tak punya saudara lagi, Zi termasuk anak yang super mandiri. Apa yang belum bisa ia lakukan? Dia sudah tidur di kamarnya sendiri, dia bisa menanak beras jadi nasi, dia bisa membuat telur ceplok atau dadar sederhana sendiri, dia bisa masak mi instan sendiri. Mandi sendiri, berangkat ngaji sendiri, salat ke masjid sendiri, sudah bisa menabung di bank, sudah bisa menyisihkan uang saku, dan lain-lain. Apalagi yang bisa saya angkat dalam game ini?

Fasilitator saya pun memberi saya gambar ini:

Ternyata banyak ya yang belum saya ajarkan ke Zi. ^_^

Baiklah, setelah berdiskusi dengan si Ayah, kami sepakat untuk mengangkat topik “memakai tali sepatu sendiri” dan “menyiapkan makanan sendiri” dalam Game Level #2 Melatih Kemandirian kali ini.

Bismillah, game level 2 ini saya mulai dengan 3 kunci pokok yang harus dipegang

KONSISTENSI | MOTIVASI | TELADAN

Karena kita tak akan selamanya bersama dengan anak-anak kita. Melatih kemandirian itu adalah sebuah pilihan hidup bagi keluarga kita. – Tim Fasilitator Bunda Sayang, 2019

#gamelevel2 #tantangan10hari #melatihkemandirian #kuliahbundasayang #institutibuprofesional


Tampil di Depan Umum, Siapa Takut?

24 Maret 2019

Selama 2 kali Sabtu berturut-turut, tanggal 16 dan 23 Maret 2019, Zimam kami daftarkan untuk mengikuti Pelatihan Junior Publuc Speaker di Rumah Psikologi Giera (@rumahpsikologigiera). Alasannya karena waktu story telling di LIA Pramuka beberapa waktu lalu, suara Zimam nyaris tak terdengar. Sepertinya dia demam panggung.

Foto dari Syari (夏日), Yeptirani

Seperti biasa, sebelum didaftarkan, saya menanyakan pendapatnya dulu. Maukah ikut, Kenapa ikut, Apa manfaatnya jika ikut. Hal-hal tersebut selalu kami paparkan sebelum mendaftarkan Zimam ke sebuah acara. Tujuannya agar Zimam merasa nyaman dan tak terpaksa mengikutinya.

Setelah pemaparan kami sampaikan dan Zimam setuju, barulah saya mendaftarkannya dalam acara ini.

DSC_0556

Sesi pertama dilakukan pada hari Sabtu, 16 Maret 2019. Acara dimulai pukul 09.00 WIB di Rumah Psikologi Giera di Komplek Sekneg Cempaka Putih. Kami terlambat tiba saat itu. 15 menit terlambat. Namun karena masih awal, dan masih perkenalan, Zimam dapat berbaur dengan baik.

Orang tua diminta tidak menemani anak-anaknya. Karena itu saya dan Ayah Zimam pun berkeliling mencari sarapan, mengingat yang sudah sarapan di rumah ya hanya Zimam 🙂

Pilihan sarapan kami jatuh pada Soto Ambengan Pak Sadi. Review? Kapan-kapan, ya. Hehe.

Pukul setengah 11 siang, kami diminta kembali ke Rumah Psikologi Giera untuk mendengarkan presentasi anak. Ternyata anak-anak diminta menggambar dan mempresentasikan gambarnya. Zimam lancar dan singkat dalam presentasinya. Hahaha.

DSC_0543

Kemudian kami pun pulang.

Sabtu berikutnya, 23 Maret 2019, kami kembali ke Rumah Psikologi Giera. Anak-anak kembali ditinggal, dan kami kembali sarapan di Soto Ambengan Pak Sadi. Setengah 11, kami kembali ke Giera dan mendapati anak-anak sudah siap dengan presentasinya.

Ternyata anak-anak dibagi menjadi 3 kelompok, di mana masing-masing kelompok bertugas mewawancarai seorang pedagang di sekitar Giera. Ada tukang mi ayam, tukang jus, dan tukang sayuran. Zimam kebagian kelompok yang mewawacarai tukang mi ayam.

DSC_0559

Presentasi Zimam atas wawancara dengan Tukang Mi Ayam-nya cukup bagus dan lancar. Bahkan saya tak percaya bahwa dia sebegitu lancarnya, bila dibandingkan dengan saat di LIA, sih. Hahaha.

Secara keseluruhan, kami merekomendasikan acara semacam ini untuk perkembangan kepribadian anak. Jika ada yang seperti ini lagi, kami mempertimbangkan mengikut sertakan Zimam kembali.

^_^