Merawat Danda

25 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #12

PhotoGrid_1561383820366

Nama Projek: Merawat Danda

Pimpinan Projek: Abang Zimam Anak Shalih

Penanggung Jawab: Ayah Zimam

Pengamat: Danda Zimam

Gagasan: Danda sakit hari ini. Semalaman maag sakit sekali, sampai-sampai terasa ke punggung seperti sedang kontraksi akan melahirkan. Sudah minum obat, tapi sakitnya berkurang sedikit. Jadinya, di pagi hari Danda lemas sekali. Saatnya Abang Zi merawat Danda

PhotoGrid_1561383870132

~~~

Galau, itu yang dirasa Ayah. Danda sakit, lemas, dan Mbak Asisten ikutan izin gak masuk karena sakit, sementara pekerjaan di kantor ada yang tak bisa ditunda karena satu dan lain hal.

Terpaksa Ayah “menitipkan” Danda pada Abang Zi. Ayah tetap bisa pulang jika darurat.

Danda yakin, Abang Zi bisa mengurus Danda. Abang Zi kan anak cerdas.

Alhamdulillah, MasyaAllah, Tabarakallah. Abang Zi bisa. Mulai dari memasakkan air untuk Danda mandi, menyiapkan apel dan pir untuk Danda sarapan, mencuci piring kotor, sampai menjaga rumah sendirian karena Danda mau ke klinik. (Sengaja Abang gak diajak, kasian).

Cukup lama Danda di klinik. Karena Danda tak hanya periksa, juga diwajibkan makan nasi di warung sebelah klinik ^_^”

MasyaAllah, ketika Danda kembali dari klinik, Abang Zi sudah rapi, sudah mandi dan sarapan. Alhamdulillah.

Ayah yang bertanya kabar dari waktu ke waktu pun, tenang, karena Danda sudah dirawat oleh Abang Zi dengan baik. ^_^

DSC_1032-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan interpersonal dan intrapersonal – memahami kondisi orang lain dan menginisiasi diri membantu orang lain);
  • Kecerdasan emosional (kemampuan mengendalikan emosi dan mengenali emosi orang lain);
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebenaran – menjalankan apa yang dianggap benar);
  • Kecerdasan menghadapi tantangan (climber – tak lari dari tantangan dan menghadapinya).

Alhamdulillah, Danda sudah lebih baik sekarang. Bisa makan dan minum sendiri walau masih harus banyak istirahat dan berbaring. Terima kasih Abang Zimam.

PicsArt_06-24-08.46.30

#hari12
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Ayo Periksa Gigi

23 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #10

PhotoGrid_1561266376996

Nama Projek: Ayo Periksa Gigi

Pimpinan Projek: Danda Zimam

Pelaksana Projek: Abang Zimam Anak Sehat

Penanggung Jawab: Ayah Zimam

Gagasan: Berhubung gigi Abang Zi ada yang tumbuh abnormal, dan sudah waktunya periksa gigi tiap enam bulan, Danda beride untuk menjadikan kegiatan ke dokter gigi ini sebagai projek keluarga.

PhotoGrid_1561266628344

~~~

Abang Zi punya pengalaman buruk dengan dokter gigi. Gigi susu pertamanya dicabut oleh dokter, dan sang dokter tidak ramah anak. Setelah itu, Abang Zi selalu menolak giginya dicabut dan menunggu sampai tanggal sendiri. Tapi gigi yang satu ini berbeda. Sebelum gigi susunya tanggal, sudah ada gigi tetap yang tumbuh di belakangnya. Karena itu, kasus ini perlu bantuan ahli.

Karena pengalaman buruk yang dialami Abang Zi, dia selalu ngeles saat diajak ke dokter gigi. Danda jadi harus berputar otak untuk membujuk si Abang. Apapun yang terjadi, gigi itu harus dicabut.

Akhirnya Danda memutuskan ke pedodontis, atau dokter gigi anak. Agak mahal ketimbang dokter gigi biasa, namun Danda berharap pengalaman buruk Abang Zi ini terbayar manis.

Selamat mengantre giliran masuk pedodontis, Abang Zi gugup. Terlihat dia selalu bergerak ke sana-ke mari. Setelah masuk ruang praktik, ternyata giliran Abang ini pas jam makan siang. Dokternya menyuruh Abang untuk makan dulu agar ada tenaga. Danda pun mengajak Abang Zi makan di kantin rumah sakit.

Selama makan, Abang Zi mengaku makanannya tidak enak karena dia gugup. Danda menyemangati dengan berkata, “ini harus dilewati, Bang. Abang pasti bisa, Abang kan anak pintar.”

Akhirnya giliran Abang Zi tiba. Giginya ternyata juga ada yang harus ditambal. Dengan sabar sang dokter membimbing Abang Zi untuk berkumur saat rasa pahit dirasa. Dokter ini punya rasa empati yang sangat tinggi, cocok buat anak-anak. Memanglah dia kan dokter gigi anak.

Gigi bermasalah Abang Zi pun dicabut dengan lancar. Tanpa meninggalkan trauma bagi Abang Zi. Dia pun patuh saat dokter menginstruksikan hal-hal yang harus dia lakukan agar giginya sehat.

DSC_1011-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan logika-matematika dan kecerdasan spasial – Abang Zi paham mana yang baik untuk dirinya dan mengambil keputusan menjalankannya);
  • Kecerdasan emosional (kemampuan mengendalikan emosi – terutama mengendalikan rasa cemas dan takut menjelang masuk ke ruang praktik dokter);
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebaikan dan kebenaran – Abang Zi memilih melakukan hal yang baik untuk dirinya sendiri);
  • Kecerdasan menghadapi tantangan (climbers – tantangan yang dihadapi Abang Zi untuk berani diperiksa oleh dokter gigi)

Abang Zi keluar ruang praktik dalam keadaan tenang. Dia berkata bahwa dokternya sopan dan baik dan dia senang dengan sang dokter. Ah, rupanya selama ini tersinggung dengan sikap dokter yang lama. Maafkan Ayah dan Danda, ya, Bang. >_<

PicsArt_06-23-12.18.57

#hari10
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Cara Baik Memulai Hari

14 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #1

PhotoGrid_1560388218431

Nama Projek: Cara Baik Memulai Hari

Pimpinan Projek: Danda Zimam

Penanggung Jawab: Ayah Zimam (semua dilakukan atas persetujuan beliau).

Gagasan: Menurut riset kecil yang Danda lakukan, waktu terbaik mengonsumsi buah-buahan adalah sebelum makan berat dan di pagi hari saat perut kosong. Karena itu, gagasan projek hari pertama ini adalah memulai hari dengan makanan baik, yaitu buah-buahan.

PhotoGrid_1560466374805

~~~

Hari ini Abang Zi ikut Nini menginap di rumah Acilnya (adik perempuan Danda). Oh iya, lebaran tahun ini Nini Zi datang ke Jakarta dan kami berlebaran bersama di ibukota. Nah, berhubung di rumah cuma ada Ayah dan Danda, dan Game Level 3 segera dimulai sementara Danda tak mau menyia-nyiakan waktu untuk ikut game (biar dapat Badge OP lagi hihihi), akhirnya Danda mengajak Ayah untuk melakukan projek hari ini.

Judulnya “meningkatkan kecerdasan anak”, kok anaknya gak terlibat?

Ide selanjutnya saat Danda dan Ayah melakukan projek ini adalah “anak yang cerdas dilahirkan oleh orang tua yang cerdas”. Kami sebagai orang tua harus cerdas dulu, supaya bisa mencerdaskan anak kami, Abang Zi. Karena itulah, di hari pertama ini, projek keluarga dalam tantangan game level 3 dilakukan oleh kami berdua.

Tantangan hari ini cukup sederhana. Hanya memulai hari dengan mengonsumsi buah-buahan. Namun bagi keluarga kami, itu suatu hal yang jarang terjadi di hari kerja. Kami berdua jarang sarapan di rumah. Hampir selalu sarapan di kantor. Dan godaan untuk sarapan dengan berbagai menu sarapan Nusantara itu lebih besar bila kami sarapan di kantor. Karena itu, ini sebuah tantangan bagi Ayah dan Danda, untuk duduk manis dan mengonsumsi buah-buahan di rumah. 🙂

DSC_0963-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan logika-matematika – Ayah dan Danda menghitung dan memilih kalori yang masuk di pagi hari)
  • Kecerdasan emosional (kemampuan memotivasi diri – Ayah dan Danda mampu memotivasi diri sendiri untuk duduk manis dan mengonsumsi buah-buahan)
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebaikan – Ayah dan Danda memahami bahwa mengonsumsi buah-buahan di pagi hari adalah sebuah hal yang baik untuk dilakukan)
  • Kecerdasan Menghadapi Tantangan (climbers – Ayah dan Danda melatih diri menjadi individu bertipe climbers)

Jika pemilihan kecerdasan ini terasa agak memaksa, wajar. Seperti yang dibilang oleh para ahli:

Screenshot_20190612-040008-01

Jadi, tak apa memilih satu atau dua kecerdasan yang terlibat, karena sejatinya seluruh kecerdasan sedang dilatih dan ditingkatkan di sini. ^_^

PicsArt_06-13-10.39.17

#hari1
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Game Level #3 Meningkatkan Kecerdasan Anak

13 Juni 2019

PhotoGrid_1560376261979

Setelah (sekali lagi) mendapatkan badge Outstanding Performance karena mengerjakan 15 tantangan dalam 17 hari pada game sebelumnya, dan setelah berleha-leha libur Ramadan dan lebaran, maka saatnya kami kembali ke kelas. Melaksanakan tantangan berikutnya pada Game Level #3: Meningkatkan Kecerdasan Anak.

Screenshot_20190612-035938-01

Materi pada Game Level #3 ini “dalem” banget, dah. Kami diajak untuk membentuk individu yang sukses dan bahagia. Apa itu sukses? Apa itu bahagia?

Screenshot_20190612-040530-01

Sukses, menurut KBBI Edisi V adalah berhasil, beruntung.

Screenshot_20190612-040543-01

Sedangkan Bahagia menurut KBBI Edisi V adalah keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan).

Menurut D. Paul Relly, dalam bukunya “Success is Simple”, sukses didefinisikan sebagai pencapaian yang berangsur-angsur meningkat terhadap suatu tujuan dan cita-cita yang berharga.

Bahagia sendiri, menurut Prof. Martin Selligman dalam bukunya “Authentic Happiness”, dibagi menjadi 3 kategori:

  1. Hidup yang penuh kesenangan (pleasant life) – kebahagiaan yang lebih bersifat material;
  2. Hidup nyaman (good life) – kebahagiaan yang lebih bersifat mental; dan
  3. Hidup bermakna (meaningful life) – kebahagiaan yang lebih bersifat spiritual.

Yang manapun yang jadi tujuan kita, untuk mencapai kategori HIDUP SUKSES DAN BAHAGIA, kita perlu memiliki berbagai KECERDASAN HIDUP.

Screenshot_20190612-040024-01

Kecerdasan dibagi menjadi 4 macam, yaitu:

  1. Kecerdasan Intelektual (Intellectual Quotinent/IQ);
  2. Kecerdasan Emosional (Emotional Intellegence/EI);
  3. Kecerdasan Spiritual (Spiritual Intellenece/SI); dan
  4. Kecerdasan Menghadapi Tantangan (Adversity Intellegence /AI).

Screenshot_20190612-040008-01

Kecerdasan Intelektual (IQ)

Screenshot_20190612-040621-01

Kecerdasan Intelektual terdiri dari 9 macam, yaitu:

  1. Kecerdasan bahasa (linguistic);
  2. Kecerdasan musik (musical);
  3. Kecerdasan logika-matematika (logical-mathematical);
  4. Kecerdasan spasial (spatial);
  5. Kecerdasan kinestetis-tubuh (bodily-kinesthetic);
  6. Kecerdasan intrapersonal;
  7. Kecerdasan interpersonal;
  8. Kecerdasan naturalis; dan
  9. Kecerdasan eksistensial.

Kecerdasan Emosional (EI)

Screenshot_20190612-040614-01

Komponen dasar kecerdasan emosional adalah:

  1. Kemampuan mengenali emosi diri sendiri (kesadaran diri);
  2. Kemampuan mengenali emosi;
  3. Kemampuan memotivasi diri sendiri;
  4. Kemampuan mengenali emosi orang lain (empati); dan
  5. Kemampuan membina hubungan dengan orang lain (keterampilan sosial).

Kecerdasan Spiritual (SI)

Screenshot_20190612-040628-01

Dari hasil penelitian seorang ahli syaraf, V.S. Ramachandran, pada tahun 1977, terdapat God Spot dalam jaringan otak manusia dan ini adalah pusat spiritual (spiritual centre) yang terletak antara jaringan syaraf dan otak.

dari spiritual centre ini menghasilkan suara hati yang memiliki kemampuan lebih dalam menilai suatu kebenaran bisa dibandingkan dengan panca indera.

Ada 3 prinsip dalam kecerdasan spiritual, yaitu:

  1. Prinsip kebenaran;
  2. Prinsip keadilan; dan
  3. Prinsip kebaikan.

Kecerdasan menghadapi tantangan (Adversity Intellegence)

kemampuan untuk mengubah hambatan menjadi peluang.

Menurut Stoltz, ada 3 tipe kecerdasan ini, yaitu:

  1. Quitters – kemampuan seseorang yang memilih untuk keluar, menghindari kewajiban, mundur, dan berhenti bila menghadapi kesulitan;
  2. Campers – kemampuan seseorang yang pernah mencoba menyelesaikan suatu kesulitan, atau sedikit berani menghadapi tantangan, tetapi tidak berani menghadapi risiko secara tuntas; dan
  3. Climbers – sebutan untuk orang yang seumur hidup selalu menghadapi kesulitan sebagai suatu tantangan dan terus berusaha untuk menyelesikan hambatan tersebut sehingga mencapai suatu keberhasilan.

Manusia tidak dilahirkan menjadi Quitters, Campers, atau Climbers. Manusia dibentuk untuk itu.

TANTANGAN GAME LEVEL #3

Dari keempat kecerdasan di atas, dalam game ini, kami ditantang untuk membuat suatu projek keluarga (Family Project), yang bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan anak, dan keluarga, demi meraih kesuksesan dan kebahagiaan.

PENTINGNYA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK DEMI KEBAHAGIAAN HIDUP

#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Birthday Challenge

27 April 2019

IMG_20190427_234236_013

Alhamdulillah hari ini saya sudah 35 kali mengelilingi matahari. Terima kasih pada Allah Subhanawataala, atas 35 kali kesempatan emas ini.

Hari ini ditutup dengan makan malam keluarha di Shaburi All You Can Eat, Kokas. Kenaoa Shaburi? Karena makan di sana gratis buat yang ulang tahun ^^

InsyaAllah tahun-tahun berikutnya lebih shalihah lagi, lebih baik lagi, dan lebih pintar lagi.

Banyak birthday wishes yang saya ucapkan, berharap terkabul satu demi satu, aamiin.

Dan malam ini saya membuat challenge dengan Pak Suami. Challenge menurunkan lingkar perut. Waktunya adalah mulai malam ini hingga malam takbir lebaran nanti.

Hukuman bila kalah, mengikuti perintah yang menang. Kalau Pak Suami kalah, dia harus lari pagi 3 akhir pekan berturut-turut, 2x putaran keliling jalan arus-salak. Bila saya kalah, saya harus lari keliling lingkar dalam monas. Yeay ^^

Doakan menang, yaaaa ❤


Playdate Aksi Selamatkan Bumi dari Sampah

3 Maret 2019

Sabtu, 2 Maret 2019 kemarin, #AbangZimam ikut serta di acara Playdate Aksi Selamatkan Bumi dari Sampah yang diadakan di Auditorium Perpustakaan Daerah Provinsi DKI Jakarta alias Perpustakaan Cikini. Playdate ini diselenggarakan oleh Rumah Belajar Menulis, Komunitas Ibu Profesional Jakarta, dalam rangka grand launching buku Aksi Lima Sahabat Selamatkan Bumi dari Sampah.

IMG-20190222-WA0031

Acara ini seru sekali, karena di sini Zimam dikenalkan dengan berbagai jenis sampah, yaitu sampah organik (sampah yang bisa membusuk atau terurai secara alamai di bumi), sampah anorganik (yaitu sampah yang tidak bisa membusuk dan sulit terurai, bahkan tidak terurai sama sekali), dan sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun).

DSC_0455

Selain itu, Zimam juga diajarkan bagaimana memperlakukan sampah-sampah tersebut. Sampah organik, misalnya, dikomposting hingga menjadi pupuk kompos, atau untuk beberapa tanaman, bisa ditanam kembali. Lalu sampah anorganik, dijadikan bahan craft/kerajinan.

Zimam juga diedukasi agar mengurangi pemakaian benda-benda yang akan menjadi sampah anorganik, semisal sedotan plastik, atau wadah sekali pakai.

Lewat video, Zimam juga diajak jalan-jalan ke Bantar Gebang, daerah yang merupakan tempat pembuangan akhir sampah DKI Jakarta dan sekitarnya. Sedih rasanya melihat lingkungan Bantar Gebang itu. Gunungan sampahnya mencapai 40 meter, karena tiap harinya menampung 7.500 ton sampah warga DKI dan sekitarnya.

Kemudian Zimam juga diajak untuk mendengarkan dongeng tentang Loly si lalat yang tak suka hinggap di rumah lima sahabat karena rumah lima sahabat itu bersih dari sampah.

DSC_0458

Zimam juga diajak membuat celengan dari botol minum kemasan. Bentuknya pesawat terbang, loh.

DSC_0465DSC_0467DSC_0470

Kemudian ada talkshow bersama Kakak kecil yang sudah aktif dengan zerowaste, Kak Nayla Belva. Kak Belva ini berusia 10 tahun, dan aktif di bidang zerowaste sejak tahun 2016, wow. Kak Belva ini menginspirasi Zimam untuk aktif juga mengurangi sampah. Zimam sudah tidak mau memakai sedotan plastik, loh.

Di akhir acara, Zimam diajak menyaksikan pertunjukan sulap dari GePPuK, Gerakan Para Pendongeng untuk Kemanusiaan.

DSC_0472

DSC_0477

Sebelum pulang, Zimam pun dapat hadiah dari Beebikinan, karena berani menceritakan kembali kegiatan hari itu.

DSC_0490-01DSC_0491-01DSC_0493

Seperti acara komunitas IP Jakarta lainnya, acara ini minim sampah. Peserta diberi tahu untuk membawa kotak makan sendiri, hingga kudapan yang akan dinikmati selama acara ditempatkan di kotak makan masing-masing. Minum pun harus membawa botol minum masing-masing dengan air isi ulang disediakan panitia.

Secara keseluruhan, Zimam, Danda, dan Nini menikmati semua acara yang disuguhkan panitia. Edukasi tentang sampah ini memang harus digalakkan, dan dimulai sejak dini.

~~~


Abang Zimam Sunat

3 Juli 2018

Hari ini, Zimam menjalani satu milestone penting dalam hidupnya. Sunat atau khitan.

Sebagai seorang anak laki-laki muslim, sunat atau khitan ini wajib dilakukan. Selain wajib dari segi agama, sunat ini juga bagus dari segi kesehatan.

Sebelum Zimam disunat, hampir setiap hari aku khawatir akan ISK, infeksi saluran kemih. Waktu aku masih membantu Zi beristinja’ sehabis buang air, aku selalu membersihkan penisnya. Sekarang Zi beristinja’ sendiri karena sudah mulai besar, dan dikenalkan dengan malu. Proses pembersihan penis bagian dalam belum tentu dilakukan dengan baik olehnya.

Awalnya Zi ingin sunatnya dilakukan di rumah nenek di Bukittinggi. Karena kami ke sana pas lebaran, aku tawarkan pada Zi untuk sunat sebelum puasa, lalu dirayakan di rumah nenel. Tapi ternyata dia berubah pikiran, dia tak ingin lagi sunatnya dirayakan. Karena itu kami memundurkan jadwal sunatnya jadi pas liburan kenaikan kelas.

Untuk metode sunat sendiri, dengan beberapa pertimbangan dan masukan dari dokternya Zi maupun teman-teman kami, sunat metode konvensional yang kami pilih. Dan setelah mencari, Rumah Sunat 123 menjadi pilihan tempat sunat untuk Zi.

DSC_1381Sunat konvensional rupanya memerlukan waktu yang lebih lama ketimbang metode lainnya. Karena ada proses menjahit satu-satu. Totak waktu yang aku pakai untuk merekam proses ini adalah 26 menit. Belum termasuk bius, karena bagian ini belum sempat kuabadikan 😀

Saat Zi disunat, ada dokter hm.. semacam dokter yang sedang belajar, lah.. datang menyaksikan proses sunat Zi. Menurut dokter itu, sunat metode konvensional sangat jarang diminati masyarakat, karena itu, kesempatan langka buatnya bisa menyaksikan proses sunat konvensional ini. Hahaha, ada-ada saja, ya.

Setelah setengah jam berlalu, Zi diperbolehkan bangun dan memakai sarung. Pesan dokter sunatnya, Zi jangan pakai celana batok, biar kepala penisnya terbiasa. Kata dokter lagi, yang bikin anak gak nyaman pakai celana biasa setelah disunat adalah, biasanya kepala penis ini terlindungi kulit, nah, setelah kulit itu disunat, tak ada lagi yang melindungi, si kepala yang terlanjur sensitif karena memang tak pernah bersentuhan dengan dunia luar akan membuat Zi tidak nyaman di awal.

Setelah selesai sunat, Zi mendapatkan serifikat lulus sunat. Alhamdulillah.

DSC_1397

DSC_1392

Selesai sudah tugas kami sebagai orang tua, menjalankan perintah agama, menyunat Zi. Mohon doa semoga Zi tetap menjadi anak shalih kebanggaan orang tua. Aamiin.