Gerakan Tak Berteriak

25 Mei 2015

Hari ini saya belajar hal baru, tentang gerakan #3haritakberteriak, #7haritakberteriak, #40haritakberteriak, dan #100haritakberteriak.

Saya tahu, idenya diambil dari kebudayaan orang Hindu Jawa, di mana ketika ada orang meninggal, arwahnya dipercaya kembali pada malam ke-3, ke-7, ke-40, dan ke-100. Saya tidak ikut-ikutan memercayai hal ini, karena saya Muslim, tapi biarlah saya memakai angka-angka keramat ini untuk sebuah gerakan yang menurut saya baik.

Lagipula.. angka 3, 7, 40, 100 juga punya arti penting di kehidupan saya.

Setelah melahirkan, di hari ke-3 saya wajib membawa bayi saya untuk diperiksa oleh Nakes di Puskesmas. Ditimbang, ukur tinggi badan, dan ukut lingkar kepala.

Usi bayi 7 hari, orang tuanya harus menyembelih 2 ekor kambing atau domba jika bayinya laki-laki, dan menyembelih 1 ekor jika perempuan. Namanya adalah Aqiqah. Aqiqah ini semacam pesta, wajib dilaksanakan oleh orang tua yang mampu, di hari ke-7, atau ke-14, atau ke-21 bayinya.

Usia bayi 40 hari, saya berkonsultasi ke dokter kandungan, sekaligus berdiskusi tentang alat kontrasepsi. Biasanya masa nifas ibu berakhir sekitar hari-hari ini.

100 hari? Well, itu batas masa iddah perempuan Muslim. Jika seorang perempuan Muslim ditinggal oleh suaminya, baik meninggal maupun bercerai, maka untuk menikah lagi, ia harus menunggu sampai 3 kali haid dan suci. Biasanya itu sekitar 100 hari.

Nah, saya terinspirasi oleh teman Facebook saya yang melakukan gerakan tak berteriak ini. Beliau sukses tak berteriak selama 40 hari, dan sekarang akan lanjut mencob gerakan #100haritakberteriak

Wow.

Saya ingin mencobanya. Dimulai dari #3haritakberteriak dulu, deh…

Intinya mudah, kok..
Kita hanya tidak boleh berteriak pada anak, semarah apapun kita, sekesal apapun kita.
Menegaskan nada bicara, boleh. Meninggikan nada bicara, tidak boleh!
Bila kita gagal di tengah perjalanan, ulang dari depan! Hitung dari hari pertama lagi.

Ini yang ingin saya lakukan, mulai besok, 26 Mei 2015. Malam ini saya sedang pemanasan. Mencoba bersuara lembut dan tidak dengan nada tinggi pada #AbangZimam.

Semoga berhasil!!! Semangat!!! ☆☆☆


Aku dan Sepatu Baru

1 Mei 2015

image

Aku perlu sepatu baru
Karena itu aku ke toko sepatu
Penjaga toko bertanya padaku
Sepatu mana yang Anda mau?

Aku mau sepatu yang bisa kuajak berlari
Sepatu yang mengikuti kemanapun aku pergi
Sepatu yang bisa dengan mudah kulepas dan kupasang lagi
Sepatu yang pas di kaki

Sang penjaga menunjuk ke sebuah sudut rak sepatu
Dua pasang sepatu kulit berwarna jingga dan biru
Sepertinya itu cocok untukmu,
Silakan dicoba dulu!

Aku mencoba keduanya
Yang biru dan yang jingga
Yang biru terlalu besar ukurannya
Yang jingga pas, seperti sepatu Cinderella

Tapi aku lebih suka yang warnanya biru,
Adakah yang biru dan ukurannya pas untukku?

Penjaga toko memintaku menunggu
Sembari kawannya mengambilkan aku sepatu
Sepatu berukuran yang sesuai dengan kakiku
Yang warnanya biru

Kawan penjaga toko datang kembali
Membawa sepasang sepatu untuk dicoba di kaki
Ketika aku pasang di kaki kanan dan kiri,
Ukurannya pas sekali ^_^

Hatiku senang tak terkira
Akhirnya aku bisa memilikinya juga
Sepatu yang pas di kaki
Sepatu yang bisa kuajak berlari

Kutanya berapa harga sepatu ini
Pejaga toko menyebutkan angka rarusan ribu
Aku terdiam, berseru dalam hati
Mahal sekali, bisakah aku membayarnya dengan kartu?

Kupertimbangkan kembali
Selama ini, aku mencari sepatu seperti ini
Haruskah aku menyerah karena harganya?
Ataukah tak apa jika aku membelinya?

Oke, aku telah memutuskannya
Aku membelinya
Sepasang sepatu kulit berharga ratusan ribu
Kubayar dengan kartu

Aku dan sepatu baru
Sepatu kulit berwarna biru
Kuharap sepatuku bisa terus menemaniku
Menggapai semua cita-citaku

Saat ini, dia sudah kuajak berlari
Kadang berjalan cepat lalu berlari lagi
Sang sepatu masih setia mengikuti kemana kakiku pergi
Terasa sangat nyaman di kaki

Aku dan sepatu baru
Sepatu kulit berwarna biru
Siap menggapai semua cita-citaku
Yang sudah kugantungkan di langit biru