Jalan-jalan ke Ngarai Sianok

23 Juni 2018

DSC_1276

Kalau saya bilang “jalan-jalan”, maka, benar jalan-jalan. 🙂

Itu benar.

Awalnya, kami berkunjung ke rumah saudara kami yang berada di depan gerbang Janjang Saribu (tangga seribu). Kami berpetualang jalan kaki menuruni Janjang Saribu, Ngarai Sianok, Gua Jepang, Panorama, Jam Gadang, dan pulang.

Esoknya, para keponakan mengajak kami jalan-jalan ke Janjang 40, lalu Jam Gadang, Panorama, Gua Jepang, Ngarai Sianok, dan naik Janjang Saribu, untuk kemudian pulang ke rumah naik gojek.

Kenapa jalan kaki?

karena tak ada satupun mobil rental mau menjemput atau mengantar kami. Saking pennuhnya jalanan Bukittinggi.

Wow…

DSC_1239DSC_1240DSC_1243DSC_1246DSC_1255DSC_1258

Janjang Saribu

DSC_1266DSC_1277DSC_1281DSC_1286DSC_1290DSC_1292DSC_1293

Kapan-kapan, saya akan saya uls objek wisata ini satu persatu, ya. Doakan agar kesempatan itu segera datang. 🙂


Berkunjung ke Rumah Kelahiran Bung Hatta

23 Juni 2018

Liburan lebaran tahun ini giliran kami habiskan di Bukittinggi, Sumatera Barat. Kenal Kota Bukittinggi? Iyap, Kota kelahiran salah satu bapak proklamator kita, Muhammad Hatta.

DSC_1327

Letaknya di Jalan Soekarno-Hatta, dekat Pasar Bawah. Tak jauh dari Janjang 40 yang terkenal di Pasar Bawah.

Di rumah ini, Bung Hatta dilahirkan oleh Ibunda Saliha. Sebagai urang Minang yang menganut garis ibu, Bung Hatta tinggal di keluarga ibunya.

Keluarga ibu Bung Hatta termasuk keluarga kaya. Terbukti mereka memiliki dua buah rangkiang (ruang penyimpanan beras), dapur tungku yang bagus, dan istal lengkap dengan kereta kudanya. Punya kuda dan keretanya pada zaman dahulu bisa disetarakan dengan punya mobil mewah di zaman sekarang. Rangkiang besar 2 buah, bisa jadi setara dengan rekening deposito yang penuh di beberapa bank. 🙂

Tapi, dengan kemampuan ninik mamak Bung Hatta menyekolahkan Bung Hatta sampai ke Jakarta, iya, mereka memang orang berada.

DSC_1310

↑Rangkiang↑

DSC_1314

↑Dapur Tungku↑

DSC_1315

↑Kereta Kuda↑

DSC_1316

↑Istal↑

Nah kan, bagus-bagus ya fasilitas di Rumah Kelahiran Bung Hatta ini. Tapi semua ini hanya boleh dilihat, ya. Tak boleh digunakan apalagi dibawa pulang, ya. Hehehe.

Di rumah ini juga ada banyak kamar, salah satunya adalah kamar tempat Bung Hatta dilahirkan.

DSC_1319

Untuk masuk ke Rumah Kelahiran Bung Hatta ini, pengunjung tidak dikenai biaya, loh. Hanya saja, pengunjung wajib memelihara isi rumah, menjaga kebersihan, dan membuang sampah pada tempatnya.

Liburan ke Bukittinggi? Mampir ke Rumah Kelahiran Bung Hatta, yuk!

~~~