Melanglang Jakarta dengan Transjakarta

16 November 2016

Kemarin, Selasa, 15 November 2016, saya bikin janji sama Kak Rani, dokter kulit yang juga kakak kelas saya. Dia praktik di Rawa Belong, sedang saya berkantor di Otista.

PR loh buat saya, nentuin mau naik apa ke sana? Secara Jakarta lagi macet-macetnya beberapa hari terakhir ini. Sejak musim hujan, pembangunan gorong-gorong di mana-mana, macet jadi 2x lipat!

Mau naik taksi online seperti uber, grab, atau gocar…. udahlah jauh dan mahal, dah pasti macet pula! Mau naik ojek online, pas ngecek harganya 28.000 wow! Artinya jauh donk? Mana kuat sejauh itu membonceng motor?

Akhirnya saya putuskan untuk naik busway alias transjakarta. Masalahnya… saya gak tau harus turun di mana?

Dari google saya menemukan bahwa TJ ke dekat rawa belong itu transit di Harmoni Central Busway. Baiklah! Kita ke HCB dulu!

Sesampainya di HCB, tanya-tanya donk sama petugas di sana. Kebetulan, ada bis yang siap berangkat, rute Harmoni-Lebak Bulus. Saya diarahkan naik bis itu dan turun di halte RS Medika.

Langsung percaya? Sayanya nggak hihihi… saya cek dulu di google, bahkan aplikasi gojek, apa benar RS Medika dekat dengan Rawa Belong? Ternyata ongkos gojeknya 2.000 rupiah, berarti dekat tuh! Hihihi.. baik, kita berangkat!

Ternyata haltenya jauuuuhhh hikshiks..

Oya, saya melewati Halte Busway Jelambar, halte terdekat dengan Kantor Cabang Oriflame Daan Mogot. Cuma 2 halte apa ya, dari Harmoni. Waduh, dulu saya ke sana naik yang ke arah Grogol, pantesan jauh. Besok-besok kalau mau ke Kancab Daan Mogot naik busway, naiknya yang Harmoni-Lebak Bulus aja deh!

Turun di Halte RS Medika, saya naik gojek. Dari Pak Gojek saya dapat info, lebih dekat kalau turun di halte Kelapa Dua Sasak timbang RS Medika. Memang, sebelum sampai di halte RS Medika, bis melewati halte Kelapa Dua Sasak.

Setelah menyelesaikan treatment dengan Kak Rani, saya pun memanggil gojek dengan aplikasi go-busway. Saya pilih halte Kelapa Dua Sasak, seperti saran Pak Gojek yang mengantar saya tadi. Permintaan saya diterima oleh Pak Gojek yang lagi berhenti di sebelah klinik.

Pas bilang kalau saya mau ke Otista lewat HCB, Pak Gojek menyarankan saya naik bis di Taman Anggrek saja. Baiklah, saya ikuti saran si Bapak. Saya pun diantar ke halte busway di depan Mal Taman Anggrek. Makasih ya Pak Driver, mau nganter saya..

Pas saya masuk halte, bis ke arah Harmoni datang. Saya pun naik. Ternyata bis ini jurusan Harmoni-Grogol! Bis yang dulu saya naiki waktu mau ke Kancab Oriflame Daan Mogot. Daaannn… dekat banget sodara-sodara! Gak sampai setengah jam sudah sampai di HCB.

Alhamdulillah, pas saya turun dari bis, bis yang mau ke PGC siap berangkat. Langsung deh saya hop in alias naik bisnya. Berdiri sebentar, terus dapat tempat duduk pas di halte Salemba UI. Alhamdulillah…

Saya orang Jakarta Timur. Mainnya palingan ke Jakarta Pusat (Senen, Atrium, Monas, TIM), Jakarta Selatan (Tebet, Kokas, Sudirman, Blok M), atau Jakarta Timur itu sendiri. Wilayah Jakarta Barat dan Utara sama sekali asing buat saya. Makanya, pas saya bisa muter-muter pakai busway, seneng banget hihihi…

Jujur saja, saya merasa aman naik busway. Paling tidak, kalau saya nyasar, saya nyasarnya di dalam halte, nanti tinggal naik bis berlawanan ^_^

Sekarang sudah tahu dooonk… rute busway mana yang bisa dipakai kalau pergi ke rawa belomg atau daan mogot.. hihihi…


Fotografer Cilik di Rumah Danda ★★★★★

13 November 2013

Jepretan dari dalam

Ada yang bikin Danda kaget..

Kemarin, waktu aku mindahin foto dari kamera ke laptop, yang menuh-menuhin kamera digital kami adalah jepretan-jepretan Abang Zimam!

Dan, begitu aku nyusun folder di album foto Zimam, yang disusun per bulan, aku baru sadar, Zimam gak punya foto dari usia 35 sampai 36 bulan!

Tidak satu pun!!!

Kok bisa, ya?

Selidik punya selidik, ternyata itu karena Zimam lah yang megang kamera! Dia gak bisa liat kamera dikit, pasti main potret. Pokoknya dia harus jadi fotografernya! Semua dipotretinnya. Mode makro, fokus jauh, kadang, bokeh juga hihihi…

tempat sampah

Memang sih, banyak yang gak fokus, tapi kadang hasilnya ya mencengangkan juga :p

danda

Tapi ya… bersyukur juga sih, jadi ada yang doyan motret aku hihihi…. ^_^

ikut ngiklan hihihi..


Hwarang Alcheon: Ketika Sang Hwarang Jatuh Sakit

21 Desember 2009

10 Elite Hwarang Sorabol
10 Elite Hwarang Sorabol (Ibu Kota)

Sedih… itu yang aku rasakan waktu mendengar berita bahwa Lee Seung Hyo, pemeran Al Cheon Rang (Hwarang pemimpin resimen Kolong Langit) jatuh sakit karena virus H1N1 alias Flu Babi.

Baca entri selengkapnya »


Baralek, Pesta Pernikahan dalam Adat Minang

18 Agustus 2009

Setelah sukses menyelenggarakan Upacara Basanding (Pesta Adat Banjar), kami sekeluarga mengadakan upacara pernikahan dalam adat Minang yang disebut Baralek.

Baralek, secara harfiah artinya “pesta”, seperti Basanding (duduk berdua), Baralek diadakan sebagai tanda syukur karena salah seorang anak dalam keluarga telah menikah.

Biasanya, Baralek diadakan secara mewah di dalam gedung, dan disebut Baralek Gadang (Baralek=pesta, Gadang=besar). Namun, karena kami mengadakan baralek secara sederhana, maka kami menyebutnya Baralek saja, tidak pakai “gadang” (^_^)

Baralek yang kami adakan, diadakan dalam sub-adat Agam.

Baralek Baralek 2

Baca entri selengkapnya »


Basanding : Sebuah Perayaan Pernikahan dalam Adat Banjar

1 Maret 2009

Setelah aku resmi menjadi istri dari suamiku, yang telah mengucapkan Ijab Kabul dalam Akad Nikah pada tanggal 25 Januari 2009, keluargaku mengadakan syukuran atas pernikahan kami. Dalam adat Banjar, perayaan itu disebut dengan ‘Basanding’ atau ‘Batatai.’ Arti kata ‘Basanding’ adalah bersanding, dan ‘Batatai’ mempunyai arti harfiah duduk berdua.

Basanding

Baca entri selengkapnya »


Foto-foto Pernikahan Kami ♥

12 Februari 2009

Alhamdulillah, Akhirnya foto-foto pernikahan kami ada di tanganku. Sekarang aku pingin membaginya sama teman-teman semua. (^_^)

Ini bukan seluruh foto. Karena blog ini memang bukan blog foto. (^0^)

Foto-foto lainnya bisa teman-teman lihat di Bukan Hanya Hitam dan Putih ♥♥♥ atau di Facebook-ku dan Friendster-ku.

Akad Nikah

Baca entri selengkapnya »


Asta Tinggi: Komplek Makam Raja-raja Sumenep

14 November 2008

Setelah acara Baantaran pada hari Minggu (2 November), besoknya (Senin, 3 November), kami membawa keluarga besan untuk jalan-jalan keliling Madura. Tujuan kami kali ini adalah Asta Tinggi, komplek makam raja-raja Sumenep.

Teletak di Kabupaten Sumenep, di sebuah bukit, Asta Tinggi memang diperuntukkan sebagai komplek makam bagi Raja-raha dan keturunannya. Jadi yang dimakamkan di Asta Tinggi ini adalah orang-orang yang memiliki sertifikat sebagai keturunan Raja-raja Sumenep.

Baca entri selengkapnya »