Menukar Uang

30 November 2019

Game Level #8: Cerdas Finansial Sejak Dini
Hari #9

PhotoGrid_1575042471650

Abang Zi memanggil Danda.

Zimam: Danda, punya uang 20.000?

Danda: Ada, kenapa?

Zimam: Abang Zimam mau nukar uang.

Tangan kanannya memegang 2 lembar 10.000 dan tangan kirinya memegang 2 lembar 5.000, semuanya adalah tabungan Abang Zi.

Zimam: (mengangkat tangan kanan) Yang ini ditukar dengan 20.000, (mengangkat tangan kiri) yang ini ditukar dengan 10.000. Ada, Danda?

Hampir saja Danda berkata “kenapa nggak nukar selembar 10.000 dan 2 lembar 5.000 menjadi selembar 20.000?”. Alhamdulillah Danda bisa menahan diri, menunggu Abang Zi memecahkan masalah keuangannya sendiri. Hehehe.

Zimam: Ini lebih susah, Danda. Sebentar, ya!

Abang Zi lalu mengambil setumpuk uang 2.000 dan menghitungnya.

Zimam: Nah, ini ada 5, tukar dengan 10.000, ya. Terus 10.000-nya kan ada 2, ditukar lagi dengan 20.000.

Danda diam saja, menunggu langkah Abang Zi selanjutnya.

Zimam: Eh, nggak-nggak. Ini saja ditukar jadi 20.000. Dua lembar ada? (sambil mengumpulkan semua uangnya)

Rupanya Abang Zi baru sadar kalau uangnya berjumlah 40.000 dan bisa ditukar dengan 2 lembar uang 20.000.

Danda: Danda cuma punya selembar 20.000, adanya 50.000. Uang Abang cukup?

Zimam: (menghitung lagi uangnya) Nggak cukup. Ya sudah kalau gitu, yang ini saja ditukar jadi 20.000 (menyerahkan 2 lembar uang 5.000 dan 5 lembar uangan 2.000)

Danda: Baik, ini uangnya. Pas, ya.

DSC_1883-01

Kadang menukar uang bisa jadi tantangan tersendiri. Tapi ingat, semua transaksi harus dilakukan dengan jujur. Semangat, Abang Zi! ^_^

PicsArt_11-29-10.49.04

#Hari9
#GameLevel8
#Tantangan10Hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Membangun Ketelitian

29 November 2019

Game Level #8: Cerdas Finansial Sejak Dini
Hari #8

PhotoGrid_1574954905893

Ada yang hampir membuat Danda frustasi tentang Abang Zi. Dia jarang teliti dalam mengerjakan soal di penilaian di sekolahnya. Danda bukan pemuja nilai seratus, tapi kalau nilai sembilan puluh itu membuat Abang Zi uring-uringan kesal seharian karena salahnya hanya karena dia tidak teliti membaca soal, kan kesal juga jadinya.

Setiap hasil penilaian keluar, Ayah dan Danda memang selalu langsung membuka soal yang dijawab salah atau tidak sempurna. Tujuannya untuk mencari tahu, apakah Abang Zi paham soal tersebut, atau harus dipelajari ulang. Seringnya sih kesalahan bukan karena Abang Zi tidak memahami soal, tapi karena dia tidak teliti membaca soal.

Misalnya, dia disuruh menulis tiga contoh hidup sehat, Abang Zi cuma menulis satu. Alasannya, “gak baca kalau disuruh nulis tiga.” Haduh.

Danda memberi tawaran kepada Abang Zi. Jika dia mencapat nilai 90 sampai 99,99 pada PAS nanti, dia akan dapat sebuah buku KKPK atau Komik Next G, jika nilainya 100, maka bukunya akan dapat 2. Tapi jika nilainya di bawah 90, bahkan itu 89,99, maka dia tidak dapat buku.

Abang Zi sudah menghitung, kalau penilaian tema 1 bagian 1 dapat 100, lalu bagian 2 dapat 100 lagi, bukunya dapat 4? Ya!

Kalau bagian 1 dapat 97, bagian 2 dapat 100, bukunya dapat 3? Benar!

Kalau bagian 1 dapat 89, bagian 2 dapat 100, bukunya dapat 2? Betul sekali!

InsyaAllah Abang Zimam dapat 100 semua, aamiin!

Begitu doanya. Hehehe.

DSC_1887-01

Danda berpesan, kalau ingin dapat 100 di semua penilaian pada PAS nanti, Abang Zi harus jauh lebih teliti membaca soal. Jangan ada yang terlewat. Baca dua sampai tiga kali.

Semoga di PAS nanti, Abang Zi dapat 100 di seluruh penilaian, supaya dapat bukunya dobel-dobel. ^_^

PicsArt_11-28-10.30.08

#Hari8
#GameLevel8
#Tantangan10Hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Rezeki Setiap Makhluk Hidup

28 November 2019

Game Level #8: Cerdas Finansial Sejak Dini
Hari #7

PhotoGrid_1574863637279

Di rumah, ada beberapa kucing yang tiap hari datang minta makan. Bahkan ketika salah satu kucing itu melahirkan, kedua anaknya juga dibawa ke rumah untuk minta makan, hahaha. Mereka semua diberi nama oleh Abang Zi. Ada Luron (bulu rontok), Belang, Epen (ekor pendek), Gray, dan Zeka (zebra kw).

Gray dan Zeka statusnya adalah anak kucing, jadi kerjanya ya main-main. Hampir tiap pagi Zeka datang untuk main dengan sepatu tenis bekas milik Ayah yang lupa dibuang. Akhirnya sepatu itu tidak jadi dibuang dan dijadikan mainan Zeka secara permanen, hahaha.

Zimam: Lucu banget si Zeka. Kucing enak banget, ya. Kerjanya makan dan main melulu.

Danda: Memangnya Abang gak main juga?

Zimam: Abang Zimam kan sekolah. Danda kerja. Kucing nggak kerja nggak sekolah.

Danda: Tapi kucing jadi nggak bisa main lego.

Zimam: Iya juga, ya. Kalau kita nggak kasih makan, mereka nggak bisa makan. Rezekinya kucing dari kita, ya?

Danda: Nggak juga, kalau kita nggak kasih makan, mereka akan dapat rezeki dari tempat lain selama mereka mencari. Semua makhluk hidup sudah diberi rezekinya masing-masing oleh Allah. Manusia juga. Tapi kita harus mencarinya.

Zimam: Seperti Ayah sama Danda kerja di kantor, buat cari rezekinya Allah , ya?

Danda: Abang sekolah juga dalam rangka mencari rezekinya Allah. Supaya lebih mudah cari rezeki.

DSC_1876-01

Belang adalah ibunya Zeka dan Gray. Setiap kami ingin bermain dengan Zeka (karena Gray adalah kucing pemalu yang takut manusia), Belang selalu melindungi Zeka. Duh, gemasnya.

PicsArt_11-27-09.09.17

#Hari7
#GameLevel8
#Tantangan10Hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Bakso dan Batagor

27 November 2019

Game Level #8: Cerdas Finansial Sejak Dini
Hari #6

PhotoGrid_1574775416564

Dalam perjalanan pulang dari kantor, Danda berpikir, materi apa yang akan disampaikan kepada Abang Zi hari ini, ya? Ide itu belum juga muncul sampai akhirnya motor yang Danda kendarai sampai di depan rumah. Ah, ajak diskusi saja, pasti dapat “aha moment” kayak game level lalu, begitu pikir Danda.

Ternyata benar, dari diskusi kami, sembari Abang Zi membaca buku, Danda menemukan “aha moment” itu.

Danda: Bang, hari ini 15.000 buat beli apa saja?

Zimam: Bakso sama batagor.

Danda: Hm, yang mana yang kebutuhan, yang mana yang keinginan?

Zimam: (senyum malu) dua-duanya keinginan, soalnya Abang Zimam kan bawa bekal. (Hari ini Danda membawakan bekal nasi sayur lauk buat Abang Zi).

Danda: Hahaha, Abang ingin makan bakso dan batagor, ya?

Zimam: Iya, gak apa-apa, kan?

Danda: Gak apa-apa, asal dimakan dan tidak dibuang. Jangan lupa, dilihat juga siapa yang jual. Gak boleh jajan di luar sekolah, ya!

DSC_1870-01

Senangnya Abang Zi sudah bilang memetakan keinginan dan kebutuhannya. Kelewat memenuhi keinginan, tidak apa-apa, toh Abang Zi juga menyisihkan uang sakunya untuk ditabung. Walau pas Danda bertanya tentang Hak Tuhan jwabannya: kan Abang Zimam sudah bayar buat sepuluh hari, nanti Danda ingatkan kalau sudah hari kesembilan, ya! ^_^

PicsArt_11-26-08.44.13

#Hari6
#GameLevel8
#Tantangan10Hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Rezeki itu Luas

26 November 2019

Game Level #8: Cerdas Finansial Sejak Dini
Hari #5

PhotoGrid_1574693003705

Hari ini Danda pulang malam. Mungkin beberapa hari ke depan, Danda akan terus pulang malam. Abang Zi protes dengan waktu kerja Danda. Tapi Danda tidak bisa apa-apa selain minta pengertian Abang Zi bahwa ini akan terjadi dalam sepekan ini.

Setelah kami berbaikan, seperti biasa, kami pun ngobrol. Terutama karena Abang Zi tadi siang sudah tampil di sekolah, dalam rangka Hari Guru. Danda memberikan apresiasi penuh akan hal itu.

Ayah berpesan, Abang Zi boleh memainkan gundamnya. Dia senang sekali dan mulai bermain. Sepertinya saat yang tepat untuk mengajak Abang Zi berdiskusi tentang rezeki dari Allah, ya.

Danda: Abang, rezeki dari Allah itu apa, sih?

Zimam: Segala macam. Ilmu, kesehatan, bisa main, itu juga rezeki.

Danda: MasyaAllah, alhamdulillah, Abang sudah paham. Termasuk bisa main gundam juga rezeki, kan?

Zimam: Iya. Soalnya gak semua anak bisa main gundam.

Danda: Kalau gitu, kita bersyukur, gak?

Zimam: Bersyukur, donk. Bilang Alhamdulillah!

Danda: Alhamdulillah.

DSC_1869-01

Danda tidak menyangka Abang Zi akan menjawab seperti itu. Terima kasih Bapak dan Bunda Guru di sekolah, sudah membantu Ayah dan Danda dalam pendidikan akhlak Abang Zi di sekolah. Allah yang akan membalas budi baik kalian, aamiin.

PicsArt_11-25-09.47.23

#Hari5
#GameLevel8
#Tantangan10Hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Menghargai Harta Titipan Tuhan

25 November 2019

Game Level #8: Cerdas Finansial Sejak Dini
Hari #4

PhotoGrid_1574577468309

Beberapa waktu yang lalu, Abang Zi ikut kegiatan di Rumah Psikologi Giera, kegiatan itu adalah kegiatan membuat mainan dari kardus.

Ternyata mainan yang dibuat oleh Abang Zi adalah mesin kasir. Abang Zi juga dibekali uang-uangan mainan.

Di rumah, Abang Zi mengajak Danda bermain peran. Dia sebagai penjual, dan Danda sebagai pembeli. Kali ini karena jumlah uang mainannya terbatas, Abang Zi jadi selalu menetapkan harga genap pada seluruh jualannya (yang dijual ya barang-barang rumah seperti remot tivi, remot kipas angin, toples kacang almond, dan lain-lain).

Setelah bermain, sambil merapikan uang mainannya, Abang Zi berkata pada Danda,

Zimam: Coba ini uang sungguhan, ya. Uang Abang Zimam kan nambahnya banyak.

Danda: Abang kan juga punya uang, yang Abang simpan di dompet.

Zimam: Iya, sih. Kalau ditambah ini jadi banyak sekali.

Danda: Abang tahu, uang yang kita punya itu dari Allah? Berapapun yang kita punya, berapapun yang Allah kasih ke kita, harus kita hargai dan jaga dengan baik. Digunakan dengan baik, dan kalau mau disimpan ya dengan baik juga.

Zimam: Tapi Abang Zimam kan belum punya uang sendiri.

Danda: Kan dikasih Ayah sama Danda. Artinya Abang dapat rezeki dari Allah lewat Ayah dan Danda.

Zimam: Oh iya. Kalau gitu Abang kalau mau punya uang lebih banyak lagi, harus berdoa semoga rezekinya Ayah sama Danda ditambah lagi, supaya bisa ngasih Abang banyak uang jajan.

Danda: Jangan lupa bayar hak Tuhan, ya! ^_^

DSC_1862-01

Sejak diberi buku proposal, Abang Zi kalau ingin membeli sesuatu akan menabung dulu, kemudian buat proposal agar uangnya ditambah oleh Ayah supaya cukup untuk membeli apa yang dia mau. Alhamdulillah tabarakallah.

Kali ini Danda kembali belajar, untuk menghargai setiap harta yang dititipkan Allah pada kami. Caranya, menggunakannya dengan baik, di jalan Allah.

PicsArt_11-24-01.41.26

#Hari4
#GameLevel8
#Tantangan10Hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Antara Kebutuhan dan Keinginan

24 November 2019

Game Level #8: Cerdas Finansial Sejak Dini
Hari #3

PhotoGrid_1574526281108

Hari ini Danda akan mengajarkan ilmu Cerdas Finansial selanjutnya. Membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Sebenarnya, ini sekalian ajang belajar lagi buat Danda, karena sampai sekarang, kadang Danda bingung antara kebutuhan dan keinginan. Tapi, sejatinya, mengajar adalah belajar. Karena itu, tetap semangat!

Kali ini Abang Zi bermain dengan kotak penyimpanan obat. Dia berimajinasi kotak itu adalah ponsel masa depan. Nanti ada ponsel yang bentuknya seperti itu, bisa dilipat, dan ketika dibuka lipatannya, ada kamera di dalamnya.

Abang Zi bilang, jika ada ponsel seperti itu, dia akan langsung menabung untuk membelinya. Hm, sepertinya momen yang pas untuk memasukkan tema “kebutuhan dan keinginan” ini.

Danda: Hape seperti yang Abang mau itu, kebutuhan atau keinginan?

Zimam: (senyum malu) keinginan, sih.

Danda: Kenapa begitu?

Zimam: Soalnya hape rumah juga bagus banget dan masih bisa dipakai.

Danda: Abang tahu apa bedanya kebutuhan dan keinginan?

Zimam: (diam sejenak) kebutuhan itu kalau kita perlu, keinginan cuma pengin doang.

Danda: Wah, Abang pintar! Bisa kasih contohnya?

Zimam: Kebutuhan itu misalnya beli makanan, keinginan misalnya beli mainan, atau hape yang bisa dilipat seperti ini.

Danda: Membeli makanan juga bisa termasuk keinginan, loh. Abang tahu?

Zimam: Maksudnya?

Danda: Misalnya, Abang lapar, harusnya kan makan semangkuk bakso seharga 15.000, tapi Abang lihat ada yang jual sosis, harganya juga 15.000. Tapi kalau makan sosis, Abang gak kenyang. Beli bakso adalah kebutuhan, beli sosis adalah keinginan.

Zimam: Iya juga, sih. Kalau baksonya sepuluh ribu, sosisnya sepuluh ribu, terus Abang Zimam beli bakso dulu baru beli sosis, gak apa-apa, kan?

Danda: Iya, tidak apa-apa sesekali kita membeli yang kita inginkan bila kebutuhan kita sudah terpenuhi. Tapi jangan sering-sering, karena kebutuhan manusia itu ada banyak.

Alhamdulillah Abang Zi memahami hal ini

DSC_1859-01

Ketika Abang Zi sudah bisa memahami kebutuhan dan keinginan, Danda pun merasa ditegur lagi. Terutama ketika sorenya Danda membeli 2 paket Happy Meal dari sebuah restoran cepat saji, hanya karena hadiahnya adalah Hello Kitty. Aduh!

Ayo belajar lagi, Danda!!! ^_^

PicsArt_11-23-11.26.52

#Hari3
#GameLevel8
#Tantangan10Hari
#CerdasFinansial
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional