Menghabiskan di Jalan yang Benar, Sebuah Aliran Rasa Game Level #8

11 Desember 2019

Game Level #8: Cerdas Finansial Sejak Dini
Aliran Rasa

PhotoGrid_1575986272984

Alhamdulillah, tabarakallah. Melalui game ini, Danda diberi kesempatan belajar lagi tentang kecerdasan finansial. Yup, sembari mengajari Abang Zi tentang ini, Danda juga banyak belajar dan berlatih.

Cerdas finansial itu mampu membedakan keinginan dan kebutuhan. Sebelum mengikuti kelas Bunda Sayang, Danda adalah murid daring pakar ekonomi Safir Senduk. Danda sudah belajar teori tentang beda keinginan dan kebutuhan. Namun, praktik tak sama dengan teori. Di lapangan, semua keinginan Danda adalah kebutuhan. Sulit.

Melalui game ini, Danda juga menantang diri Danda untuk bisa membedakan keinginan dan kebutuhan. Lapar, ingin makan, butuh makan enak dan mahal. Duh.

PhotoGrid_1575992330371

Dalam game ini, Ayah, Danda, dan Abang Zi juga belajar tentang mental kaya dan mental miskin. Intinya, orang bermental kaya selalu mendahulukan Hak Tuhan. Selama ini Danda selalu mendahulukan cicilan utang. Aduh malunya. Waktunya berubah, Danda!

Abang Zi sendiri sudah berhasil menerapkan mini budget pada uang sakunya. Setiap tiga hari dia akan bersedekah dua ribu rupiah, walaupun Danda bilang Hak Tuhan di uang saku dia hanya 500 rupiah. Lebih gak papa, katanya.

Akhirnya Danda sedikit demi sedikit belajar dari Abang Zi. Padahal Danda yang punya ilmunya, diajarkan ke Abang Zi, eh dia yang praktik duluan. ^_^

DSC_0028-01

Hidup adalah belajar. Orang yang beruntung adalah yang selalu menuju ke arah lebih baik. Dan keberuntungan adalah nama lain dari kerja keras.

Mari belajar lagi! ^_^

PicsArt_12-10-10.40.46

#AliranRasa
#GameLevel8
#Tantangan10Hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Membeli dengan Sadar

6 Desember 2019

Game Level #8: Cerdas Finansial Sejak Dini
Hari #15

PhotoGrid_1575559221817

Sepulang Danda dari kantor, Abang Zi menunjukkan sebuah cincin.

Zimam: Ini Abang Zimam beli di sekolah, harganya 3.000.

Danda: Wah, cincin? Dalam rangka apa?

Zimam: Gak ada, kepingin saja.

Danda: Keinginan?

Zimam: Tapi kebutuhan Abang Zimam sudah dibeli, kok. Abang Zimam beli batagor sama kentang goreng. Terus kan uang Abang Zimam ada sisanya, Abang Zimam beli cincin ini.

Danda: Oh, nggak apa-apa kalau gitu. Ya sudah, mau dipakai di jari yang mana?

Zimam: Buat Danda saja. Abang Zimam sudah nggak suka.

Danda: Kok gitu?

Zimam: Iya, pas beli agak-agak kepingin, setelah beli sudah nggak kepingin lagi. Hilang kepinginnya.

Danda: Waduh, yang kayak gitu nggak boleh dibiasakan. Namanya buang-buang uang. Gak bagus. Ingat, ya!

Zimam: Iya, nggak diulang lagi.

Danda: Bagaimana dengan hak Tuhan?

Zimam: Sudah. Abang Zimam sudah bayar. Tenang saja.

Danda: Alhamdulillah.

DSC_0002-01

Sedih sih, Abang Zi bersikap boros seperti itu. Tapi setiap orang pernah melakukan kesalahan, dan yang penting adalah dia tak mengulanginya lagi.

Setelah itu kami menonton film Frozen. Kata Abang Zi, Frozen 2 lebih bagus daripada Frozen, karena lebih banyak kisah keluarganya. Hm…

PicsArt_12-03-07.15.32

#Hari15
#GameLevel8
#Tantangan10Hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Membayar Utang

5 Desember 2019

Game Level #8: Cerdas Finansial Sejak Dini
Hari #14

PhotoGrid_1575472565686

Danda lupa, tidak memberi Abang Zi uang saku hari ini. Waktu mengantar Abang Zi ke sekolah, Danda baru ingat kalau belum memberi uang saku. Sayang, Danda tidak membawa dompet. Akhirnya Danda berutang pada Abang Zi, yang untungnya hari ini membawa dompet berisi uang ke sekolah.

Sepulang dari kantor, Danda langsung membayar utang Danda. Sembari berpesan bahwa utang itu harus segera dibayar bila ada kesempatan. Jadikan sebagai prioritas pertama. Tak cuma uang, utang janji pun demikian, harus segera dilunasi.

Alhamdulillah, Abang Zi memahaminya.

DSC_1903-01

Karena besok Abang Zi akan memasuki pekan penilaian, malam ini Danda menemaninya belajar. Abanng Zi sudah bisa belajar sendiri, Danda hanya mendampingi bila dia mengalami kesulitan memahami sesuatu.

Semoga penilaiannya lancar, ya, Bang! ^_^

PicsArt_12-04-10.17.48

#Hari14
#GameLevel8
#Tantangan10Hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Amanat

4 Desember 2019

Game Level #8: Cerdas Finansial Sejak Dini
Hari #13

PhotoGrid_1575389100869

Ada mamanya teman Abang Zi yang membeli salah satu buku Danda. Buku itu Danda titipkan ke Abang Zi karena mama temannya itu tiap hari menjemput anaknya. Paling tidak, Abang Zi bisa menitipkan bukunya ke temannya.

Hari ini sang mama menitipkan uang pembayaran buku lewat anaknya. Kemudian uang itu dititipkan ke Abang Zi untuk Danda. Hm, sepertinya anak-anak ini perlu diberi komisi kurir, nih. Hahaha.

Malam ini Abang Zi memberikan uang titipan itu pada Danda.

Danda: Kok cuma segini? Sepertinya kurang, deh.

Zimam: Nggak tahu! Abang Zimam nerimanya segitu. (cuek, seperti biasa).

Danda: Nggak. Mama R nggak akan ngasih uang kurang. Coba cek tas Abang, siapa tahu uangnya jatuh.

Dengan enggan Abang Zi memeriksa kembali tasnya. Kemudian kembali dengan sisa uang titipan.

Zimam: Oh iya, ada di bawah, jatuh.

Danda: Nah, terima kasih, ya. Uang ini adalah amanat. Jadi harus disampaikan dengan utuh. Tidak boleh dilebihkan, tidak boleh dikurangi. Sudah jadi kewajiban Abang untuk berusaha membuat titipannya utuh, ya.

Zimam: Iya. Tadi Abang Zimam males aja bongkar-bongkar tas (senyum malu).

DSC_1905-01

Alhamdulillah, tabarakallah. Abang Zi berhasil menyampaikan amanat. Hehehe. Setelah itu, Abang Zi minta karaokean dengan lagu Frozen II (kaya yang bisa saja! Hehe). Dan kami pun bernyanyi bersama.

PicsArt_12-03-11.06.31

#Hari13
#GameLevel8
#Tantangan10Hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Beli yang Diperlukan

3 Desember 2019

Game Level #8: Cerdas Finansial Sejak Dini
Hari #12

PhotoGrid_1575375131332

Hari Danda pulang sore, hore. Danda mengajak Abang Zi makan malam di plaza dekat rumah. Mumpung Danda pulang sore, nih. Kami pun makan di restoran cepat saji dari Amerika. Abang Zi ingin buku terbaru hadiah dari restoran itu, Danda ingin mainan Hello Kitty-nya. Hehehe.

Setelah makan, kami mampir ke toko swalayan di plaza itu. Rencananya Danda mau membeli sabun sekaligus sampo Abang Zi. Ternyata produk yang tersedia tidak ada yang kemasannya maskulin, cuma ada kemasan Pricess Sofia. Danda sudah membujuk Abang Zi untuk membeli sabun itu, toh isinya sama saja. Abang Zi bergeming. Dia tidak mau memakai sabun bergambar Princess Sofia. Hahaha.

Baiklah, akhirnya kami jalan-jalan sedikit di toko swalayan itu. Melihat-lihat bagian piring dan mangkuk, dan alat masak lainnya.

Danda: Abang mau beli mangkuk baru? Mangkuk buat makan kokokrannya kan cuma satu? (Danda menunjuk ke mangkuk melamin bergambar kartun).

Zimam: Gak usah deh, mangkuk yang lumba-lumba masih bisa dipakai. (mangkuk yang biasa dia pakai untuk makan kokokran).

Wah, anak Danda sudah bisa memilih mana yang diperlukan. Senangnya. Akhirnya kami keluar toko swalayan itu tanpa membeli apapun, dan segera pulang setelah membeli segelas minuman manis untuk Abang Zi.

DSC_1904-02

Karena kami sampai di rumah pukul 9 malam, Danda langsung menyuarakan melodi yang biasanya.

Danda: Abang ayo segera sikat gigi, pipis, cuci muka, ganti baju, dan tidur!

Zimam: Wah, Abang Zimam kangen, sudah lama nggak dengar omelan emak-emak.

Astaga? (-_-”)

Tuh, kan, Danda jadi merasa bersalah sudah pulang malam terus beberapa hari ini, hiks.

