Belajar Bersama, Sebuah Aliran Rasa Game Level #11

13 Maret 2020

Game Level #11
Aliran Rasa

PhotoGrid_1583971764585

Game level 11 sudah selesai. Alhamdulillah, kali ini Danda kembali menyelesaikannya dengan tuntas. Semua berkat teman-teman dalam Kelas Bunda Sayang juga.

Game kali ini sedikit berbeda dengan game sebelumnya. Bila di game sebelumnya kami diajak untuk bermain dengan keluarga, di game ini kami diajak untuk berdiskusi bersama teman dalam kelompok kecil, lalu mempresentasikan hasil diskusi itu.

Ada banyak sekali ilmu yang bisa Danda dapatkan dalam diskusi maupun presentasi tiap harinya. Hal-hal yang sebelumnya Danda sepelekan, setelah didiskusikan bersama, ternyata bukan lagi hal sepele.

Memperkenalkan anak dengan fitrah seksualitasnya sejak dini sangat penting dilakukan oleh seluruh orang tua. Ajari dan dampingi anak dengan fitrah seksualitas sesuai usianya. Agar kelak, ia tumbuh dengan fitrah seksualitas yang matang sesuai kodratnya.

IMG-20200310-WA0023

Siapa bilang jadi orang tua itu mudah? Sulit, tapi bisa dilakukan. Karenanya, terus belajar dan tak berhenti belajar, demi anak (-anak).

Peran Ayah dan Ibu sama pentingnya dalam membangun fitrah seksualitas anak, baik untuk anak laki-laki maupun anak perempuan. Semangat, para orang tua. ^_^

PicsArt_03-13-04.47.45

#AliranRasa
#GameLevel11
#Tantangan10Hari
#FitrahSeksualitas
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Fitrah Kelaki-lakian Anak Laki-laki

6 Maret 2020

Game Level #11: Fitrah Seksualitas
Hari #15

PhotoGrid_1583504133724

Alhamdulillah, sudah masuk hari terakhir di Game Level #11 Fitrah Seksualitas. Hari ini Danda ingin bercerita saja, tentang Fitrah Kelaki-lakian Abang Zi.

Malam mulai larut, tapi belum juga ada telepon dari Abang Zi untuk dijemput dari latihan Tapak Suci di sekolahnya. Akhirnya, Danda berinisiatif menjemput duluan. Danda membawa bekal buku supaya tidak bosan bila harus menunggu Abang Zi selesai latihan.

Ternyata latihannya sudah selesai. Abang Zi dan teman-teman sedang asyik bermain fight. Yaitu pura-pura bertarung. Aman? Aman, karena yang bertarung amatir semua hahaha.

Flashback. Abang Zi kelas 2 SD, Danda menjemput ke sekolah sebelum jadwal tapak suci selesai. Orang tua murid kelas 1 ada yang menunggu anaknya pulang. Saat itu para murid sedang fight (dengan bantalan pelindung).

Ortu: Waduh, mukulnya ternyata beneran, ya?

Danda: Yaiyalah, beneran. Ini ekskul tapak suci, bukan ekskul drama.

Danda nyolot, yak? Hahaha. Wajar ortu itu khawatir, anaknya baru lulus TK sudah diajarin tendang-tendangan? Walau sebenarnya yang fight ya anak kelas 3 ke atas sih. Abang Zi saja belum pernah fight waktu itu. Tapi yang namanya orang tua… gitu, deh.. hahaha.

Danda dan Ayah tipe tega, sih. Abang Zi pulang dari latihan tapak suci dengan pincang dan encok, selama tidak ada tanda darurat, palingan dipijet sama Danda. Dipuji sih, hebat. Sudah, gitu saja, hahaha.

_20200306_211552-01_wm

Buat kami, ilmu bela diri itu wajib dikuasai anak-anak. Terutama anak laki-laki. Sebagai calon pemimpin, minimal dia harus bisa melindungi dirinya sendiri. Bagaimana dia bisa melindungi orang yang dia sayangi nomer 1 (Danda, hehe) jika dia belum bisa melindungi dirinya sendiri?

