Aliran Rasa Tahap Ulat

4 April 2021

PicsArt_04-04-10.17.44

Di penghujung tahap ulat, tiba saatnya saya harus mengalirkan rasa. Untuk tahap ini, aliran rasa diberi petunjuk, yaitu mulai dari kata: Aha! Ternyata aku…

Untuk ini saya menulis: “Aha! Ternyata aku bisa berteman dengan orang baru”

Jujur saja, walau berkali-kali tes MBTI hasilnya selalu E (ekstrover), saya selalu kesulitan menyapa orang baru. Ada rasa gengsi, takut, malu, dan lain-lain entah bagaimana saya mengungkapkannya.

Perasaan takut ditolak juga menjadi salah satu penghambat saya berteman dengan orang baru.

Namun, selama di tahap ulat ini, saya dipaksa berkenalan dengan orang baru, berbagi potluck untuknya, bahkan melamar buddy. Duh, berat… berat… sungguh berat.

Alhamdulillah, saya bisa melewati itu semua. Alhamdulillah. Dan, ternyata saya bisa, loh.

PicsArt_04-04-10.29.03

Lalu, ada satu petunjuk lagi, yaitu, saya diminta memecahkan teka-teki mengapa gamifikasi di tahap ulat-ulat dibuat seperti ini…

Ini jawaban saya:

Manusia adalah makhluk sosial. Karena itu, manusia tak akan dapat tumbuh dan berkembang sendiri, selalu membutuhkan orang lain. Dalam tahap ulat, mahasiswi diminta untuk berinteraksi dengan orang lain, melalui kumpul keluarga yang seminat, mencari ulat lain untuk diwawancara, berbagi potluck dengan ulat-ulat itu, lalu mencari buddy.

Semua hal di tahap ulat  harus dikerjakan dengan bantuan orang lain. Itu inti tahap ulat ini, kita harus bekerja sama dengan orang lain agar kita sama-sama mencapai tujuan kita.

PicsArt_04-04-10.31.14

Alhamdulillah, 8 pekan tahap ulat telah saya lalui dengan baik (menurut saya). Ilmu sudah saya dapatkan. Sekarang saatnya menyambut tahapan baru di kelas Bunda Cekatan. Tetap Semangat ^^

#InstitutIbuProfesional
#HutanKupuCekatan
#TahapUlat
#AliranRasa


Aliran Rasa Tahap Telur

6 Februari 2021

PicsArt_02-10-07.39.18

Alhamdulillah, tahap telur sudah saya lewati dengan baik. Sekarang waktunya menulis Aliran Rasa.

Tahap telur merupakan tahap awal di Kelas Bunda Cekatan. Di tahap ini saya benar-benar diajar berpikir, mau jadi apa saya, dan… apa yang sebenarnya saya maui untuk hidup saya.

Dimulai dengan melacak kekuatan, saya diajak memetakan kekuatan, mana yang suka dan bisa, suka tapi tak bisa, tak suka tapi bisa, dan tak suka dan tak bisa. Kuadran suka dan bisa ditulis ulang untuk dipetakan di telur berikutnya.

Kemudian di telur merah saya diajak memetakan keterampilan. Mana yang penting dan mendesak dipelajari, tak penting tapi mendesak, penting tapi tak mendesak, dan tak penting dan tak mendesak. Keterampilan di kuadran penting dan mendesak ditulis ulang untuk dicari ilmunya.

Di telur jingga saya diajak untuk memetakan ilmu, mulai dari tujuan mempelajari keterampilan di telur merah, ilmu yang diperlukan untuk keterampilan itu, sumber ilmu, dan cara belajarnya. Ilmu-ilmu yang saya perlukan ditulis ulang di telur jingga.

Terakhir, saya diajak untuk memilih satu keterampilan penting dan mendesak beserta seluruh topik pendukungnya untuk dipelajari lebih lanjut.

Seperti diketahui, saya memilih keterampilan MANAJEMEN STRES, dengan tujuan dapat mengerjakan seluruh pekerjaan dalam 24 jam TANPA TEKANAN.

Sepele, tapi efeknya luar biasa bagi ketenangan dan kebahagiaan rumah kami, hahaha.

