NHW#8 MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

24 September 2018

KUADRAN AKTIVITAS

Setelah di materi NHW#7 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga, maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sebagai berikut:

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA


MENULIS


b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini:

1. Mental seperti apa yang harus anda miliki untuk menjadi seperti yang Anda inginkan? (BE)

Untuk menjadi seorang penulis profesional, saya harus mempunyai mental pejuang dan tak kenal menyerah. Baik, saat ini mental saya masih mental pejuang deadline, namun seiring waktu, saya akan belajar untuk menyelesaikan pekerjaan sesegera mungkin selama ada waktu.

Ilmu manajemen waktu kembali harus saya pelajari jika saya ingin menjadi apa yang saya inginkan ini.

2. Apa yang harus anda lakukan untuk menjadi seperti yang Anda harapkan ? (DO)

Dalam mencapai cita-cita saya sebagai penulis profesional, saya harus konsisten menulis, konsisten membaca, konsisten membacakan cerita dongeng, konsisten berdiskusi dengan suami dan anak, untuk mengetahui apa yang mereka inginkan dari saya sehingga saya tetap di “jalur yang benar” saat menjalankan semua ini.

3. Apa yang akan anda lakukan apabila anda sudah memiliki yang Anda harapkan? (HAVE)

Apabila saya sudah menjadi penulis profesional, saya akan menulis buku-buku untuk anak-anak dan perempuan. Novel-novel yang mendidik baik anak, perempuan, maupun ibu, agar saya juga dapat berbagi ilmu saya kepada orang lain. Saya juga ingin kehidupan yang tenang dengan saya bekerja di rumah (atau di luar rumah dengan waktu singkat), sehingga anak (-anak) kami dapat terpantau tumbuh kembangnya dengan baik. Saya ingin keluarga kami tetap dilindungi dan diberkahi oleh Allah Subhanawataala, dan kami sekeluarga menjadi calon penghuni surga, menyusul anak kedua saya, alm. Kei.

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah

1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

Saya percaya, keberadaan saya di atas bumi ini membawa misi tertentu dari Allah Subhanawataala, Tuhan Yang Maha Esa. Saat ini, misi yang saya ketahui adalah misi berbagi ilmu. Keinginan terbesar saya adalah saya ingin meninggalkan dunia ini dengan nama harum yang bermanfaat bagi sekitar saya. Saya ingin berbagi ilmu jariyah yang akan terus bergulir dan menjadi bekal saya di alam kekal nanti.

Melalui tulisan, saya ingin berbagi manfaat, berbagi kebahagiaan, dan berbagi arti kehidupan yang dapat diingat dan dipraktikkan oleh orang lain, tanpa harus saya ada di samping mereka.

2. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan (strategic plan)

Dalam 5-10 tahun ke depan, saya ingin membekali diri saya agar saya bisa bekerja dari rumah (atau keluar rumah dalam waktu singkat). Saya ingin menjadi penulis profesional yang melahirkan buku-buku bermanfaat dan berbagi kebahagiaan. Saya ingin mengawasi tumbuh kembang anak (-anak) saya secara langsung, bukan dari “siaran ulang”.

3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution)

Dalam satu tahun ke depan, saya ingin melahirkan satu novel solo, lima kisah antologi yang penuh hikmah, dan 1 buku cerita anak.

Tahun depan, saya ingin bisa lolos meraih beasiswa LPDP untuk kuliah di Magister Akuntansi Universitas Indonesia, sebagai bekal saya bekerja dari rumah (dan luar rumah dalam waktu singkat/tidak tiap hari ke luar).

InsyaAllah, Allah Subhanawataala akan mengabulkan doa saya. Aamiin.

~~~


NHW#7 TAHAPAN MENUJU BUNDA PRODUKTIF

17 September 2018

Bunda dan calon bunda yang masih semangat belajar sampai NHW #7. Selamat, anda sudah melampaui tahap demi tahap belajar kita dengan sabar.
Setelah kita berusaha mengetahui diri kita lewat NHW -NHW sebelumnya, kali ini kita akan belajar mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini dengan tools yang dibuat oleh para ahli di bidang pemetaan bakat.
Ada banyak tools yang sudah diciptakan oleh para ahli tersebut, diantaranya dapat dilihat secara online diwww.temubakat.com http://tesbakatindonesia.com/ www.tipskarir.com dan masih banyak lagi berbagai tes bakat online maupun offline yang bisa kita pelajari.
Salah satu tools yang bisa dicoba adalah www.temubakat.com yang kebetulan kita bisa mengkonfirmasi langsung ke penciptanya yaitu Abah Rama Royani, yang sering menjadi guru tamu di komunitas Ibu Profesional.

Tulisan di atas adalah pembuka pada Nice Homework sesi 7 kali ini. Dan setelah saya mengorfimasi tes bakat saya, inilah hasilnya.

ST30 1

ST30 2

Hasil tes temubakat menunjukkan bahwa kekuatan saya ada pada menjadi pemimpin alias suka ngatur dan nyuruh-nyuruh. Well, yeah, saya memang suka ngatur 😀

Kelemahan saya ada di arranger alias turun ke lapangan untuk mengatur sesuatu. Aduh, kok sesuai banget ya. Saya cuma suka nyuruh-nyuruh tapi ogah turun langsung T_T

KUADRAN AKTIVITAS

Di kuadran aktivitas, saya mencantumkan “menulis” sebagai kegiatan pertama yang saya sukai dan saya kuasai. Berbahasa Inggris, akting, lalu belajar dan mempraktikkan ilmu parenting, serta megajar baik mengajar luring maupun daring, adalah hal-hal yang saya sukai dan saya kuasai.

Untuk hal-hal yang saya kuasai namun tidak saya sukai adalah memasak, beberes rumah, berdagang, menganalisa sesuatu secara detil, serta memegang uang orang lain. Saya bisa memasak, siapa bilang saya tak bisa. Hanya saja, saya tak suka. Untuk membereskan rumah… saya memilih untuk menyetrika setumpuk pakaian daripada harus menyapu, mengepel, atau merapikan rumah. Bukannya saya tak bisa, hanya tak suka. Menyetrika bisa dihitung hasilnya, merapikan rumah hasilnya tak kelihatan. Saya tak suka 😀

Dalam kuadran III, suka namun tidak bisa, saya mencantumkan hal “berbahasa asing lain selain bahasa Inggris”. Saya ingin sekali paham bahasa-bahasa asing itu agar tak perlu lagi menunggu subtittle keluar untuk bisa menonton drama, misalnya drama Jepang atau Cina. Sebenarnya saya juga ingin memasukkan “bisa membaca tulisan asing” tapi kok kayaknya kurang penting banget, ya? Memangnya saya mau jadi intel? ^_^

Crafing, menjahit, dan merajut juga merupakan hal yang ingin saya kuasai namun saya belum bisa menguasainya. Berulang kali saya belajar merajut sendiri, namun gagal. Sepertinya memang harus mencari ahlinya untuk mengajari saya merajut. Design interior juga hal yang saya sukai tapi belum bisa saya kuasai. Pelan-pelan saya ingin belajar tentang semua itu. Tak perlu buru-buru, hanya sekadar mengisi waktu luang saja.

Di kuadran terakhir, Tidak Suka dan Tidak Bisa, saya meletakkan “event organizing” di nomor 1. Saya tak suka dan akhirnya tidak berusaha untuk bisa menguasainya. Jika saya terpaksa masuk ke sebuah kepengurusan, biasanya saya tetap bekerja, sesuai apa yang diperintahkan pada saya. Berikutnya adalah menyapa orang asing. Mungkin karena saya adalah orang yang introvert, maka saat berjumpa dengan orang baru, saya tak bisa menyapa mereka terlebih dahulu. Menyapa orang asing buat saya lebih berat ketimbang mau nembak gebetan, hahaha. Bermain musik dan bernyanyi juga hal yang saya tak suka, juga tak bisa. Kalau ini karena tak bisa maka memilih tak suka, hehe.. Menghafal juga sulit buat saya. Dan saya memilih menyerah untuk suka maupun bisa menghafal.

~~~

Saya suka NHW#7 ini. Saya bisa lebih mengenal diri saya sendiri. Oh, ternyata saya tuh bisa masak tapi gak suka, ya. Saya ternyata memang gak suka dan gak bisa event organizing. Saya bisa dan suka menulis, yuk ah didalami.

Mengenal bakat juga merupakan tahap awal saya untuk menentukan langkah dalam ranah Bunda Produktif.


NHW#6 BELAJAR MENJADI MANAJER HANDAL KELUARGA

10 September 2018

Kali ini saya diingatkan kembali untuk memperbaiki dan memperbarui niat awal mengikuti kelas Matrikulasi ini. Apa sih motivasi saya memilih peran saat ini? Apa sekadar menggugurkan mewajibkan sebagai individu yang nantinya akan berujung pada kejenuhan? Atau sebagai kompetisi yang akhirnya berujung stres? Atau sebagai panggilan hati sehingga saya akan mengerjakan peran saya dengan hati gembira karena ikhlas?

Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS. Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita “Merasa Sibuk”, sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.

Maka ikutilah tahapan-tahapan sebagai berikut:

PERTAMA

Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting!

TIGA AKTIVITAS yang PALING PENTING menurut saya:

1. Beribadah

2. Mendidik dan menemani anak

3. Menulis

TIGA AKTIVITAS yang TIDAK PENTING menurut saya:

1. Window shopping online

2. Menonton drama terus-terusan

3. Main gim terus-terusan

KEDUA

Waktu Anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?

Keduanya menyita waktu saya dalam porsi yang proporsional, kecuali di akhir pekan. Akhir pekan saya selalu kebablasan mengerjakan aktivitas tidak penting T_T

KETIGA

Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup Anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras!

Beribadah

clip_image001 Salat wajib di awal waktu

clip_image001[1] Membaca Alquran setiap sehabis salat wajib

clip_image001[2] Half Juz in One Day

clip_image001[3] Mengikuti kultum selepas Asar

clip_image001[4] Menonton kajian online di youtube

Mendidik dan Menemani Anak

clip_image001[5] Mempelajari buku paket anak

clip_image001[6] Belajar bersama anak

clip_image001[7] Membacakan buku cerita hikmah

clip_image001[8] Berdiskusi dengan anak

clip_image001[9] Mengajak anak jalan-jalan

Menulis

clip_image001[10] Menulis 1 artikel di blog setiap hari

clip_image001[11] Menulis 1 paragraf novel setiap hari

clip_image001[12] Membaca 3 lembar novel sebagai referensi setiap hari

clip_image001[13] Berdiskusi dengan mentor menulis

Karena saya bekerja di ranah publik, aktivaitas bekerja di kantor mendominasi aktivitas rutin saya selama hari kerja. Menjadikan aktivitas penting lainnya sebagai aktivitas dinamis mesti mencari waktu luang di sela-sela pekerjaan kantor.

KEEMPAT

Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time (misal Anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)!

Ini kandang waktu yang saya coba susun:

04.30-07.00 Aktivitas dinamis (beribadah, menyiapkan makanan dan bekal)

07.00-18.00 Aktivitas rutin (diselipi aktivitas-aktivitas dinamis bila ada waktu longgar)

18.00-22.00 Aktivitas dinamis (menemani anak belajar dan bermain, menemani anak menjelang tidur, beribadah, menulis)

22.00-tidur Aktivitas dinamis (diusahakan terlelap pukul 10 malam)

KELIMA

Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda!

Jadwal tak terencana biasanya masuk di kandang waktu saat saya di kantor (07.00-18.00), namun itu sangat jarang terjadi.

KEENAM

Setelah tahap di atas selesai Anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah Anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis (memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi-7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai. sehingga muncul program 7 to 7).

Slide1

Pada saat akhir pekan, jadwal saya yang biasanya acakadut, saya coba perbaiki. Walaupun pasti ada jadwal-jadwal tak terencana di dalamnya, misalnya jalan-jalan di waktu-waktu yang tak bisa ditentukan (pagi/siang/sore/malam). Namun, saya berpedoman, akhir pekan adalah waktu berkumpul keluarga dan untuk keluarga. Saya pun menyempatkan diri untuk menulis, atau menonton 1 episode drama sebagai refresing.

Slide2

KETUJUH

Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik? kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

Siap 86!

~~~~~~~

Yeptirani Syari

Kelas Matrikulasi IIP Batch 6

Jakarta 4


NHW#5 Belajar Cara Belajar

3 September 2018

MENGENAL DIRI SENDIRI

Sebelum saya bisa menentukan cara belajar seperti apa yang akan saya jalani, saya mencari tahu, seperti apa diri saya. Setelah sedikit berselancar di dunia maya, saya menemukan sebuah artikel tentang Tipe Kinestetik yang saya rasa sangat sesuai dengan kepribadian saya saat ini.

Orang dengan tipe kinestetik belajar malalui gerak, emosi dan sentuhan. Modalitas ini mengakses pada gerakan, koordinasi, irama, tanggapan emosional, dan kenyamanan fisik. Ciri-ciri orang dengan tipe belajar kinestetik yaitu:

clip_image001 Berbicara dengan perlahan

clip_image001[1] Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka saat berbicara

clip_image001[2] Berdiri berdekatan saat berbicara dengan orang

clip_image001[3] Selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak

clip_image001[4] Belajar melalui memanipulasi dan praktik

clip_image001[5] Menghafal dengan cara berjalan dan melihat

clip_image001[6] Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca

clip_image001[7] Banyak menggunakan isyarat tubuh

clip_image001[8] Tidak dapat diam untuk waktu yang lama

clip_image001[9] Tidak dapat mengingat geografis, kecuali jika mereka memang telah pernah berada di tempat itu.

clip_image001[10] Menyukai permainan yang menyibukkan

clip_image001[11] Mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca, suka mengetuk-ngetuk pena, jari, atau kaki saat mendengarkan

clip_image001[12] Ingin melakukan segala sesuatu

clip_image001[13] Kemungkinan tulisannya jelek

(DePetter dan Hearchi, 2003)

Karena saya akan lebih mudah memahami suatu masalah jika saya melihat praktiknya, juga saya lebih mudah menjelaskan sesuatu kepada orang lain, jika saya mempraktikkannya.

Sesuai dengan NHW#4 kemarin, saya ingin jadi penulis profesional dalam 6 tahun ke depan. Saya ingin bisa berbagi ilmu lewat tulisan saya. Dan saat ini, saya sedang menyusun cara-cara belajar untuk si tipe kinestetik yang bisa saya pakai untuk belajar.

image002

image004

Fasilitas yang tersedia bagi saya dalam proses belajar menjadi penulis profesional, adalah:

clip_image001[52] Sekolah perempuan yang memastikan muridnya akan menerbitkan buku solo

clip_image001[53] Tablet Samsung Galaxy Tab S 10.1 Inchi dan Keyboard bluetooth untuk mengetk naskah

clip_image001[54] Aplikasi Evernote yang terhubung dengan alamat surat elektronik agar bisa mengerjakan naskah baik di tablet maupun di telepon genggam

clip_image001[55] Program Kelas Matrikulasi IIP Batch 6

Fasilitas yang belum tersedia bagi saya, dan harus saya usahakan agar ada, ialah:

clip_image001[56] Waktu khusus untuk menulis

clip_image001[57] Suasana tenang yang mendukung datangnya ide

clip_image001[58] Sandaran punggung

Fasilitas yang kurang di atas, bisa diusahakan ada dengan cara:

clip_image001[59] Meminta izin pada suami untuk begadang miksimal 2 jam setiap malam untuk mengerjakan naskah

clip_image001[60] Menyiapkan bahan-bahan naskah dan tema-tema tulisan sejak pagi

clip_image001[61] Menulis poin-poin tersebut di sebuat notes ringan

clip_image001[62] Mengerjakan naskah di saat semua orang tidur

Mendekat ke dinding rumah saat lembur mengerjakan naskah

~~~

MENGENAL AZZIMAM WIRACATHA ZULKIFLI (ABANG ZIMAM)

Kami memanggilnya “Abang” sejak ia diketahui berjenis kelamin laki-laki di dalam kandungan. Karena dia akan lahir sebagai anak pertama yang akan dihormati seluruh adiknya. Saat ini Abang Zimam berusia tujuh tahun, menjelang delapan di bulan Oktober nanti. Hobinya adalah menggambar dengan bolpoin atau pensil di kertas bekas yang sering saya bawa dari kantor. Dia duduk di kelas 2 SD dan sebentar lagi akan belajar perkalian dan pembagian.

Waktu kecil, Abang Zimam bercita-cita ingin menjadi seorang pilot pesawat tempur. Kemudian di masa TK B, cita-citanya berubah ingin menjadi tentara. Dan sekarang ia ingin menjadi ilmuwan serta atlet lari. Dia suka berlari, bisa berbahasa inggris, suka bermain silat (tapak suci), dan suka memimpin.

Abang Zimam tak suka menghafal, juga tak suka mewarnai. Saya seperti melihat bayangan saya di diri Abang Zimam, karena kemiripan kami.

Tapi Zimam adalah anak dengan tipe visual. Ia tak butuh orang untuk menjelaskan, asal dia bisa mempelajarinya, maka ia bisa. Namun, seperti saya, Zimam juga tak punya motivasi dari dalam diri, harus ada reward and punishment agar dia berkarya.

Target saya atas Abang Zimam sebagai seorang ibu adalah membersamainya belajar dengan bahagia.

Sebagai kegiatan pengembangan untuknya, fasilitas yang sudah tersedia adalah:

clip_image001[74] Musala yang terletak di dekat rumah sehingga Zimam bisa salat berjamaah 5 waktu

clip_image001[75] Kursus bahasa Inggris EF untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggrisnya

clip_image001[76] Sekolah berbasis Islam untuk penanaman akhlak baik sejak dini

clip_image001[77] Membacakan cerita sebelum tidur setiap hari, lalu berdiskusi tentang cerita tersebut

clip_image001[78] Waktu bermain di luar, yaitu setelah salat asar hingga menjelang magrib agar dia bisa bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya, juga agar tubuhnya bergerak

clip_image001[79] Makanan sehat sepanjang hari

clip_image001[80] Waktu tidur yang cukup

Fasilitas yang belum tersedia dan diusahakan ada, ialah:

clip_image001[81] Sekolah atlet untuk belajar berlari secara profesional

clip_image001[82] Kursus berenang (mulai masuk musim hujan, kursus berenang biasanya libur)

clip_image001[83] Kegiatan pengisi kebosanan saat belum waktunya main di luar ataupun saat hari hujan

clip_image001[84] Fasilitas antar jemput dari satu venue kegiatan ke venue kegiatan berikutnya

Fasilitas yang kurang di atas, bisa diusahakan ada dengan cara:

clip_image001[85] Mencari kursus berlari yang tak jauh dari rumah

clip_image001[86] Menitipkan Zimam pada guru olah raganya dan menceritakan keinginan Zimam untuk jadi pelari

clip_image001[87] Mencari tempat kursus berenang indoor

clip_image001[88] Sering-sering menelepon Zimam dan minta dia membuatkan saya sesuatu dari lego-legonya

clip_image001[89] Berlangganan tukang ojek bulanan, mencari orang sekitar rumah yang memang sudah dikenal keluarga untuk mengantarkan Zimam dari satu venue ke venue lainnya

Dalam praktik keseharian ini, saya bersama suami dan Zimam sudah melaksanakan hal ini secara “learning by doing”. Ilmu yang membuat saya bersemangat mempelajarinya yaitu ilmu berbagi ilmu pada masyarakat sekitar, baik nyata maupun maya.

~~~

Jakarta, 2 (masuk 3) September 2018,

Ttd.

Yeptirani Syari

Mahasiswi Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 6