Semangat Abang Zi. ^^

PicsArt_03-06-09.18.19

#Hari15
#GameLevel11
#Tantangan10Hari
#FitrahSeksualitas
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Fitrah Seksualitas: Praktikum

5 Maret 2020

Game Level #11: Fitrah Seksualitas
Hari #14

PhotoGrid_1583325184025

Setelah belajar tentang fitrah seksualitas melalui FGD di WAG, Danda memahami bahwa penting bagi anak untuk dipersiapkan menghadapi aqil balighnya. Terutama jika dia adalah anak laki-laki.

Semalam, Danda mengajarkan materi aqil baligh ini (lagi) pada Abang Zi. Beberapa tahun lalu, Abang Zi pernah bertanya tentang aqil baligh laki-laki, dia tahu kalau perempuan aqil baligh dengan menstruasi. Ayah menjawab ketika aqil baligh, anak akan mengompol tapi bukan pipis. Sampai di situ, dia puas akan jawaban Ayah.

Di saat lain Danda menguji pengetahuan Abang Zi, bertanya apa itu mimpi basah. Abang Zi menjawab seperti yang dibilang Ayah, mengompol tapi bukan pipis. Sebanyak apa ompolnya? Abang Zi tidak tahu.

Maka semalam, Danda ajak Abang Zi ke dapur. Danda ambil tepung maizena yang dicampur air (seharusnya tepung sagu) dan lem.

Danda menjelaskan, ada 3 jenis cairan yang keluar dari penis laki-laki:

1. Pipis. Hukumnya najis, harus dibersihkan dan harus wudu sebelum salat. Keluarnya saat Abang Zi kebelet pipis.

2. Madzi. Hukumnya najis, harus dibersihkan, tapi tak perlu wudu sebelum salat. Keluarnya biasanya di siang hari sebelum malamnya mimpi basah.

3. Mani. Hukumnya najis, harus dibersihkan dan harus mandi wajib sebelum salat. Keluarnya biasanya bersamaan dengan mimpi basah.

Danda menggunakan lem untuk menggambarkan madzi, dan campuran maizena dan air untuk menggambarkan mani. Jumlahnya sendikit, bahkan mungkin Abang Zi tidak menyadari. Tapi tetap harus mandi dulu sebelum salat. Atau salatnya tidak sah.

Danda berpesan, jika Abang Zi merasa keluar mani (karena kadang anak tidak ingat akan mimpinya), bilang Ayah atau Danda, untuk diajarkan mandi wajib.

DSC_0255-02

Menurut Danda, mengajarkan tentang madzi dan mani ini penting untuk anak karena berpengaruh dengan sah tidaknya salat dia. Karena kadang anak laki-laki itu cuek akan kebersihan dirinya (hiks).

PicsArt_03-04-07.40.15

#Hari14
#GameLevel11
#Tantangan10Hari
#FitrahSeksualitas
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Bagaimana Bayi Tercipta?

4 Maret 2020

Game Level #11: Fitrah Seksualitas
Hari #13

PhotoGrid_1583248625660

Pernah mendapatkan pertanyaan ini dari si buah hati? Bagaimana menjawabnya? Hahaha.

Pertama kali Abang Zi bertanya tentang bayi adalah saat dia TK, sekitar 5 tahun usianya. Danda memilih menjawab pertanyaan ini dengan bahasa ilmiah yang kira-kira bisa dimengerti Abang Zi.

Zimam: Bayi terbuat dari apa?

Danda: Bayi berasal dari pertemuan sel telur ibu dan sel sperma ayah. Diletakkan di rahim ibu dan diberi ruh oleh Allah.

Zimam: Ketemunya bagaimana? (maksudnya pertemuan sel telur ibu dan sel sperma ayah).

Danda: Allah yang mempertemukan. Karena ayah dan ibu saling menyayangi, Allah memberi kepercayaan pada mereka untuk jadi orang tua. Jadi Allah mempertemukan dua sel, diletakkan di rahim ibu, dan diberi ruh. Allah kan mahabisa.

Zimam: Iya, Allah mahabisa. Gitu doank, mah, kecil! (sambil menjentikkan kelingking).

Alhamdulillah, Abang Zi puas dengan jawaban Danda. ^^

DSC_0253-01

Ajarkan anak pendidikan seksualitas sejak dini. Di postingan sebelumnya sudah ditulis, pendidikan seksualitas anak itu apa saja. Penjelasan ilmiah tentang bayi juga termasuk di dalamnya.

Tak perlu berbohong dengan berkata bayi terbuat dari tepung atau dikirim oleh kurir ekspedisi. Ceritakan saja asal muasal terbentuknya bayi. Dan masukkan kuasa Allah di sana. ^^

Anak kita jenius, karenanya, berikan ilmu yang benar padanya. Agar dia makin pintar ^^

PicsArt_03-03-10.20.46

#Hari13
#GameLevel11
#Tantangan10Hari
#FitrahSeksualitas
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Penyimpangan Seksualitas, Pencegahan, dan Solusinya

3 Maret 2020

Game Level #11: Fitrah Seksualitas
Hari #12

PhotoGrid_1583168369526

Materi semalam dipaparkan oleh kelompok 8, dengan judul “Penyimpangan Seksualitas, Pencegahan, dan Solusinya”. Uwow.

Penyimpangan. Yang namanya menyimpang, artinya ya tidak benar. Menyimpang berarti tidak sesuai kodrat. Penyimpangan seksual ini disebut juga paraphilia.

Ada banyak jenis paraphilia. Misalnya, eksibionisme (memamerkan organ intim ke orang asing), fetisisme (dengan memandang saja bisa orgasme), frotteirism (bergairah dengan menggosokkan alat intim pada orang lain), pedofilia (penyimpangan seksual yang dilakukan orang dewasa pada anak-anak), sadomasokis (berfokus pada penderitaan fisik agar bergairah), transvetisme (pria straight berpakaian wanita untuk foreplay), voyeurisme (bergairah saat mengintip lawan jenis yang tak berbusana), autogynephilia (pria berfantasi sebagai wanita), necrophilia (senang berhubungan intim dengan mayat), dan zoophilia (senang berhubungan intim dengan binatang).

Penyebab paraphilia antara lain: trauma masa kecil, kesulitan mengekspresikan perasaan, sulit memulai hubungan sosial dengan orang lain, berulang kali mendapatkan aktivitas seksual yang menyenangkan terhadap situasi atau objek tertentu ssehingga terbentuk penyimpangan itu.

Cara mengatasinya: konseling, obat-obatan, terapi.

Orang tua tidak boleh meninggalkan anak bila terindikasi paraphilia. Dampingi dia untuk konseling dan terapi. Paraphilia bisa disembuhkan.

Pencegahan: jaga anak kita, berikan pendidikan seks yang baik sejak dini, lakukan edukasi ini terus menerus, dan bila anak terindikasi ada trauma seksual, dampingi dia mencari solusi mengatasi traumanya.

PicsArt_03-03-12.00.28

Pendidikan seksualitas sejak dini penting sekali untuk mencegah paraphilia ini. Pendidikan seksualitas bukan hal yang tabu. Dengan anak dan orang tua yang nyaman membicarakan pendidikan seksualitas, anak akan nyaman berbagi dan terbentuklah generasi sehat bangsa berikutnya.

PicsArt_03-03-12.01.25

#Hari12
#GameLevel11
#Tantangan10Hari
#FitrahSeksualitas
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Sedekah kepada Anak Kandung

2 Maret 2020

Game Level #11: Fitrah Seksualitas
Hari #11

PhotoGrid_1583083191644

Karena hari Minggu adalah GFOS di grup WAG Kelas Bunda Sayang, maka Danda akan menulis tentang sesuatu yang Danda baca di medsosl, yang masih berkaitan dengan Fitrah Seksualitas.

Beberapa tahun lalu, Danda pernah membaca sebuah status dari praktisi parenting yang memiliki anak laki-laki yang sudah aqil baligh. Ceritanya sang anak mengajukan proposal secara lisan untuk mendapatkan dana les tambahan, kalau tidak salah, bahasa Inggris. Sang ibu bertanya tentang imbalan yang didapat orang tua jika proposal tersebut disetujui. Sang anak menjawab bahwa skor bahasa inggrisnya akan naik 100 poin. Sang ibu menawar kenaikan 150 poin. Sang anak minta tetap di 100 poin. Akhirnya sang ibu meminta kenaikan skor 125 poin, take it or leave it. Sang anak pun setuju. Konsekuensinya, apabila setelah les sang anak tidak mendapat kenaikan skor minimal 125 poin, maka sang anak harus mengembalikan semua investasi untuk les yang diberikan orang tuanya. Di hari tes, sang anak membaca doa agar terbebas dari utang. Hahaha.

Di bawah status itu beliau menjelaskan, bahwa kewajiban orang tua terhadap anak laki-laki itu berbeda dengan anak perempuan. Jika pada anak perempuan, tanggung jawab orang tua adalah sampai dia menikah, maka pada anak laki-laki, hanya sampai dia aqil baligh saja. Setelah aqil baligh seharusnya seorang laki-laki sudah menjadi  mandiri, secara biologis, emosional, dan finansial. Itu sebabnya orang tuanya tak lagi punya kewajiban memenuhi semua kebutuhannya.

Kepada anak laki-laki yang sudah aqil baligh namun belum mandiri secara finansial, orang tua boleh saja menghidupinya dengan 2 tujuan:

1. Sebagai sedekah. Kasihan karena dia masih miskin.

2. Sebagai investasi.

Yang namanya investasi tentu saja kita berharap ada hasil. Khususnya hasil yang menguntungkan. Misalnya, kita menyekolahkan anak, kita berharap anak memahami ilmu dan lulus dengan baik, serta dapat mengamalkan ilmunya. Kita tidak akan berinvestasi jika itu merugikan, kan?

Tentu saja, hal itu harus dikomunikasikan dengan anak laki-laki, agar dia memahami posisinya ketika sudah aqil baligh. Jika dia memahaminya, sepertinya tak akan ada lagi pemuda galau yang mengalami pubertas yang merepotkan orang-orang sekitarnya.

DSC_0250-01

Sebagai orang tua dari anak laki-laki, Ayah dan Danda sedang dalam proses mengomunikasikan hal ini pada Abang Zi. Tentu saja agar dia siap menghadapi posisinya setelah aqil baligh nanti. Semoga Allah meridhai. Aamiin. ^^

PicsArt_03-02-03.59.49

#Hari11
#GameLevel11
#Tantangan10Hari
#FitrahSeksualitas
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Pendidikan Fitrah Seksualitas sejak Dini

1 Maret 2020

Game Level #11: Fitrah Seksualitas
Hari #10

PhotoGrid_1582984191552

Malam minggu, mahasiswi kelas Bunda Sayang tetao belajar, donk. Malam ini ilmunya tentang Pendidikan Fitrah Seksualitas Sejak Dini. Pendidikan seksualitas adalah tentang bagaimana kita mengajarkan anak berpikir, bersikap, dan berprilaku sesuai dengan jenis kelaminnya. Kedekatan anak dengan kedua orang tua akan membantu anak belajar membedakan peran laki-laki dan perempuan.

Setiap anak dilahirkan dalam keadaan sebagai laki-laki atau perempuan, tidak ada yang lainnya. Fitrah kelelakian bagi anak laki-laki, dan fitrah keperempuanan bagi anak perempuan. Fitrah kelelakian pada anak laki-laki akan berkembang menjadi fitrah keayahan, sedang fitrah keperempuanan pada anak perempuan akan berkembang menjadi fitrah keibuan.

Dalam mendidik fitrah seksualitas, soosk ayah dan ibu senantiasa harus hadir sejak lahir sampai aqil baligh. Sedangkan dalam proses pendidikan berbasis fitrah, memerlukan kedekatan yang berbeda di tiap tahapnya. Orang tua harus tahu tumbuh kembang anaknya. Pengetahuan dasar tentang perkembangan anak akan membantu orang tua mengambil sikap untik menjelaskan dan menerapkan aturan yang sesuai.

Pendidikan fitrah seksualitas sejak dini dimulai dengan memberi anak nama yang baik sesuai jenis kelaminnya. Kemudian mendekatkan anak pada orang tua sesuai tahapoan usianya. Mengajarkan aurat dan cara menjaganya sejak anak masih bayi juga tak kalah penting. Serta, memisahkan tempat tidur anak dari orang tua serta saudara kandung yang berbeda jenis kelaminnya.

PicsArt_02-29-08.50.58

Dari awal, anak harus diajarkan dua jenis kelamin yang diciptakan Allah, dan anak tersebut memiliki satu dari dua itu. Ajarkan juga perbedaan jenis kelamin, misal, untuk anak laki-laki, sama seperti ayah dan beda dengan ibu, demikian sebaliknya. Sebagai orang tua, kita harus terus membersamai anak dalam tumbuh kembangnya, hingga ia dewasa. Yaitu, saat dia sudah mencapai aqil baligh.

PicsArt_02-29-08.51.46

#Hari10
#GameLevel11
#Tantangan10Hari
#FitrahSeksualitas
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional