Ketagihan Teh Hijau ♥♥♥

24 Juli 2014

Sebelumnya, teh hijau buat aku itu adalah teh buat diet! Dulu pernah minum teh hijau slimming tea mustika ratu, dan teh hijau cap kepala jenggot, langsung mencret T_T

Teh juga harus manis. Makanya aku selalu mempertanyakan kebiasaan orang Sunda yang minum teh tawar setelah makan, apa enaknya?

800px-Green_tea_3_appearances 
Gambar dari: http://en.wikipedia.org/wiki/Green_tea

Baru-baru ini, aku mengajak adikku untuk makan di warung pinggir jalan yang menjual kuliner khas korea. Ko-korea’an namanya. Kalau Kamu jalan-jalan di jalan Matraman, di dekat halte busway Slamet Riyadi letak warungnya. Yah, namanya warung korea, makanannya makanan korea semua.

Kami memesan steam boat, bulgogi, teokppokki. Dan untuk minumnya? Well, minuman yang ditawarkan manis dan dingin semua. Saat itu aku ingin minuman hangat.

Akhirnya kami memesan nokcha, teh hijau korea.

Ternyata teh yang datang tidak seperti yang aku bayangkan. Well ya, begonya aku, ngarepin teh hijau manis, ya gak mungkin lah! Hahaha…

Yup, tehnya tawar. Mau kecewa, gengsi. Nanti disangka orang udik, yang gak pernah makan makanan korea (padahal emang iya! hahaha).

Akhirnya kuminumlah teh tawar itu, dan ternyata… nikmat juga! Terutama kalau setelah kita makan makanan “berasa tajam.”

Selama ini aku takut, karena aku tau, teh mengandung bahan yang menghambat penyerapan zat besi, makanya aku anti minum teh setelah makan. Tapi kenyataan bahwa teh hijau juga mengandung antioksidan tinggi, tergoda juga hahaha…

Kenanganku akan Nokcha membekas cantik 🙂
Lalu, beberapa hari kemudian, adikku mengajakku buka puasa bersama sahabatnya di Plaza Semanggi dan kami pun masuk restoran Jepang, Kin no Taki.

Pas giliran memesan minuman, bingung lagi. Akhirnya pilihan tertuju pada Ocha, teh hijau Jepang. Harga 1 porsi adalah 9.000 rupiah, tanpa refill, dan harga porsi refill adalah 17.500 rupiah.

Aku memesan porsi refill. Dan saya tidak salah pilih, karena saya minta refill sampai 4 kali hahaha. Beneran enak jeeee…

Lalu, diajak suami ke buka bersama teman SMA-nya di Pejaten Village. Kami makan di Imperial Kitchen, masakan China. Lagi-lagi karena haus, aku memesan Teh Hijau. Pelayan bilang, teh hijau di resto itu sudah dicampur dengan melati, krisan, dan satu lagi aku lupa. Aku pilih teh hijau krisan. Lucha kalau gak salah namanya.. krisan lucha

Ternyata tehnya gratis booo ^_^

Seteko teh krisan hijau, tandas diminum aku dan suami. Suami benar-benar suka!

Akhirnya aku sekarang menjadi pecandu teh hijau hahaha…
Soalnya nikmat banget diminum setelah makan. Walau aku harus menjaga pola makan, karena minum teh setelah makan bukanlah kebiasaan yang baik.

Oya, ternyata minum teh itu sebaiknya tidak dicampur gula, loh. Karena gula menetralisir vitamin dan mineral dalam teh. Sama seperti juga jus buah dan sayur. Gak boleh dicampur gula, ya ^_^

Chaaaaaaa…… Saranghae… Wo ai ni…… Aishiteru!!!!!!

teh-hijau
Gambar dari: https://yeptirani.files.wordpress.com/2014/07/90f8e-teh-hijau.jpg


Hidup itu Sangat Singkat

18 Juli 2014

Masih bergidik aku kalau mengingatnya! Terbayang kalau kejadian itu benar-benar terjadi, gak mungkin aku menulis postingan blog ini.

Kejadiannya terjadi di hari Senin lalu, saat aku dan teman kantorku mau ke Bank Mandiri untuk menukar uang receh.

Temanku ini gak mau naik jembatan penyeberangan, karena beliau sudah berumur, katanya. Aku sebenarnya gak suka menyeberang lewat jalan raya, pasti bercapek-capek ria menyeberang naik jembatan. Tapi karena menemani temanku ini, okelah… Aku ikut menyeberang lewat jalan raya.

Ih…

Ruas pertama, diseberangi dengan aman.

Ruas kedua…

Tiba-tiba ada kopaja ngebut di jalur busway. Untung saja temanku itu menarik bajuku, kalau tidak…………

T_T

Astaghfirullah…

Alhamdulillah usiaku masih lebih dari hari itu. Tapi aku benar-benar tersadar sekarang. Usia kita tidak ada yang tahu sampai di mana! T_T


Konsolidasi dalam Diam (Kisah Ayam-ayam Tetangga) ^_^

17 Juli 2014

Halo semua… ^_^

Maaf aku baru nulis lagi setelah sekian lama… mana tulisannya bukan tulisan teranyar pula.. hanya tiba-tiba ingat kejadian di masa lalu yang kalau diingat lagi, aku bisa tertawa lagi hehehe…

Alkisah sekitar empat tahun yang lalu, saat aku masih tinggal di jalan Duren Tiga, kampung Keramat, kecamatan Rangkui, Pangkalpinang sepulang kami dari kantor, sekitar pukul 17.30 WIB, kami melihat ada 3 ekor ayam di pekarangan rumah tetangga. Mereka berdiri membentuk lingkaran (kalau dilihat dari atas, seperti kincir angin dengan paruh sebagai titik pusatnya).

Ayam-ayam berkumpul? Sudah biasa, ya?

Nah, yang membuatnya luar biasa adalah ketiga ayam ini diam mematung! Benar-benar mematung! Sampai-sampai kami yang melihatnya pun ikut terpukau.

Ayam-ayam itu bisa mematung? Super sekali!

Tiba-tiba, seperti dihitung, dalam satu hitungan, ketiga ayam tersebut bergerak dan berkokok. Benar-benar satu hitungan!

Wow! Hahaha..

Kata suamiku waktu itu… “Tadi itu mereka lagi konsolidasi dalam diam!” ^_^

Hebat sekali…

Well, kalau Kamu merasa ini tidak lucu, gak papa! Yang penting aku selalu tertawa kalau melihat ada ayam berkumpul sesama ayam, karena aku akan tiba-tiba ingat dengan “konsolidasi ayam dalam diam” di Pangkalpinang dulu. Hahaha… ^_^