Mitos apa Fakta, ya? Tentang ASI, nih!

6 Oktober 2015

Zee Usia 3 Bulan

1. ASI yang keluar pertama kali dan berwarna kuning itu harus dibuang karena rusak.

MITOS!!!

FAKTAnya, ASI kuning itu adalah kolostrum yang manfaatnya sangat besar untuk sistem imunitas bayi. Jangan dibuang, ya! berikan sepuasnya pada bayi.

2. Ibu dengan payudara kecil, ASInya kurang buat bayinya.

MITOS!!!

FAKTAnya, ASI tidak bergantung sama besar kecilnya payudara! Dikira payudara saya kayak punya Jupe, apa? Hahaha… Tapi toh tetap saja, Zee bisa minum ASI sampai usia 2 tahun dan dia menyapih dirinya sendiri!
Produksi ASI itu bergantung permintaan. Payudara kita lebih hebat dari dispenser akua. Bayi minta 200ml, maka payudara akan langsung memproduksi ASI sebesar 200ml. Bayi minta 500ml, segitu juga yang diproduksi sama payudara.

3. ASI yang encer kualitasnya tidak baik.

MITOS!!!

FAKTAnya, ASI terdiri dari 2 bagian, foremilk (ASI depan), dan hindmilk (ASI belakang). Foremilk mengandung lebih banyak gula ketimbang lemak, dan keluarnya duluan, serta bentuknya agak encer. Hindmilk mengandung lebih banyak lemak, keluar belakangan, dan bentuknya lebih pekat. Keduanya dibutuhkan oleh bayi. Gak ada ASI jelek selama itu keluar langsung dari pabriknya.

4. Bayi yang selalu menangis dan minta menyusu tandanya dia lapar karena ASInya gak cukup dan perlu tambahan susu formula.

MITOS!!!

FAKTAnya, bayi baru lahir (Newborn Baby) itu selalu mencari bau ibunya. Yah, bayangkan saja ya, 40 minggu ada di dalam perut ibu, hangat, nyaman, dan terdengar detak jantung ibu yang menenangkan, sekarang dia harus berjuang sendiri di dunia ini. Suara detak jantung ibunya hilang, dunia jadi lebih dingin. Jadi sebenarnya, NB itu nangis karena mencari suara detak jantung ibunya yang menenangkan dia. Gak selalu lapar sih, tidak juga berarti ASI kurang.
ASI juga selalu bisa dicerna oleh bayi, 100%! Sementara susu formula hanya 30%. Bayi setelah minum susu formula jadi tenang, bukan selalu berarti dia kenyang, tapi mungkin dia kehabisan energi karena perut kecilnya harus bejuang mencerna susu artifisial yang masuk ke perutnya.

5. ASI yang diperah dan disimpan akan berubah menjadi darah.

MITOS!!!

FAKTAnya, ASI tetap ASI. selama saya menyusui anak saya dalam 2 tahun pertama hidupnya, saya gak pernah melihat ASI perah berubah warna selain putih susu (kadang kekuningan, kadang kehijauan, tergantung apa yang saya makan). Jadi, jangan mau dikibulin lagi ya 😀

6. Bayi diare karena alergi ASI ibunya.

MITOS!!!

FAKTAnya, kecuali dokter mendiagnosa ibunya punya penyakit serius yang harus diobati sedang obat itu keras untuk bayi, bayi diare bukannya karena alergi ASI ibunya. Ingatlah, ASI itu sepaket sama bayi. Rejeki pertama dari Allah SWT. untuk setiap manusia.
Bayi diare ada dua kemungkinan, pertama, dia tidak diare, hanya fesesnya konsistensinya encer saja, bergerindil gitu, dan pup sering banget, kedua, benar-benar pup air.

Diare itu bila bayi benar-benar pup air tanpa ampas. Kalo masih ada ampas, bukan diare namanya. Dan bayi ASIX memang pupnya encer bergerindil. Wajar. Dan frekuensinya beragam, ada yang 14x sehari, sampai 14 hari sekali. Selama dia hanya minum ASI, dan tidak menunjukkan kesakitan, wajar.

Dan jika bayi memang pup cair tanpa ampas, maka yang perlu diobservasi adalah apa makanan ibunya, bukan ASInya. Bayi alergi pada makanan yang dimakan ibunya, bukan pada ASInya.

7. Bayi laki-laki minum ASI lebih banyak daripada bayi perempuan, sehingga perlu tambahan susu formula.

MITOS!!!

FAKTAnya, balik lagi, ya! Percaya Tuhan, kan? Percaya kehebatan Tuhan, kan? Percaya kalau Tuhan itu adil? 🙂
Maka harusnya kita percaya bahwa ASI itu sudah sesuai kualitas dan kuantitasnya untuk bayi. Baik bayi laki-laki ataupun perempuan, sudah pas, gak perlu ditambah-tambah atau dikurang-kurangi. Gak perlu tambahan susu formula, ya.

8. Jika bayi sakit, ibunya yang harus minum obat, nanti obatnya masuk ke ASI.

MITOS!!!

FAKTAnya, sang ibu harus meminum 100 dosis obat agar obat itu berpengaruh pada tubuh bayi. Jika bayinya yang sakit, ya dia yang harus minum obat, donk ^_^
Dan setelah minum obat boleh kok langsung nenen. Karena ASI bukan susu sapi yang (katanya) anti sama benda asing dalam tubuh termasuk obat. (kenyataannya, belum ada jurnal ilmiah akan hal ini, dan masih diperdebatkan). ASI sifatnya menyesuaikan kebutuhan bayi. Believe it ^_^

9. Setelah ibu keluar rumah, ASInya harus dibuang sedikit, karena ASi itu akan bikin bayi masuk angin.

MITOS!!!

FAKTAnya, bahkan MASUK ANGIN itu gak ada di dunia kedokteran (hehehe). ASI, selama masih di pabriknya (a.k.a. payudara ibu), akan selalu bagus, steril, dan sehat. Gak bakalan kemasukan angin, kok 😀

10. Jika ASI belum keluar setelah melahirkan, bayi boleh minum susu formula.

MITOS!!!

FAKTAnya, mitos ini adalah penyebab terbesar kegagalan pemberian ASI Eksklusif dan ASI lanjutan hingga 2 tahun!

Bayi punya cadangan lemak yang cukup untuknya bertahan selama 72 jam. Jadi, gausa buru-buru, tetap ajari bayi untuk nenen. Jika bayi dikasih susu formula via dot, nanti daya isap bayi pada payudara ibu akan berkurang, karena mengisap dot lebih mudah daripada mengisap puting ibu.
Jika daya isap bayi berkurang, akhirnya produksi ASI pun berkurang. Apa yang terjadi? Ya! ASI kering lebih awal.

Jadi jangan pernah mengenalkan bayi pada dot sebelum dia kenal payudara ibunya.

Ini dulu 10 MITOS tentang ASI yang beredar di sekitar kita, dan 10 FAKTA yang menyertainya.

yuk jadi ibu dan ayah yang cerdas dan gak gampang termakan MITOS. Kalau bukan kita yang melindungi anak-anak kita, siapa lagi?

Go ASI, Go Generasi Sehat Indonesia!!!


Danda Mengenang Perjuangan ASI & MPASI

20 September 2014

Me and My Boy

Nggak kerasa udah hampir dua tahun sejak terakhir aku kasih ASI buat Abang Zimam. Itu artinya si Abang udah hampir menginjak usia empat tahun. Melihat pertumbuhan Zimam sekarang makin mengingatkanku keputusan memberinya ASI eksklusif dan MPASI rumahan nggak akan pernah aku sesali. Aku tetap bangga perjuangan itu membuahkan hasil saat Zimam lulus keduanya. Tanpa ASI, belum tentu dia tumbuh sehat seperti sekarang.

Buat informasi aja, hal-hal di bawah ini bermanfaat diketahui para calon Bunda yang berencana memberikan MPASI sesudah tuntas 6 bulan ASI eksklusif atau Bunda yang sedang menjalaninya tapi bingung di tengah jalan.

ASI tumpah

Nggak perlu khawatir kalau ASI Bunda tumpah selama beberapa minggu pertama setelah melahirkan. Ini pertanda bagus kok bahwa tubuh Bunda mampu memproduksi banyak susu walau kadang menyusahkan terutama pas sedang di luar rumah karena cairannya tembus bra dan pakaian serta meninggalkan noda. Banyak informasi tentang cara menggunakan mesin cuci buat menghilangkan noda pada bra tersedia di internet.

MPASI pertama

MPASI pertama buat si kecil sebaiknya yang mudah dicerna dan nggak menimbulkan alergi. Umbi-umbian seperti wortel, kentang, dan ubi ketela populer sebagai MPASI pertama. Selain itu, labu kuning, apel, pir, pisang, dan pepaya juga punya kandungan rasa manis alami. Cicipi dulu buat memastikan buahnya matang dan nggak sepet.

Tekstur dan suhu MPASI

MPASI pertama seharusnya agak cair mirip konsistensi ASI agar mudah ditelan dan nggak mengagetkan. Pakai ASI, air mendidih, atau air sisa mengukus sayur buat mengencerkan bubur sayur atau buah. MPASI sebaiknya disuapkan ke bayi pada suhu ruangan atau agak hangat. Kalau menghangatkan MPASI di microwave, biarkan sampai benar-benar panas lalu dinginkan sampai ke suhu ruangan.

Bagaimana memulainya?

Bayi bereaksi beda-beda terhadap suapan pertamanya. Jangan kaget kalau bayi menolak. Satu atau dua sendok bayi sehari sekali cukup untuk minggu pertamanya. Lalu coba tambah porsinya.

Makanan yang perlu dihindari

Makanan tertentu nggak cocok buat bayi, seperti garam, gula, kepiting, kerang-kerangan, dan makanan asap. Hati-hati dengan madu karena bakteri tertentu di dalamnya bisa mengganggu kesehatan bayi di bawah 1 tahun. Biarpun kejadian alergi makanan pada bayi hanya sekitar 6%, orang tua yang punya riwayat alergi bisa menurunkannya ke si bayi. Perkenalkan satu demi satu makanan beda-beda buat membantu mengurangi sensitivitas bayi.

Memperkenalkan makanan padat

Makanan padat nggak layak diberikan pada bayi di bawah 17 minggu karena fungsi pencernaannya belum berfungsi matang. Sebaliknya, kalau MPASI ditunda hingga melebihi usia 6 bulan, bayi berpotensi mengalami kesulitan menerima makanan padat. Bayi yang lebih sering lapar walau sudah disusui bisa diartikan bayi siap menerima makanan padat.

Latihan mengunyah

Setelah bayi berusia 8 bulan, Bunda bisa beralih dari bubur halus ke makanan yang lebih kasar, misalnya sayuran rebus atau buah yang diparut. Sekaligus melatih bayi menggigit dan mengunyah, camilan seperti telur rebus, pisang, melon, wortel rebus, dan pasta yang bisa dia pegang sendiri melatih kontrolnya juga.

Metode memasak

Mengukus lebih baik daripada merebus. Vitamin B dan C pada sayuran atau buah mudah hancur karena sifatnya yang larut air. Kalau mau merebus, hati-hati jangan sampai terlalu lembek. Memakai oven buat memasak kentang atau ubi ketela juga baik.

Bahan makanan yang bagus

Usia antara 7 dan 9 bulan adalah masa pertumbuhan yang cepat di mana bayi perlu lebih banyak kalori. Variasikan sumber makanan mereka dengan daging, ikan, sereal, atau keju buat memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, dan lemak si bayi. Bunda bisa nyontek jadwal MPASI Zimam.

Membekukan MPASI

Pada masa-masa awal MPASI, bayi hanya makan sedikit. Kalau memasak MPASI dalam jumlah besar, Bunda bisa membekukan sisanya memakai cetakan es batu sehingga pas buat setiap porsi makan. Selalu lelehkan makanan beku ini lalu panaskan hingga benar-benar panas dan biarkan sampai suhu yang cocok buat mulut bayi.

Minum dari cangkir

Saat bayi sudah sampai di tahap makan makanan padat tiga kali sehari, bayi bisa diberi air mineral atau air matang melalui cangkir bayi. Bersamaan dengan ini, bayi bisa dibiasakan makan sambil duduk di kursi bayi.


Perjuangan Memberikan yang Terbaik: Menyapih dengan Cinta

28 Februari 2013

Apa tugas dan kewajiban seorang ibu pada bayinya? Banyak!
Tapi salah satunya adalah menyusui sampai masa penyempurnaan, 2 tahun.

Lalu apa setelah itu? Bagaimanakah masa-masa indah menyusui itu akan diakhiri? Bahagia dengan keikhlasan dan tawa, atau sedih dengan deraian air mata?

Aku memilih yang pertama!

Seperti yang kita tahu, di sekitar kita, jika ada anak yang disapih, maka penyapihannya begitu menyiksa. Oke, mungkin tidak semua. Tapi aku menyaksikan sendiri saat adikku dan adik sepupuku disapih dulu. Mereka menangis berderai-derai. Ibunya juga meringis menahan sakit payudara yang bengkak karena tidak lagi disedot. Apa itu yang akan terjadi padaku dan bayiku?

Aku memutuskan untuk TIDAK! Aku mau menyapih bayiku dengan cinta, tawa, keikhlasan, dan tanpa deraian air mata!

Dan itu tidak mudah!

Langkap pertama yang aku ambil adalah, BERDISKUSI dengan Sang Ayah (dan jika ada, dengan anggota keluarga lain yang serumah juga).
Aku bilang sama Ayah Zee, aku mau menyapih Zee dengan cinta, perlahan-lahan, smooth, dan diakhiri dengan keputusan Zee untuk tidak nenen lagi.

Awalnya Ayah Zee pesimis. “Mana ada bayi yang rela disapih? Udahlah, pake cara yang biasa aja!”

Cara yang “biasa”? Hehe… Nehi!!

Aku berjuang, bergerilya. Aku mengirim banyak sekali artikel tentang pentingnya Weaning With Love ke alamat surel Ayah Zee. Aku hubungi sahabatnya yang pro-ASI dan WWL, supaya ngajak Ayah Zee diskusi tentang pentingnya WWL. Aku lakukan sounding-sounding pribadi ke Zimam, di depan si Ayah, agak Ayah setuju dengan konsep WWL kita.

Akhirnya Ayah Zee melunak. Tidak lagi melarang atau menentang, namun mengambil sikap abstain. Awalnya aku takut. Takut kalo gagal, si Ayah akan menyalahkan aku. Tapi lama-lama aku berpikir, “Well, saat aku menerapkan konsep RUM pertama kali, Ayah juga menentang, tapi akhirnya mendukung, setelah aku buktikan efek baiknya.” Dan aku yakin, si Ayah juga akan bersikap demikian untuk Weaning with Love ini.

Langkah kedua adalah SOUNDING ke Zimam.
”Abang sudah besar, minumnya air putih pake gelas. Yang minum susu itu adek bayi.”

Sejak usia 18 bulan sampai usia 21 bulan, itulah sounding kami ke Zimam. Berawal dengan deal tidak nenen di muka umum karena malu, Abang sudah besar. Zimam setuju. Walau konsekuensinya, kita harus segera pulang jika Zimam mau nenen 🙂

Lambat laun, Zimam mulai terbiasa, walau dia ingin nenen, kalau sedang ada di luar rumah, dia akan menahannya sampai kami tiba. Kami pun tak perlu buru-buru pulang ke rumah lagi.

Sejak usia 21 bulan, tepatnya sepulang dari mudik lebaran ke Bukittinggi, sounding untuk Zimam berubah, ada peningkatan: “Abang sudah besar, bentar lagi 2 tahun. Kalo sudah 2 tahun itu berarti nenennya berhenti, ya! Nanti, Abang ulang tahun ada balon, ada kue, ada kado. Tapi nenennya berhenti, ya!”

Awalnya Zimam menolak, protes. Tapi lama-lama mungkin karena di sekolahnya sering ada ulang tahun temannya, dia jadi antusias menyambut ulang tahunnya sendiri. Ada balon, ada kue, ada kado.

Tepat di ulang tahunnya yang kedua, kami pun benar-benar merayakannya, walau cuma bertiga. Ada balon, ada kue, ada kado. Perayaan ulang tahun Zimam mundur sehari, tanggal 31 Oktober. Malamnya dia masih minta nenen, besoknya juga (1 November).

Pada 1 November, saat Zimam minta nenen, aku tagih janjinya: “Katanya Abang mau berhenti nenen? Kan ulang tahunnya udah dirayakan, ada balon, ada kue, ada kado. Katanya mau berhenti nenen?”
Zimam memaksa nenen…
”Yasuda, malam ini boleh nenen, tapi besok nggak, ya!”

Sungguh, saat aku bilang gitu, aku gak tau bahwa ternyata malam itu adalah malam terakhir Zimam nenen ke aku! T_T

Aku berpikir, kalaupun besok Zimam minta nenen, ya aku kasih tapi aku tawar dulu, malam ini nggak, besok aja ya…

Tapi ternyata.. besoknya, besoknya, dan besoknya lagi, Zimam sendiri yang gak minta nenen. Dia gak minta ya aku gak nawarin!

Sakit sekaligus bangga liat bayi kecilku berusaha memenuhi janjinya. Walau aku tau persis, janji itu adalah trap yang dibuat orang tuanya untuk dia (hihihi…)

Alih-alih minta nenen, Zimam malah minta digosok punggungnya.. “gayuk pandung!” katanya..

Walaupun Zimam sudah tidak minta nenen lagi, aku gak serta-merta bilang: Zimam lulus WWL!! Tidak..
Sekarang, setelah 4 bulan berlalu, aku baru berani bilang bahwa ZIMAM LULUS DISAPIH DENGAN CINTA!!!! ^_^

Dan untuk semua ini, aku akan berterima kasih kepada mereka-mereka yang membantuku, mendukungku, membimbingku, menuntunku, memelukku, dan sebagainya. Mereka adalah:

Ayah Zulkifli Malin Sutan, partner terkompak sepanjang sejarah. Kita sering berselisih paham, namun, selalu berakhir dengan dukungan untukku. ^_^

Nini Sjari Juniarsih, yang terharu saat mendengar cerita bahwa Zee menyapih dirinya sendiri. Iri, ya, Bunda? ^_^

Milis Sehat, tempat pertama kali aku membaca istilah “Weaning with Love,” mempelajarinya, membanding-bandingkan dengan metode lain, dan memutuskan akan menggunakannya kelak. 🙂

Milis Asiforbaby, tempat menguatkan diri saat proses WWL itu hampir tiba.

Grup Tambah ASI Tambah Cinta, sharing ilmu WWL dari para senior benar-benar menguatkan.

Grup AIMI ASI, cuma ada satu metode penyapihan di sini, penyapihan dengan cinta!!! ^_^

Alhamdulillah, proses menyapih dengan cinta ini tanpa disertai payudara bengkak, atau deraian air mata Zimam. Kenapa nggak dicoba? ^_^

sapih-zee

Weaning with LOVE


Lulus ASI 2 Tahun! Mulai Disapih dengan Cinta ♥

6 November 2012

Alhamdulillah, tanggal 30 Oktober 2012 Zee sudah 2 tahun dan lulus ASI 2 tahun ^_^

s3 - zee - 
sertifikat silakan diunduh di sini.

Sekarang Zee minumnya air putih pakai gelas, gak minum susu lagi ^_^

minum air


Perjuangan Memberikan yang Terbaik: Tetap ASI sampai 2 Tahun

5 November 2012

Tidak terasa, sudah 2 tahun berlalu sejak aku muter-muter kota Pangkalpinang nyari dokter kandungan yang pro-normal, namun akhirnya sesar juga.

Kelahiran Zee yang melalui proses operasi tidak membuatku lantas berkecil hati dalam memenuhi hak dasarnya: ASI. Aku malah makin semangat karena mitosnya, ibu yang melahirkan sesar, ASI-nya lebih dikit timbang ibu yang melahirkan normal. Oke, itu mitos. Mitos itulah yang memicu semangatku untuk rajin pumping, sampai akhirnya Zee lulus ASI Eksklusif, terus rajin pumping dan rajin memasak makanan rumahan untuk Zee sampai Zee lulus ASI dan MPASI Rumahan tanpa Tambahan Garam dan Gula 1 Tahun, dan melanjutkan pumping dan menyusui agar Zee lulus ASI 2 tahun.

Kata orang, yang paling susah itu adalah ASI Eksklusif 6 bulan. Well, itu kata orang yang gak ngasih makanan rumahan ke anaknya!

Nyatanya, memberikan mpasi rumahan tanpa garam dan gula ternyata lebih sulit dari pada hanya ASI 6 bulan.

Katanya, setelah 1 tahun, semuanya akan lebih mudah. Nyata tidak, kok 🙂
Memberikan ASI lanjutan sampai 2 tahun itu banyak tantangannya. Baik dari dalam maupun dari luar.

Lingkungan tempat aku tinggal masih belum menerima anak usia 1 tahun masih full ASI tanpa tambahan susu bubuk. Banyak sekali dorongan dan bujukan agar aku memberikan susu bubuk ke anakku. Tapi aku tetap bertahan pumping. Juga tetap bertahan memberikan makanan rumahan untuk Zee. Melarangnya makan makanan bungkusan.

Tantangan terberat muncul saat aku dikirim tugas ke Jakarta selama 5 hari. Saat itu Zee masih berusia 16 bulan. Masih senang-senangnya nenen. Kekhawatiran muncul di benakku, jangan-jangan dia gak mau nenen lagi setelah aku kembali. Oh, tidak!

Tapi dengan dukungan teman-teman di Grup FB AIMI, aku yakin, Zee akan nenen lagi setelah aku kembali. Dan ya, saat aku pulang, yang dia tanyakan pertama kali adalah: Nda… cucu! *gubrak*

Selama aku di Jakarta, juga bukan gampang. Minta ijin setiap 3 jam untuk pumping juga tidak mudah. Apalagi saat tutor bertanya: berapa usia anaknya?
Karena ketika aku menjawab: 16 bulan, rata-rata reaksinya adalah: sudah besar ini!

Biar sudah besar juga masih harus minum ASI, bo.. T_T

Sekitar 2 bulan setelah kepergian pertamaku, aku dikirim lagi ke Jakarta, 3 hari, pulangnya, langsung dikirim ke Gadog, Bogor, seminggu.

Dunia rasanya berputar jungkir balik. Stok ASIP di frizer tiba-tiba menipis tajam. Belum lagi selama di Gadog, di Pusat Pendidikan dan Pelatihanku yang kompleknya berbukit itu, aku harus “hiking” 4 kali sehari untuk pumping. Menyimpan ASIP di frizer Kepala Bagian Umum di bawah sedang kamarku ada di atas. Kelasku di bawah, kamarku di atas. Mantab pokoknya ^_^

Tapi semua sudah dilewati dengan baik. Sampai akhirnya Zee lulus ASI 2 tahun, dan disapih dengan cinta.

Menjelang Zee 2 tahun, cibiran yang aku terima makin banyak dan beragam. Zee yang usianya sudah 20 bulan ++ dan masih nenen, dibilang nanti akan gak bisa berhenti nenen lah, nanti manja lah, penakut lah, dan lain-lain, dan lain-lain.

Tapi aku bertahan, palingan aku jawab: di Al-Quran dibilang 2 tahun ya 2 tahun. Dan aku pergi 😀

Buktinya, Zee dengan mudah menyapih dirinya sendiri kok 🙂

Dan sekarang, aku akan berterima kasih pada orang-orang dan pihak-pihak yang telah membantu dan mendukungku sampai Zee lulus ASI 2 tahun. Mereka adalah:

Ayah Zulkifli Malin Sutan. Dukungannya agar Zee tetap ASI dan disapih dengan cinta sungguh luar biasa, terutama ketika beliau harus jadi single parent saat aku ke luar kota.

Nini Sjari Juniarsih. Yang bersemangat sekali agar cucunya disusui sampai sempurna 2 tahun.

Teman-teman di kantor. Yang mau membantu merawat Zee selama 1 jam tiap hari, dan menjaganya dari makanan yang aneh-aneh, serta memberi aku kesempatan untuk pumping.

PAUD Cerdas. Tempat Zee “bersekolah” yang patuh akan pemberian ASI pada Zee, dan menjaga Zee dari makanan-makanan aneh.

Milis Sehat. Yang terus mengawal aku untuk memberikan yang terbaik bagi Zee.

Grup Tambah ASI Tambah Cinta. Teman setia di kalan sepi. Teman berbagi di kala ramai. 🙂

Grup Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia. Konselor virtual di saat galau. Terima kasih atas semua saran membangunnya.

Harapanku, Zee akan tumbuh menjadi anak yang sehat dan menyapih dirinya sendiri tanpa ketakutan dan deraian air mata.

Anak Cinta ASI Doktor ASI


10 (Silly) Reason Why I Keep Breastfeed My One-Year-Old Toddler…

24 Oktober 2012

1. ASI is still the best, dan memang sudah normalnya manusia memberi ASI sampai 2 tahun. Banyak sekali kelebihan ASI di atas 1 tahun untuk balita. Apa saja kelebihannya? Mending cari sendiri di gugel, atau grup AIMI, atau grup TATC, atau milis Asiforbaby, atau lainnya, ya! 😀

2. Alasan yang sama setelah yang lain-lainnya, aku ini emak pelit, irit, dan medit! ASI itu gratis, susu lain itu bayar 🙂 Ya mending yang gratis kemana-mana… Lumayan, duitnya ditabung buat beli hape android ^_^

3. Aku ini emak pemalas, super malas. Makanya aku males ngasih Zee susu bubuk, kalopun Zee dikasih susu lain selain ASI, itu adalah susu UHT, cair, tingal tuang. Hehehe..

4. Zee masih sering bangun tengah malam, dengan aku masih ngasih ASI, tengah malam waktu Zee bangun, dia bisa langsung buka daster+bra-ku sendiri, tanpa harus membangunkan aku. Nyamannya dunia ^_^

5. Hobi shoppingku masih belum luntur, kawan-kawan ^_^ Dan dengan masih memberi ASI, aku masih punya alasan untuk belanja-belenji perlengkapan ASI seperti botol-botol ASI unyu-unyu, cooler bag unyu-unyu, baju-baju menyusi, kaos-kaos menyusui, dan lain-lain. Senangnya punya alasan untuk belanja 😀

6. Aku adalah working mum, tanpa asisten rumah tangga.  Kadang capek banget habis seharian kerja, di kantor dan di rumah. Begitu Zee minta nenen, aku langsung dapet hiburan gratis. Saat Zee jungkir balik minum susu sambil akrobat. ^_^

7. ASI itu obat segala macam penyakit ringan, sepertinya. Buktinya, kalo Zee pilek, hidung mampet, tinggal pasang warmer isi air minyak kayu putih dan buka beha, Zee tidur dengan nyamannya. Padahal sebelumnya idungnya mampet dan dia gak tenang tidurnya. Gampang banget ya nyembuhin anak 😀 tanpa obat, tanpa begadang.. hahaha…

8. Ayah Zee makin sayang sama aku. Kalo aku kurang istirahat, Ayah akan nyuruh aku istirahat. Bahlan Ayah rela nyetrika baju kalo aku udah gak kuat nyetrika 😀

9. Aku punya fans berat: Zimam. Karena betapapun sibuknya dia, begitu haus, aku yang dicari. Hehehe…

10. Dipuji banyak orang.. Mulai dari doyan makan, tinggi, ndut, dll..dll.. “susunya apa?” “ASI.” *bangga*kuping mekar* wkwkwk

Ada yang mau nambahin alasan konyol (tapi cerdas) why i keep breastfeed my one-year-old toddler? ^_^

Anak Cinta ASI


10 (Silly) Reasons Why I Breastfeed My Baby…

6 Februari 2012

pernah dimuat di note FB saya

1. Penelitian bilang ASI jauh lebih bagus dari susu formula, bagusnya apa? mending brosing sendiri lah ya.. :p

2. Aku ini emak pelit n irit, kalo ada yang gratisan, manalah aku mau bayar? makanya aku ngasih ASI yang jelas-jelas gretongan! kan lumayan duit yang mestinya buat beli susu dialihkan jadi buat beli apel (delicious!) atau pir (seger!) atau pizza (yummy!) atau SHOPPING!!! (yeay!!! ^_^)

3. Aku ini emak pemalas! ngebayangin harus bangun tengah malam, tuang air panas, bikin susu formula buat bayi, trus megangin botol susunya sampe dia tidur? hah! ngebayanginnya aja udah males! mending tinggal singkap daster+bra, bayi tidur aku juga tidur lagi.. pules! hehehe…

4. Aku ini emak yang gak mau repot! kemaren pulang kampung, ngeliat temen seperjuangan (sama2 pulkam gitu, kenal aja nggak :p) repot banget! bawa termos isi air panas, bawa botol susu buanyak buanget, bawa kantong2 isi susu.. halah ngeliatnya aja repot surepot… beda banget sama diriku yang waktu Zee ngerengek mo minum susu, tinggal pasang nursing apron, singkap baju+bra, nyusu deh ^_^

5. Aku ini suka banget shopping… kalo aku ngasih ASI, maka ada banyak yang bisa dibeli: breastpumps, botol2 ASI lucu-lucu, cooler bag lucu-lucu, nursing apron, bayu menyusui cantik-cantik.. pokoknya banyak! bandingkan dengan kalo ngasih sufor? palingan yang bisa dibeli cuma botolnya kan? boring!

6. Aku ini suka makan tapi gak pengen gemuk! and I get it by breastfeeding my baby! hehehe… makan banyak tapi tetep langsing tanpa harus repot2 lari, sit up, push up, senam, etc..etc.. huahahahahaaa… *ketawa puas*

7. Karena aku menyusui, aku jadi “dimanja” sama orang2 sekitarku. Jam makan, harus langsung makan.. Makan mesti yang enak-enak dan sehat-sehat (hehehe…) makanan tinggal dikit? Aku yang didulukan.. aku males makan? ditanya: mau makan apa? hehehe… *gak yakin perlakuannya juga kayak gini kalo Zee minum sufor bukan ASI :p

8. Aku ini tukang tidur! Kadang begitu banyaknya kerjaan, aku jadi gak punya waktu istirahat. dengan ngelonin Zee, sambil nyusuin, aku juga bisa ikutan tidur.. lumayan.. 2-3 jam (hehehe… itu lumayan ya? :p)

9. Bisa jadi bos waktu nyusuin Zee… huahahaha!!! Pas nyusuin, biar hape ada semeter di dekatku, kalo hape bunyi tapi tanganku gak bisa menjangkau tuh hape, aku tinggal teriak: Yah, tolong ambilin hape, donk!… kan Danda lagi ditempelin Zee hehehe…

10. Jadi idola Zee… sedeket apapun Zee sama gurunya, atau ayahnya.. sampe-sampe kalo lagi maen sama ayah, danda dicuekin, kalo dah haus yang dicari cuma satu! *huahahahahhaa……

Ada yang mau nambahin alasan konyol (tapi cerdas) why I breastfeed my baby? ^_^

Zimam ketagihan ASI
Asiknya yang lagi ketagihan ASI ^_^↑