Biochemical Pregnancy (Kehamilan Biokimia)

24 Juni 2017

Kali ini aku ingin membahas tentang Biochemical Pregnancy alias Kehamilan Biokimia.

Awalnya bermula ketika pada bulan Maret 2016 aku terlambat haid, di-testpack garis dua, diperiksa di Rumah Sakit juga positif hamil, namun ketika di-USG, kantong rahim tak terlihat. Namun, 15 hari kemudian aku haid, dan dinyatakan negatif hamil oleh dokter. Tapi karena aku sudah periksa di Rumah Sakit maka aku dianggap keguguran, dan statusku saat itu adalah G2P1 (kehamilan kedua, sebelumnya 1 kali melahirkan).

Tahun ini, aku kembali terlambat haid dan ketika di-USG juga kantong rahim tak terlihat. Trauma dengan kejadian tahun lalu, aku berdiskusi dengan dokterku dan dia berkata bahwa yang aku alami adalah kehamilan biokimia (biochemical pregnancy).

Apa sih Biochemical Pregnancy itu?

Menurut http://www.newyorkfertilityservices.com, Biochemical Pregnancy adalah termasuk KEHAMILAN. Karena sudah jelas, embrio terbentuk dan hormon kehamilan (Beta HCG) telah muncul (itu sebabnya testpack jadi positif). Masa-masa di mana embrio sudah terbentuk namun belum menempel ke dinding rahim inilah yang disebut masa biokimia (biochemical), karena pada masa-masa ini, seorang perempuan dibilang hamil hanya dan bila hanya dilakukan test terhadapnya.

Soalnya perutnya masih rata, belum berubah bentuk. Kulit juga masih belum mulai terpigmentasi. Dan ketika dilakukan ultrasonografi pun, belum ada kantong rahim membesar.

Tapi, apakah bila seorang perempuan mengalami masa biokimia lalu embrionya luruh dan tidak menempel, bisa dikatakan hamil lalu keguguran? Bisa!

Kehamilan dihitung dari Hari Pertama Haid Terakhir, dan apabila hormon Beta HCG terbentuk, maka sudah jelas ada embrio yang tumbuh. Apakah embrio tersebut sudah tertanam di dinding rahim atau luruh, hanya Allah yang tahu. Dan apabila embrio tersebut luruh, maka ibu bisa dikatakan mengalami keguguran. Tercatatlah statusnya sebagai A1 (atau A seterusnya bila sebelumnya pernah mengalami keguguran).

Itulah yang aku alami tahun lalu. ^_^

Well, ya, walaupun bikin beberapa orang kecewa (termasuk diri sendiri), Aku menerima ini sebagai suratan takdir. 🙂


Kado itu Datang Juga ♥

15 Juni 2017

Hallo… Assalamualaikum…

Aku punya kabar gembira, setelah 7 tahun penantian, Allah memberikan sebuah kado kepada kami. #AbangZimam mau punya adik ^_^

2018-01-02-09-17-52

Sekarang usianya sudah 7 minggu lebih. Tapi tahu, gak? Kado ini gak gampang loh kami peroleh.

Berawal ketika aku merasa haidku terlambat 6 hari, entah kenapa, seperti saat aku keguguran tahun lalu, aku merasa punya insting untuk testpack. Dan seperti diduga, hasilnya samar. Diulang bada isya masih samar. Diulang subuh keesokan harinya dengan pipis pertama, masih juga samar.

2018-01-02-08-49-20

Untungnya Pak Suami datang dari Jogja malamnya, jadi besoknya aku bisa ngajak dia ke dokter kandungan buat periksa.

Kami pun ke dokter kandungan di RS Hermina Jatinegara. Pertimbangannya, selain dekat, RS itu termasuk mantan RSIA yang udah pasti fokus ke ibu dan bayi. Aku juga pernah periksa ke sana jadi masih ada rekam medisku di sana. Aku asal memilih obgyn karena belum ada yang dirasa cocok. Kami memilih dokter Eva Febia karena dokter itu yag antriannya paling pendek Open-mouthed smile

Di ruang praktik, ketika diperiksa, ternyata seperti tahun lalu, saat G2P1 ada di dalam perut, gak kelihatan kantung rahimnya walau sudah 5 minggu. Padahal Abang Zimam umur segitu kantong rahimnya udah gede.

Akupun menceritakan bahwa tahun lalu aku mengalami hal yang sama, telat haid, testpack positif, di-USG yang kelihatan, 15 hari kemudian haid banyak banget, diperiksa lagi, rahim sudah kosong. Dokter Eva berkata kemungkinan yg aku alami adalah Biochemical Pregnancy (Kehamilan Biokimia). Nanti aku posting tentang Kehamilan Biokimia ini, ya.

Dokterpun meresepkan pil progesteron yang diminum 1x sehari selama 30 hari. Tujuannya untuk menyuburkan dinding rahim agar janin bisa nempel ke rahim. Dan aku disuruh testpack minggu depannya.

2018-02-02-10-58-47

Waktu berlalu, ternyata pil progesteron ditambah puasa Ramadhan sukses membuat asam lambungku naik dan mual sekali. Curhatlah aku ke adik kelasku yang obgyn, dia menyarankan aku kembali ke dokter dan merekomendasikan teman obgynnya di Hermina, dokter Sitti Fausihar.

Kami pun ke dokter tersebut. Dokter Sitti mengubah progesteronnya menjadi yang anal, dipakai seminggu. Serta memberikan beberapa resep agar aku bisa puasa dengan baik. Wuih, progesteron anal-nya itu gede loh, dan aku harus memakainya sebelum tidur. Itu sesuatuh!! Open-mouthed smile

Kemudian, seperti dilihat di atas, 2 hari yang lalu kami kembali ke dokter Sitti, dan hasilnya kantong rahim sudah terlihat ^_^

Alhamdulillah….

Kado indah ini insyaAllah akan kami jaga sampai waktunya tiba Smile

Mohon doanya ya….