Playdate Aksi Selamatkan Bumi dari Sampah

3 Maret 2019

Sabtu, 2 Maret 2019 kemarin, #AbangZimam ikut serta di acara Playdate Aksi Selamatkan Bumi dari Sampah yang diadakan di Auditorium Perpustakaan Daerah Provinsi DKI Jakarta alias Perpustakaan Cikini. Playdate ini diselenggarakan oleh Rumah Belajar Menulis, Komunitas Ibu Profesional Jakarta, dalam rangka grand launching buku Aksi Lima Sahabat Selamatkan Bumi dari Sampah.

IMG-20190222-WA0031

Acara ini seru sekali, karena di sini Zimam dikenalkan dengan berbagai jenis sampah, yaitu sampah organik (sampah yang bisa membusuk atau terurai secara alamai di bumi), sampah anorganik (yaitu sampah yang tidak bisa membusuk dan sulit terurai, bahkan tidak terurai sama sekali), dan sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun).

DSC_0455

Selain itu, Zimam juga diajarkan bagaimana memperlakukan sampah-sampah tersebut. Sampah organik, misalnya, dikomposting hingga menjadi pupuk kompos, atau untuk beberapa tanaman, bisa ditanam kembali. Lalu sampah anorganik, dijadikan bahan craft/kerajinan.

Zimam juga diedukasi agar mengurangi pemakaian benda-benda yang akan menjadi sampah anorganik, semisal sedotan plastik, atau wadah sekali pakai.

Lewat video, Zimam juga diajak jalan-jalan ke Bantar Gebang, daerah yang merupakan tempat pembuangan akhir sampah DKI Jakarta dan sekitarnya. Sedih rasanya melihat lingkungan Bantar Gebang itu. Gunungan sampahnya mencapai 40 meter, karena tiap harinya menampung 7.500 ton sampah warga DKI dan sekitarnya.

Kemudian Zimam juga diajak untuk mendengarkan dongeng tentang Loly si lalat yang tak suka hinggap di rumah lima sahabat karena rumah lima sahabat itu bersih dari sampah.

DSC_0458

Zimam juga diajak membuat celengan dari botol minum kemasan. Bentuknya pesawat terbang, loh.

DSC_0465DSC_0467DSC_0470

Kemudian ada talkshow bersama Kakak kecil yang sudah aktif dengan zerowaste, Kak Nayla Belva. Kak Belva ini berusia 10 tahun, dan aktif di bidang zerowaste sejak tahun 2016, wow. Kak Belva ini menginspirasi Zimam untuk aktif juga mengurangi sampah. Zimam sudah tidak mau memakai sedotan plastik, loh.

Di akhir acara, Zimam diajak menyaksikan pertunjukan sulap dari GePPuK, Gerakan Para Pendongeng untuk Kemanusiaan.

DSC_0472

DSC_0477

Sebelum pulang, Zimam pun dapat hadiah dari Beebikinan, karena berani menceritakan kembali kegiatan hari itu.

DSC_0490-01DSC_0491-01DSC_0493

Seperti acara komunitas IP Jakarta lainnya, acara ini minim sampah. Peserta diberi tahu untuk membawa kotak makan sendiri, hingga kudapan yang akan dinikmati selama acara ditempatkan di kotak makan masing-masing. Minum pun harus membawa botol minum masing-masing dengan air isi ulang disediakan panitia.

Secara keseluruhan, Zimam, Danda, dan Nini menikmati semua acara yang disuguhkan panitia. Edukasi tentang sampah ini memang harus digalakkan, dan dimulai sejak dini.

~~~


Bunda Sayang Batch #5, Memilih (Menjadi) Perangkat Kelas

2 Maret 2019

Waktu yang disepakati sebagai waktu diskusi di Kelas Bunda Sayang Batch #5 Jakarta-Banten adalah pukul 20.30-21.30 WIB. Karena itu, diskusi resmi dibuka jam setengah 9 malam dan ditutup jam setengah 10. Di luar jam itu boleh ada diskusi, tapi Fasil tidak wajib mendampingi.

Semalam, diskusi yang diangkat Fasil rupanya sangat seru. Pemilihan Perangkat Kelas. Sebenarnya Fasil kami sudah membagikan materi ini di GC. Tapi saya telat tahu. Saya bahkan ketinggalan diskusi sehingga posisi perangkat kelas incaran saya sudah diambil orang.(*^▽^)/

Yak, saya mengincar posisi KETUA KELAS (lagi). Hihihi. Menjadi ketua kelas semasa di Kelas Matrikulasi itu sangat menyenangkan. Memang saya bukan mahasiswi yang paling ramai di grup, tapi saya jadi dilibatkan di kegiatan-keiatan komunitas, karena saya ketua kelas. (/^▽^)/

Saya menyukainya.

Akhirnya saya mengambil kontribusi sebagai koordinator di bulan Agustus. Syukurlah masih ada slot kosong yang bisa saya isi. Banyak teman lain yang belum kebagian tempat sebagai perangkat kelas karena telat buka WAG. (*^▽^*)

Iya, baru sekarang saya lihat ada grup yang mana membernya rebutan jadi perangkat kelas. ^_^

~~~


Bunda Sayang Batch #5, Tugas Pemanasan

1 Maret 2019

Seperti di Kelas Matrikulasi, di Kelas Bunda Sayang ini proses interaksi antara fasilitator dan mahasiswi dilakukan melalui grup whatsapp dan Google Classroom. Minggu ini, dengan deadline hari ini, 1 Maret 2019, Fasilitator Kelas Jakarta-Banten, Mbak Nourma Devita (@vita_hore) memposting tugas pemanasan yaitu “Perkenalan Mahasiswi”.

Pada tugas pemanasan pemanasan mahasiswi kali ini, mahasiswi diberi tugas untuk membuat foto profil khas mahasiswi IIP (di Kelas Matrikulasi juga disuruh buat, nih), dengan template yang telah disediakan fasilitator.

Dan inilah foto profil resmi saya sebagai mahasiswi Bunda Sayang Batch #5.

Yeptirani Syari - Frame Mahasiswi_Fix

Selain foto profil, kami juga diberi tugas menyusun Profil Mahasiswi. Untuk profil, kami bebas membuat profil sesuai kreativitas masing-masing. Di sini para mahasiswi berlomba untuk menyusun daftar profil yang sesuai dengan kepribadian dan cerita masing-masing.

Inilah profil yang saya susun dan saya kirimkan lewat GC ke fasil saya…

Profil_Yeptirani Syari

Iya, hobi saya menonton drama korea. ^_^ Spesifik yang dibintangi oleh aktor Lee Jin-wook, Gong Yoo, Lee Dong-wook, dan Jo In-sung. ^_^

Selain tugas pemanasan ini, Fasil juga memberi tugas pada kami, untuk menjabarkan sejauh mana kami mengenal GC. Karena sudah pernah menggunakan GC di Kelas Matrikulasi, saya menjawab bahwa saya familiar dengan GC.

Ini adalah tugas pemanasan Kelas Bunda Sayang. Ingin tahu tugas-tugas lainnya? Silakan ikuti perkembangan blog ini, ya ^_^

Ibu Profesional, Ibu Senang, Keluarga Bahagia.

 


Selamat Datang di Kelas Bunda Sayang!

28 Februari 2019

IMG-20190225-WA0013

Berawal ketika saya lolos untuk mengikuti Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch #6, di sana saya diberi tahu bahwa tahapan kelas di Institut Ibu Profesional tak hanya sampai kelas matrikulasi. Setelah Matrikulasi ada jenjang Kelas Bunda Sayang, Bunda Cekatan, Bunda Poduktif, dan Bunda Shalihah. Karena itu, saya yang Thinking Ekstrovert ini bertekad mengikuti setahap demi setahap jenjang pendidikan di Institut Ibu Profesional.

Bahagianya hati saya ketika pengumuman pendaftaran Bunda Sayang diumumkan di grup whatsapp Ibu Profesional Jakarta. Dengan batas pendaftaran tanggal 11 Februari 2019, dan diwajibkan membuat Essay serta Surat Pernyataan. Essay di sini lebih ke proposal kenapa saya layak diikutsertakan dalam Kelas Bunda Sayang batch ini.

Dengan keterbatasan waktu dan kesempatan memakai komputer, saya menyusun essay untuk Kelas Bunda Sayang ini. Ketika saya yakin banyak yang mengirm essay dalam bentuk gambar, dan full colour, essay saya murni hitam putih yang dibuat di Word. Namun entah kenapa, saya yakin, saya akan terpilih.

Para gadis di grup IP Jakarta mulai mengumumkan bahwa mereka sudah diundang ke Kelas Bunda Sayang Pranikah. Duh, yang kelas reguler ini kapan ya pengumumannya? Saya sempat menyembunyikan ponsel di dalam laci, saat itu. Karena saya tak ingin kepikiran ^_^

Sampai sore hari di tanggal 25 Februari 2019, seorang teman dari grup IP Jakarta mengirim pesan, memberi tahu saya bahwa kami berdua lolos Kelas Bunda Sayang dan ada di grup whatsapp yang sama.

Segera saya membuka pesan whatsapp satu persatu. Alhamdulillah. Tiba-tib ada sebuah grup baru di gawai saya dengan logo Kelas Bunda Sayang Batch #5.

Saya bersyukur sekali, essay sederhana saya bisa menyentuh hati para pengambil keputusan untuk mengikutsertakan saya dalam Kelas Bunda Sayang Batch #5 ini. InsyaAllah, saya akan tetap konsisten mengerjakan tugas hingga lulus nanti, serta menerapkan ilmu yang saya dapat ke lingkungan terdekat saya. Aamiin.

Yeptirani Syari - Frame Mahasiswi_Fix_dengan nama 2

Oh iya, segera setelah saya tahu, bahwa saya masuk Kelas Bunda Sayang Batch #5, saya langsung mengirim pesan pada suami, menyampaikan berita bahagia ini serta memberinya selamat: Cie… selamat, ya! Mulai nanti malam, Ayah tidur sama mahasiswi lagi.

Beliau membalas dengan emoticon terbahak-bahak ^_^

#institutibuprofesional #kelasbundasayangbatch5 #catatanharianyeptirani


Berkunjung ke Rumah Kelahiran Bung Hatta

23 Juni 2018

Liburan lebaran tahun ini giliran kami habiskan di Bukittinggi, Sumatera Barat. Kenal Kota Bukittinggi? Iyap, Kota kelahiran salah satu bapak proklamator kita, Muhammad Hatta.

DSC_1327

Letaknya di Jalan Soekarno-Hatta, dekat Pasar Bawah. Tak jauh dari Janjang 40 yang terkenal di Pasar Bawah.

Di rumah ini, Bung Hatta dilahirkan oleh Ibunda Saliha. Sebagai urang Minang yang menganut garis ibu, Bung Hatta tinggal di keluarga ibunya.

Keluarga ibu Bung Hatta termasuk keluarga kaya. Terbukti mereka memiliki dua buah rangkiang (ruang penyimpanan beras), dapur tungku yang bagus, dan istal lengkap dengan kereta kudanya. Punya kuda dan keretanya pada zaman dahulu bisa disetarakan dengan punya mobil mewah di zaman sekarang. Rangkiang besar 2 buah, bisa jadi setara dengan rekening deposito yang penuh di beberapa bank. 🙂

Tapi, dengan kemampuan ninik mamak Bung Hatta menyekolahkan Bung Hatta sampai ke Jakarta, iya, mereka memang orang berada.

DSC_1310

Rangkiang

DSC_1314

Dapur Tungku

DSC_1315

Kereta Kuda

DSC_1316

Istal

Nah kan, bagus-bagus ya fasilitas di Rumah Kelahiran Bung Hatta ini. Tapi semua ini hanya boleh dilihat, ya. Tak boleh digunakan apalagi dibawa pulang, ya. Hehehe.

Di rumah ini juga ada banyak kamar, salah satunya adalah kamar tempat Bung Hatta dilahirkan.

DSC_1319

Untuk masuk ke Rumah Kelahiran Bung Hatta ini, pengunjung tidak dikenai biaya, loh. Hanya saja, pengunjung wajib memelihara isi rumah, menjaga kebersihan, dan membuang sampah pada tempatnya.

Liburan ke Bukittinggi? Mampir ke Rumah Kelahiran Bung Hatta, yuk!

~~~


Memperpanjang SIM Beda Kota lewat Mobil SIM Keliling

6 Maret 2018

2018 benar-benar tahun spesial buatku. Selain ada banyak kejadian hebat, tahun ini juga SIM C-ku habis masa berlakunya. SIM C-ku ini terbitan Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, apa bisa aku perpanjang di Jakarta?

SIM C pertamaku terbit tahun 1997. Waktu itu umurku baru 13 tahun. Ya, dulu aku “nembak umur” untuk dapat SIM. Bukan hal yang bisa dibanggakan. Hanya saja, kenyataannya demikianlah. 😑

Setelah usiaku lewat dari 17 tahun, dan SIM pertamaku mati, aku mengambil SIM C dengan prosedur resmi. Usiaku 19 tahun waktu itu, tahun 2003. Aku mengikuti tes teori dan praktik sesuai aturan, bayarpun sesuai aturan, gak pakai calo atau joki. *ini baru bangga!!! 😄

SIM C resmi pertamaku tadi diterbitkan di Kota Sumenep, Jawa Timur.

Setelah aku lulus kuliah dan bekerja di Kementerian Keuangan, aku (minta) ditempatkan di kampung halamanku, Banjarmasin. Maka ketika SIM C resmi pertamaku ini habis masa berlakunya, posisiku sedang ada di Banjarmasin.

Aku sempat mencari tahu, bagaimana cara memperpanjang SIM Jawa Timur di Kalimantan Selatan. Ternyata tidak bisa dan harus membuat SIM baru. Baiklah, aku pun mengikuti semua prosedur resmi pembuatan SIM C baru. Tahun 2008 SIM C resmi keduaku terbit.

Kemudian aku menikah dan ikut suamiku ke kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. Kami tinggal di sana selama sekitar empat tahun, dan SIM C milikku yang diterbitkan di Banjarmasin habis masa berlakunya saat aku di Pangkalpinang. Tahun 2013, aku harus memperbarui SIM C-ku. SIM terbitan Kalimantan Selatan diperpanjang di Kepulauan Bangka Belitung? Bisa, hanya saja aku harus ke Banjarmasin dan minta surat pindah atas berkasku, sehingga berkasku dikirim ke Pangkalpinang. Bayanganku saat itu cuma… R-I-B-E-T!!!! Akhirnya aku memilih membuat SIM C baru dengan mengikuti segala macam tes sesuai prosedur.

Tahun 2013 pula aku pindah mengikuti suami (lagi) ke Jakarta. Kupikir kami tak akan lama di sini, ternyata sampai SIM habis masa berlakunya, kami masih saja di Jakarta 🙂 Masa iya aku harus membuat SIM baru di Jakarta? Gak kebayang ribetnya deh.

Ternyata ada banyak perubahan yang terjadi dalam lima tahun. Bukan hanya presiden dan gubernur yang ganti, sistem pembuatan SIM pun mengalami perbaikan. Sekarang memperpanjang SIM bisa di mana saja! Jadi tahun ini aku tak perlu membuat SIM baru. Horeeee!!!!

Kebetulan sekali, di dekat rumahku ada mobil SIM keliling yang parkir di Dealer Honda di seberang Rumah Sakit Budhi Asih. Aku pun ke sana untuk memperpanjang SIM C-ku. Kalau ingin tahu, jadwal dan tempat Simling (SIM Keliling) di Jakarta tuh di mana saja, coba buka link ini ya.

SIM Keliling di Dewi Sartika dimulai pukul 08.00 sampai formulir habis. Dari hari Senin sampai hari sabtu. Ada 150 formulir disediakan setiap hari. Rata-rata formulir habis sekitar pukul 11.00-12.00 siang. Cukup siapkan SIM lama kita ditambah 2 lembar fotokopi KTP, minta formulir, isi dengan benar, dan kumpulkan ke petugas jaga. Tunggu nama kita dipanggil, dan SIM jadi.

Begitu sampai di lokasi simling, aku langsung meminta formulir. Karena aku tidak membawa fotokopi KTP, aku minta tolong petugas di sana untuk memfotokopikan KTP-ku. Aku membayar Rp3.000,00 untuk 2 lembar fotokopi KTP. Kemudian berkasku masuk mobil untuk antre diproses.

Proses pembuatan SIM-nya sih cepat, nunggu antreannya yang lama. Hahaha. Aku tiba di lokasi simling pukul setengah 10 pagi, dan baru dipanggil masuk mobil untuk proses pembuatan SIM pada pukul 12 siang huehehe. Selama menunggu, aku sudah jajan sebotol air mineral seharga Rp4.000,00, semangkuk bakso seharga Rp14.000,00, dan sebotol Estee dingin seharga Rp6.000,00 😀

Setelah namaku dipanggil, aku masuk mobil SIM. Pertama aku diperiksa dengan tes buta warna oleh bu dokter, kemudian diperkenankan membayar Rp25.000,00 untuk biaya cek kesehatan, dan Rp30.000,00 untuk asuransi.

Baru kali ini aku membaca dengan saksama polis asuransi SIM ini. Ternyata hanya berlaku jika kita mengalami kecelakaan saat kita mengemudi. Oalah…

Santunannya sebesar Rp2.000.000,00 bila meninggal dunia, Rp2.000.000,00 bila cacat tetap, dan Rp200.000,00 bila harus dirawat di rumah sakit. Tidak jelas 200ribu itu total semua santunan atau santunan perhari saja.

Setelah itu, aku diminta duduk di depan kamera untuk difoto, diambil sidik jarinya, dan tanda tangan. Tidak sampai 2 menit, SIM sudah jadi. Aku diperkenankan membayar Rp75.000,00 untuk pembuatan SIM ini. Kemudian, setelah SIM jadi, SIM tersebut diserahkan kepadaku, lalu ada petugas jaga yang menjual semacam laminating kartu, hm… antigores kartu gitu lah… harganya Rp15.000,00 sepasang.

Itu gambar SIM fotonya sengaja disembunyikan. Karena semanis apapun diriku, foto di SIM dan KTP gak pernah bagus! Hikshiks…

Jadi, biaya yang harus disediakan untuk mengurus perpanjangan SIM C di Mobil Simling adalah:

Rp25.000 untuk biaya cek kesehatan

Rp30.000 untuk asuransi

Rp75.000 untuk biaya pembuatan SIM (ini diakui negara dan masuk PNBP ya)

Rp15.000 untuk laminating SIM

Rp24.000 untuk jajan 😀

Sekarang, masa aktif SIM C-ku sudah panjang. Sampai tahun 2023. Jadi aku sudah bisa ngojekin anak lagi, deh. Nanti, entah di Indonesia bagian mana aku akan memperpanjang SIM ini di tahun 2023. ^_^

Tapi sekarang aku bisa lega, karena aku tidak perlu lagi dites untuk membuat SIM. Tinggal perpanjang saja terus. Kan sudah online. 🙂


Memilih Lembaga Kursus Bahasa Inggris untuk Usia Dini, Bagaimana Caranya?

1 Maret 2018

Seperti Emak ketahui, saat ini kita sedang hidup di era globalisasi perdagangan bebas. Pada era ini arus informasi mengalir dengan deras tanpa bisa kita bendung atau saring.

Puluhan tahun silam, orang-orang perlu menengok ke museum atau peninggalan prasasti jika ingin mempelajari sejarah. Generasi sekarang tidak perlu melakukannya. Mereka cukup bertanya pada kakek nenek mereka jika ingin mempelajari serajah budaya. Semua itu karena perkembangan dan kemajuan yang kita alami makin lama makin memendek jaraknya.

Jika kita menengok ke sepuluh tahun yang lalu, lalu membandingkannya dengan situasi saat ini, terlihat jauh bedanya. Jadi emak bisa bayangkan, perkembangan apa yang akan dihadapi anak-anak kita sepuluh tahun yang akan datang, ya.

Dengan laju perkembangan teknologi dan informasi seperti ini, pembekalan sejak dini jelas diperlukan agar anak-anak kita mampu bertahan di dunia bebas nanti. Salah satunya adalah kemampuan berbahasa internasional, bahasa Inggris. Ada banyak cara untuk membekali anak-anak kita dengan kemampuan berbahasa Inggris, salah satunya adalah mendaftarkannya ke sebuah lembaga kursus yang emak anggap bagus.

photo_2018-03-05_19-54-07

Bagaimana memilih kursus bahasa Inggris yang bagus itu?

  • Pertama, Emak harus melihat kebutuhan anak-anak. Misalnya, jika anak-anak masih berusia prasekolah, maka carilah lembaga kursus yang mengajarkan bahasa Inggris dengan metode bermain. Jangan lupa perhatikan jangka waktu belajar mereka. Terlalu lama jam belajar akan membuat anak-anak bosan. Apabila anak-anak sudah masuk usia sekolah dasar, Emak bisa memilih lembaga kursus yang fokus mengajarkan dasar-dasar grammar, vocabulary, dan structure dengan metode belajar mengajar aktif.
  • Untuk anak usia prasekolah, sebaiknya jangan menargetkan agar mereka bisa membaca dan menulis dalam bahasa Inggris. Jangan pula menargetkan mereka bisa berbahasa Inggris cas cis cus dengan tata bahasa yang tepat. Kecuali bila Emak memang memakai bahasa Inggris sebagai bahasa Ibu di rumah. Biarkan mereka terbiasa dulu. Terbiasa mendengar orang berbicara bahasa Inggris, terbiasa meihat kata-kata dalam bahasa Inggris, dan terbiasa mengucapkan sepatah dua patah kata dalam bahasa Inggris. Untuk anak yang lebih besar, bolehlah harapan Emak lebih besar juga.
  • Tips berikutnya adalah melihat kualitas pengajar dalam lembaga tersebut. Pilihlah lembaga kursus yang memiliki guru yang berbahasa Inggris sebagai bahasa ibu. Atau bahasa kerennya: Native Speaker. Kalau bisa, native speaker tersebut berambut pirang, berhidung mancung, berkulit putih ras kaukasia. Yah, bule-lah. Tujuannya, agar anak-anak terbiasa berbicara dan berinteraksi dengan orang-orang berpenampilan berbeda dengan dirinya. Sehingga tidak ada lagi sikap minder bila suatu saat mereka bertemu dengan orang-orang berkulit putih itu.
  • Jika Emak sudah memilih lembaga kursus bahasa Inggris favorit, selanjutnya lihat juga jam belajarnya. Apakah cocok dengan jam belajar anak-anak di sekolah. Karena bagaimana pun juga, masa anak-anak adalah masa bermain. Jangan sampai mereka terlalu lelah dengan jadwal kursus sehingga kehilangan kesempatan bermain mereka.
  • Bila metode belajar mengajar sudah oke, pengajar sudah nyaman di hati Emak, jam belajar juga sudah cocok, satu lagi yang harus Emak perhatikan, yaitu iuran yang harus dibayar. Biasanya lembaga kursus bahasa Inggris populer mematok harga per-term. Satu term bisa 4 bulan, 6 bulan, atau 8 bulan, tergantung tingkatannya. Harga yang dipatok di tiap term bisa berbeda. Dan biasanya bila Emak mengambil beberapa term sekaligus, Emak akan mendapatkan diskon yang lumayan. Perhatikan hal ini, karena biasanya per-term kursus bahasa Inggris di lembaga kursus ternama itu harganya jutaan rupiah. Tapi untuk buah hati tercinta, apa sih yang tidak?
  • Jika metode belajar mengajar sudah oke, pengajar sudah nyaman di hati Emak, jam belajar juga sudah cocok, dan harga per-term sudah disetujui suami, Emak bisa mulai mendaftarkan anak Emak. Pantau perkembangannya tiap waktu, dan lihat hasilnya nanti. Semoga anak-anak Emak akan punya bekal cukup untuk bersaing di era globalisasi yang makin hebat di masa yang akan datang. Happy hunting!

photo_2018-03-05_19-54-31