Aliran Rasa Wisatawan Hotel Asyik

15 Desember 2020

PicsArt_12-15-05.50.10

Selama dua bulan berada di Hotel Asyik, Transcity Harmony, Institut Ibu Profesional, inilah saatnya saya menulis ALIRAN RASA.

Transcity Harmony.

Awalnya saya skeptis dengan TH karena platform yang digunakan adalah FBG, iya, Facebook Group.

Jujur saya sudah jarang buka Facebook, apalagi masuk grup. Kehidupan di dunia nyata banyak sekali menyita waktu saya. Kalaupun saya membuka media sosial, itu hanya untuk posting sesuatu yang wajib atau menurut saya wajib saja. Misal, posting satu foto di twitter. Dan iya, saya lebih banyak menghabiskan waku di twitter ketimbang di platform media sosial lain.

Jadi, ketika saya mendapatkan pengumuman bahwa untuk ikut Bunda Cekatan saya harus masuk Transcity Harmoni di FBG, saya sedikit kecewa. Ada rasa malas, karena bentuk FBG sangat membingungkan. “Kenapa nggak pakai google classroom seperti biasanya, sih?” gerutu saya.

Hasilnya, saya terlambat menyelesaikan misi pertama. Well, keterlambatan itu bukan 100% karena saya malas belajar menggunakan FBG, melainkan karena berbarengan dengan jadwal UTS saya.

Oh iya, saya adalah mahasiswi di dunia nyata. Tepatnya mahasiswa magister akuntansi. Jadi, yah. Tugas kuliah menyita 80% waktu sadar saya. 20%-nya saya gunakan untuk melakukan hal pribadi seperti mandi, makan, dan beribadah. Saya hanya tidur 4 jam sehari. Itupun tetap saja keteteran dengan tugas kuliah TT

Stop mengeluhnya, mari kembali ke Aliran Rasa, hahaha.

Apapun itu, ini pilihan hidup saya, dan saya yakin pasti bisa menjalaninya.

Sempat pasrah, mungkin tidak diizinkan ikut gerbong Buncek Batch 2 karena terlambat menyelesaikan misi pertama, ternyata saya mendapatkan kesempatan kedua. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan. Saya segera menyelesaikan misi pertama, dan kedua, kemudian mengumpulkannya ke link yang tersedia. Alhamdulillah, dua misi selesai.

PicsArt_12-14-07.16.17PicsArt_12-15-05.40.24

Sekarang, saya tinggal menunggu kunci untuk masuk Gerbang Hutan Kupu-kupu dan mengukuti perkuliahan di Bunda Cekatan.

Saya dengar, gerbang buncek akan dibuka di bulan Januari, tepat setelah saya selesai UAS. Alhamdulillah, bisa menyesuaikan waktu karena dibukanya pas liburan. ^^

Sampai jumpa di Bunda Cekatan ^^

#InstitutIbuProfesional
#TranscityHarmony
#WisatawanHotelAsyik


Iduladha, Gembira namun Hati-hati

4 Agustus 2020

Selamat Iduladha, Semuanya…

Sudah lama, ya, sejak terakhir saya menulis di blog ini. Konsistensi satu tulisan perhari mulai luntur seiring selesainya kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Maafkan saya.

Hari ini saya kembali menulis sebagai tugas dari Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Jakarta. Ya, Komunitas Ibu Profesional memiliki kelompok menulis yang bernama “Rumah Belajar Menulis” (RBM). Kali ini, RBM memberikan tugas menulis kerangka blog untuk semua anggotanya yang ingin debut sebagai penulis.

Tema tulisan kali ini adalah “Iduladha di Masa Pandemi”. Mari kita mulai.

Kerangka Blog Catatan Harian Yeptirani

Alhamdulillah, kita dipertemukan kembali dengan hari Raya Iduladha 1441 Hijriah. Hari raya di mana umat Islam dianjurkan berkurban dengan seekor kambing, domba, sapi, kerbau, atau unta. Daging hewan kurban tersebut akan dibagikan ke orang-orang yang kesehariannya bisa membeli daging sendiri karena harganya yang mahal.

Perayaan hari raya tahun ini sedikit berbeda. Seperti hari Raya Idulfitri yang lalu, Iduladha tahun ini dirayakan tanpa pulang kampung. Kalau biasanya Abang Zi akan menghabiskan malam di musala untuk memukul bedug, tahun ini kami di rumah saja. Bedug memang tetap dipukul, namun itu dilakukan oleh anak-anak atau pemuda yang tempat tinggalnya benar-benar di sebelah musala. Dan menjaga jarak.

Sebagai anak tertua di Jakarta, saya membuka pintu rumah lebar-lebar saat hari raya. Kebetulan, kambing kurban kami disembelih hari Sabtu, jadi open house-nya dilakukan hari Sabtu juga.

Open house? Katanya sedang pandemi?

Ada beberapa hal yang membuat kami memutuskan tetap menerima tamu (saudara kandung). Selain karena PSBB di Jakarta sudah diturunkan statusnya menjadi PSBB Transisi dan PSBL, kami tak memiliki saudara dekat di Jakarta. Hanya itu-itu saja yang jadi sandaran. Dan, rumah kami yang tak terlalul jauh membuat kami sebenarnya sudah sering berinteraksi walaupun PSBB.

Saat adik saya datang, dia langsung membersihkan dirinya. Mencuci tangan, menyemprotkan disinfektan ke seluruh tubuh, dan menjemur jaketnya. Barulah ia membantu membakar sate di halaman.

Ada satu kegiatan yang tidak kami lakukan di hari raya ini, yaitu ziarah ke makam Keita. Tadinya kami hanya berniat menunda, karena penuhnya taman makam, tetapi akhirnya jadi batal. Padahal makam Keita jaraknya tak sampai 10 menit berjalan kaki. Tetap saja jarang dikunjungi. Terakhir kami ke sana, ada sebuah pohon tumbuh di atas pusara Keita. Saya jadi penasaran, sebesar apa pohon itu sekarang. Pohon yang dipupuki oleh Keita.

Oh iya, biarkan saya bercerita tentang penyembelihan hewan kurban tahun ini.

Jika tahun-tahun sebelumnya, semua orang mendekat pada penjagal, dan berakhir dengan suasana ricuh, tahun ini area penjagalan dibatasi dengan pering bambu. Hanya pemilik hewan kurban yang akan disembelih saja yang boleh masuk area jagal. Lebih tertib dan lebih sepi dari biasanya.

Pada akhirnya, walau dengan segala keterbatasan, kami merayakan hari Raya Iduladha dengan khidmat dan bahagia. Semoga pandemi ini segera berakhir sehingga tahun depan hari Raya Iduladha dapat dirayakan dengan penuh kegembiraan tanpa ketakutan. Aamiin.

Selamat Hari Raya Iduladha 1441H


Cerdas Teknologi, Sebuah Aliran Rasa Game Level #12

8 April 2020

Game Level #12
Aliran Rasa

PhotoGrid_1586220588405

Alhamdulillah, tantangan 10 hari Keluarga Multimedia telah selesai dikerjakan. Ada banyak hal yang Danda petik selama menjalankan game level 12 ini. Salah satunya adalah membersihkan gawai dari aplikasi tak berguna.

Sudah tahu, kan, kalau Danda punya banyak gawai? Hehehe. Semua punya fungsi masing-masing. Tapi kadang, ada aplikasi yang dipasang di gawai yang satu dan gawai lainnya, sedang aplikasi itu hanya bisa dibuka di satu gawai. Contohnya aplikasi gojek dan grab. Akhirnya, aplikasi gojek dan grab di gawai lainnya jadi mubazir. Danda lupa tidak mencopotnya. Hehehe. Karena game level 12 ini, akhirnya Danda mencopoti satu persatu aplikasi yang tak diperlukan di gawai-gawai Danda.

Hal lain yang Danda dapatkan di level ini adalah, memilih aplikasi mana yang diperlukan. Plus, Danda mendapat informasi aplikasi lain yang tak terpikir sebelumnya. Playstore itu seperti tokopedia, segala ada. Haha.

Manajemen gawai sangat diperlukan untuk menjadi manusia yang cerdas teknologi. Jangan sampai kita diperbudak teknologi. Sebaliknya, teknologi harus menolong kita. Membantu kita dalam pekerjaan sehari-hari.

PicsArt_04-07-07.46.12

Ini adalah aliran rasa dari Danda untuk Game Level 12. Aliran Rasa untuk Kelas Bunda Sayang, nanti ya… ^_^

Karena ini adalah level terakhir, saatnya Danda mengucapkan kalimat perpisahan pada semua bentuk postingan dengan tagar bunda sayang. Tak terasa, ya. ^_^

Semoga di kesempatan mendatang, Danda dapat terus berbagi ilmu, dan belajar lagi. Aamiin.

PicsArt_04-07-07.49.02

#AliranRasa
#GameLevel12
#Tantangan10Hari
#KeluargaMultimedia
#KelasBundaSayang
#14hariantimatigaya
#diamdirumah
#ibulawancorona
#InstitutIbuProfesional


Belajar Bersama, Sebuah Aliran Rasa Game Level #11

13 Maret 2020

Game Level #11
Aliran Rasa

PhotoGrid_1583971764585

Game level 11 sudah selesai. Alhamdulillah, kali ini Danda kembali menyelesaikannya dengan tuntas. Semua berkat teman-teman dalam Kelas Bunda Sayang juga.

Game kali ini sedikit berbeda dengan game sebelumnya. Bila di game sebelumnya kami diajak untuk bermain dengan keluarga, di game ini kami diajak untuk berdiskusi bersama teman dalam kelompok kecil, lalu mempresentasikan hasil diskusi itu.

Ada banyak sekali ilmu yang bisa Danda dapatkan dalam diskusi maupun presentasi tiap harinya. Hal-hal yang sebelumnya Danda sepelekan, setelah didiskusikan bersama, ternyata bukan lagi hal sepele.

Memperkenalkan anak dengan fitrah seksualitasnya sejak dini sangat penting dilakukan oleh seluruh orang tua. Ajari dan dampingi anak dengan fitrah seksualitas sesuai usianya. Agar kelak, ia tumbuh dengan fitrah seksualitas yang matang sesuai kodratnya.

IMG-20200310-WA0023

Siapa bilang jadi orang tua itu mudah? Sulit, tapi bisa dilakukan. Karenanya, terus belajar dan tak berhenti belajar, demi anak (-anak).

Peran Ayah dan Ibu sama pentingnya dalam membangun fitrah seksualitas anak, baik untuk anak laki-laki maupun anak perempuan. Semangat, para orang tua. ^_^

PicsArt_03-13-04.47.45

#AliranRasa
#GameLevel11
#Tantangan10Hari
#FitrahSeksualitas
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Dongeng Membangun Karakter: Sebuah Aliran Rasa Game Level #10

13 Februari 2020

Game Level #10: Membangun Karakter Anak lewat Dongeng
Aliran Rasa

PhotoGrid_1581610263401

Alhamdulillah, tabarakallah. Sampai di penghujun Game Level #10, aliran rasa.

Begitu banyak rasa yang ingin Danda alirkan, sebenarnya. Tapi, Danda tak bisa menulis lebih panjang dari karakter yang diizinkan di IG. Jadi, kita singkat saja, ya. Hahaha.

Membangun karakter lewat dongeng sebenarnya sudah Ayah dan Danda mulai sejak Abang Zi balita. Game ini mengingatkan kembali, Abang Zi masih perlu dongeng pembangun karakter. Bedanya, saat ini Abang Zi sudah bisa menganalisis sendiri dongeng yang dibacakan untuknya. Kami pun berdiskusi terbuka. Pertanyaan yang diajukan Abang Zi makin luas. Artinya Ayah dan Danda harus makin banyak membaca literatur untuk menyiapkan jawaban. Hahaha.

DSC_0225-01

Imajinasi hebat tak terhingga muncul dari jiwa yang berkarakter. InsyaAllah Ayah dan Danda akan mengakomodasi imajinasi hebat Abang Zi, dan berusaha terus memantaskan diri sebagai orang tua Abang Zi. Aamiin ^_^

Terima kasih Ibu Profesional, sudah membawa kami melewati game ini. Game yang sangat menyenangkan buat anak dan orang tua. ^_^

Sampai bertemu di game selanjutnya. See ya!

Screenshot_20200213-230832-01

#AliranRasa
#GameLevel10
#Level10
#Tantangan10Hari
#BunsayBatch#5
#KuliahBundaSayang
#KuliahBunsayIIP
#MariMendongeng
#GrabYourImagination
#InstitutIbuProfesional


LOTS and HOTS, Sebuah Aliran Rasa Game Level #9

15 Januari 2020

Game Level #9
Aliran Rasa

PhotoGrid_1579085679537

Alhamdulillah, tabarakallah. Game level #9 telah tuntas dilaksanakan. Ada banyak sekali yang Danda pelajari di game ini. Terutama dalam hal memantaskan diri agar jadi orang tua dari seoarang anak kreatif bernama Abang Zi.

Seperti kita tahu, setiap anak terlahir kreatif. Kitalah yang harus memantaskan diri dalam membersamai mereka. Apakah kasih sayang kita membantunya mengembangkan kreativitas, atau malah mengerutkannya. Kita harus belajar.

Dalam pengamatan Danda, setiap hari ada saja hal kreatif yang diciptakan Abang Zi. Seperti misal ketika dia dihukum tidak boleh mendekati gawai. Abang Zi malah menciptakan permainan baru yang dia buat dari kesing tablet yang sudah tak terpakai. Dia menyebut permainan ini sebagai “golf mini” karena misinya adalah memasukkan kelereng ke dalam lubang hanya dengan memiringkan kesingnya. Wah, seru juga permainannya. ^_^

DSC_0152-01

Melatih kreativitas bisa dimulai dengan Low Order Thinking Skills, yaitu mengingat, memahami, dan mempraktikkan. Dilanjutkan dengan High Order Thinking Skills, yaitu menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan hal baru. Semua bisa dipelajari satu per satu.

HTO-LTO

Bahagia rasanya bisa jadi bagian dari mahasiswi yang menyelesaikan tantangan 10 hari game level #9 ini. Level selanjutnya, akan lebih seru. ^_^

Kreativitas apa lagi, ya? ^_^

#AliranRasa
#GameLevel9
#Tantangan10Hari
#KuliahBundaSayang
#BerpikirKreatif
#thinkcreative
#InstitutIbuProfesional


Menghabiskan di Jalan yang Benar, Sebuah Aliran Rasa Game Level #8

11 Desember 2019

Game Level #8: Cerdas Finansial Sejak Dini
Aliran Rasa

PhotoGrid_1575986272984

Alhamdulillah, tabarakallah. Melalui game ini, Danda diberi kesempatan belajar lagi tentang kecerdasan finansial. Yup, sembari mengajari Abang Zi tentang ini, Danda juga banyak belajar dan berlatih.

Cerdas finansial itu mampu membedakan keinginan dan kebutuhan. Sebelum mengikuti kelas Bunda Sayang, Danda adalah murid daring pakar ekonomi Safir Senduk. Danda sudah belajar teori tentang beda keinginan dan kebutuhan. Namun, praktik tak sama dengan teori. Di lapangan, semua keinginan Danda adalah kebutuhan. Sulit.

Melalui game ini, Danda juga menantang diri Danda untuk bisa membedakan keinginan dan kebutuhan. Lapar, ingin makan, butuh makan enak dan mahal. Duh.

PhotoGrid_1575992330371

Dalam game ini, Ayah, Danda, dan Abang Zi juga belajar tentang mental kaya dan mental miskin. Intinya, orang bermental kaya selalu mendahulukan Hak Tuhan. Selama ini Danda selalu mendahulukan cicilan utang. Aduh malunya. Waktunya berubah, Danda!

Abang Zi sendiri sudah berhasil menerapkan mini budget pada uang sakunya. Setiap tiga hari dia akan bersedekah dua ribu rupiah, walaupun Danda bilang Hak Tuhan di uang saku dia hanya 500 rupiah. Lebih gak papa, katanya.

Akhirnya Danda sedikit demi sedikit belajar dari Abang Zi. Padahal Danda yang punya ilmunya, diajarkan ke Abang Zi, eh dia yang praktik duluan. ^_^

DSC_0028-01

Hidup adalah belajar. Orang yang beruntung adalah yang selalu menuju ke arah lebih baik. Dan keberuntungan adalah nama lain dari kerja keras.

Mari belajar lagi! ^_^

PicsArt_12-10-10.40.46

#AliranRasa
#GameLevel8
#Tantangan10Hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional