Gawai dan Ilmu Alam, Komunikasi dengan Anak Jadi Seru

30 Maret 2019

Game Level #1: Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif
Hari #2

photogrid_1553823118369

Tema: Komunikasi dengan Anak.

Partner Family Forum: Abang Zimam anak shalih.

Topik: Berhenti main tablet setelah satu jam.

Masalah: Di akhir pekan, Abang Zimam diizinkan main tablet sebagai hadiah kerja kerasnya selama hari sekolah. Namun, hanya satu jam saja. Setelah itu, istirahatkan mata selama delapan jam baru boleh main tablet lagi. Seringnya, pas dia sedang seru-serunya membangun rumah di gim Blockcraft, atau sedang merekam vlog episode terbaru, waktu main sudah habis. Kalau sudah begitu, biasanya dia rewel dan cari-cari masalah. Menghabiskan sumbu sabar Danda.

Misi: Membuat Abang Zimam memahami alasan dibalik aturan “satu jam bersama gawai” yang Danda terapkan.

Waktu: Family time, 19-21.

dsc_0582-01

~~~

Danda: Abang, ayuk makan!

Zimam: (masih malas-malasan, rewel, semaunya sendiri).

Danda: Sini, duduk dulu. Ayuk makan dulu!

Zimam: Habis makan boleh main tablet lagi, ya.

Danda: Danda gak janji, tapi sini duduk dulu! Kita makan dulu, sambil Danda mau cerita.

Zimam: (akhirnya duduk di tempat makannya).

Danda: Abang tahu, kan? Kalau Danda pakai kacamata?

Zimam: Tahu.

Danda: Tahu kalau Danda lepas kacamata, Danda sulit melihat?

Zimam: Tahu.

Danda: Iya, ya. Abang kan pernah nanya ke Ayah, “di kacamata ada apanya, kok orang yang gak bisa lihat pas pakai kacamata, terus bisa lihat?” ya, kan?

Zimam: Iya. (pertanyaan tentang kacamata memang datang dari Abang Zimam semasa dia di kelas 1 SD).

Danda: Nah, Abang tahu, sebabnya Danda harus pakai kacamata?

Zimam: Apa? (mulai tertarik)

Danda: Waktu Danda kecil, Nini gak tahu kalau layar yang bersinar terang itu bisa merusak mata. Jadi Danda dibiarin aja menonton tivi lama-lama. Akhirnya mata Danda rusak karena kelelahan.

Zimam: (protes) Tapi Abang Zimam kan gak nonton tivi.

Danda: Iya. Itu karena di zaman dulu, belum ada tablet, Nak. Tivinya pun gak setipis sekarang. Tivinya gendut, perutnya buncit ke belakang. Tapi bahayanya sama dengan gawai, baik tablet atau hape. Sama-sama membuat mata turun kemampuan kerjanya. Akhirnya perlu bantuan kacamata, deh.

Zimam: (diam, masih protes).

Danda: Sekarang, coba Abang tanya ke mata Abang, deh! Mata… kamu capai, kan? Pengin istirahat, kan?

Zimam: (menggerak-gerakkan bola matanya ke kiri kanan seakan-akan menggeleng)

Danda: Gak pengin istirahat? Gapapa mata sakit?

Zimam: (kembali menggerak-gerakkan bola matanya ke kiri kanan)

Danda: Nah, itu mata gak pengin sakit. Makanya istirahat dulu, ya, mata. Nanti, delapan jam lagi, boleh main tablet lagi. Kan besok masih hari Sabtu. Sekarang, Abang Zimam makan dulu ya mata. Biar bisa ngasih makan mata juga. Biar mata sehat, ya. Mata mau istirahat biar sehat, atau terus main lalu sakit?

Zimam: Istirahat dulu, kata mata.

~~~

Metode yang dipakai:

Danda mengajak Abang Zimam mengobrol sambil makan malam agar suasana nyaman (mengendalikan intonasi suara dan menggunakan suara ramah/rumus 7-38-55).

Danda bercerita tentang masa kecil Danda dan salah satu penyebab Danda berkacamata saat ini (mengganti nasihat menjadi refleksi pengalaman).

Danda mengajak “mata” berbicara, bertanya apa dia sudah lelah (mengganti kalimat menolak/mengalihkan perasaan dengan kalimat yang menunjukkan empati).

Danda memberi pilihan pada “mata” untuk istirahat atau lanjut bermain (mengganti kalimat perintah dengan pilihan).

Hasil: Abang Zimam memahami aturan “satu jam bersama gawai” yang Danda terapkan. Abang Zimam berhenti rewel minta main tablet dan mencari kesibukan lainnya.

#hari2
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PS: Preview tulisan ini bisa dilihat di instagram Danda, loh ^_^