Dongeng Sebelum Tidur dan Perkembangan Bahasa si Kecil

2 Maret 2018

photo_2018-03-05_19-54-04

Membacakan dongeng sebelum tidur adalah hal yang rutin saya lakukan untuk Zimam semenjak dia masih dalam kandungan. Waktu itu saya tidak berpikir terlalu jauh. Saya hanya suka dongeng, suka mendengarkan dongeng, dan suka membaca cerita dongeng. Waktu saya kecil pun, saya selalu dibacakan dongeng sebelum tidur oleh ibu atau om saya.

Dongeng yang saya bacakan kadang tidak bersumber dari buku cerita. Saya bahkan lebih sering menceritakan dongeng karangan saya sendiri. Dongeng karangan saya biasanya berbentuk fabel, dan saya sengaja memilih hewan-hewan yang dianggap tabu diucapkan sebagai tokoh utama, misalnya, monyet, anjing, babi, atau ular. Tujuan saya hanya supaya anak saya terbiasa mendengar kata-kata itu sebagai nama hewan biasa, bukan kata-kata makian.

Membacakan dongeng sebelum tidur untuk anak saya ternyata sangat banyak manfaatnya. Selain menjalin kedekatan batin antara saya dan anak, saya juga bisa mengajarkannya bahasa sehari-hari. Bisa dibilang, untuk anak seusianya, anak saya memiliki kemampuan berbahasa di atas rata-rata. Ke depannya, kebiasaan membaca dongeng ini akan menularkan kebiasaan membaca pada anak.

Kemampuan berbahasa anak saya terlihat sejak kata pertamanya keluar. Dia dengan mudah mengungkapkan apa yang dia mau melalui media verbal walaupun dia belum lancar berbicara. Kata-kata yang dia gunakan juga merupakan kata-kata yang biasa saya pakai untuk mendongeng. Misalnya, tak peduli orang-orang di sekelilingnya berkata “mam”, anak saya akan tetap berkata “makan”. Tak peduli orang-orang di sekelilingnya berkata “bobo” dan “mimik”, anak saya tetap berkata “tidu” (tidur) dan “minum”. Dan kata-kata itu bertahan sampai sekarang, sampai dia masuk usia sekolah dan akhirnya dipuji oleh guru kelasnya sebagai anak dengan bahasa paling sopan.

Perkembangan bahasa anak dapat juga distimulasi dengan cara memintanya menceritakan kembali dongeng yang sudah kita ceritakan. Dengan begitu, anak akan “terpaksa” memilih kata-kata yang cocok untuk bercerita, “terpaksa” bicara dengan struktur baik, dan “terpaksa” menyusun kata-kata yang baik hingga pendengar dapat memahami maksud ceritanya. Ternyata, efek dongeng sangat besar, ya.

Jadi, karena mendongeng sebelum tidur sangat besar efek baiknya terhadap perkembangan bahasa anak, yuk, mari kita lestarikan kebiasaan mendongeng bagi anak kita sebelum mereka tidur.

photo_2018-03-05_19-54-21