PicsArt_02-06-08.19.11

Sejak perkuliahan tatap-muka digantikan menjadi tatap-layar, dan asisten mem-PHK saya, pekerjaan dalam 24 jam kadang membawa tekanan sendiri untuk saya. Karena itu, mumpung ada kelas Bunda Cekatan, saya ingin memperdalam keterampilan manajemen stres saya agar saya bisa mengerjakan seluruh pekerjaan rumah, tugas kuliah, dan nanti jika kembali bekerja, pekerjaan kantor, dengan baik, TANPA TEKANAN.

Bismillah, bisa!

#InstitutIbuProfesional
#TahapTelur
#HutanKupuCekatan
#AliranRasa


Tahap Telur Merah, Temu Terampil

24 Januari 2021

PicsArt_01-23-10.37.49

Assalamualaikum, ketemu lagi sama saya, Syari.

Kali ini agak lama sampai saya bisa menyelesaikan tantangan Telur Merah, Temukan Terampilmu.

PicsArt_01-24-11.24.31

Jujur saja, setelah menemukan apa yang saya suka dan saya bisa, saya disuruh untuk mencari keterampilan apa yang diperlukan untuk mendukung suka dan bisa itu. Di sinilah saya diajak berpikir, apa saja sih keterampilan yang diperlukan untuk suka dan bisa saya?

PicsArt_01-24-11.19.37

Saya diajak untuk memilih dan memilah, keterampilan mana saja yang masuk dalam kuadran penting dan mendesak untuk dikuasai, mana yang masuk dalam kuadran penting tetapi tidak mendesak, tidak penting tetapi mendesak, dan tidak penting dan tidak mendesak.

Di sini saya mengalami kebingungan. Tak sekali dua kali saya memindahkan keterampilan antar kuadran. Tadinya saya berpikir suatu keterampilan itu penting dan mendesak, ternyata tak terlalu penting juga, namun tetap mendesak. Atau saya pikir suatu keteampilan itu mendesak, ternyata tidak juga. Sebaliknya, keterampilan yang saya pikir tidak penting, setelah dipikir ulang, seharusnya penting. Misalnya, stretching. Setelah bolak-balik menulis, saya baru sadar, keterampilan stretching penting dan mendesak saya kuasai karena saya suka dan bisa menulis dan bekerja di depan laptop.

PicsArt_01-24-11.23.03

Setelah beberapa kali gonta-ganti kuadran, akhirnyas aya bisa menuliskan lima keterampilan yang penting dan mendesak saya kuasai untuk menikmati lima aktivitas yang saya suka dan saya bisa. Setelah ini, disuruh ngapain lagi, ya?

Hahaha, cie.. nantangin nih ye.. ^^

Bismillah, saya bisa!

#InstiturIbuProfesional
#HutanKupuCekatan
#TelurMerah
#TemukanTerampilmu


Tahap Telur Hijau, Awal Melangkah

16 Januari 2021

PicsArt_01-16-07.03.29

Alhamdulillah, sejak 8 Januari 2021 lalu, saya resmi menjadi mahasiswa kelas Bunda Cekatan, Institut Ibu Profesional. Untuk itu, saya harus menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh Peri-peri Hutan Kupu-kupu untuk menyelesaikan tahapan demi tahapan di Bunda Cekatan.

Tahap pertama adalah Tahap Telur-telur yang dimulai dengan Tahap Telur Hijau.

PicsArt_01-16-07.24.36

Dalam Tahap Telur Hijau ini, mahasiwa kembali diajak merunut empat kuadran dalam hidupnya: Bisa dan Suka, Bisa tapi Tak Suka, Tak Bisa tapi Suka, dan Tak Bisa dan Tak Suka.

PicsArt_01-16-06.18.46

Kemudian, dari seluruh kekuatan ini, mahasiswa diajak untuk menulis ulang lima hal dari kuadran Bisa dan Suka yang telah ditulis.

PicsArt_01-16-06.24.37

Walaupun sebenarnya hal ini telah kami kerjakan saat berkuliah di kelas Matrikulasi dahulu, ternyata setelah ditulis ulang, hal-hal dalam empat kuadran ini berbeda dengan yang saya tulis sekitar 2-3 tahun lalu saat Matrikulasi. Haha.

Ini menunjukkan bahwa manusia berubah, dan potensi manusia pun bisa bertambah atau berkurang tergantung bagaimana kita memanfaatkan potensi kita.

Oh iya, lima hal di kuadran Suka dan Bisa yang saya tulis di atas, menjadi pijakan saya untuk menjalani perkuliahan di Bunda Cekatan selanjutnya.