PicsArt_12-03-09.49.57

#Hari12
#GameLevel8
#Tantangan10Hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Lebih Mahal dan Lebih Murah

2 Desember 2019

Game Level #8: Cerdas Finansial Sejak Dini
Hari #11

PhotoGrid_1575289584373

Niatnya, hari Minggu ini kami akan pergi ke Dufan. Tapi karena Danda lelah sekali, akhirnya Danda mengusulkan untuk mengunjungi Mal Taman Anggrek dan melihat arena Harry Potter di sana. Akhirnya Ayah dan Abang Zi setuju untuk ke MTA dan melihat pernak-pernik Harry Potter.

Danda tak akan bercerita banyak tentang Harry Potter di MTA karena tak seperti yang Danda harapkan, atau, mungkin harapan Danda terlalu tinggi, hehehe.

Kami pun makan siang yang terlalu sore di MTA. Setelah berkeliling, kami memutuskan untuk makan di restoran Jepang asli Indonesia yang maskotnya adalah 2 anak kecil, laki-laki dan perempuan.

Kami sering makan di restoran itu. Di Plaza Kalibata dekat rumah juga ada. Biasanya satu porsi itu cukup buat Ayah dan Abang Zi, tapi terlalu banyak untuk Danda. Kami pun memesan menu yang biasa kami pesan.

Ternyata porsi untuk menu yang sama, harga yang sama, di MTA lebih sedikit daripada di Plaza Kalibata. Danda tak merasa kesulitan menghabiskan seporsi menu ini. Untuk Ayah dan Abang Zi, porsinya kurang. Tapi mengingat ini makan siang yang kesorean, mereka memutuskan untuk makan menu lainnya saja.

Kami langsung pulang ke rumah dan lupa kalau berencana makan malam di luar. Karena sudah sampai di rumah, magernya kumat. Abang Zi membujuk Danda untuk dibolehkan memasak mi goreng (hanya boleh makan 1x di akhir pekan). Dan, akhirnya kami sekeluarga makan mi instan sebagai menu makan malam. Hehehe.

Sambil memasak mi, Danda mengajak Abang Zi berdiskusi tentang porsi makanan tadi. Jika harganya sama, namun porsinya lebih sedikit, itu lebih mahal atau lebih murah.

Awalnya Abang Zi kebingungan. Tapi setelah beberapa penjelasan dan contoh, Abang Zi pun memahaminya. Yang di MTA lebih mahal, katanya. Karena seharusnya porsi di MTA kalau dijual di Plaza K, harganya lebih murah. Oke, Danda senang Abang Zi memahami konsep mahal-murah melalui perbandingan lainnya, tidak melulu tentang harganya.

DSC_1901-01

Nilai suatu benda tidak hanya dilihat dari harga. Karena kadang, dua benda berharga sama, nilainya berbeda, dan salah satu menjadi lebih mahal dari yang lain.

PicsArt_12-02-07.29.27

#Hari11
#GameLevel8
#Tantangan10Hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Sebuah Investasi

1 Desember 2019

Game Level #8: Cerdas Finansial Sejak Dini
Hari #10

PhotoGrid_1575131745197

Hari ini, Danda membuka paket yang isinya buku antologi fiksi mini terbaru, proyek Danda dan teman-teman.

Melihat Danda menghasilkan satu buku lagi, Abang Zi segera masuk kamar dan mencari sesuatu. Ternyata itu adalah selembar kertas berisi cerpen karangan Abang Zi yang jadi seleksi awal untuk lolos ikut pelatihan menulis di sekolahnya.

Danda terharu membaca karya Abang Zi. Kalau pepatah bilang “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, itu benar. Bukannya memuji anak sendiri, tapi ide cerita Abang Zi ini mengagumkan untuk anak seusianya. Memang, tata kalimat dan diksi Abang Zi jauh dari bagus, tapi lumayan untuk pemula. Hehe.

Danda jadi ingat pada masa-masa Abang Zi kesal saat tulisannya tidak juga dimuat di majalah B. Danda pun ingat betapa senangnya Abang Zi ketika sekitar dua tahun kemudian, tulisannya dimuat di majalah itu. Danda berkata pada Abang Zi, “jika kamu terus menulis dan mengirim naskah, nanti bukan kamu yang menunggu naskahmu diterbitkan, tapi orang-orang yang akan menunggu kapan kamu menulis lagi”.

Ada satu hal yang membuat Abang Zi risau tentang pelatihan menulis ini. Pelatihan ini berbayar. Danda pun mengajaknya berdiskusi tentang investasi. Tak apa berbayar, bila nanti hasilnya akan membuat kita mendapatkan jauh lebih besar dari apa yang kita bayar. Selama kita bersungguh-sungguh dalam menjalankannya, kita pasti akan menuai hasilnya.

DSC_1890-01

Investasi tidak melulu berupa uang, walaupun biasanya demikian. Mencari ilmu juga investasi. Jika untuk mencari ilmu itu perlu biaya, itu juga investasi. Karena jika kita bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, hasil yang akan kita dapatkan bisa lebih besar dari investasi yang kita bayarkan. Semangat.

PicsArt_11-30-11.37.58

#Hari10
#GameLevel8
#Tantangan10Hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional