Aliran Rasa Tahap Kepompong

30 Mei 2021

PicsArt_04-07-07.30.42

Tahap kepompong selesai sudah. Akhirnya tiba saatnya saya mengalirkan rasa. Aliran rasa kali ini istimewa, karena saya mendapatkan panduan untuk mengalirkan perasaan ini. Panduan tersebut adalah STOP, START, dan CONTINUE.

STOP berisi apa saja yang perlu saya hentikan untuk menjadi cekatan. START berisi hal baik yang perlu saya mulai lakukan agar menjadi kebiasaan baik yang baru. CONTINUE yaitu hal apa dari proses di tahap kepompong yang ingin saya lanjutkan.

STOP

Untuk menjadi cekatan, saya harus menghentikan sifat inkonsistensi saya. Rasa malas untuk bangkit, dan keinginan selalu rebahan. Saya juga harus menghentikan sifat perfeksionis saya, dan mulai memandang sekeliling saya dengan apa adanya. Tanpa membanding-bandingkan dengan “apabila begini” atau “apabila begitu”.

START

Untuk menjadi kebiasaan baik yang baru, semua tantangan dalam 30 hari terakhir harus terus menjadi tantangan bagi saya. Konsistensi adalah kunci. Saya juga harus mulai meneriman diri saya apa adanya. Juga menerima lingkungan saya apa adanya.

CONTINUE

Proses menjalankan tantangan selama 30 hari di tahap kepompong perlu saya lanjutukan. Proses tersebut membawa saya menuju kebiasaan baru. Dan kebiasaan baru tersebut membuat saya lebih cekatan, terutama dalam hal penerimaan diri. ^^

PicsArt_05-26-10.51.29

Alhamdulillah, tantangan 30 hari telah saya lewati. Empat puasa pekanan juga terlah dilalui. Sekarang saatnya mengepakkan saya dan terbang bersama kupu-kupu lainnya di Hutan Kupu Cekatan.

Tetap semangat ^^

#InstitutIbuProfesional
#HutanKupuCekatan
#TahapKepompong
#AliranRasa


Aliran Rasa Tahap Ulat

4 April 2021

PicsArt_04-04-10.17.44

Di penghujung tahap ulat, tiba saatnya saya harus mengalirkan rasa. Untuk tahap ini, aliran rasa diberi petunjuk, yaitu mulai dari kata: Aha! Ternyata aku…

Untuk ini saya menulis: “Aha! Ternyata aku bisa berteman dengan orang baru”

Jujur saja, walau berkali-kali tes MBTI hasilnya selalu E (ekstrover), saya selalu kesulitan menyapa orang baru. Ada rasa gengsi, takut, malu, dan lain-lain entah bagaimana saya mengungkapkannya.

Perasaan takut ditolak juga menjadi salah satu penghambat saya berteman dengan orang baru.

Namun, selama di tahap ulat ini, saya dipaksa berkenalan dengan orang baru, berbagi potluck untuknya, bahkan melamar buddy. Duh, berat… berat… sungguh berat.

Alhamdulillah, saya bisa melewati itu semua. Alhamdulillah. Dan, ternyata saya bisa, loh.

PicsArt_04-04-10.29.03

Lalu, ada satu petunjuk lagi, yaitu, saya diminta memecahkan teka-teki mengapa gamifikasi di tahap ulat-ulat dibuat seperti ini…

Ini jawaban saya:

Manusia adalah makhluk sosial. Karena itu, manusia tak akan dapat tumbuh dan berkembang sendiri, selalu membutuhkan orang lain. Dalam tahap ulat, mahasiswi diminta untuk berinteraksi dengan orang lain, melalui kumpul keluarga yang seminat, mencari ulat lain untuk diwawancara, berbagi potluck dengan ulat-ulat itu, lalu mencari buddy.

Semua hal di tahap ulat  harus dikerjakan dengan bantuan orang lain. Itu inti tahap ulat ini, kita harus bekerja sama dengan orang lain agar kita sama-sama mencapai tujuan kita.

PicsArt_04-04-10.31.14

Alhamdulillah, 8 pekan tahap ulat telah saya lalui dengan baik (menurut saya). Ilmu sudah saya dapatkan. Sekarang saatnya menyambut tahapan baru di kelas Bunda Cekatan. Tetap Semangat ^^

#InstitutIbuProfesional
#HutanKupuCekatan
#TahapUlat
#AliranRasa


Aliran Rasa Tahap Telur

6 Februari 2021

PicsArt_02-10-07.39.18

Alhamdulillah, tahap telur sudah saya lewati dengan baik. Sekarang waktunya menulis Aliran Rasa.

Tahap telur merupakan tahap awal di Kelas Bunda Cekatan. Di tahap ini saya benar-benar diajar berpikir, mau jadi apa saya, dan… apa yang sebenarnya saya maui untuk hidup saya.

Dimulai dengan melacak kekuatan, saya diajak memetakan kekuatan, mana yang suka dan bisa, suka tapi tak bisa, tak suka tapi bisa, dan tak suka dan tak bisa. Kuadran suka dan bisa ditulis ulang untuk dipetakan di telur berikutnya.

Kemudian di telur merah saya diajak memetakan keterampilan. Mana yang penting dan mendesak dipelajari, tak penting tapi mendesak, penting tapi tak mendesak, dan tak penting dan tak mendesak. Keterampilan di kuadran penting dan mendesak ditulis ulang untuk dicari ilmunya.

Di telur jingga saya diajak untuk memetakan ilmu, mulai dari tujuan mempelajari keterampilan di telur merah, ilmu yang diperlukan untuk keterampilan itu, sumber ilmu, dan cara belajarnya. Ilmu-ilmu yang saya perlukan ditulis ulang di telur jingga.

Terakhir, saya diajak untuk memilih satu keterampilan penting dan mendesak beserta seluruh topik pendukungnya untuk dipelajari lebih lanjut.

Seperti diketahui, saya memilih keterampilan MANAJEMEN STRES, dengan tujuan dapat mengerjakan seluruh pekerjaan dalam 24 jam TANPA TEKANAN.

Sepele, tapi efeknya luar biasa bagi ketenangan dan kebahagiaan rumah kami, hahaha.

PicsArt_02-06-08.19.11

Sejak perkuliahan tatap-muka digantikan menjadi tatap-layar, dan asisten mem-PHK saya, pekerjaan dalam 24 jam kadang membawa tekanan sendiri untuk saya. Karena itu, mumpung ada kelas Bunda Cekatan, saya ingin memperdalam keterampilan manajemen stres saya agar saya bisa mengerjakan seluruh pekerjaan rumah, tugas kuliah, dan nanti jika kembali bekerja, pekerjaan kantor, dengan baik, TANPA TEKANAN.

Bismillah, bisa!

#InstitutIbuProfesional
#TahapTelur
#HutanKupuCekatan
#AliranRasa


Aliran Rasa Wisatawan Hotel Asyik

15 Desember 2020

PicsArt_12-15-05.50.10

Selama dua bulan berada di Hotel Asyik, Transcity Harmony, Institut Ibu Profesional, inilah saatnya saya menulis ALIRAN RASA.

Transcity Harmony.

Awalnya saya skeptis dengan TH karena platform yang digunakan adalah FBG, iya, Facebook Group.

Jujur saya sudah jarang buka Facebook, apalagi masuk grup. Kehidupan di dunia nyata banyak sekali menyita waktu saya. Kalaupun saya membuka media sosial, itu hanya untuk posting sesuatu yang wajib atau menurut saya wajib saja. Misal, posting satu foto di twitter. Dan iya, saya lebih banyak menghabiskan waku di twitter ketimbang di platform media sosial lain.

Jadi, ketika saya mendapatkan pengumuman bahwa untuk ikut Bunda Cekatan saya harus masuk Transcity Harmoni di FBG, saya sedikit kecewa. Ada rasa malas, karena bentuk FBG sangat membingungkan. “Kenapa nggak pakai google classroom seperti biasanya, sih?” gerutu saya.

Hasilnya, saya terlambat menyelesaikan misi pertama. Well, keterlambatan itu bukan 100% karena saya malas belajar menggunakan FBG, melainkan karena berbarengan dengan jadwal UTS saya.

Oh iya, saya adalah mahasiswi di dunia nyata. Tepatnya mahasiswa magister akuntansi. Jadi, yah. Tugas kuliah menyita 80% waktu sadar saya. 20%-nya saya gunakan untuk melakukan hal pribadi seperti mandi, makan, dan beribadah. Saya hanya tidur 4 jam sehari. Itupun tetap saja keteteran dengan tugas kuliah TT

Stop mengeluhnya, mari kembali ke Aliran Rasa, hahaha.

Apapun itu, ini pilihan hidup saya, dan saya yakin pasti bisa menjalaninya.

Sempat pasrah, mungkin tidak diizinkan ikut gerbong Buncek Batch 2 karena terlambat menyelesaikan misi pertama, ternyata saya mendapatkan kesempatan kedua. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan. Saya segera menyelesaikan misi pertama, dan kedua, kemudian mengumpulkannya ke link yang tersedia. Alhamdulillah, dua misi selesai.

PicsArt_12-14-07.16.17PicsArt_12-15-05.40.24

Sekarang, saya tinggal menunggu kunci untuk masuk Gerbang Hutan Kupu-kupu dan mengukuti perkuliahan di Bunda Cekatan.

Saya dengar, gerbang buncek akan dibuka di bulan Januari, tepat setelah saya selesai UAS. Alhamdulillah, bisa menyesuaikan waktu karena dibukanya pas liburan. ^^

Sampai jumpa di Bunda Cekatan ^^

#InstitutIbuProfesional
#TranscityHarmony
#WisatawanHotelAsyik


Iduladha, Gembira namun Hati-hati

4 Agustus 2020

Selamat Iduladha, Semuanya…

Sudah lama, ya, sejak terakhir saya menulis di blog ini. Konsistensi satu tulisan perhari mulai luntur seiring selesainya kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Maafkan saya.

Hari ini saya kembali menulis sebagai tugas dari Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Jakarta. Ya, Komunitas Ibu Profesional memiliki kelompok menulis yang bernama “Rumah Belajar Menulis” (RBM). Kali ini, RBM memberikan tugas menulis kerangka blog untuk semua anggotanya yang ingin debut sebagai penulis.

Tema tulisan kali ini adalah “Iduladha di Masa Pandemi”. Mari kita mulai.

Kerangka Blog Catatan Harian Yeptirani

Alhamdulillah, kita dipertemukan kembali dengan hari Raya Iduladha 1441 Hijriah. Hari raya di mana umat Islam dianjurkan berkurban dengan seekor kambing, domba, sapi, kerbau, atau unta. Daging hewan kurban tersebut akan dibagikan ke orang-orang yang kesehariannya bisa membeli daging sendiri karena harganya yang mahal.

Perayaan hari raya tahun ini sedikit berbeda. Seperti hari Raya Idulfitri yang lalu, Iduladha tahun ini dirayakan tanpa pulang kampung. Kalau biasanya Abang Zi akan menghabiskan malam di musala untuk memukul bedug, tahun ini kami di rumah saja. Bedug memang tetap dipukul, namun itu dilakukan oleh anak-anak atau pemuda yang tempat tinggalnya benar-benar di sebelah musala. Dan menjaga jarak.

Sebagai anak tertua di Jakarta, saya membuka pintu rumah lebar-lebar saat hari raya. Kebetulan, kambing kurban kami disembelih hari Sabtu, jadi open house-nya dilakukan hari Sabtu juga.

Open house? Katanya sedang pandemi?

Ada beberapa hal yang membuat kami memutuskan tetap menerima tamu (saudara kandung). Selain karena PSBB di Jakarta sudah diturunkan statusnya menjadi PSBB Transisi dan PSBL, kami tak memiliki saudara dekat di Jakarta. Hanya itu-itu saja yang jadi sandaran. Dan, rumah kami yang tak terlalul jauh membuat kami sebenarnya sudah sering berinteraksi walaupun PSBB.

Saat adik saya datang, dia langsung membersihkan dirinya. Mencuci tangan, menyemprotkan disinfektan ke seluruh tubuh, dan menjemur jaketnya. Barulah ia membantu membakar sate di halaman.

Ada satu kegiatan yang tidak kami lakukan di hari raya ini, yaitu ziarah ke makam Keita. Tadinya kami hanya berniat menunda, karena penuhnya taman makam, tetapi akhirnya jadi batal. Padahal makam Keita jaraknya tak sampai 10 menit berjalan kaki. Tetap saja jarang dikunjungi. Terakhir kami ke sana, ada sebuah pohon tumbuh di atas pusara Keita. Saya jadi penasaran, sebesar apa pohon itu sekarang. Pohon yang dipupuki oleh Keita.

Oh iya, biarkan saya bercerita tentang penyembelihan hewan kurban tahun ini.

Jika tahun-tahun sebelumnya, semua orang mendekat pada penjagal, dan berakhir dengan suasana ricuh, tahun ini area penjagalan dibatasi dengan pering bambu. Hanya pemilik hewan kurban yang akan disembelih saja yang boleh masuk area jagal. Lebih tertib dan lebih sepi dari biasanya.

Pada akhirnya, walau dengan segala keterbatasan, kami merayakan hari Raya Iduladha dengan khidmat dan bahagia. Semoga pandemi ini segera berakhir sehingga tahun depan hari Raya Iduladha dapat dirayakan dengan penuh kegembiraan tanpa ketakutan. Aamiin.

Selamat Hari Raya Iduladha 1441H


Cerdas Teknologi, Sebuah Aliran Rasa Game Level #12

8 April 2020

Game Level #12
Aliran Rasa

PhotoGrid_1586220588405

Alhamdulillah, tantangan 10 hari Keluarga Multimedia telah selesai dikerjakan. Ada banyak hal yang Danda petik selama menjalankan game level 12 ini. Salah satunya adalah membersihkan gawai dari aplikasi tak berguna.

Sudah tahu, kan, kalau Danda punya banyak gawai? Hehehe. Semua punya fungsi masing-masing. Tapi kadang, ada aplikasi yang dipasang di gawai yang satu dan gawai lainnya, sedang aplikasi itu hanya bisa dibuka di satu gawai. Contohnya aplikasi gojek dan grab. Akhirnya, aplikasi gojek dan grab di gawai lainnya jadi mubazir. Danda lupa tidak mencopotnya. Hehehe. Karena game level 12 ini, akhirnya Danda mencopoti satu persatu aplikasi yang tak diperlukan di gawai-gawai Danda.

Hal lain yang Danda dapatkan di level ini adalah, memilih aplikasi mana yang diperlukan. Plus, Danda mendapat informasi aplikasi lain yang tak terpikir sebelumnya. Playstore itu seperti tokopedia, segala ada. Haha.

Manajemen gawai sangat diperlukan untuk menjadi manusia yang cerdas teknologi. Jangan sampai kita diperbudak teknologi. Sebaliknya, teknologi harus menolong kita. Membantu kita dalam pekerjaan sehari-hari.

PicsArt_04-07-07.46.12

Ini adalah aliran rasa dari Danda untuk Game Level 12. Aliran Rasa untuk Kelas Bunda Sayang, nanti ya… ^_^

Karena ini adalah level terakhir, saatnya Danda mengucapkan kalimat perpisahan pada semua bentuk postingan dengan tagar bunda sayang. Tak terasa, ya. ^_^

Semoga di kesempatan mendatang, Danda dapat terus berbagi ilmu, dan belajar lagi. Aamiin.

PicsArt_04-07-07.49.02

#AliranRasa
#GameLevel12
#Tantangan10Hari
#KeluargaMultimedia
#KelasBundaSayang
#14hariantimatigaya
#diamdirumah
#ibulawancorona
#InstitutIbuProfesional


Belajar Bersama, Sebuah Aliran Rasa Game Level #11

13 Maret 2020

Game Level #11
Aliran Rasa

PhotoGrid_1583971764585

Game level 11 sudah selesai. Alhamdulillah, kali ini Danda kembali menyelesaikannya dengan tuntas. Semua berkat teman-teman dalam Kelas Bunda Sayang juga.

Game kali ini sedikit berbeda dengan game sebelumnya. Bila di game sebelumnya kami diajak untuk bermain dengan keluarga, di game ini kami diajak untuk berdiskusi bersama teman dalam kelompok kecil, lalu mempresentasikan hasil diskusi itu.

Ada banyak sekali ilmu yang bisa Danda dapatkan dalam diskusi maupun presentasi tiap harinya. Hal-hal yang sebelumnya Danda sepelekan, setelah didiskusikan bersama, ternyata bukan lagi hal sepele.

Memperkenalkan anak dengan fitrah seksualitasnya sejak dini sangat penting dilakukan oleh seluruh orang tua. Ajari dan dampingi anak dengan fitrah seksualitas sesuai usianya. Agar kelak, ia tumbuh dengan fitrah seksualitas yang matang sesuai kodratnya.

IMG-20200310-WA0023

Siapa bilang jadi orang tua itu mudah? Sulit, tapi bisa dilakukan. Karenanya, terus belajar dan tak berhenti belajar, demi anak (-anak).

Peran Ayah dan Ibu sama pentingnya dalam membangun fitrah seksualitas anak, baik untuk anak laki-laki maupun anak perempuan. Semangat, para orang tua. ^_^

PicsArt_03-13-04.47.45

#AliranRasa
#GameLevel11
#Tantangan10Hari
#FitrahSeksualitas
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional