Bawa Bekal, atau Makan di Luar?

2 Oktober 2019

Hampir setiap hari, ada saja yang membuatku galau memutuskan, misalnya, “bawa bekal” atau “makan di luar”.

Untuk Abang Zi, aku lebih sering membawakannya bekal dari rumah. Selain terjaga blablabla bliblibli, yang jelas bawa bekal itu mengurangi reduksi duit emaknya, plus mau tak mau Abang Zi menghabiskan makanannya tanpa pilih-pilih.

Yah, ada kalanya si Abang aku bawakan uang saku alih-alih bekal, tapi itu benar-benar membuat dompet ringan. Hahaha.

Untukku sendiri, karena kesibukan pekerjaan (ciah!), membawa bekal jauh lebih praktik. Paling tidak, aku bisa menghemat beberapa menit waktuku. Memikirkan “mau makan apa”, lalu memutuskan menu yang akan dibeli, kemudian berjalan ke lokasi penjualan, lalu kembali ke ruangan, dan akhirnya mengonsumsi menu pilihan, itu makan waktu yang banyak. Memikirkan “mau makan apa” saja sudah meghabiskan waktu 15 menit. Kalau bawa bekal, kan tak perlu lagi berpikir “mau makan apa”. Hehehe.

rBVaGln8J8-ADsEmAAG0mf2bZrE663

Gambar diambil dari sini

Begitulah kesibukanku tiap pagi. Receh sih, tapi makan waktu. Hahaha.

Kamu bagaimana? apa yang membuatmu galau tiap pagi? ^_^

#Writober
#RBMIpJakarta
#ibuprofesionaljakarta
#hari2
#jajan