Pulang Kampung alias Mudik

23 Juli 2016

Menunggu pesawat menuju Bukittinggi

Alhamdulillah, lebaran tahun ini kami berkesempatan pulang kampung ke kampung Ayahnya Zee, Bukittinggi.

Naik pesawat Citilink [Citilink, bukan sitilink. Kan pake C bukan S. (Zimam, 2016)]. Alhamdulillah, selama perjalanan, Zee baik-baik saja. Dan mungkin ini pengalaman pertama yang diingatnya, jadi dia sangat bersemangat di jalan. Walaupun di udara tetap saja tidur huehehe.

Banyak yang kami lakukan selama di Bukittinggi. Jalan-jalan, makan-makan, alhamdulillah..

Sampai pulang balik ke Jakarta, setelah 2 minggu liburan, banyak kesan baik yang kami bawa.

Nunggu Citilink lagi


Demam pada Anak

9 Oktober 2015

04.Kolase 3

Demam merupakan masalah yang sering menimpa anak kita dan tidak sedikit kita-kita sebagai orang tua mudah panik sehingga langsung ke dokter anak dan berharap agar cepat sembuh. Sebenarnya kalau kita tahu apa itu demam dan cara mengatasinya, tidak selalu kita harus ke dokter loh…

Apa itu Demam?

Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh anak mencapai lebih dari 38*C dan prosesnya terdiri dari 3 fase, yaitu:
(1) menggigil sampai suhu tubuh mencapai puncaknya;
(2) suhu menetap; dan
(3) suhu menurun.

Demam juga merupakan mekanisme tubuh untuk melawan penyakit, karena suhu tubuh yang tinggi dapat membunuh virus (yang bisa meningkat jumlahnya pada suhu tubuh rendah). So better not to treat low grade fever.

Bagaimana bisa timbul Demam?

Peningkatan suhu tubuh ditimbulkan oleh beredarnya molekul kecil didalam tubuh kita yang disebut PIROGEN (zat pencetus panas). Zat ini juga berguna untuk mengerahkan sel darah putih ke lokasi infeksi dan terjadinya peningkatan pirogen ini bisa disebabkan karena:
1. Infeksi
2. Non Infeksi, seperti alergi, tumbuh gigi, keganasan, autoimun (adanya kesalahan “program” di dalam tubuh dimana organ tubuh kita disangka sebagai “musuh” dan diserang oleh sistem kekebalan tubuh kita sendiri), dll.

Diantara kedua penyebab diatas, demam lebih sering disebabkan karena infeksi, bisa oleh bakteri atau virus, dan sebagian besar (>75%), infeksi ini disebabkan oleh virus , terutama pada bayi dan anak .

Jadi bisa disimpulkan bahwa demam bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu gejala, dan gejala tidak akan hilang apabila penyebabnya tidak ditangani. Makanya ketika anak diberikan obat penurun panas (tempra, panadol), dalam beberapa jam panasnya naik lagi, ini terjadi karena obat penurun panas tidak menyembuhkan penyakitnya.

Lalu apa dong gunanya minum obat penurun panas? gunanya adalah supaya menurunkan suhu tubuh, agar suhu tubuh tidak terus meningkat dan supaya anak merasa nyaman (pain killer), tetapi bukan untuk menormalkan suhu tubuh!

Kalau penyebabnya infeksi virus seperti pilek atau flu, obatnya hanya waktu dan beberapa pegangan di bawah ini. Jangan berikan antibiotik karena antibiotik tidak dapat membunuh virus.

CARA MENGATASI DEMAM
1. Minum air yang banyak karena demam dapat menyebabkan dehidrasi;
2. Kompres anak dengan air hangat. => Kok bukan dengan air dingin? karena apabila diberi air dingin, otak kita akan menyangka bahwa suhu diluar tubuh dingin sehingga otak akan memerintahkan tubuh untuk menaikkan suhunya dengan cara menggigil sehingga memproduksi panas. Akibatnya suhu tubuh anak bukannya turun, melainkan tambah panas.
3. Beri obat penurun panas, acetaminophen atau paracetamol seperti tempra, panadol, atau paracetol, tylenol, sesuai dosis (10-15mg/kgBB). Kapan obat penurun panas diberikan? Bila suhu di atas 38.5C, atau bila anak tidak nyaman. Sebaiknya jangan berikan obat demam apabila panasnya tidak terlalu tinggi (dibawah 38.5C)

Prinsip dalam menangani demam
Di bawah ini merupakan hal2 yg harus kita lakukan apabila anak demam seperti direkomendasikan oleh Mayo Clinic USA dan AAP (American Academy of Pediatrics):
– Cari tahu penyebab panasnya.
– Don’t panic! umumnya demam tidak membahayakan jiwa.
– Amati perilaku anak. Bila pada suhu tidak terlalu tinggi anak masih riang, aktif dan mau main, maka kita tidak perlu panik.
– Jangan memberikan obat penurun panas bila demam tidak tinggi.
– Mengetahui kapan harus cemas dan menghubungi dokter.

(from: milissehat)


Anak Sekolah Nih Yeee….

9 Agustus 2015

Tanggal 6 Juli 2015 adalah tanggal bersejarah buat #AbangZimam. Dia masuk sekolah ^_^

Anaknya seneng bukan main waktu dibilang bahwa tanggal 6 akan sekolah. Hari Senin, dia bangun pagi, pakai seragam.

image

Zee baris

Sampai di sekolahnya pun, setelah baris, dia tiba-tiba gandeng tangan bu guru dan ikut bu guru ke kelas. Aish,,, bayiku… mau ke mana dikau? T_T

Aku akhirny nunggu di gazebo. Tapi eh, kok gak ada ortu yang nunggu di gazebo? Ngapain aku di sini?
Aku pun naik ke lantai dua, letak kelas Zee. Dan ngintip kegiatannya di kelas.

Katro sih, pas bu gurunya nanya, siapa yang mau maju, Zee angkat tangan dan bilang “saya!”
Eh, saya berlinang air mata! Hahaha..

Maklum, anak pertama, gak nyangka anaknya udah gede hihihi.

image

Suasana di dalam kelas, cuma bisa ngintip

Zee sudah hampir 5 tahun, sudah saatnya sekolah. Alhamdulillah dia mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya. Rumah keduanya. Semoga ilmu yang dia dapatkan bermanfaat untuk dirinya dan lingkungannya. Aamiin..

image

image


Gagal Tak Berteriak

4 Juni 2015

Dua hari terakhir saya gagal tak berteriak. Akhirnya, program #7HariTakBerteriak diulang lagi dari depan. Ini benar-benar membuat saya frustasi!

Bagaimanapun juga, saya harus bisa! Akan lebih nyaman kalo gak berteriak! T_T

Mari mencoba lagi….


Gerakan Tak Berteriak

25 Mei 2015

Hari ini saya belajar hal baru, tentang gerakan #3haritakberteriak, #7haritakberteriak, #40haritakberteriak, dan #100haritakberteriak.

Saya tahu, idenya diambil dari kebudayaan orang Hindu Jawa, di mana ketika ada orang meninggal, arwahnya dipercaya kembali pada malam ke-3, ke-7, ke-40, dan ke-100. Saya tidak ikut-ikutan memercayai hal ini, karena saya Muslim, tapi biarlah saya memakai angka-angka keramat ini untuk sebuah gerakan yang menurut saya baik.

Lagipula.. angka 3, 7, 40, 100 juga punya arti penting di kehidupan saya.

Setelah melahirkan, di hari ke-3 saya wajib membawa bayi saya untuk diperiksa oleh Nakes di Puskesmas. Ditimbang, ukur tinggi badan, dan ukut lingkar kepala.

Usi bayi 7 hari, orang tuanya harus menyembelih 2 ekor kambing atau domba jika bayinya laki-laki, dan menyembelih 1 ekor jika perempuan. Namanya adalah Aqiqah. Aqiqah ini semacam pesta, wajib dilaksanakan oleh orang tua yang mampu, di hari ke-7, atau ke-14, atau ke-21 bayinya.

Usia bayi 40 hari, saya berkonsultasi ke dokter kandungan, sekaligus berdiskusi tentang alat kontrasepsi. Biasanya masa nifas ibu berakhir sekitar hari-hari ini.

100 hari? Well, itu batas masa iddah perempuan Muslim. Jika seorang perempuan Muslim ditinggal oleh suaminya, baik meninggal maupun bercerai, maka untuk menikah lagi, ia harus menunggu sampai 3 kali haid dan suci. Biasanya itu sekitar 100 hari.

Nah, saya terinspirasi oleh teman Facebook saya yang melakukan gerakan tak berteriak ini. Beliau sukses tak berteriak selama 40 hari, dan sekarang akan lanjut mencob gerakan #100haritakberteriak

Wow.

Saya ingin mencobanya. Dimulai dari #3haritakberteriak dulu, deh…

Intinya mudah, kok..
Kita hanya tidak boleh berteriak pada anak, semarah apapun kita, sekesal apapun kita.
Menegaskan nada bicara, boleh. Meninggikan nada bicara, tidak boleh!
Bila kita gagal di tengah perjalanan, ulang dari depan! Hitung dari hari pertama lagi.

Ini yang ingin saya lakukan, mulai besok, 26 Mei 2015. Malam ini saya sedang pemanasan. Mencoba bersuara lembut dan tidak dengan nada tinggi pada #AbangZimam.

Semoga berhasil!!! Semangat!!! ☆☆☆


Mencoba Maka Bisa

8 Maret 2015

image

Keberanian #AbangZimam patut diacungi jempol. Ini adalah praktik dari ilmu “mencoba maka bisa” yang diajarkan kemarin.

Selama ini, Zimam seneng banget bilang “Abang Zimam gak bisa” saat disuruh melakukan sesuatu hal baru. Misalnya, makan dengan mulut tertutup (hahaha…)

Kemarin, Zimam minta bantuan saya untuk membuka tangga lipat, karena dia ingin main jembatan. Syaratnya, kasurnya disuruh digelar di bawah “jembatan”

“Danda bisa buka tangganya?” Tanya Zimam, soalnya selama ini yang membuka tangga lipat itu Ayahnya.
“Danda gak tau, apa Danda bisa bukanya. Tapi Danda mau coba dulu. Kalau Danda gak coba, Danda gak akan tau apa Danda bisa atau nggak. Kalau sudah coba ternyata gak bisa, Danda akan belajar sampai bisa.” Jawab saya. Jujur itu reflek saja keluar, gak direncanakan.

Malamnya, dia mencoba naik tangga lipat ini lagi, sambil berkata, “Danda liat! Abang Zimam coba naik jembatannya gak pake kasur. Kalo Abang Zimam gak coba, kan Abang Zimam gak tau, ya? Apa Abang Zimam bisa atau nggak naik jembatannya gak pake kasur?”

Senangnya, #AnakShalih Danda! ♡♡♡


Seminar Director Oriflame 2015, Reward Buat Saya

25 Februari 2015

image

Jadi tanggal 13 sampai 16 Februari kemarin, Oriflame ngadain Directoe Seminar 2015 di Bandung. Pesertanya adalah peraih level Senior Manager ke atas yang memenuhi syarat. Seru banget!
Tanggal 13 malam, yang namanya Trans Studio Bandung ditutup untuk umum. Disewa semua sama Oriflame. Peserta dikasih tiket masuk Trans Studio secara gratis. Di sana juga ada penampilan Judika dan Gigi Band..

Seru banget di sana.. Terasa banget kalo kerja kita dibayar sama Oriflame. Dikasih reward jalan2 gratis ^_^

Gak ngerasa rugi join Oriflame, seru soalnya..
Kalo mau tau tentang bisnis Oriflame lebih lengkap, hubungi aku bia Facebook ya… ^_^