Cara Sederhana Menghemat Listrik

24 Agustus 2015

Tagihan listrik besar? Mungkin cara-cara simpel ini bisa teman-teman terapkan di rumah, paling nggak, ada usaha lah untuk mengurangi tagihan listrik *hehehe*

1. Cerdas Memilih Kulkas

Pilih kulkas sesuai dengan kebutuhan rumah tangga teman-teman. Karena makin besar kapasitas kulkas, makin besar pula listrik yang dibutuhkan.

Atur suhunya supaya tidak terlalu dingin kalau memang tidak dibutuhkan. Makin dingin suhu kulkas, makin tinggi pula daya listrik yang diperlukan. Jangan sering-sering membuka pintu kulkas, kalau di rumah ada anak kecil, lebih baik kita membeli kunci kulkas yang banyak dijual di toko online (maupun offline). Karena saya tahu, anak kecil suka banget sembunyi di dalam kulkas!
*pengalaman pribadi*

Jika teman-teman pergi jalan-jalan meninggalkan rumah dalam waktu yang lumayan lama, kosongkan kulkas dan cabut kabelnya.

Lemari Es 
gambar diambil dari http://www.infoprabot.com

2. Atur Suhu AC

Kebiasaan kita, begitu masuk ruangan kita langsung menghidupkan AC dengan suhu duingin sampai 18dC, padahal sebenarnya suhu sejuk yang kita perlukan hanyalah sekitar 24-25dC. Hal ini akan membuat penggunaan listrik jadi boros, karena setiap penurunan 1 dC akan terjadi penambahan penggunaan listrik sebanyak 6%. Jadi bila kita menurunkan suhu dari 24dC langsung ke 18dC, maka akan terjadi pemborosan listrik sebesar 36%.

Solusinya, hidupkan AC sekitar 1 jam sebelum kita menggunakan ruangan. Dan tidak perlu suhunya diturunkan, tetap stabil di angka 24-25dC saja.

Pengatur Suhu AC
gambar diambil dari http://mustknowhow.com

3. Pakai Tangki Penampungan Air (Tandon)

Menyalakan pompa air terus menerus tentu saja membuat penggunaan listrik membengkak. Solusinya, gunakan tandon dengan sistem pemutus air otomatis, jadi kita hanya menyalakan mesin pompa sekali saja saat mengisi tandon.

Atau langganan air PAM.

Tandon Air
Gambar diambil dari https://studiobiru.wordpress.com

4. Pakai Lampu Hemat Energi

Kita semua sudah tahu kan merk-merk lampu hemat energi. Belum lagi jaminannya bisa 15 tahun, katanya. Kenapa mesti pakai yang boros kalau bisa pakai yang hemat?

Ohya, matikan lampu jika tidak dipakai ya. Tidur dengan kamar gelap lebih baik untuk kesehatan dibandingnya dengan lampu menyala.

Lampu Hemat Energi 
Gambar diambil dari http://heacker-riau.blogspot.com

5. Cabut Peralatan Elektronik yang Tidak Dipakai

Biasanya kita setelah mematikan tivi dari remot, terus ditinggal gitu saja. Memang enak sih, kalau mau menyalakan tinggal pencet tombol remot. Padahal meninggalkan kabel tersambung itu memakan daya 80% dari daya normalnya.

Sebaiknya, cabut kabel peralatan elektronik yang tidak dipakai, atau kalau malas, pake saklar yang ada tombol on/off-nya, seperti yang saya pakai di rice cooker saya.

Saklar on/off 
Gambar dari dokumen pribadi

6. Jangan Ngecas Hape Semalaman

Ada berapa hape di rumah? 2? 3? Biasanya, hape dicas pada malam hari. Dan, kalo sudah penuh pun, tidak dicabut. Padahal ini tidak bagus. Selain akan lebih cepat merusak baterai hape, listrik juga jadi boros. Charger hape itu isinya kumparan, jadi selama terpasang, akan terus memakai daya listrik sampai 30% dari normal daya listriknya. Jadi kalau misal colokan 5 ampere, begitu selesai ngecas dan tidak dicabut, maka masih ada sekitar 2 ampere yang terus dipakai. Sayang, kan?

Nah, teman-teman, itu dia 6 cara sederhana mengurangi penggunaan listrik yang tidak perlu di rumah kita. Jujur, saya belum mempraktikkan semuanya. Masih ada kabel charger terpasang selanjang hari (hikz, maaf), kadang lupa mematikan lampu, dll. Tapi, kita kan hidup untuk jadi lebih baik lagi, kan? ^_^

Sambil saya belajar, saya juga berbagi. Yuk sama-sama dipraktikkan. ^_^

*Bahan artikel ini disadur dari tabloit Nyata|IV Agustus 2015.


Anak Sekolah Nih Yeee….

9 Agustus 2015

Tanggal 6 Juli 2015 adalah tanggal bersejarah buat #AbangZimam. Dia masuk sekolah ^_^

Anaknya seneng bukan main waktu dibilang bahwa tanggal 6 akan sekolah. Hari Senin, dia bangun pagi, pakai seragam.

image

Zee baris

Sampai di sekolahnya pun, setelah baris, dia tiba-tiba gandeng tangan bu guru dan ikut bu guru ke kelas. Aish,,, bayiku… mau ke mana dikau? T_T

Aku akhirny nunggu di gazebo. Tapi eh, kok gak ada ortu yang nunggu di gazebo? Ngapain aku di sini?
Aku pun naik ke lantai dua, letak kelas Zee. Dan ngintip kegiatannya di kelas.

Katro sih, pas bu gurunya nanya, siapa yang mau maju, Zee angkat tangan dan bilang “saya!”
Eh, saya berlinang air mata! Hahaha..

Maklum, anak pertama, gak nyangka anaknya udah gede hihihi.

image

Suasana di dalam kelas, cuma bisa ngintip

Zee sudah hampir 5 tahun, sudah saatnya sekolah. Alhamdulillah dia mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya. Rumah keduanya. Semoga ilmu yang dia dapatkan bermanfaat untuk dirinya dan lingkungannya. Aamiin..

image

image