Kita Memberi Kita Menerima

Game Level #10: Membangun Karakter Anak lewat Dongeng
Hari #2

PhotoGrid_1579884440759

Hari ini hujan seharian, alhamdulillah. Danda harus menembus hujan untuk menjemput Abang Zi dari sekolah. Abang Zi harus berpayung saat berangkat salat Jumat dan pulang. Tapi karena itu, udara jadi sejuk. Alhamdulillah.

Karena hujan pula, kami jadi mager. Apalagi teknologi memudahkan segalanya, kami bisa membeli makanan lewat media daring. Abang Zi malas main keluar dan menghabiskan waktu membaca buku. Dia cuma keluar saat azan tiba saja, untuk salat berjamaah di masjid.

Malam ini Abang Zi membaca buku kedua, “Si Gadis Penakut”. Tak lama setelah membaca buku itu, Abang Zi menangis. Duh, anak Danda ini memang baperan, deh. Salah Danda pas hamil dia jadi dramaqueen banget, jadinya anaknya jadi baperan, hahaha.

Danda bilang untuk tidak apa-apa menangis atau tertawa saat membaca buku, artinya penulis buku itu orang yang hebat hingga bisa membawa pembaca merasakan emosi yang sama. Dan Danda pun mengajak Abang Zi untuk berdiskusi.

Diskusi, itu adalah istilah yang Danda pakai untuk percakapan sebelum tidur kami. Karena Danda tak cuma bercerita atau mendongeng, Abang Zi juga ikut mengutarakan pendapatnya.

Malam ini kami membahas cerita “Celengan Melia” yang merupakan salah satu cerita di buku “Si Gadis Penakut”.

Melia yang disuruh menabung agar bisa ke kebun binatang, menghabiskan uangnya untuk membelikan hadiah atau barang kebutuhan orang lain, untuk membahagiakan orang lain. Dia tidak pelit. Walaupun akhirnya ia tak punya uang untuk ke kebun binatang. Tak dinyana, Kakek memberi Melia uang 3 kali lipat tabungannya, sehingga ia bisa ikut ke kebun binatang.

Abang Zi dan Danda membahas hal ini. Betapa jika kita ikhlas memberi sesuatu pada orang lain, atau yang kita sebut dengan sedekah, maka kita pasti akan diberi balasan yang lebih besar. Allah menjanjikan balasan itu sebesar sepuluh kali lipat. Jadi kita tak perlu ragu membantu orang lain.

DSC_0173-01

Konsep menabung melalui sedekah harus selalu diulang, meurut Danda. Karena manusia gudangnya lupa, gudangnya pelit, dan “terpaksa ikhlas”. Jadi, sekalian mengajarkan karakter baik buat Abang Zi, Danda juga mengajar diri sendiri untuk jadi baik juga.

Alhamdulillah, di game level ini, Danda ikutan belajar bersama Abang Zi. InsyaAllah berkah. Aamiin. ^_^

PicsArt_01-24-11.49.55

#Hari2
#GameLevel10
#Level10
#Tantangan10Hari
#BunsayBatch#5
#KuliahBundaSayang
#KuliahBunsayIIP
#MariMendongeng
#GrabYourImagination
#InstitutIbuProfesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: