Empat Satu

21 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #8

PhotoGrid_1561035697900

Nama Projek: Empat Satu

Pimpinan Projek: Danda Zimam

Pelaksana Projek: Abang Zimam dan Danda

Penasihat: Ayah Zimam

Gagasan: Mengisi waktu keluarga dengan aktivitas yang minim motorik kasar karena Danda sedikit lelah, sambil mengasah kecerdasan intelektual Abang Zi.

PhotoGrid_1561037685704

~~~

“Danda, kita main, yuk!” Ajak Abang Zi setelah salat isya.

“Oh, Danda punya mainan baru buat Abang. Abang udah tau permainan empat satu?” Balas Danda.

Abang Zi menggeleng. Danda pun segera mengambil 1 dus kartu remi dan membukanya.

“Jokernya jangan dipakai, ya.” Danda menjelaskan.

Abang Zi terkekeh. Dia sudah tahu fungsi joker dalam kartu remi.

Danda mengocok kartu dan membagi, masing-masing mendapat 4 kartu. Danda pun menjelaskan peraturan permainan Empat Satu. Pemain yang pertama mengumpulkan skor 41 lah yang menang, atau jika kartu cadangan habis, pemain yang punya skor tertinggi yang menang. Setelah itu, kami bermain.

Abang Zimam menang 1 kali dari Danda. Skor kami 3-1. Hebat, untuk pemula.

DSC_0989-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan logika-matematika – bagaimana Abang Zi harus menghitung dengan cepat sekaligus mengatur strategi agar segera menang dari lawan);
  • Kecerdasan emosional (kemampuan mengelola emosi – tidak kesal berlebihan saat kalah dari Danda);
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebenaran – tidak curang dan menjaga adab selama permainan);
  • Kecerdasan menghadapi tantangan (climber – tak mau berhenti sebelum menang)

Kalau Danda tidak minta berhenti karena kelelahan, mungkin permainan ini bisa diteruskan sampai pagi karena Abang Zi punya target menang 10 kali dari Danda, hahaha.

PicsArt_06-20-08.38.06

#hari8
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Hargai Diri Sendiri

20 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #7

PhotoGrid_1560955834527

Nama Projek: Hargai Diri Sendiri

Pimpinan Projek: Abang Zimam Anak Pintar

Penasihat: Danda Zimam

Penanggung Jawab: Ayah Zimam

Gagasan: Masih dengan projek meningkatkan kecerdasan linguistik, kembali malam ini kami berdiskusi. Kami sekeluarga memang suka berdiskusi saat sedang tak tau hendak beraktivitas apa, atau sedang beraktivitas tanpa motorik kasar (semisal saat makan bersama, atau saat berkendara). Kali ini, diskusi berlangsung saat kami makan malam bersama.

PhotoGrid_1560955782979

~~~

Danda yang suka salad, untuk pertama kalinya mencoba membuat sendiri Asian Salad Dressing seperti yang dijual di toko buah dekat kantor dengan resep hasil mencari-cari di internet. Ternyata hasilnya mendekat (tanpa “i”) dengan yang di toko, walaupun “mendekat”-nya entah berapa kilo lagi. (Nah, Danda mulai garing).

Intinya, rasa dan tampilan salad dressing Danda masih beda dengan yang dimaksud. Hahaha.

“Hm, lumayan, meski gak seenak yang dijual di toko, tapi, lumayan, lah.” Kata Danda setelah mencoba sesendok penuh salad.

“Danda gak boleh gitu! Kita itu musti bilang hasil kita itu enak. Walaupun kenyataannya memang (lebih) enak yang di toko. Tapi kita harus tetap bilang punya kita enak!” Tegur Abang Zi.

“Loh, kenyataannya memang lebih enak yang di toko, kok.” Sanggah Danda.

“Iya, tau. Tapi tetap saja, kita tidak boleh membanding-bandingkan. Tetap punya kita enak, gitu, Danda.” Kata Abang Zi lagi.

“Kenapa begitu?” Tanya Danda.

