Memperpanjang SIM Beda Kota lewat Mobil SIM Keliling

2018 benar-benar tahun spesial buatku. Selain ada banyak kejadian hebat, tahun ini juga SIM C-ku habis masa berlakunya. SIM C-ku ini terbitan Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, apa bisa aku perpanjang di Jakarta?

SIM C pertamaku terbit tahun 1997. Waktu itu umurku baru 13 tahun. Ya, dulu aku “nembak umur” untuk dapat SIM. Bukan hal yang bisa dibanggakan. Hanya saja, kenyataannya demikianlah. ๐Ÿ˜‘

Setelah usiaku lewat dari 17 tahun, dan SIM pertamaku mati, aku mengambil SIM C dengan prosedur resmi. Usiaku 19 tahun waktu itu, tahun 2003. Aku mengikuti tes teori dan praktik sesuai aturan, bayarpun sesuai aturan, gak pakai calo atau joki. *ini baru bangga!!! ๐Ÿ˜„

SIM C resmi pertamaku tadi diterbitkan di Kota Sumenep, Jawa Timur.

Setelah aku lulus kuliah dan bekerja di Kementerian Keuangan, aku (minta) ditempatkan di kampung halamanku, Banjarmasin. Maka ketika SIM C resmi pertamaku ini habis masa berlakunya, posisiku sedang ada di Banjarmasin.

Aku sempat mencari tahu, bagaimana cara memperpanjang SIM Jawa Timur di Kalimantan Selatan. Ternyata tidak bisa dan harus membuat SIM baru. Baiklah, aku pun mengikuti semua prosedur resmi pembuatan SIM C baru. Tahun 2008 SIM C resmi keduaku terbit.

Kemudian aku menikah dan ikut suamiku ke kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. Kami tinggal di sana selama sekitar empat tahun, dan SIM C milikku yang diterbitkan di Banjarmasin habis masa berlakunya saat aku di Pangkalpinang. Tahun 2013, aku harus memperbarui SIM C-ku. SIM terbitan Kalimantan Selatan diperpanjang di Kepulauan Bangka Belitung? Bisa, hanya saja aku harus ke Banjarmasin dan minta surat pindah atas berkasku, sehingga berkasku dikirim ke Pangkalpinang. Bayanganku saat itu cuma… R-I-B-E-T!!!! Akhirnya aku memilih membuat SIM C baru dengan mengikuti segala macam tes sesuai prosedur.

Tahun 2013 pula aku pindah mengikuti suami (lagi) ke Jakarta. Kupikir kami tak akan lama di sini, ternyata sampai SIM habis masa berlakunya, kami masih saja di Jakarta ๐Ÿ™‚ Masa iya aku harus membuat SIM baru di Jakarta? Gak kebayang ribetnya deh.

Ternyata ada banyak perubahan yang terjadi dalam lima tahun. Bukan hanya presiden dan gubernur yang ganti, sistem pembuatan SIM pun mengalami perbaikan. Sekarang memperpanjang SIM bisa di mana saja! Jadi tahun ini aku tak perlu membuat SIM baru. Horeeee!!!!

Kebetulan sekali, di dekat rumahku ada mobil SIM keliling yang parkir di Dealer Honda di seberang Rumah Sakit Budhi Asih. Aku pun ke sana untuk memperpanjang SIM C-ku. Kalau ingin tahu, jadwal dan tempat Simling (SIM Keliling) di Jakarta tuh di mana saja, coba buka link ini ya.

SIM Keliling di Dewi Sartika dimulai pukul 08.00 sampai formulir habis. Dari hari Senin sampai hari sabtu. Ada 150 formulir disediakan setiap hari. Rata-rata formulir habis sekitar pukul 11.00-12.00 siang. Cukup siapkan SIM lama kita ditambah 2 lembar fotokopi KTP, minta formulir, isi dengan benar, dan kumpulkan ke petugas jaga. Tunggu nama kita dipanggil, dan SIM jadi.

Begitu sampai di lokasi simling, aku langsung meminta formulir. Karena aku tidak membawa fotokopi KTP, aku minta tolong petugas di sana untuk memfotokopikan KTP-ku. Aku membayar Rp3.000,00 untuk 2 lembar fotokopi KTP. Kemudian berkasku masuk mobil untuk antre diproses.

Proses pembuatan SIM-nya sih cepat, nunggu antreannya yang lama. Hahaha. Aku tiba di lokasi simling pukul setengah 10 pagi, dan baru dipanggil masuk mobil untuk proses pembuatan SIM pada pukul 12 siang huehehe. Selama menunggu, aku sudah jajan sebotol air mineral seharga Rp4.000,00, semangkuk bakso seharga Rp14.000,00, dan sebotol Estee dingin seharga Rp6.000,00 ๐Ÿ˜€

Setelah namaku dipanggil, aku masuk mobil SIM. Pertama aku diperiksa dengan tes buta warna oleh bu dokter, kemudian diperkenankan membayar Rp25.000,00 untuk biaya cek kesehatan, dan Rp30.000,00 untuk asuransi.

Baru kali ini aku membaca dengan saksama polis asuransi SIM ini. Ternyata hanya berlaku jika kita mengalami kecelakaan saat kita mengemudi. Oalah…

Santunannya sebesar Rp2.000.000,00 bila meninggal dunia, Rp2.000.000,00 bila cacat tetap, dan Rp200.000,00 bila harus dirawat di rumah sakit. Tidak jelas 200ribu itu total semua santunan atau santunan perhari saja.

Setelah itu, aku diminta duduk di depan kamera untuk difoto, diambil sidik jarinya, dan tanda tangan. Tidak sampai 2 menit, SIM sudah jadi. Aku diperkenankan membayar Rp75.000,00 untuk pembuatan SIM ini. Kemudian, setelah SIM jadi, SIM tersebut diserahkan kepadaku, lalu ada petugas jaga yang menjual semacam laminating kartu, hm… antigores kartu gitu lah… harganya Rp15.000,00 sepasang.

Itu gambar SIM fotonya sengaja disembunyikan. Karena semanis apapun diriku, foto di SIM dan KTP gak pernah bagus! Hikshiks…

Jadi, biaya yang harus disediakan untuk mengurus perpanjangan SIM C di Mobil Simling adalah:

Rp25.000 untuk biaya cek kesehatan

Rp30.000 untuk asuransi

Rp75.000 untuk biaya pembuatan SIM (ini diakui negara dan masuk PNBP ya)

Rp15.000 untuk laminating SIM

Rp24.000 untuk jajan ๐Ÿ˜€

Sekarang, masa aktif SIM C-ku sudah panjang. Sampai tahun 2023. Jadi aku sudah bisa ngojekin anak lagi, deh. Nanti, entah di Indonesia bagian mana aku akan memperpanjang SIM ini di tahun 2023. ^_^

Tapi sekarang aku bisa lega, karena aku tidak perlu lagi dites untuk membuat SIM. Tinggal perpanjang saja terus. Kan sudah online. ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: