I’m Sorry, Baby! Please Forgive Me… 참!

4 Maret 2013

Semalam ada kejadian yang bikin aku sangat sangat sangat sangat sangat menyesal!

Zimam jatuh dari motor!

Ceritanya, habis dari Hypermart, aku dan Zimam pulang naik motor. Hari udah menjelang magrib.
Di gerbang parkir, ada dua motor di depan kami. Mengantrilah aku.

Biasanya, dengan Zimam duduk di depan, aku selalu matiin mesin motor atau menetralkan gigi perseneling. Tapi saat itu entah kenapa, aku lupa. Bahkan aku ngelepas cengkraman gas di tangan kananku!

Saat itulah bencana terjadi!

Zimam tiba-tiba main gas kanan!

Motor jalan tanpa kendali, dan kami jatuh!

Bibir Zimam luka kena setir sebelah kiri.

bibirnya pecah T_T

Zimam berdarah-darah, nangis karena shock! Aku gemetaran T_T

Duuuh….

Maafkan Danda, Nak…. T_T


Ini Bukan Kotoran, Nak!!!

2 Maret 2013

Hari itu hari Jumat sore, pulang dari jemput Zimam di sekolah, seperti biasa, Zimam mampir ke kantor dulu. Seperti biasa juga, dia aku bawakan bekal kudapan sore. Kudapan yang kalo aku sempat, aku bikin sendiri, kalo gak sempat, aku pilihkan dari kue-kue yang menurutku aman dilihat dari komposisinya.

“Abang, ini tas kue Abang. Abang bawa sendiri, ya!” Kataku.

“Holeee… kue…!” Kata Zimam, sambil mengocok-ngocok tas kuenya. “Ini kotolan, ya, Danda?” Tanyanya lagi.

“Hah? Bukan! Ini bukan kotoran, Nak! Ini kue Abang!” Jawabku, bingung.

“Kotolan, ini!” Jawab Zimam sambil mengocok-ngocok tasnya.

“Bukan, Nak! Gak boleh gitu, ah! Jelek! Masa makanan dibilang kotoran! Ini makanan, Sayang! Bukan kotoran!” Jawabku mulai marah.

Zimam cemberut, dan sesampainya di ruangan, dia membuka tas kuenya. Diambilnya kotak kudapan, dan dikocok-kocoknya. “Tuh, kan… KOTOLAN!” Katanya sambil menunjukkan kotak kuenya.

“Astaga, Nak! KOKO KRUNCH!” Jawabku dengan sisa frustasi. T_T

“KO-TO-LAN!” Jawab Zimam tanpa berdosa.

Aku memandang Zimam sambil ngelus dada, dan ngorek-ngorek kuping.