Bismillah, saya bisa. ^^

#InstiturIbuProfesional
#HutanKupuCekatan
#TelurHijau
#LacakKekuatanmu


Aliran Rasa Wisatawan Hotel Asyik

15 Desember 2020

PicsArt_12-15-05.50.10

Selama dua bulan berada di Hotel Asyik, Transcity Harmony, Institut Ibu Profesional, inilah saatnya saya menulis ALIRAN RASA.

Transcity Harmony.

Awalnya saya skeptis dengan TH karena platform yang digunakan adalah FBG, iya, Facebook Group.

Jujur saya sudah jarang buka Facebook, apalagi masuk grup. Kehidupan di dunia nyata banyak sekali menyita waktu saya. Kalaupun saya membuka media sosial, itu hanya untuk posting sesuatu yang wajib atau menurut saya wajib saja. Misal, posting satu foto di twitter. Dan iya, saya lebih banyak menghabiskan waku di twitter ketimbang di platform media sosial lain.

Jadi, ketika saya mendapatkan pengumuman bahwa untuk ikut Bunda Cekatan saya harus masuk Transcity Harmoni di FBG, saya sedikit kecewa. Ada rasa malas, karena bentuk FBG sangat membingungkan. “Kenapa nggak pakai google classroom seperti biasanya, sih?” gerutu saya.

Hasilnya, saya terlambat menyelesaikan misi pertama. Well, keterlambatan itu bukan 100% karena saya malas belajar menggunakan FBG, melainkan karena berbarengan dengan jadwal UTS saya.

Oh iya, saya adalah mahasiswi di dunia nyata. Tepatnya mahasiswa magister akuntansi. Jadi, yah. Tugas kuliah menyita 80% waktu sadar saya. 20%-nya saya gunakan untuk melakukan hal pribadi seperti mandi, makan, dan beribadah. Saya hanya tidur 4 jam sehari. Itupun tetap saja keteteran dengan tugas kuliah TT

Stop mengeluhnya, mari kembali ke Aliran Rasa, hahaha.

Apapun itu, ini pilihan hidup saya, dan saya yakin pasti bisa menjalaninya.

Sempat pasrah, mungkin tidak diizinkan ikut gerbong Buncek Batch 2 karena terlambat menyelesaikan misi pertama, ternyata saya mendapatkan kesempatan kedua. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan. Saya segera menyelesaikan misi pertama, dan kedua, kemudian mengumpulkannya ke link yang tersedia. Alhamdulillah, dua misi selesai.

PicsArt_12-14-07.16.17PicsArt_12-15-05.40.24

Sekarang, saya tinggal menunggu kunci untuk masuk Gerbang Hutan Kupu-kupu dan mengukuti perkuliahan di Bunda Cekatan.

Saya dengar, gerbang buncek akan dibuka di bulan Januari, tepat setelah saya selesai UAS. Alhamdulillah, bisa menyesuaikan waktu karena dibukanya pas liburan. ^^

Sampai jumpa di Bunda Cekatan ^^

#InstitutIbuProfesional
#TranscityHarmony
#WisatawanHotelAsyik


Misi Wahana Perahu Kano

3 Desember 2020

Petualangan Perahu Kano

Gambar diambil dari sini

Halo, Syari di sini.

Saya tahu saya terlambat menulis tentang petualangan saya di Wahana Perahu Kano, tetapi alhamdulillah, ada kesempatan untuk saya menyusul menyetorkan tugas di misi ini. ^^

Saya adalah alumni Kuliah Bunda Sayang di Institut Ibu Profesional. Dari awal, mengapa saya memasuki perkuliahan di Institut Ibu Profesional, tujuannya tetap sama, saya ingin menjadi individu, istri, dan ibu yang lebih baik dari sekarang.

Usia saya bertambah tua, kehidupan berrumah tangga juga semakin lama, dan anak saya semakin besar. Saya tidak boleh berhenti belajar untuk meningkatkan kualitas diri saya, baik sebagai individu, istri, maupun ibu yang baik.

Kali ini saya sedang menunggu kursi Perkuliahan Bunda Cekatan dibuka. Walau status saya di dunia nyata adalah Mahasiswi, entah mengapa, saya tetap tak ingin ketinggalan kereta untuk menjadi Mahasiswi di Institut Ibu Profesional.

Kalau di dunia nyata saya adalah mahasiswi S2, jika saya masuk Bunda Cekatan, saya akan masuk jadi mahasiswi S2 di IIP juga, hihihi.

Karena Kuliah Matrikulasi adalah kuliah penyesuaian, dan Bunda Sayang adalah strata 1-nya. Hehe.

Kenapa, sih, saya ngotot pengin banget ikut kuliah Bunda Cekatan? Nanti kuliah di Maksi-nya keteteran, loh.

Duh, jangan didoakan gitu, donk… Justru saya ingin mengatur waktu dengan jauh lebih baik, makanya pengin banget mengeruk ilmu dari Perkuliahan Bunda Cekatan. Namanya saja “Bunda Cekatan”, biar saya jadi cekatan, donk. ^^

Kenapa haru Bunda Cekatan? Well, saya tidak tahu, apakah ada program terstruktur lain selain di IIP. Jadi yang saya tahu cuma ini, karena itu, saya ikuti ini saja ^^

Seperti halnya saya menyelesaikan tugas di Bunda Sayang dengan baik, saya yakin, saya bisa melaksanakan semua misi di Bunda Cekatan dengan baik pula. Mungkin saya akan down, tetapi, saya akan ingat lagi betapa sulitnya masuk IIP. Saingannya banyak banget, beneran.

InsyaAllah, Bunda Cekatan adalah jalan untuk saya, menjadi individu, istri, dan ibu yang jauh lebih baik lagi.

Bismillah.

#PetualanganPerahuKano
#WisatawanHotelAsyik
#TranscityHarmony
#InstitutIbuProfesional


Jangan Berharap Lebih!

16 Oktober 2020

Saya ingin bercerita tentang perasaan saya. Ketika saya mengusahakan sesuatu tetapi ternyata hasilnya nihil. Apa yang saya lakukan setelahnya?

Libur semester di tengah pandemi membuat saya dan Abang Zi menghabiskan waktu di rumah saja. Saya pun menonton tayangan televisi berjudul I-Land. Tayangan ini tentang 23 remaja yang berjuang meraih mimpinya menjadi idol di Korea Selatan. Salah satu pelamar I-Land yang menjadi perhatian saya adalah pelamar dari Jepang bernama K (Kei).

Kei ini penari, atau dancer. Saat dia menari tubuhnya seakan mengikuti irama musik tanpa disuruh. Seakan dia dilahirkan untuk menari. Saya bukan penggemar dance sebelumnya, setelah melihat Kei menari, saya jadi suka memperhatikan koreografi tarian modern ini.

Karena saya rasa rating I-Lang cocok ditonton Abang Zi, saya menontonnya bersama Abang Zi. Dan ternyata dia juga suka pada Kei. Jadilah kami berdua adalah penggemar Kei.

Ketika I-Land mengadakan sistem voting, saya ikut memberikan suara. Tentu saja pada Kei. Entah bagaimana ceritanya, saya diajak ikut serta menjadi tim voting Kei untuk Indonesia. Kami mengelola 3.500 akun untuk divoting setiap hari. Hingga di episode final, ternyata Kei tereliminasi.

Usaha kami selama sebulan penuh hilang begitu saja. Sedihnya bukan main. Abang Zi menangis semalaman. Saya? Tidak bisa tidur sampai pagi. Pikiran saya berkecamuk, sedih, tidak terima. Tetapi, dengan adanya teman bercerita di media sosial, lambat laun saya bisa menerima kenyataan, bahwa Kei belum debut menjadi idol.

Apa yang saya lakukan setelah itu? Saya mencari teman. Ada banyak yang seperti saya di media sosial, tidak bisa menerima kenyataan bahwa Kei tereliminasi di episode final. Mengingat kemampuan Kei di atas rata-rata. dia sangat hebat.

Sebulan berlalu sejak episode final I-Land. Saya sudah bisa menerima kenyataan bahwa Kei tidak cocok berada di grup yang terbentuk dari pertunjukan bertahan I-Land. Bahwa dia sedang mempersiapkan grup debutnya sendiri. Kami, penggemar Kei, bahkan tengah mempersiapkan perayaan ulang tahun Kei di tanggal 21 Oktober nanti dengan meriah. Saya dan teman-teman masih mendukung Kei.

Jika kita melakukan sesuatu, namun hasilnya nihil, jangan ratapi sendirian, cari teman. Seandainya ada, cari teman senasib. Jika tidak ada, cari teman yang memahamimu.

Jangan simpan sendiri.

#Writober2020
#RBMIPJakarta
#Nihil