Memilih Lembaga Kursus Bahasa Inggris untuk Usia Dini, Bagaimana Caranya?

1 Maret 2018

Seperti Emak ketahui, saat ini kita sedang hidup di era globalisasi perdagangan bebas. Pada era ini arus informasi mengalir dengan deras tanpa bisa kita bendung atau saring.

Puluhan tahun silam, orang-orang perlu menengok ke museum atau peninggalan prasasti jika ingin mempelajari sejarah. Generasi sekarang tidak perlu melakukannya. Mereka cukup bertanya pada kakek nenek mereka jika ingin mempelajari serajah budaya. Semua itu karena perkembangan dan kemajuan yang kita alami makin lama makin memendek jaraknya.

Jika kita menengok ke sepuluh tahun yang lalu, lalu membandingkannya dengan situasi saat ini, terlihat jauh bedanya. Jadi emak bisa bayangkan, perkembangan apa yang akan dihadapi anak-anak kita sepuluh tahun yang akan datang, ya.

Dengan laju perkembangan teknologi dan informasi seperti ini, pembekalan sejak dini jelas diperlukan agar anak-anak kita mampu bertahan di dunia bebas nanti. Salah satunya adalah kemampuan berbahasa internasional, bahasa Inggris. Ada banyak cara untuk membekali anak-anak kita dengan kemampuan berbahasa Inggris, salah satunya adalah mendaftarkannya ke sebuah lembaga kursus yang emak anggap bagus.

photo_2018-03-05_19-54-07

Bagaimana memilih kursus bahasa Inggris yang bagus itu?

  • Pertama, Emak harus melihat kebutuhan anak-anak. Misalnya, jika anak-anak masih berusia prasekolah, maka carilah lembaga kursus yang mengajarkan bahasa Inggris dengan metode bermain. Jangan lupa perhatikan jangka waktu belajar mereka. Terlalu lama jam belajar akan membuat anak-anak bosan. Apabila anak-anak sudah masuk usia sekolah dasar, Emak bisa memilih lembaga kursus yang fokus mengajarkan dasar-dasar grammar, vocabulary, dan structure dengan metode belajar mengajar aktif.
  • Untuk anak usia prasekolah, sebaiknya jangan menargetkan agar mereka bisa membaca dan menulis dalam bahasa Inggris. Jangan pula menargetkan mereka bisa berbahasa Inggris cas cis cus dengan tata bahasa yang tepat. Kecuali bila Emak memang memakai bahasa Inggris sebagai bahasa Ibu di rumah. Biarkan mereka terbiasa dulu. Terbiasa mendengar orang berbicara bahasa Inggris, terbiasa meihat kata-kata dalam bahasa Inggris, dan terbiasa mengucapkan sepatah dua patah kata dalam bahasa Inggris. Untuk anak yang lebih besar, bolehlah harapan Emak lebih besar juga.
  • Tips berikutnya adalah melihat kualitas pengajar dalam lembaga tersebut. Pilihlah lembaga kursus yang memiliki guru yang berbahasa Inggris sebagai bahasa ibu. Atau bahasa kerennya: Native Speaker. Kalau bisa, native speaker tersebut berambut pirang, berhidung mancung, berkulit putih ras kaukasia. Yah, bule-lah. Tujuannya, agar anak-anak terbiasa berbicara dan berinteraksi dengan orang-orang berpenampilan berbeda dengan dirinya. Sehingga tidak ada lagi sikap minder bila suatu saat mereka bertemu dengan orang-orang berkulit putih itu.
  • Jika Emak sudah memilih lembaga kursus bahasa Inggris favorit, selanjutnya lihat juga jam belajarnya. Apakah cocok dengan jam belajar anak-anak di sekolah. Karena bagaimana pun juga, masa anak-anak adalah masa bermain. Jangan sampai mereka terlalu lelah dengan jadwal kursus sehingga kehilangan kesempatan bermain mereka.
  • Bila metode belajar mengajar sudah oke, pengajar sudah nyaman di hati Emak, jam belajar juga sudah cocok, satu lagi yang harus Emak perhatikan, yaitu iuran yang harus dibayar. Biasanya lembaga kursus bahasa Inggris populer mematok harga per-term. Satu term bisa 4 bulan, 6 bulan, atau 8 bulan, tergantung tingkatannya. Harga yang dipatok di tiap term bisa berbeda. Dan biasanya bila Emak mengambil beberapa term sekaligus, Emak akan mendapatkan diskon yang lumayan. Perhatikan hal ini, karena biasanya per-term kursus bahasa Inggris di lembaga kursus ternama itu harganya jutaan rupiah. Tapi untuk buah hati tercinta, apa sih yang tidak?
  • Jika metode belajar mengajar sudah oke, pengajar sudah nyaman di hati Emak, jam belajar juga sudah cocok, dan harga per-term sudah disetujui suami, Emak bisa mulai mendaftarkan anak Emak. Pantau perkembangannya tiap waktu, dan lihat hasilnya nanti. Semoga anak-anak Emak akan punya bekal cukup untuk bersaing di era globalisasi yang makin hebat di masa yang akan datang. Happy hunting!

photo_2018-03-05_19-54-31