Kehidupan Setelah Kematian

26 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #13

PhotoGrid_1561458277331

Nama Projek: Kehidupan Setelah Kematian

Pimpinan Projek: Danda Zimam

Pengamat Projek: Abang Zimam Anak Shalih

Penanggung Jawab: Ayah Zimam

Gagasan: Qadarullah, Kai Zimam meninggal dunia tanggal 24 Juni malam. Beliau adalah pamannya Danda atau adiknya Nini Zimam. Jadi hari ini Danda mesti keluar rumah dan ikut mengurus jenazah beliau. Dengan beberapa pertimbangan, termasuk jarak, Abang Zi tinggal di rumah dan tidak ikut Danda.

PhotoGrid_1561502627833

~~~

Kepergian Kai Zimam ini termasuk mengejutkan pihak keluarga Nini Zimam. Pasalnya, kami tak tahu bahwa si Kai sakit. Pihak keluarga memang tidak ingin semua orang tahu penyakit Kai. Apapun itu, kami menghormatinya.

Danda masih cuti sakit hari ini. Namun, badan sudah bisa diajak bergerak walau perut masih sakit jika sedikit ditekan. Namun, sebagai bagian dari keluarga, Danda harus berangkat takziyah dan ikut mengurus jenazah. Bersyukur ada taksi daring, Danda bisa istirahat sejenak selama satu jam perjalanan menuju rumah duka.

Sebelum berangkat, Danda pamit pada Abang Zi, Danda akan pergi untuk takziyah, paman Danda meninggal dunia, beliau adiknya Nini yang juga Kai Zimam. Danda berpesan agar Abang Zi mandi, sarapan, dan beres-beres, juga main jika suka, tapi tidak boleh main tablet. Mbak Asisten (alhamdulillah) sudah datang dan menjaga Abang Zi.

Sepulang dari takziyah, Danda mendapati Abang Zi sudah rapi, sudah makan, dan di ruang keluarga terhampar mainannya. Alhamdulillah, Abang Zi menemukan keasikan lain selain tablet.

Sembari istirahat dan menemani Abang Zi bermain, Danda bercerita tentang kejadian hari ini. Danda bertanya apakah Abang Zi tahu di mana kita tinggal setelah kematian. Abang menjawab, “di alam kubur.”

“Sampai kapan?” tanya Danda menguji.

“Sampai hari kiamat,” jawab Abang Zi sambil lalu.

“Apa yang terjadi di alam kubur?” tanya Danda lagi.

“Kalau amalnya baik, kita senang, kalau amalnya buruk, kita sedih. Disiksa terus sama malaikat Munkar dan Nakir,” jawab Abang Zi, kali ini agak serius menyimak diskusi.

“Alhamdulillah, Abang sudah paham. Sama seperti Adek Keita, Kai ini juga tinggal di alam kubur. Mempertanggungjawabkan hidupnya di dunia, sampai hari kiamat tiba. Setelah kita meninggal, kita akan tinggal di alam kubur hingga kiamat tiba. Karena itu, selagi hidup, yuk, perbanyak ibadah agar kehidupan penantian kita dan hidup kekal kita bahagia,” jelas Danda.

DSC_1034-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan interpersonal – mampu berinteraksi dengan orang lain bahkan saat sibuk sendiri);
  • Kecerdasan emosional (kemampuan membina hubungan dengan orang lain – mau meladenin diskusi Danda di tengah permainan);
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebaikan – mengetahui ajaran agama tentang kehidupan setelah kematian);
  • Kecerdasan menghadapi tantangan (climber – menyambut diskusi dengan baik, dan tidak menghidarinya).

Materi hari ini lumayan berat buat kami berdua. Tapi tetap harus selalu diulang sebagai pengingat. Semoga alhamarhum paman Danda meninggal dengan husnul khatimah, diterima pahalanya, diampuni dosanya, dilapangkan kuburnya, dan diberi tempat layak di sisi Allah subhanawataala. Aamiin.

PicsArt_06-25-05.27.02

#hari13
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Mengaji Bulan Ini, Serba-serbi Puasa

21 April 2019

Image-1

Alhamdulillah, masih diberi kesempatan untuk mengaji di bulan ini. Seharusnya, jadwal materi bulan ini adalah sunnah-sunnah wudu, tapi karena momennya mau Ramadan, maka bahasan bulan ini lompat ke puasa.

PUASA
Apa itu PUASA?

Puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Puasa juga berarti menahan diri dari hal-hal yang membatalkan pahala puasa.

Pernah kan dengar sabda Rasul tentang orang yang berpuasa namun hanya dapat lapar dan haus saja? Itu karena dia tidak menahan dirinya dari hal-hal yang membatalkan pahala puasa.

Apa saja hal-hal yang membatalkan pahala puasa?

1. Berbohong.

Dikatakan bahwa berbohong adalah bibitnya dosa besar. Segala dosa besar diawali dari berbohong. Karena itu jangan sekali-sekali kita terbiasa berbohong, apalagi saat kita berpuasa. Sayang amat, pahalanya luntur.

Berbohong ada yang dibolehkan, kok. Misalnya: berbohong untuk mendamaikan orang yang sedang bertengkar.

Misalnya si Ruqaya dan Fatima sedang bertengkar, kita ingin mendamaikan mereka. Kita datangi Ruqaya, dan bilang: “Aya, ada salam dari Fatima. Katanya dia menyesal sudah bertengkar sama kamu. Dia minta maaf tapi gak sempat melulu ke tempatmu, tau sendiri kan anaknya kecil-kecil. Tapi dia bilang ke aku kalau dia nyesel banget.”

Kemudian kita datangi Fatima dan bilang: “Tima, Ruqaya titip salam. Dia bilang dia nyesel banget untuk tengkar sama kamu. Dia mau minta maaf, cuma ibunya lagi sakit kan jadi harus jaga ibunya. Tapi dia bilang dia nyesel banget.”

Saat Ruqaya dan Fatima bertemu, mereka pun berbaikan karena merasa pihak lain sudah minta maaf duluan. Itu bohong yang diizinkan.

Bohong lain yang dibolehkan adalah bohong saat memuji pasangan. “Aih, Papah, kalau udah mandi gitu seger, kan ganteng kayak Shahruk Khan.” (Padahal di papah mah jauh banget dari SRK :D), itu bohong yang dibolehkan.

Atau, misal kita jadi saksi suatu kejadian namun hanya sepotong, lalu orang minta kesaksian kita, dan kita bilang kita TIDAK TAHU. Itu tak apa-apa. Karena kita pun hanya tahu sepotong, bukan seluruh cerita. Dikhawatirkan jika kita ikut campur, kita akan memperburuk suasana. Kita diizinkan berkata TIDAK TAHU.

Selain itu, bohong dosa, loh! 🙂

2. Ghibah.

Alias ngomongin orang. Definisi ghibah itu, kalau ngomongin seseorang saat orang itu gak ada, yang mana kalau orang itu dengar, dia akan sedih atau sakit hati. Kalau ngomongin kebaikan seseorang atau prestasi seseorang mah bukan ghibah namanya.

Termasuk mendengarkan ghibah! Sama aja dosanya, sama-sama melunturkan pahala puasa kita. Naudzubillah.

Ingat, ngomongin kejelekan orang itu, kalau salah jadi fitnah, kalau benar jadi ghibah. Mending diem deh ^_^

3. Namimah.

Alias mengadu domba, kayak kumpeni zaman old, gitu. Udah jelas, lah ya..

4. Sumpah palsu.

Kadang kita gampang banget dah bilang “billahi” atau “wallahu” di saat kita ngomong. Padahal kita gak sadar bahwa kita sedang bersumpah dengan nama Allah. Bahkan kadang kita bercanda dengan kata-kata itu. Naudzubillah. Mulai sekarang, gunakan kata-kata itu jika dan hanya jika kita sedang bersumpah atas nama Allah saja. Tidak dalam percakapan sehari-hari.

5. Melihat dengan pandangan syahwat.

Deuh, ini PR banget buat saya yang suka nonton drama korea. (;´・`)>

~~~

Nah, ini hal-hal yang membatalkan puasanya, bukan cuma pahalanya sih… Jadi kalau melakukan ini, wes makan dan minum aja lah.

1. Memasukan sesuatu ke 5 lubang: telinga, hidung, mulut, kemaluan depan, dan kemaluan belakang.

Mata tidak termasuk 5 lubang ini, karenanya memakai tetes mata tidak membatalkan puasa walaupun kita tahu, tetes mata pasti masuk ke mulut.

2. Membuka rongga yang tadinya tertutup dan memasukkan sesuatu ke dalamnya.

Infus, Resipien donor darah, dan lain-lain. (Pendonor tidak batal puasa karena tak ada yang masuk). Suntikan obat tidak membatalkan puasa karena tidak dilakukan pada pembuluh darah.

3. Gila, Pingsan seharian, mabuk seharian.

Gila walau sesaat, membatalkan puasa. Pingsan dan mabuk yang cuma 2 jam tidak membatalkan puasa. Muntah yang tidak ditelan tidak membatalkan puasa.

4. Lupa/tidak niat puasa ramadan sebelum azan subuh.

Niat puasa ramadan bisa dilakukan selepas azan magrib. Namun bila sampai subuh tiba kita belum juga mengucapkan niat berpuasa, maka puasa kita batal dan harus diqodo’.

~~~

Tentang Qodo dan Fidyah.

Barangsiapa yang batal puasa karena dirinya sendiri (sakit, haid, nifas, lapar yang teramat sangat, haus yang teramat sangat, dll.) maka dia wajib mengganti (qodo’) puasanya di lain hari, tapi tidak wajib membayar fidyah.

Barangsiapa yang batal puasa karena orang lain (ibu menyusui yang bayinya mencret kalau ibunya puasa, ibu hamil yang ketubannya berkurang saat berpuasa, orang yang menyelamatkan orang lain yang hampir tenggelam lalu dia terminum air saat misi penyelamatan), maka dia wajib mengganti puasanya (qodo’), dan membayar fidyah sebesar 0,7kg per hari dia batal.

Kasus 1:

Seorang ibu menyusui tidak membayar puasanya selama 30 hari di tahun 2010, saat itu dia tidak tahu bahwa dia harus mengganti puasanya dan hanya membayar fidyah sebesar 21kg beras. Di tahun 2019 di menyadari bahwa dia salah, dan mengganti puasanya. Maka dia harus membayar fidyah sebesar (8 tahun x 30 hari x 0,7 kg) yaitu 168 kg beras. Untuk apa? untuk puasa yang lalai dia ganti selama ini.

Kasus 2:

Sang ibu sudah melunasi 30 hari utang puasanya di tahun 2019 namun dia belum sanggup membayar 168kg beras, dia hanya sanggup membayar 68kg, maka yang 100kg bisa dibayar di tahun berikutnya dan tidak terduplikasi.

Kasus 3:

Sang ibu hanya sanggup mengganti puasanya sebanyak 10 hari saja di tahun 2019. Maka dia wajib mengganti yang 20 hari di tahun berikutnya, diikuti membayar fidyah sebesar 20 hari x 0,7 kg beras.

Intinya utang yang belum terbayar dan melewati ramadan, jadi fidyah plus utang.

~~~

Puasa qodo’, boleh digabung dengan puasa syawal ataupun puasa sunnah lainnya. Cukup niat saja yang jelas, mau puasa apa. Jangan lupa, niat di malam hari untuk puasa qodo’. Puasa wajib boleh digabung dengan puasa sunnah, namun tak boleh digabung dengan puasa wajib lainnya.

~~~

Sunnah berbuka puasa: disegerakan

Sunnah sahur: diakhirkan (hati-hati dengan azan subuh)

Tarawih di masjid sebelah 23 rakaat, apa boleh saya ikut 8 rakaat lalu pulang dan witir di rumah? BOLEH.

Apa boleh saya ikut 10 rakaat lalu pulang dan melanjutkannya sampai 23 rakaat di rumah? BOLEH.

Bagaimana kalau saya ikut witir di masjid lalu mau tahajud dan witir lagi? Salat witir tinggal ditambahin aja, 2 rakaat, 4 rakaat, biar tetap jadi ganjil. Kan tadi sudah salat witir 3 rakaat di masjid.

~~~

Mandi wajib saat puasa. (Ini bahasan orang dewasa, silakan bijak dalam membaca)

Bagi perempuan yang haid dan nifas, sucinya dihitung sejak tak ada lagi darah menetes. Bila dia suci sebelum azan subuh, maka puasanya sah. Mandi setelah azan pun tak apa asal tetap dapat subuhan. Kalau setelah azan ada flek lagi, maka dia wajib mengganti puasa hari itu.

Bagi suami istri yang berhubungan, sucinya dihitung sejak selesainya.

Buat istri yang tidak mencapai klimak, pas di siang hari ia mendapati mani suaminya keluar lagi, maka dia tak wajib mandi. Namun, bila sang istri mencapai klimak, saat di siang hari ia mendapati mani suaminya keluar, maka dia wajib mandi karena dikhawatirkan maninya sendiri juga ikut di sana, karena mani perempuan itu keluarnya di rahim, dan bisa jadi tidak keluar dari tubuh.

~~~

Demikian pelajaran bulan ini. Jika ada pendapat lain atau gimana, silakan, nanti saya tanyakan lagi ke ustazah, ya.

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan. InsyaAllah puasa kita full pahala, aamiin.


Mengaji Bulan Ini, Sunnah dalam Kehidupan Sehari-hari

18 Maret 2019

Alhamdulillah, 17 Maret 2019 yang lalu saya berkesempatan ikut pengajian bulanan sekaligus arisan di sebelah rumah. Kali ini Ustazah guru ngaji kami membahas tentang “Sunnah dalam Kehidupan Sehari-hari”

1. Bersiwak

Siwak artinya menggosok dengan sesuatu yang kasar. Yaitu, kayu ara (kayu siwak), atau kayu pohon kurma, atau kayu zaitun, atau kayu yang baunya enak, atau kalau tidak ada juga, kayu yang tidak berbau. Namun yang paling afdal adalah dengan menggunakan kayu ara (siwak).

Siwak dilakukan sebelum berwudu, sebelum salat (setiap sebelum takbiratul ihram), sebelum membaca Alquran, sebeum berzikir, ketika gigi akan menguning, sebelum masuk rumah, ketika bangun dan mau tidur, dan setiap setelah berkegiatan yang membuat bau gigi berubah (makan pete atau bawang). Namun bersiwak makruh dilakukan oleh orang yang sedang berpuasa (dari zuhur hingga magrib).

Hadits keutamaan siwak

Sabda Rosulullah saw: Dua rakaat memakai siwak lebih afdal daripada salat 70 rakaat tanpa siwak, diriwayatkan: Darqutni.

Adapun keutamaan siwak antara lain:

  • Supaya ingatan menguat
  • Mulut menjadi fasih membaca Alquran
  • Memudahkan saat sakaratul maut
  • Ditakuti setan
  • dll.

Cara memakai siwak pun ada sunnahnya, loh. Dari tengah atas, ke arah kanan, lalu turun, kemudian ke kiri sampai di tengah naik lagi, lalu ke kiri, turun, dan kembali ke tengah. Bisa, kan?

2. Memakai minyak rambut

Memakai minyak rambut untuk kesehatan dan keindahan adalah sunnah Rasulullah yang mudah kita lakukan.

3. Memakai kuhul (celak mata)

Ini untuk kesehatan. Tetapi suami tak suka, karena kalau pakai celak mata, saya jadi mirip hantu, katanya. Dan kata guru ngaji saya, kalau suami tak suka melihat penampilang istri dengan kuhul hitam, maka hukumnya jadi haram dipakai.

4. Memotong kumis yang melewati garis bibir

5. Memotong kuku pada hari Jumat

Dimulai dari telunjuk tangan kanan, lalu jari tengah, jari manis, kelingking, kemudian kelingking tangan kiri, menuju jari manis, jari tengah, telunjuk, dan ibu jari tangan kiri. Terakhir adalah ibu jari tangan kanan.

6. Mencabut bulu ketiak

7. Menghilangkan bulu kemaluan

8. Merapikan jenggot

9. Mewarnai uban dengan selain warna hitam

10. Memakai hena di tangan dan kaki untuk perempuan yang sudah menikah

Selain sunnah yang dianjurkan dilakukan, ada pula hal makruh yang dianjurkan tidak dilakukan, yaitu:

1. Mencukur rambut sebagian gundul

Misal, di atas telinga dicukur habis, tapi menyisakan rambut lebat di ubun-ubun

2. Mencabut uban

Uban adalah cahaya, jangan dicabut. Lagipula, uban kalau dicabut akan makin banyak, loh.

3. Mencabut jenggot

Dianjurkan memelihara jenggot, dan merapikannya

4. Berjalan di atas 1 sepatu saja

Pakai dua-duanya, atau lepas dua-duanya. Jangan cuma dipakai satu saja.

5. Memakai sepatu dalam keadaan berdiri

Duduklah saat memakai sepatu.

Demikian pelajaran bulan ini. Sebenarnya, Ustazah juga memberikan pelajaran tentang Rukun Wudu, namun baru sampai Fardunya saja belum sunnahnya. Nanti ya saya tulis di sini bila beliau sudah tuntas menyampaikan semua BAB Wudu. ٩(✿∂‿∂✿)۶


1 Syawal 1430 Hijriah, Lebaran Pertama dalam Hidup

30 September 2009

Ya, Hari Raya Idul Fitri tahun ini adalah yang pertama untukku. Pertama untuk segalanya.
Kali pertama aku berhari raya sebagai seorang istri, kali pertama aku berhari raya sebagai seorang tuan rumah, dan kali pertama aku berhari raya di Kota Pangkalpinang. Sangat mengesankan! (^_^)

Baca entri selengkapnya »


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 Hijriah

1 Oktober 2008

Baca entri selengkapnya »


Hiii… Gak Mau Jadi Anak Setan!!!

22 September 2008

Baca entri selengkapnya »


Marhaban ya Ramadhan, Mohon Maaf Lahir dan Batin

1 September 2008

Baca entri selengkapnya »