Belajar tentang Hak Tuhan

23 November 2019

Game Level #8: Cerdas Finansial Sejak Dini
Hari #2

PhotoGrid_1574425307495

Ada satu hal (lagi) yang membuat Danda bersyukur telah menjadi bagian dari Kelas Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, yaitu ilmu agama. Iya, seiring waktu, Danda diingatkan kembali, dan kembali diingatkan pada ilmu-ilmu agama dasar yang mestinya sudah Danda pahami sejak lama. Kali ini, Kelas Bunda Sayang mengingatkan Danda pada “Hak Tuhan” di setiap harta kita.

Walau tidak wajib, mengajarkan pada anak bahwa ada Hak Tuhan pada setiap harta yang ia miliki, adalah suatu hal yang penting. Hal inilah yang terlewat dan belum Ayah dan Danda ajarkan pada Abang Zi. Hak Tuhan.

Karena itu, sejalan dengan tema game level ini, Danda mencoba mengajarkan kembali tentang Hak Tuhan ini pada Abang Zi.

Alhamdulillah, selama prosesnya, Abang Zi memahami tentang Hak Tuhan ini. Apalagi nominalnya juga tak besar. Abang Zi antusias memenuhi Hak Tuhan ini.

Dalam setiap Rp20.000,00 uang saku yang dia dapat setiap hari (iya, uang saku anak SD zaman sekarang besarnya dua puluh ribu rupiah, hahaha), ada Hak Tuhan sebesar Rp500,00 di sana. Abang Zi boleh membayar lebih jika mau, boleh juga membayar secara rapel, misal bersedekah untuk 4 hari dengan membayar dua ribu rupiah ke kotak amal masjid.

DSC_1854-01

Hari ini, Danda iseng bertanya pada Abang Zi, apakah dia sudah memenuhi Hak Tuhan? Abang menjawab, dia sudah merapel membayar Hak Tuhan sebanyak sepuluh hari.

“Kok banyak sekali?”

“Mumpung ada uangnya, Danda.”

Di situ Danda merasa tertohok. Sepertinya Danda sendiri belum membayar Hak Tuhan ketika uang Danda sedang banyak. Hiks.

Danda belajar lagi. Si Abang disuruh bayar Hak Tuhan sebesar lima ratus rupiah, bayarnya lima ribu. Ayo, Danda! bayar Hak Tuhan segera! T_T

PicsArt_11-22-07.23.38

#Hari2
#GameLevel8
#Tantangan10Hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Menabung Demi Cita

22 November 2019

Game Level #8: Cerdas Finansial Sejak Dini
Hari #1

PhotoGrid_1574263363727

Alhamdulillah, tabarakallah. Danda diberi kesempatan mulai game ini. Game yang mengajak para orang tua mengajarkan kecerdasan finansial sejak dini pada anak.

Abang Zi ini termasuk yang telat dalam mengenal mata uang. Dia sudah mengenal uang sejak lama. Sudah menabung di bank juga sejak lama. Tapi dia tak kenal mata uang, karena Ayah dan Danda memang tak membiasakan Abang Zi jajan.

Abang Zi mulai mengenal mata uang saat duduk di bangku kelas 2 SD, itupun karena memang ada materi mata uang di buku tematiknya.

Walaupun Abang Zi tak kenal mata uang, bukan berarti dia tak pernah menabung di bank. Dia punya tabungan “astronot” di salah satu bank syariah dekat rumah. Tiap bulan Danda mengajaknya menabung. Dan dia menandatangani sendiri slip setorannya. (Ditandatangani dengan menulis namanya saja, sih ^_^).

Dia bilang, tabungan itu dipakai untuk dia sekolah. Hm… Danda pakai tabungan itu untuk membeli logam mulia yang disimpan untuk diberikan lagi ke Abang Zi kala dia besar. Buat sekolah juga oke.

PicsArt_11-20-10.19.52-01

Di sekolah Abang Zi, ada kantor cabang dari bank syariah pertama di Indonesia. Danda menawarkan agar Abang Zi membuka rekening di sana saja, sehingga dia bisa menabung kapan saja dia mau. Ternyata dia tak suka, karena ATM di bank itu tidak ada gambar astronotnya. Halah ^_^.

Ya sudah, lanjutkan saja tabungan Abang yang di kartu astronot, ya! ^_^

PicsArt_11-20-10.26.44

#Hari1
#GameLevel8
#Tantangan10Hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Game Level #8 Cerdas Finansial Sejak Dini

20 November 2019

PhotoGrid_1574176018315

Alhamdulillah, tabarakallah. Sudah masuk masa Game Level #8, Cerdas Finansial Sejak Dini.

Akhirnya Danda dipaksa buka laptop lagi, deh. Hehehe.

Cerdas Finansial. Apa itu Cerdas Finansial?

Menurut para ahli, cerdas finansial adalah kemampuan seseorang untuk mendapatkan dan mengelola keuangan.

Bila disesuaikan dengan konsep di Ibu Profesional, uang adalah bagian kecil dari rezeki, sehingga dengan belajar mengelola uang, artinya kita bertanggung jawab terhadap bagian rezeki yang kita dapatkan dalam hidup ini.

DSC_1532-01

Dalam konteks pendidikan anak, cerdas finansial ini penting bagi anak-anak. Ketika anak sudah memahami konsep dirinya, kita perlu menstimulasi kecerdasan finansialnya agar kemuliaan anak meningkat.

Bagaimana cara menstimulasi kecerdasan finansial pada anak?

1. Anak perlu dipahamkan dulu, bahwa rezeki itu datang dari Sang Maha Pemberi Rezeki.

2. Ajak anak berdialog tentang arti kebutuhan dan keinginan.

3. Setelah paham prioritas kebutuhan hidupnya, latih anak untuk membuat “mini budget”

4. Latih anak mengelola pendapatan berdasarkan ketentuan yang diyakini oleh keluarga.

5. Lakukan apresiasi setiap anak menceritakan bagaimana dia menjalankan minu budget sesuai kesepakatan.

PhotoGrid_1574176899785

Namun sekali lagi, ingatlah. for things to CHANGE, I MUST CHANGE FIRST.

#GameLevel8
#Tantangan10Hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Discovering Ability, Sebuah Aliran Rasa Game Level #7

13 November 2019

Game Level #7: Semua Anak adalah Bintang
Aliran Rasa

PhotoGrid_1573652441753

Game level #7, Semua Anak adalah Bintang, akhirnya selesai. Selama 15 hari Danda diajak untuk memperhatikam “AHA” moment bersama Abang Zi. Ada banyak sekali “AHA Moment” Abang Zi. Mungkin tidak semuanya terekam dalam tulisan. Tapi Danda menikmati seluruh “AHA Moment” itu.

Misal saat mbak yang biasa menemani Abang Zi sepulang sekolah, tidak masuk karena sakit. Abang Zi ke kantor Danda tapi Danda tinggal karena Danda harus duduk di front office. Abang Zi melakukan semuanya sendiri, di kursi kerja Danda. Dan saat dia akan pergi meninggalkan ruangan, ada secarik kertas yang ditinggalkannya, agar Danda tidak kebingungan mencari.

DSC_1824-01

Dalam pencarian potensi kecerdasan anak, Danda sudah diajarkan untuk melakukan 4 hal ini:

  1. Ranah Intrapersonal (Konsep Diri). Yaitu mengenal konsep diri pada anak. Bagaimana mereka mengenal diri mereka sendiri.
  2. Ranah Interpersonal (Hubungan dengan sesama). Ini dilakukan setelah anak mengenal dirinya dengan baik. Anak dilatih mengembangkan hubungan dengan sesama dengan menguatkan iman dan akhlak.
  3. Ranah Change Factor (Hubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan perubahan). Sebagai pemimpin di muka bumi ini, tugas anak setelah aqil baligh adalah membawa perubahan ke arah yang lebih baik.
  4. Ranah Spiritual (Hubungan dengan Pencipta-Nya). Ketika anak memahami peran peradabannya di muka bumi ini, maka mereka akan tumbuh menjadi individu yang meletakkan ranah spiritual sebagai yang utama dan pertama dalam kehidupannya.

Dari hal di atas, Danda jadi semakin yakin, bahwa discovering ability merupakan hal yang penting dilakukan sebagai orang tua dalam membersamai anak.

Sampai jumpa di game berikutnya ^_^

PicsArt_11-13-08.42.23

#AliranRasa
#GameLevel7
#Tantangan10Hari
#semuaanakadalahbintang
#kelasbundasayang
#kelasbunsay
#institutibuprofesional


Tangga Nada

8 November 2019

Game Level #7: Semua Anak adalah Bintang
Hari #15

PhotoGrid_1573178561095

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah berkata demikian. Kesukaan Abang Zi pun tak jauh dari kesukaan Ayah dan Danda. Misalnya, suka mencari Pokemon, atau bermain Harry Potter.

Danda mengklaim diri sebagai alumnus Ravenclaw. Abang Zi memilih Gryffindor. Ayah? Entahlah, dia cuma mengklaim dirinya sebagai Auror. ^_^

Suatu hari, Danda membeli sebuah kotak musik dari situs belanja daring yang dikirim dari negeri Tiongkok. Bayarnya kapan, dikirimnya entah kapan. Kotak musik ini menghasilkan nada “Hedwig Hymne”. Abang Zi suka sekali memutarnya.

Rupanya, cara kerja kotak musik ini menarik perhatian Abang Zi. Ia pun bertanya bagaimana kotak musik ini bekerja. Danda menjelaskan bahwa terjadi tumbukan antara besi-besi panjang dengan besi di bawahnya. Pencetusnya adalah tombol-tombol yang ada pada tabung besi yang berputar saat tuas diputar.

Abang Zi pun penasaran bagaimana besi yang berbeda panjangnya bisa menghasilkan bunyi yang berbeda nadanya. Oke, Danda pun menjelaskan tentang tangga nada. Makin panjang besinya, makin rendah nada yang dihasilkan, demikian pula sebaliknya.

Sebenarnya akan lebih mudah jika kami memiliki kulintang. Tapi nanti saja lah, episode berikutnya akan kami gunakan kulintang sebagai bahan praktik.

DSC_1807-01

Demikianlah, bintangnya Ayah dan Danda mengajak Danda diskusi malam ini. Sengaja Danda tidak menjelaskan tentang frekuensi dan amplitudo, karena selain belum saatnya, Danda juga tidak pintar fisika. Nanti, ya, Danda belajar lagi. ^_^

Sehat terus bintang Ayah dan Danda. Tetap aktif mencari tahu dan selalu penasaran. Oke. ^_^

PicsArt_11-08-09.04.08

#Hari15
#GameLevel7
#Tantangan10Hari
#semuaanakadalahbintang
#kelasbundasayang
#kelasbunsay
#institutibuprofesional


Menulis

7 November 2019

Game Level #7: Semua Anak adalah Bintang
Hari #14

PhotoGrid_1573115374589

Alhamdulillah, tabarakallah. Sampai hari ini Danda masih bisa bersinergi dengan Ayah dalam mendidik Abang Zi dengan baik. Semoga bisa seterusnya begini, aamiin.

Hari Rabu artinya majalah Bobo edisi terbaru terbit. Biasanya sih sudah ada di meja Danda begitu saja, Om Koran yang meletakkannya. Hari Rabu juga merupakan hari yang ditunggu Abang Zi karena hari ini dia bisa membaca Bobo edisi terbaru.

Tapi hari ini bukan Rabu biasa. Dalam Bobo edisi terbaru ternyata ada tulisan Abang Zi yang dimuat. Tulisan ini dibuat sekitar dua tahun lalu, saat ia masih di bangku kelas satu SD. Abang Zi senang bukan kepalang saat melihat tulisannya dimuat di majalah Bobo ini.

Danda ikut senang melihat Abang Zi senang. Danda pun berpesan agar Abang Zi tak berhenti menulis, karena walaupun lama, tulisan yang bagus pasti dimuat.

DSC_1808-01

Bintangnya Ayah dan Danda hebat sekali. Jika Abang Zi tak berhenti menulis, suatu saat nanti majalah Bobo yang akan menantikan tulisan Abang Zi, bukan sebaliknya, Abang Zi yang menantikan tulisan Abang Zi dimuat. Percaya deh sama Danda. ^_^

PicsArt_11-07-03.31.10

#Hari14
#GameLevel7
#Tantangan10Hari
#semuaanakadalahbintang
#kelasbundasayang
#kelasbunsay
#institutibuprofesional


Bermain Boneka

6 November 2019

Game Level #7: Semua Anak adalah Bintang
Hari #13

PhotoGrid_1572960359159

Hari ini harusnya Abang Zi ada penilaian harian Al Islam, tapi kemarin malam Danda lupa mengingatkan, dan mungkin Abang Zi juga lupa, jadi dia tidak belajar sama sekali, duh.

Jadi, tadi sepulang dari kantor, Danda langsung bertanya bagaimana hasil penilaiannya. Abang Zi bilang kalau dia bisa mengerjakan semua soal, mungkin ada satu atau dua yang lupa jawabannya. Seperti biasa, perintahnya tulis tiga contoh, Abang Zi cuma menulis satu saja. Hahaha.

Besok giliran penilaian harian Al Quran. Danda menawarkan Abang Zi untuk belajar, tapi dia menolak. “Di sekolah sudah belajar, kok, Danda,” katanya. Iya juga sih, di sekolah sudah belajar kenapa di rumah belajar lagi? Akhirnya kami malah main boneka tangan.

Abang Zi jadi hiu, Danda jadi kupu-kupu. Sebenarnya ada satu boneka lagi, jerapah, tapi Abang Zi lupa di mana jerapahnya disimpan. Hahaha.

Karakter hiu ini karakter kesukaan Abang Zi, karena giginya banyak dan tajam. Jadi, saat bermain, Abang Zi cuma perlu peran menggigit saja. Hahaha.

DSC_1806-02

Anak laki-laki main boneka? Kenapa tidak? Buat Danda, saat bermain peran, anak mesti dibebaskan memilih perannya. Sambil diarahkan juga sih, jangan dilepas. Bermain boneka melatih imajinasinya juga, kan. Imajinasi itu penting, apalagi untuk pelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Hahaha.

Baiklah, bintangnya Ayah dan Danda. Danda doakan penilaian harian kali ini berjalan lancar, dan kalau disuruh nulis tiga contoh, tulis tiga-tiganya, ya, jangan satu saja. Hahaha.

PicsArt_11-05-08.27.55

#Hari13
#GameLevel7
#Tantangan10Hari
#semuaanakadalahbintang
#kelasbundasayang
#kelasbunsay
#institutibuprofesional