“Itu tandanya kita menghargai diri kita sendiri. Kita harus selalu bilang ‘bagus’ pada hasil kita sendiri, Danda. Supaya kita menghargai diri sendiri.” Jelas Abang Zi bak guru filsafat.

“Baiklah. Hm, salad ini enak. Nanti Danda perkaya lagi bumbunya supaya lebih enak.” Kata Danda memperbaiki bahasa.

“Nah, gitu donk.” Balas Abang Zi.

_20190619_213604-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan linguistik – menyusun kalimat yang dipahami orang lain);
  • Kecerdasan emosional (keterampilan sosial – mengajak Danda sepaham dengan pemikirannya tanpa memaksa);
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebaikan – menghargai sebuah karya);
  • Kecerdasan menghadapi tantangan (cllimber – tertantang supaya Danda bisa memahaminya tanpa memaksa)

Makan malam habis seiring diskusi yang terus berlanjut.

PicsArt_06-19-09.59.13

#hari7
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Sinar X

19 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #6

PhotoGrid_1560867023848

Nama Projek: Sinar X

Pimpinan Projek: Abang Zimam Anak Cerdas

Narasumber: Danda Zimam

Penanggung Jawab: Ayah Zimam

Gagasan: Di malam yang entah mau ngapain ini, Abang Zi dan Danda mulai berdiskusi. Danda sengaja tidak menyinggung tentang kotak menjahit yang belum selesai. Menunggu Abang Zi kembali siap beraktivitas tanpa motorik kasar seperti menjahit. Tiba-tiba Abang Zi membuka diskusi dengan pertanyaan yang membuat Danda membuka alat peraga.

PhotoGrid_1560867149382

~~~

“Danda, pernah lihat sinar X?” tanya Abang Zi.

Sinar X? Si Abang ini pasti habis main roblox dan di sana ada kata “x-rays”-nya deh.

“Danda pernah di-sinar X, kok,” jawab Danda.

Terpancar mimik muka kagum, heran, dan ingin tahu di wajah Abang Zi. Danda segera mengambil hasil foto ronsen yang ada di rumah.

Sembari tidur di lantai, kami arahkan hasil foto ronsen itu ke lampu ruang keluarga. Abang Zi memperhatikan dengan saksama isi foto itu.

“Ini jantung, ya? Paru-parunya mana?” Tanyanya.

“Ruangan kosong ini, paru-paru, Bang. Paru-paru harus kosong, karena isinya…”

“Udara!” potong Abang Zi dengan percaya diri.

Danda bercerita dengan foto ronsen itu sebagai alat peraga.

“Kenapa foto ronsen itu selalu dari belakang, bukan dari depan?” tanya Abang Zi.

“Karena di bagian depan tubuh manusia terdapat kelenjar mammae, jadi dikhawatirkan mengganggu hasil foto. Kalau bagian belakang kan kosong nih, cuma tulang rusuk saja adanya.” jelas Danda, berharap jawaban Danda ini benar.

DSC_0983-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan spasial, logika-matematika, dan linguistik – karena Abang Zi belajar bahasa medis yang belum pernah didengarnya);
  • Kecerdasan emosional (kemampuan memotivasi diri untuk belajar hal baru);
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebaikan);
  • Kecerdasan menghadapi tantangan (climber).

Diskusi berlangsung seru. Ada banyak pertanyaan diajukan oleh Abang Zi. Di sinilah tantangan buat Danda. Danda harus menjawabnya dengan ilmiah menggunakan bahasa yang dipahami anak usia 8 tahun.

PicsArt_06-18-09.22.05

#hari6
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Dongeng Membuka Dunia

18 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #5

PhotoGrid_1560780796025

Nama Projek: Dongeng Membuka Dunia

Pimpinan Projek: Abang Zimam Anak Pintar

Pengarah Projek: Danda Zimam

Penanggung Jawab: Ayah Zimam

Gagasan: Hari ini Abang Zi bilang tak mau menjahit. Okay, Danda paham, anak kinestetik seperti Abang Zi mana tahan duduk diam beberapa menit hanya untuk menjahit? Hehehe, karena itu Danda mengabulkan permintaan Abang untuk main projek keluarga lain. Jadi, kami memutuskan menjadikan dongeng sebagai projek keluarga hari ini.

PhotoGrid_1560515571266

~~~

Dongeng sebelum tidur sebenarnya adalah hal yang hampir tiap malam dilakukan oleh Ayah dan Danda bergantian. Jadi, setiap malam Abang Zi selalu tidur dengan dongeng sebelumnya, lalu selalu ada diskusi tentang moral cerita dongeng tersebut. Kalaupun tak ada dongeng sebelum tidur, mungkin karena jam tidur Abang Zi terlalu malam karena asik main dengan Ayah.

Malam ini, karena Ayah baru saja tiba dari kantor, Abang Zi minta Danda yang mendongeng. Cerita yang didongengkan dipilih sendiri oleh Abang Zi dari bertumpuk-tumpuk koleksi buku yang dia punya.

Kali ini Abang Zi memilih cerita Pahlawan Islam Sa’ad bin Abi Waqqash Sang Penakluk Pasukan Persia sebagai cerita dongengnya.

DSC_0968-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan linguistik – perbendaharaan kata Abang Zi bertambah dengan dongeng);
  • Kecerdasan emosional (kemampuan mengendalikan emosi dan memotivasi diri – dengan contoh hebat Pahlawan Islam zaman dahulu, Abang Zi dapat memetik pelajaran dari kehidupan mereka);
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebaikan, keadilan, dan kebenaran);
  • Kecerdasan Menghadapi Tantangan (belajar menjadi climber)

Alhamdulillah, dengan rutin mendengarkan dongeng, Abang Zi dengan  mudah belajar hal baik.

PicsArt_06-14-07.37.37

#hari5
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Belajar Menjahit (Bagian 2)

17 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #4

PhotoGrid_1560674103960

Nama Projek: Belajar Menjahit

Pimpinan Projek: Abang Zimam anak Ayah dan Danda

Penasihat: Danda Zimam

Penanggung Jawab: Ayah Zimam

Gagasan: Masih sama dengan Bagian 1, mengajarkan dan membiasakan Abang Zi dengan benang, jarum, dan alat jahit lainnya. Sekarang tantangan ditingkatkan. Jika kemarin Abang Zi memakai jarum dan benang rajut untuk menjahit (yang lubang jarumnya besar dan benangnya agak kaku), hari ini Abang Zi memakai benang dan jarum sungguhan (lubang jarum lebih kecil, dan benang yang lebih lembut).

PhotoGrid_1560612096668

~~~

Masih dengan sekardus Projek Main Bareng Keluarga dari @beebikinan, kali ini Abang Zi mencoba mengerjakan projek kedua, “Sewing Cow Hand Puppet” alias menjahit boneka tangan berbentuk sapi.

Hal tersulit dalam menjahit ini rupanya adalah “memasukkan benang ke lubang jarum” karena Abang Zi memakai jarum jahit sungguhan yang lubangnya memang relatif kecil (padahal Danda sengaja menukar jarum dari beebikinan dengan jarum jahit koleksi Danda yang lubangnya lebih besar).

DSC_0976-01

Setelah beberapa kali mencoba (dan beberapa kali diberi arahan), akhirnya itu benang nyembul juga ke lubang jarum. Si Abang bahagia sekali kelihatannya. Kemudian dia pun mulai menjahit. Danda mengajarkan teknih jahit jelujur pada Abang Zi. Sebagai pemula, jelujur cukup lah.

Setelah satu corak berhasil dijahit, Abang Zi kelelahan dan meminta sisanya dilanjutkan esok. Melihat usaha kerasnya, terutama saat memasukkan benang ke lubang jarum, Danda setuju projek ini dilanjutkan esok.

Padahal rencananya projek ini menjadi projek sehari atau oneday project, eh, malah jadi multidays project, hahaha. Kalau dilihat, ada 4 corak di boneka sapi ini, jadi projek ini bisa jadi projek 7 hari (plus memasang mulut sapi, telinga dan tanduk sapi, serta badan sapi), bagus deh, Danda jadi tak akan kekurangan ide dalam Game Level 3 ini, hehehe.

DSC_0978-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan: (sama dengan kemarin, jadi Danda hanya menulis intinya saja, ya)

    • Kecerdasan intelektual (kecerdasan spasial);
    • Kecerdasan emosional (kemampuan mengelola emosi dan memotivasi diri);
    • Kecerdasan spiritual (prinsip kebaikan);
    • Kecerdasan menghadapi tantangan (belajar untuk jadi seorang climber)

Alhamdulillah, Abang Zi merasa tertantang untuk menyelesaikan projek ini.

PicsArt_06-16-03.37.32

#hari4
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Belajar Menjahit

16 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #3

PhotoGrid_1560612182507

Nama Projek: Belajar Menjahit

Pimpinan Projek: Abang Zimam Anak Shalih

Penasihat: Danda Zimam

Penanggung Jawab: Ayah Zimam

Gagasan: Abang Zi belum terbukti bisa menjahit. Sebenarnya ini karena Danda Zimam jarang menjahit, sih. Padahal menjahit adalah salah satu kegiatan yang melatiih motorik halus anak. Walau Abang Zi sudah bukan balita lagi, dan motorik halusnya makin membaik seiring waktu, tak ada salahnya mengajarkannya menjahit untuk menambah keterampilannya.

PhotoGrid_1560612096668

~~~

Di rumah ada satu hadiah yang belum dibuka. Yaitu Sekardus Projek Main Bareng Keluarga dari @beebikinan yang didapat Abang Zi saat mengikuti acara Playdate Aksi Lima Sahabat Selamatkan Bumi dari Sampah. Isinya ada 3 kegiatan menjahit dasar (bisa dilihat di sini). Hari ini, Danda buka kardusnya, dan membiarkan Abang Zi memilih, kegiatan mana yang akan ia lakukan duluan.

Abang Zi memilih kegiatan Sewing Cards duluan. Okay.

Danda memberi contoh sekali saja, cara memasukkan benang ke lubang jarum dan mengikat ujung benang terbuka. Kemudian Abang Zi mencobanya. “Ternyata memasukkan benang ke dalam jarum itu susah, ya. Pantesan Ayah sama Danda gak bisa-bisa,” katanya sambil berusaha memasukkan benang “mbrudul” ke dalam lubang jarum.

Danda pun memberi petunjuk untuk merapikan ujung benang terlebih dulu sebelum memasukkannya ke dalam lubang. Dan dia pun berhasil.

Pola jahitan Abang Zi tidak seperti di petunjuk yang diberikan Beebikinan di dalam kardus. Tapi memang itulah tujuan Danda dan Ayah. Biarkan Abang Zi berkreasi dengan bentuk pola jahitannya.

Satu hal yang penting adalah, kegiatan ini harus dilakukan sampai selesai. Jadi, antara tega gak tega, ketika Danda berpesan, “nanti dilanjutin lagi, ya!” saat Abang Zi jeda menjahit untuk makan es krim dan salat zuhur. Hehehe.

_20190615_114512-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan spasial – kemampuan menciptakan bentuk 2 atau 3 dimensi dalam berkreasi);
  • Kecerdasan emosional (kemampuan mengelola emosi dan memotivasi diri – Abang Zi berhasil mengatasi rasa bosan (iya, dia gampang bosan) dan menyelesaikan tugas menjahit hingga selesai);
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebaikan);
  • Kecerdasan menghadapi tantangan (belajar untuk jadi seorang climber)

Alhamdulillah, Abang Zi selesai mengerjakan kegiatan menjahit Sewing Cards ini. Dia pun membereskan sisa peralatan yang tidak terpakai untuk kegiatan menjahit berikutnya sambil bercerita, apa saja pesan dan cerita di balik pola jahitan yang dia buat.

PicsArt_06-15-10.20.20

#hari3
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Mari Kita Penasaran

15 Juni 2019

Game Level 3: Meningkatkan Kecerdasan Anak
Hari #2

PhotoGrid_1560515442095

Nama Projek: Mari Kita Penasaran

Pimpinan Projek: Abang Zimam Anak Shalih

Narasumber: Ayah Zimam

Moderator: Danda Zimam

Gagasan: Abang Zi adalah anak yang selalu ingin tahu. Kenapa sih bisa begini? Kenapa sih bisa begitu? Ayah dan Danda ternyata adalah google parents. Kalau ditanya, pasti bisa jawab dengan baik. Kenapa Abang Zi gak tanya Ayah dan Danda saja, kalau ada pertanyaan sulit? 🙂

PhotoGrid_1560529132448

~~~

Hari ini Abang Zi pulang dari rumah Acil dijemput Ayah. Sesampainya di rumah, Ayah mengajak kami makan malam bersama di restoran seafood favorit di wilayah Margonda, Depok. Kami pun makan malam di sana.

Setelah menu kerang yang digelar di meja, habis disantap, sambil menunggu bill dibayar, Abang Zi pun mulai mengajukan berbagai pertanyaan yang memenuhi kepalanya.

“Kenapa dinosaurus punah?”

Ayah pun menjawab dengan 4 teori kepunahan dinosaurus. Teori Ice Age, Teori Meteorit, Teori Seleksi Alam, dan Teori Evolusi.

Dari 4 teori itu, Abang Zi pun bertanya tentang manusia di zaman lampau. Berapa tingginya, selama apa mereka hidup di dunia, kenapa Nabi Nuh tercatat hidup lebih dari seribu tahun, kenapa pintu di kota tua petra itu tinggi-tinggi. Dan Ayah pun menjawab dengan baik, dengan teori-teori juga. Kenapa hanya teori? Karena tak ada satu manusia pun yang masih hidup dan menjadi saksi sejarah semua kejadian itu.

Pertanyaan pun bergulir, apakah malaikat tahu semuanya?

Ya, malaikat tahu kejadian di masa lampau, namun tidak tahu kejadian di masa yang akan datang.

Dan ketika Abang Zi bertanya tentang hal gaib, Ayah pun menjawab, “Memangnya kalau Abang tahu semua itu, mau diapain?”

“Gak kenapa-kenapa, penasaran saja.” Jawab Abang Zi.

“Penasaran itu bagus, selama bermanfaat. Andai Thomas Alva Edison, – Abang tahu siapa dia? – tidak penasaran dan menemukan lampu, mungkin kita masih pakai lilin di malam hari, Bang.” Kata Ayah.

Pertanyaan pun berbelok menjadi pertanyaan ilmiah lainnya. Siapa penemu pesawat, siapa penemu mesin, kenapa mereka menemukannya, apa yang mereka dapat setelah menemukan penemuan tersebut, dan lain-lain.

Seru sekali memperhatikan percakapan Ayah dan Abang Zi. Ketika dia bertanya tentang segalanya, karena dia tahu, orang tuanya pasti bisa menjawab dengan baik, dan jujur.

AR_EFFECT_20190614230628-01

~~~

Kecerdasan yang dilibatkan:

  • Kecerdasan intelektual (kecerdasan linguistik dan kecerdasan logika-matematika – Abang Zi belajar menyusun kata-kata yang tepat agar pertanyaan dipahami, serta mengolah jawaban dalam logika berpikirnya)
  • Kecerdasan emosional (Kemampuan memotivasi diri dan keterampilan sosial – Abang Zi memotivasi dirinya untuk selalu bertanya bila tak paham sesuatu dan menjalin hubungan baik dengan ayah selama proses tanya jawab)
  • Kecerdasan spiritual (prinsip kebaikan – penasaran yang bermanfaat itu baik dan cerdas)
  • Kecerdasan menghadapi tantangan (belajar menjadi climbers)

InsyaAllah Abang Zi akan terus bertanya dan mencari tahu semua hak yang belum dia pahami.

PicsArt_06-14-11.37.36

#hari2
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional