Game Level #6 Stimulasi Matematika Logis Anak

3 September 2019

PhotoGrid_1567483242665

Pada level 6 kali ini, mahasiswi Kelas Bunda Sayang diajak untuk bermain matematika bersama anak.

Matematika?

Iya, matematika. Namun, matematika di sini bukan sekadar kabataku (kali, bagi, tambah, kurang), melainkan matematika yang melingkupi keseharian kita.

Screenshot_20190903-110238-01

Semua anak terlahir cerdas, masing-masing diberikan potensi dan keunikan yang menjadi jalan mereka untuk cerdas di bidangnya masing-masing. Duan macam kecerdasan dasar yang memicu munculnya kecerdasan lain adalah kecerdasan bahasa dan kecerdasan matematika logis. Di mana pada dua kecerdasan ini banyak orang tua yang salah memberikan stimulasi. Tidak paham tujuannya untuk apa, namun ingin sekali anak-anaknya segera menguasai dua hal tersebut dengan cepat. Sehingga,banyak anak yang BISA menguasai dua jecerdasan tersebut, tetapi mereka TIDAK SUKA.

Membuat anak BISA itu mudah, membuatnya SUKA baru tantangan.

Tim Coco Bunda Sayang

Screenshot_20190903-110311-01

Ciri-ciri Anak dengan Kecerdasan Matematika Logis:

  1. Anak gemar berekplorasi untuk memenuhi rasa ingin tahunya seperti menjelajah setiap sudut yang dilihatnya;
  2. Mengamati benda-benda yang unik baginya;
  3. Hobi mengutak-atik benda serta melakukan uji cobal;
  4. Sering bertanya tentang berbagai fenomena dan menuntut penjelasan logis dari tiap pertanyaan yang diajukan;
  5. Suka mengklasifikasikan berbagai benda berdasarkan warna, ukuran, dan jenis’
  6. Gemar berhitung.

Cerita tentang Abang Zi

Saat Abang Zi duduk di kelas nol besar, atau kelas B Taman Kanak-kanak, seorang kakak kelas yang sudah kelas 5 SD mendekatinya, dan bertanya tentang pengurangan. Abang Zi yang saat itu baru diajarkan MENGENAL huruf dan angka, sudah tentu tak bisa menjawab pertanyaan anak besar itu. Anak itu pun mengatai Abang Zi sebagai anak yang bodoh, karena tak bisa mengelesaikan soal pengurangan. Dan sejak saat itu, Abang Zi membatasi diri dari belajar matematika. “I hate math!” pernah abang Zi berkata seperti itu.

Danda merasa ini tak bisa dibiarkan. Kami harus meluruskan pemikiran Abang Zi tentang matematika. Karena itu, harapan kami adalah melalui game level 6 ini, kami dapat meluruskan pemikiran Abang Zi tentang matematika. Bahwa matematika itu menyenangkan karena hidup kita pernuh matematika.

Ayah dan Danda siap menjalani tantangan sepuluh hari di level 6 ini.

#gamelevel6
#tantangan10hari
#ilovemath
#matharoundus
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional