Abang Zimam Sunat

Hari ini, Zimam menjalani satu milestone penting dalam hidupnya. Sunat atau khitan.

Sebagai seorang anak laki-laki muslim, sunat atau khitan ini wajib dilakukan. Selain wajib dari segi agama, sunat ini juga bagus dari segi kesehatan.

Sebelum Zimam disunat, hampir setiap hari aku khawatir akan ISK, infeksi saluran kemih. Waktu aku masih membantu Zi beristinja’ sehabis buang air, aku selalu membersihkan penisnya. Sekarang Zi beristinja’ sendiri karena sudah mulai besar, dan dikenalkan dengan malu. Proses pembersihan penis bagian dalam belum tentu dilakukan dengan baik olehnya.

Awalnya Zi ingin sunatnya dilakukan di rumah nenek di Bukittinggi. Karena kami ke sana pas lebaran, aku tawarkan pada Zi untuk sunat sebelum puasa, lalu dirayakan di rumah nenel. Tapi ternyata dia berubah pikiran, dia tak ingin lagi sunatnya dirayakan. Karena itu kami memundurkan jadwal sunatnya jadi pas liburan kenaikan kelas.

Untuk metode sunat sendiri, dengan beberapa pertimbangan dan masukan dari dokternya Zi maupun teman-teman kami, sunat metode konvensional yang kami pilih. Dan setelah mencari, Rumah Sunat 123 menjadi pilihan tempat sunat untuk Zi.

DSC_1381Sunat konvensional rupanya memerlukan waktu yang lebih lama ketimbang metode lainnya. Karena ada proses menjahit satu-satu. Totak waktu yang aku pakai untuk merekam proses ini adalah 26 menit. Belum termasuk bius, karena bagian ini belum sempat kuabadikan 😀

Saat Zi disunat, ada dokter hm.. semacam dokter yang sedang belajar, lah.. datang menyaksikan proses sunat Zi. Menurut dokter itu, sunat metode konvensional sangat jarang diminati masyarakat, karena itu, kesempatan langka buatnya bisa menyaksikan proses sunat konvensional ini. Hahaha, ada-ada saja, ya.

Setelah setengah jam berlalu, Zi diperbolehkan bangun dan memakai sarung. Pesan dokter sunatnya, Zi jangan pakai celana batok, biar kepala penisnya terbiasa. Kata dokter lagi, yang bikin anak gak nyaman pakai celana biasa setelah disunat adalah, biasanya kepala penis ini terlindungi kulit, nah, setelah kulit itu disunat, tak ada lagi yang melindungi, si kepala yang terlanjur sensitif karena memang tak pernah bersentuhan dengan dunia luar akan membuat Zi tidak nyaman di awal.

Setelah selesai sunat, Zi mendapatkan serifikat lulus sunat. Alhamdulillah.

DSC_1397

DSC_1392

Selesai sudah tugas kami sebagai orang tua, menjalankan perintah agama, menyunat Zi. Mohon doa semoga Zi tetap menjadi anak shalih kebanggaan orang tua. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: