Pentingnya Aqil Baligh Secara Bersamaan

29 Februari 2020

Game Level #11: Fitrah Seksualitas
Hari #9

PhotoGrid_1582897176108

Materi semalam isinya “daging” semua. Tentang pentingnya aqil baligh secara bersamaan. Beda, ya? Iya, bedan. Aqil itu kedewasaan pikiran dan emosi. Orang dibilang aqil jika sudah bisa berpikir dewasa, mendahulukan rasionalitas ketimbang perasaan pribadi. Aqil adalah kesewasaaan psikologis, emosional, rasional, sosial, dan finansial. Idealnya pada usia 15-17 tahun.

Baligh adalah kedewasaan biologis ditandai menstruasi pada anak perempuan, dan mimpi basah pada anak laki-laki. Umumnya terjadi di antara usia 10-14 tahun. Jadi, menurut Islam, dan juga dunia, manusia itu melalu masa anak-anak langsung ke dewasa, melalui proses aqil baligh ini. Fase remaja tidak dikenal oleh Islam, bahkan dunia.

Dunia pendidikan, misalnya, ada pendidikan anak dan pendidikan dewasa, tidak ada pendidikan remaja. Dalam undang-undang I juga tak satupun kata “remaja” disebutkan. Hanya anak-anak dan dewasa saja.

Suku-suku di pedalaman yang tak tersentuh budaya barat juga tak mengenak fase remaja. Agama samawi juga tak mengenalnya. Sebutlah agama Yahudi dengan upacara bar mitzvahnya, yang mengesahkan anak laki-laki menjadi dewasa dengan segala tanggung jawabnya. Dan upacara itu masih diadakan sampai sekarang.

Remaja baru dikenal di awal abad kedua puluh dan berasal dari dunia barat. Raja dan ratu Eropa sebelumnya juga tak mengenal fase remaja. Begitu sudah aqil baligh, mereka menikah, meimpin kerajaan, dan lain-lain dengan tanggung jawab kedewasaannya, di usia belasan tahun. Mereka dianggap sudah dewasa.

Untuk itu, orang tua harus TEGA dalam mendidik anak. Agar mereka tumbuh menjadi orang dewasa di waktu yang tepat dan tidak terlambat. Jika anak dihadapkan dengan masalah, biarkan mereka menghadapinya sendiri. Perhatikan dari belakang. Membiasakan anak memecahkan masalah akan mempercepat aqil mereka.

PicsArt_02-28-08.41.12

Memang berat menjadi orang tua yang TEGA. Tapi, jika kita selalu menbantu anak kita, apalagi membuat mereka terlambat aqil, kasihan sekali masa depan mereka. Kita harus TEGA agar mereka mengalami aqil yang bersamaan dengan balighnya. Semangat! ^^

PicsArt_02-28-08.43.04

#Hari9
#GameLevel11
#Tantangan10Hari
#FitrahSeksualitas
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Menjaga Diri dari Kejahatan Seksual

28 Februari 2020

Game Level #11: Fitrah Seksualitas
Hari #8

PhotoGrid_1582817099892

Bahasan kali ini sungguh menarik. Agak sedih sebenarnya, karena materinya dipaparkan siang hari, pas Danda sedang kuliah. Tapi tak apa, Danda bisa menyusul membaca, kok ^^

Materi kali ini membahas tentang menjaga diri dari kejahatan seksual. Kalau dipikirkan, orang gila ada di mana-mana. Dan anak-anak adalah makhluk yang paling lemah yang bisa jadi sasaran orang gila itu. Makanya penting bagi kita untuk membekali anak kita, agar bisa menjaga diri dari kejahatan seksual. Oh ya, gila di sini artinya tak punya akal sehat, bukan berarti penampilannya seperti orang gila yang di jalanan itu, ya.

Ada sebuah video yang bisa dijadikan referensi untuk mengajarkan anak membela diri jika – naudzubillah – dia hampir jadi korban kejahatan seksual. Silakan disimak di sini.

Kejahatan seksual bermacam-macam. Sudah saatnya kita melek diri dan peduli. Anak yang jadi korban kejahatan seksual pun sudah ada banyak. Kita tak boleh berdiam diri. Kita harus mengambil sikap.

PicsArt_02-27-10.25.44

Dunia ini kejam. Karenanya, walau berat, kita harus membuatnya ramah untuk anak-anak kita. Semangat para orang tua.

PicsArt_02-27-10.26.34

#Hari8
#GameLevel11
#Tantangan10Hari
#FitrahSeksualitas
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Peran Orang Tua

27 Februari 2020

Game Level #11: Fitrah Seksualitas
hari #7

PhotoGrid_1582733446883

Semalam giliran kelompok Danda yang tampil ^_^

Kami membawakan materi “Peran Orang Tua dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas”. Selama menyusun materi, ada banyak hal yang Danda pelajari. Nanti, materi akan Danda sampaikan juga di IG, silakan disimak.

Dalam materi ini, kami membahas tentang peran ayah dan ibu di dalam membangkitkan fitrah seksualitas anak. Ketika salah satu peran hilang, maka harus dicari penggantinya. Yang penting anak mendapatkan peran ayah maupun ibu dengan lengkap.

Ketika anak kekurangan peran ayah atau ibu, maka anak berpotensi mengalami penyimpangan seksual, krisis identitas. Ini hanya potensi, tapi lebih baik mencegah daripada mengobati.

Pernah dengar Peter Pan Syndrome dan Cinderella Complex? Kedua kelainan tersebut juga berasal dari orang tua yang lalai membangkitkan fitrah seksualitas anak. Anak terlambat diajarkan kemandirian, selalu dibantu, dan merasa inferior. Kasihan masa depan si anak sendiri.

IMG-20200226-WA0002

Untuk mencegah semua penyimpangan itu, apa solusinya? Kembali ke fitrah. Bengkitkan secara alami, fitrah seksualitas di dalam diri manusia, sehingga kita bisa membaca dan menempatkan diri di tempat yang semestinya kita berada. Fitrah.

PicsArt_02-26-11.12.15

#Hari7
#GameLevel11
#Tantangan10Hari
#FitrahSeksualitas
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Pengaruh Media Digital

26 Februari 2020

Game Level #11: Fitrah Seksualitas
Hari #6

PhotoGrid_1582730347980

Semalam, giliran kelompok 6 tampil membawakan presentasi tentang “Pengaruh Media Digital terhadap Fitrah Seksualitas”. Materi ini berfokus pada bagaimana kita mengontrol media digital dalam hal perkembangan fitrah seksualitas anak. Seperti kita tahu, perkembangan teknologi seperti tak terbendung. Media digital seperti televisi, gawai, dan lain-lain, dapat menggiring pemikiran anak ke suatu titik. Di sinilah filter orang tua bekerja.

Fitrah seksualitas adalah bagaimana orang berpikir, merasa, dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai laki-laki sejati atau perempuan sejati. Media digital punya dampak positif dalam perkembangan fitrah seksualitas. anak bisa belajar fitrahnya melalui media digital. Anak juga bisa belajar menjaga diri dari kejahatan seksual, dari media digital. Namun bagai pisau bermata dua, dampak negatif juga membayangi pemakai media digital.

Pornografi berkeliaran di media digital. Orang berprilaku menyimpang juga tak malu memamerkan penyimpangannya di media digital. Anak yang menggunakan media digital dapat menjadi incaran pedofil dan penjahat seksual lain. Serta, media digital dapat membuat seseorang kecanduan dan kehilangan fitrah malu.

Di sinilah orang tua harus turun tangan. Jadilah benteng bagi anak-anak, bekali mereka dengan pondasi akhlak yang kuat terutama ilmu agama, dan dampingi mereka saat mereka menggunakan media digital, baik gawai maupun televisi.

PicsArt_02-26-10.22.41

Tantangan sebagai orang tua semakin lama semakin berat. Tapi yakinlah, kita bisa. Sebab pada siapa lagi anak bergantung jika bukan pada orang tuanya? Semangat! ^_^

PicsArt_02-26-10.23.55

#Hari6
#GameLevel11
#Tantangan10Hari
#FitrahSeksualitas
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Pemahaman Perbedaan Gender

25 Februari 2020

Game Level #11: Fitrah Seksualitas
Hari #5

PhotoGrid_1582551744451

Semalam, giliran kelompok 1 mempresentasikan materi di game ini, “Pemahaman Perbedaan Gender”. Seperti kita tahu, ada 2 gender besar di dunia ini. Beberapa tempat mengakui adanya lebih dari 2 gender, misal 5 gender di Bugis, atau 18 gender di Thailand. Tapi Danda dan Ayah mengajarkan hanya ada 2 gender yang diakui dalam Alquran ke Abang Zi. Sebenarnya ada gender ketiga yang diakui Alquran, tapi itu sebutan untuk manusia yang memang memiliki kromosom XXY, bukan sebutan untuk manusia yang tak suka jadi laki-laki atau tak suka jadi perempuan.

Semasa kecil, anak selalu bertanya, kenapa ibu tak sama dengan dirinya, kenapa ayah tak sama dengan dirinya. Tidak ada waktu terlalu dini untuk mengenalkan gender pada anak. Abang Zi dikenalkan dengan dua gender saat berusia belum 2 tahun. Waktu itu Abang Zi mandi dengan Danda, dan dia menyadari perbedaan tubuhnya dengan tubuh Danda, sedang saat mandi dengan Ayah, bentuk tubuhnya relatif sama.

Saat itulah kami mengajarkan pada Abang Zi. Dia pun menganalisis gender berdasarkan penampilan. Akhirnya dia bisa mengategorikan teman-teman Ayah dan Danda di kantor, mana yang perempuan (cantik), dan mana yang laki-laki (ganteng).

Pengenalan gender sejak dini penting bagi anak, agar ia segera dapat mengenali dirinya sendiri.

PicsArt_02-24-08.43.34

Di zaman now, gender makin banyak. Tapi fitrahnya hanya ada dua gender. Maka lebih baik mengajarkan anak sesuai fitrahnya. Dan ketika ia bertanya kenapa ada gender yang bias? Danda sih selalu menjawab, yah, mereka tidak sesuai fitrahnya. Sesuai dengan prinsip yang kami pegang selama ini.

Gender cuma ada dua saja, kok. Fitrahnya demikian. ^_^

PicsArt_02-24-08.44.17

#Hari5
#GameLevel11
#Tantangan10Hari
#FitrahSeksualitas
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Merawat Fitrah Anak Laki-laki

24 Februari 2020

Game Level #11: Fitrah Seksualitas
Hari #4

PhotoGrid_1582470574402

Karena hari Minggu adalah GFOS (Gadget Free on Sunday) di Kelas Bunda Sayang, maka semalam tidak ada giliran pentas presentasi. Hehe. Sebagai gantinya, mahasiswi diminta membuat resume dari bahan bacaan yang dibacanya sendiri. Hari ini, Danda akan menulis resume tentang buku yang sedang Danda baca: Merawat Fitrah Anak Laki-laki.

Buku ini sebenarnya buku kembar. Buku satunya berjudul “Merawat Fitrah Anak Perempuan”. Tapi karena anak Danda dua-duanya adalah laki-laki, maka Danda lebih dulu membaca buku yang biru. Buku pink (untuk anak perempuan) nanti saja dibacanya, kalau dipercaya merawat anak perempuan, hehe.

Sejujurnya, Danda belum selesai membaca buku ini, hihi. Tapi di halaman awal, ada beberapa topik yang menggelitik Danda sebagai orang tua yang juga mantan remaja, “Salah Kaprah tentang Pubertas”. Di buku ini, pubertas dianggap sebagai hal yang harusnya bisa tidak dialami remaja. Sebutlah Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Hanafi, Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam An-nasi, Imam At-Tirmidzi, dan lainnya adalah pemuda-pemuda yang juga remaja yang tidak mengalami pubertas (Syantut, 2014). Para pemuda tersebut di masa remajanya menyibukkan diri dengan menuntut ilmu, sehingga mereka tak punya waktu lagi untuk membolos, susah diatur, bahkan tawuran.

Orang tua turut andil dalam memperpanjang masa remaja seorang anak. Padahal fitrahnya, ketika anak sudah aqil baligh, dia sudah dewasa. Jadi tak ada fase remaja, dari anak-anak langsung dewasa.

Danda merasa tertohok dengan tulisan ini. Danda juga pernah merasakan pubertas itu, dan sungguh, pubertas hanya merepotkan saja. Repot buat Danda sendiri, repot juga buat Nini dulu.

Tulisan ini membuat Danda berpikir, sepertinya Ayah dan Danda harus menyesuaikan diri lagi dalam mendidik Abang Zi. Tetap sesuai zamannya namun tidak menyalahi fitrahnya. Sulit? Iya, tapi pasti bisa!

DSC_0246-01

Siapa bilang menjadi orang tua itu mudah? No! Apalagi ketika kita ingin mengembalikan anak kita ke fitrahnya, tantangannya berat, cuy!

Semangat para orang tua zaman now! Kita pasti bisa jika kita berusaha. Semoga Allah menghitung niat kita sebagai ibadah. Aamiin. ^_^

PicsArt_02-23-10.12.38

#Hari4
#GameLevel11
#Tantangan10Hari
#FitrahSeksualitas
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Peran Ayah dalam Pengasuhan

23 Februari 2020

Game Level #11: Fitrah Seksualitas
Hari #3

PhotoGrid_1582468054905

Semalam, giliran kelompok 4 yang menyampaikan materi tentang “Peran Ayah dalam Pengasuhan untuk Membangkitkan Fitrah Seksualitas”. Seperti terbaca pada judul, materi itu berkisar pada apa saja peran ayah dalam mengasuh anak-anak, untuk membangkitkan fitrah seksualitas anak.

Selama ini, kita selalu berpikir bahwa peran ayah dalam keluarga hanyalah sebatas pencari nafkah. Tapi sebenarnya lebih dari itu. Ibu memang madrasah pertama untuk anak, tapi ayah adalah kepala sekolahnya. Bagaimana madrasah itu berkembang, ayahlah yang memegang kendalinya. Seorang kepala sekolah tidak bisa hanya duduk di belakang meja jika ingin sekolahnya maju. Seorang kepala sekolah harus terjun ke lapangan, memastikan sekolah berjalan sesuai visi dan misi yang telah disepakati.

Ayah berperan pernting dalam pengasuhan anak. Seorang ayah haruslah menjadi teladan bagi anak laki-lakinya dan cinta pertama bagi anak perempuannya. Ayah harus menjadi superman dan panutan bagi keluarga. Iya, sedemikian berat tugas seorang ayah, imam keluarga, kepala sekolah kehidupan, konselor psikologi anak, dan lain-lain.

PicsArt_02-23-09.31.31

Semangat, para ayah! Tugas kalian berat, tanggung jawab kalian tidak ringan. Itu sebabnya Tuhan melebihkan kemampuan kalian dari kaum lainnya. Semangat, cinta pertama para anak perempuan, dan teladan bagi anak laki-laki! ^_^

PicsArt_02-23-09.32.45

#Hari3
#GameLevel11
#Tantangan10Hari
#FitrahSeksualitas
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional