Bicara yang Baik atau Diam

12 April 2019

Game Level 1: Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif
Hari #15

photogrid_1554832796427

Tema: Komunikasi dengan diri sendiri.

Partner Family Forum: Danda dan Abang Zimam.

Topik: Bicara yang baik atau diam.

Behind the Scene:

Waktu Danda beli bubur, tukang bubur tiba-tiba bertanya tentang plafon rumah yang bocor. Plus provokasi-provokasi yang menjurus ke adu domba Danda dengan tuan rumah. Setengah kaget, Danda segera mengakhiri percakapan dan pulang. Sepanjang jalan, Danda berpikir, itu tukang bubur tahu masalah rumah saya dari mana, ya?

Di lain kesempatan, Danda membaca kisah yang sedang viral saat ini. Perundungan terhadap anak SMP yang dilakukan oleh anak SMA. Bukan hanya perundungan verbal, namun juga penganiayaan fisik. Dengan pelaku yang tidak terlihat menyesal, dan korban yang takut melapor.

Kok wow, ya?

Misi: Belajar bicara baik, atau diam.

Waktu: Family time, 18-21.

dsc_0666-01

~~~

Zimam: Danda: hoaks itu apa, sih?

Danda: Berita bohong, Nak. Fitnah.

Zimam: Fitnah kok bisa dibilang lebih kejam dari pembunuhan?

Danda: Iya, karena kalau membunuh, orangnya meninggal, udah. Kalau memfitnah, orang yang difitnah bisa sengsara seumur hidupnya. Misalnya nih, si A, dia tidak mencuri tapi difitnah mencuri. Dia gak bisa membuktikan kalau dia tidak mencuri. Lalu dia dipenjara. Aturan dia latihan Tapak Suci, eh harus dipenjara, kan kasihan. Udah gitu, biasanya orang yang keluar dari penjara itu dijauhi orang lain. Belum lagi anak-anaknya, bakalan diejekin anak lainnya karena bapaknya dipenjara. Padahal kan bapaknya gak salah, tapi difitnah.

Zimam: Hoo, gitu ya?

Danda: Makanya, kita gak boleh memfitnah orang. Ngomongin orang lain juga gak boleh. Apalagi ngomongin kejelekan orang lain. Karena ngomongin kejelekan orang lain itu, kalau salah jadi fitnah, kalau benar jadi ghibah. Sama-sama dosa.

Zimam: Ghibah itu apa?

Danda: Ghibah itu ngomongin orang, ngegosip. Dosanya seperti makan bangkai saudaranya.

Zimam: Hiiii, kalau fitnah lebih kejam dari membunuh, kalau ghibah makan bangkai saudaranya. Kok mau, sih? Kan mentah.

Danda: Makanya, no ghibah, gak usah ngomongin kejelekan orang, kecuali untuk menyelamatkan orang lainnya.

Zimam: Menyelamatkan?

Danda: Misalnya, ada rumah yang punyanya kejam, setiap yang kerja di sana pasti dipukuli. Kalau kita nyebarin berita itu ke orang lain supaya mereka gak kerja di rumah itu, boleh. Asal bukan fitnah, loh, ya. Beneran kejadianya gitu. Tapi kalau gak benar ya fitnah jadinya.

Zimam: Oh, gitu.

Danda: Karena itu kita harus bicara yang baik-baik saja, ya! Kalau enggak, ya mendingan diam.

~~~

Metode yang dipakai:

Danda berusaha mendengarkan semua cerita Abang Zimam dengan kosakata, diksi, dan pilihan kata positif.  Berusaha bicara yang baik, atau diam.

Hasil: Kami masih belajar. Membicarakan orang lain itu cuma dua, kalau salah jadinya fitnah, kalau benar jadinya ghibah. Dua-duanya dosa besar.

#hari15
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PS: Tulisan hari kesebelas sampai hari kelima belas memang tidak Danda bagi di instagram ^_^.