Puding Warna Warni dari Danda ^_^

31 Oktober 2012

Puding Ulang Tahun

Dua tahun! Terible twos, kata orang.. Masa sih?

Menurutku dua tahun itu usia pinter-pinternya anak, kok. 🙂

Karena itu, perayaan ulang tahun kedua Zimam sudah aku dan Ayahnya rencanakan jauh-jauh hari sebelumnya.

Bermula dari Zee yang tiba-tiba mengejutkan kami dengan nyanyian “potong kuenya,” aku jadi paham, anak ini sudah mengerti konsep ulang tahun.

Jika ada kawannya yang berulang tahun, dia tertarik pada balon, dan kue yang dipotong (gak tertarik makannya :p). Maka kami pun berencana merayakan ultahnya di sekolahnya.

Seperti biasa, ada pertentangan dengan isi goodie bag! Wakakaka.. Aku yang berencana memberikan goodiebag makanan sehat, ditentang oleh ayahnya. Oke deh, pending dulu.

Setelah itu, kue.

Ada satu masalah, Zimam alergi gluten. That means kue ultah dia harus gluten free.

Di mana di Pangkalpinang pesen kue gluten free? Hayoo..

Terinspirasi temen-temen di grup HHBF, aku berpikir untuk membuatkan Zimam “Puding Ulang Tahun” alih-alih Kue Ulang Tahun. Oke the, puding it is.

Masalah baru, muncul. Aku ditugaskan ke luar kantor selama seminggu dari tanggal 29 Oktober hingga 2 November. Artinya, aku gak akan bisa mendampingin Zee kalo ultahnya dirayakan di sekolah. Yasudah, rayakan di rumah seperti tahun yang lalu, tapi dengan balon dan potong kuenya serta dekorasi ultah lengkap. Tanpa lilin! ^_^

Hal ini juga ada hubungannya sama proses Weaning with Love-nya Zimam, di mana kita janji, kalo dia berhenti nenen artinya dia anak besar. Ultahnya anak besar ada balonnya, ada potong kuenya.

Akhirnya kami sepakat. Ditambah lagi konsep Zee tentang ulang tahun baru sebatas potong kuenya dan balon. Dia bahkan belum paham konsep kado. Jadi, ngundang teman-temannya nanti saja, kalau dia sudah paham konsep kado 🙂

Hanya saja, kita mesti mengerahkan seluruh usaha dan kerja keras untuk menjadikan perayaan ultah ini menjadi perayaan yang tak terlupakan oleh Zee, walaupun cuma dirayakan bertiga.

Ayah dan aku bekerja keras membangun dekorasi sederhana yang memukau. Aku membuat puding warna-warni sejak jam 6 sore sampai jam 12 malam, Ayahnya mendekor juga selama itu.

Walaupun perayaan ultah Zee mundur sehari, tapi Zee terlihat menikmatinya. Seruan kagumnya saat masuk rumah dan melihat dekorasi ulang tahunnya: “Aaa… Ada bayonna…” sungguh membuat hati ini bangga.

Begitu puding ulang tahun keluar dan dia berkesempatan memotongnya, ekspresinya benar-benar menyenangkan: “Aaa.. potong kuena..”

Usaha kami begadang selama sekitar 50jam tidak sia-sia. Kepuasan di mata Zimam benar-benar tak tergantikan.

Selamat Ulang Tahun, Anakku.. Nanti, sepulang Danda dari Tanjung Pandan, suntik Typhoid, Hepatitis A, dan PCV ya! hehehe


Selamat Ulang Tahun Kedua, Abang Zimam ♥

30 Oktober 2012

Ulang Tahun 2 Zee

Alhamdulillah, Abang Zimam sudah mencapai usia 2 tahun. Bahagia rasanya, Abang Zimam tumbuh menjadi anak yang pintar, cerdas, shalih, dan sehat.

Doa Ayah dan Danda masih sama buat Abang. Semoga Abang tumbuh menjadi anak shalih, pintar, cerdas, dan sehat. Takut kepada Allah SWT, cinta kepada Nabi Muhammad SAW, berbakti pada Orang Tua, mencintai sesama, dan bahagia di dunia dan di akhirat.

Yang jelas, Ayah dan Danda sayang sama Abang Zimam ^_^


10 (Silly) Reason Why I Keep Breastfeed My One-Year-Old Toddler…

24 Oktober 2012

1. ASI is still the best, dan memang sudah normalnya manusia memberi ASI sampai 2 tahun. Banyak sekali kelebihan ASI di atas 1 tahun untuk balita. Apa saja kelebihannya? Mending cari sendiri di gugel, atau grup AIMI, atau grup TATC, atau milis Asiforbaby, atau lainnya, ya! 😀

2. Alasan yang sama setelah yang lain-lainnya, aku ini emak pelit, irit, dan medit! ASI itu gratis, susu lain itu bayar 🙂 Ya mending yang gratis kemana-mana… Lumayan, duitnya ditabung buat beli hape android ^_^

3. Aku ini emak pemalas, super malas. Makanya aku males ngasih Zee susu bubuk, kalopun Zee dikasih susu lain selain ASI, itu adalah susu UHT, cair, tingal tuang. Hehehe..

4. Zee masih sering bangun tengah malam, dengan aku masih ngasih ASI, tengah malam waktu Zee bangun, dia bisa langsung buka daster+bra-ku sendiri, tanpa harus membangunkan aku. Nyamannya dunia ^_^

5. Hobi shoppingku masih belum luntur, kawan-kawan ^_^ Dan dengan masih memberi ASI, aku masih punya alasan untuk belanja-belenji perlengkapan ASI seperti botol-botol ASI unyu-unyu, cooler bag unyu-unyu, baju-baju menyusi, kaos-kaos menyusui, dan lain-lain. Senangnya punya alasan untuk belanja 😀

6. Aku adalah working mum, tanpa asisten rumah tangga.  Kadang capek banget habis seharian kerja, di kantor dan di rumah. Begitu Zee minta nenen, aku langsung dapet hiburan gratis. Saat Zee jungkir balik minum susu sambil akrobat. ^_^

7. ASI itu obat segala macam penyakit ringan, sepertinya. Buktinya, kalo Zee pilek, hidung mampet, tinggal pasang warmer isi air minyak kayu putih dan buka beha, Zee tidur dengan nyamannya. Padahal sebelumnya idungnya mampet dan dia gak tenang tidurnya. Gampang banget ya nyembuhin anak 😀 tanpa obat, tanpa begadang.. hahaha…

8. Ayah Zee makin sayang sama aku. Kalo aku kurang istirahat, Ayah akan nyuruh aku istirahat. Bahlan Ayah rela nyetrika baju kalo aku udah gak kuat nyetrika 😀

9. Aku punya fans berat: Zimam. Karena betapapun sibuknya dia, begitu haus, aku yang dicari. Hehehe…

10. Dipuji banyak orang.. Mulai dari doyan makan, tinggi, ndut, dll..dll.. “susunya apa?” “ASI.” *bangga*kuping mekar* wkwkwk

Ada yang mau nambahin alasan konyol (tapi cerdas) why i keep breastfeed my one-year-old toddler? ^_^

Anak Cinta ASI


Ketika Sang Ratu Menyerah… 涙

23 Oktober 2012

Senin, 22 Oktober 2012, aku menyerah sama common cold yang parah. Badanku linu-linu semua, perih dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mata perih dan panas, nyaris gak bisa dibuka tapi juga tidak bisa tidur. Nafas berat dan panas, sangat-sangat tidak nyaman. Plus, badan menggigil.

Bangun dari tidur hanya memperburuk suasana. Aku hanya bisa meringkuk di tempat tidur berselimut tebal tanpa menghidupkan kipas angin atau bahkan membuka jendela.

Dan rumah? BERANTAKAN!!!

rumahku saat aku sakit

Gini nih, kalo Ratu (merangkap babu) sakit, berantakan semuanya.. 😦

Sekarang tinggal hela nafas dalam-dalam… menyingsingkan lengan baju… dan lembur!!!

頑張って…HWAITING!!!!! ☆☆☆☆☆


Hamil Palsu

19 Oktober 2012

Nama kerennya adalah Pseudocysis. Ini adalah tanda-tanda kehamilan yang dialami oleh seorang perempuan yang pengen banget punya anak, tapi sebenernya dia tidak hamil.

Believe it or not, aku pernah mengalaminya.

Sekitar 2-3 bulan sebelum aku hamil Zee, aku merasakan mual bagaikan morning sick, selama 2 minggu. Wuih, sangat-sangat menyiksa! Siang, malam, pagi, sore.. Mual! Makan ini, makan itu, mual!

Semua orang yakin aku hamil, aku pun gitu. Maklum, ibuku hampir tiap hari telepon dan nanya: Apa aku sudah hamil? *bete kalo inget! bagi ibu-ibu lainnya, jangan ditiru, ya!*

Nah, setelah beberapa hari tersiksa, akhirnya aku mens juga. Gimana perasaanku? Sakit! lebih sakit timbang liat kenyataan aku mens tiap bulan dan tidak hamil.

Ternyata hamil palsu ini memang kondisi psikologis yang dialami ibu-ibu yang pengen banget punya bayi. Makanya, tolong, jangan pernah nanya, “kapan hamil?” or semacamnya ke pasangan baru, ya…

Fatal akibatnya, loh!


Go Green.. Go Green, Mummy!

18 Oktober 2012

Yeay!!!!!

Lagi semangat membantu penyelamatan alam, nih! ^_^

Well, bumi ini sudah tua, kiamat sudah dekat, memang.. Tapi apa kita gak mau hidup lebih baik? Mumpung masih di dunia, gitu loh…

Kalo gitu, yuk kita berusaha menyayangi alam!

Mummy Zee sudah berusaha nih, sayang sama alam. Mulai dari memberi ASI alih-alih susu sapi ke Zee (al least, Danda gak ganggu hak anak sapi loh :p), lalu memberi makanan rumahan alih-alih makanan instan ke Zee (Danda gak nyumbang kardus bekas ^_^), dan CLOTHDIAPER!

Clodi

Clothdiaper alias clodi ini adalah prestasiku dalam usaha menyelamatkan alam. Gimana nggak? Di tengah kesibukan jadi working mum+fulltime mum, aku tetap memutuskan untuk nyuci sendiri popok-popok Zee. Aku tidak menyerah dengan popok sekali pakai alias pospak kecuali dalam keadaan force major (popok kain basah semua, hujan gak berhenti-berhenti, Zimam kena diare, atau aku sedang ke luar kota dan Ayay gak bisa nyuci clodi).

Nah, untuk diriku sendiri, aku sudah berusaha bersusah-susah untuk memakai menspad, alias pembalut berkali pakai. Yup, pembalut kain yang kalo kena darah gak gampang dibersihkan. Tapi melihat benefitnya yang berjibun, aku tetap kukuh dengan menspad ini tiap bulan. ^_^

GG-Menspad-detail

Tapiii…. Ada barang baru yang bikin hatiku kepincut. Yaitu Menstrual Cup (menscup).

menscup

Yang beredar di Indonesia ini baru yang merk-nya Moon Cup. Ini kayaknya asik dan gak merepotkan. Buat orang barat yang biasa pake tampon, menscup ini udah biasa kali ya. Soalnya makenya dimasukin ke dalam vagina. Nah buat kita-kita yang biasanya pake pembalut, aku gak tau deh, nyaman gak ya? Berani, gak ya? Hahaha…

Kalo dari review-nya, asik banget kayaknya. Nyucinya gampang, cuma dicuci pake air, gak usah dikucek-kucek dan dialiri air deras seperti menspad. Punya satu bisa dipake buat 10 tahun. Asli gampang!

Kalo menspad kan, kita mesti punya minimal 12-15 menspad supaya bisa full menspad. Kalo ini, cukup 1 saja! Asik kan?

Tapi, harganya mahal, sodara-sodara… Rp375.000,00 aku lihat. Dan itu dia, makenya mesti dimasukkan ke vagina. Pengen banget sih, tapi, bisa gak ya aku pake? ^_^

Ngiler… ^_^


Pelajaran 5: Diarrhea and Vomitting

1 Oktober 2012

Ahay… Ayah.. Danda… Yuk belajar lagi!

Sepertinya itulah yang dikatakan pada kami, Ay-Dan Zimam, ketika Zee mengalami diare dan muntah Sabtu kemarin.

Zee pernah mencret, dia juga pernah muntah, tapi keduanya sekaligus… Tak pernah terlintas di pikiranku.

Awalnya, Jumat sore, seperti biasa, Zee malas makan, Danda malas masak. Setelah bujuk-bujuk Ayah, akhirnya Ayah setuju membeli martabak telur dan Hok Lo Pan untuk makan malam. Hok Lo Pan bikinan Acau dengan isian coklat kacang yamh wuih… menggiurkan! Juga martabak telur bebek+daging sapi yang tebal gila 🙂

Well, enough with Hok Lo Pan n Martabak Telur-nya (aku gak pernah mau bilang itu martabak mesir! hehe).. Balik ke Zee..

Dia dengan semangat makan Hok Lo Pannya. Dia suka. Setelah makan 2 potong besar Hok Lo Pan, dia minta tidur. Sejak sore aku sudah curiga, perut Zee ndut dan kencang. Bunyinya dung..dung..

Esok paginya, Zee bangun siang. Sudah lemas dan tak nafsu makan. Aku ajak dia sarapan anggur dan kostela, eh.. pepaya.. Dia juga merengek minta yakult.

Gak lama setelah itu, dia muntah. Sedikit sih, anggurnya keluar.

Wew, aku pun membersihkan kotoran di baju Zee, mengajaknya ke kamar mandi, mandi dan ganti baju. Muntahannya kan bau!

Gak lama dari itu, dia minta tidur sambil nenen. Setelah dia tenang, aku meninggalkannya sendirian di kamar. Beberes di dapur. Dan aku mendengar Zee berteriak, “Danda…”

Aku segera ke kamar dan melihat kasur penuh muntahan. Ew.. aku bimbing Zee ke kamar mandi, kembali aku mandikan dia. Kasur urusan belakangan, yang penting Zee bersih. Aku bahkan menahan diri agar tidak marah. Gimanapun juga Zee gak sengaja melakukannya.

Nah, setelah ini, tragedi terjadi. Aku bersiap membersihkan kasur. Zee keluar dari kamar mandi dengan telanjang. Dan di dapur, dia mencret!

Tahu donk konsistensi mencret? Cair, bener-bener cair! Aku cuma bisa menghela nafas. Aku angkut Zee yang sedang meringis sakit perut ke kamar mandi, kasihan juga dia.

Kasur jadi prioritas nomor 2, sekarang lantai dapur dulu. Sejak Zee lahir sampe sekarang, baru inilah aku membersihkan lantai dari BAB. Rasanya ajaib 🙂

Saat aku sibuk membersihkan bekas mencretnya, Zee keluar dari kamar mandi, mungkin dia bosan, atau takut, atau apalah.. Dan pas dia keluar, dia mencret lagi. Dengan wajah bersalah dia memanggilku, “Danda..”

“Zimam di kamar mandi aja, ya, nak! Biar kalau ee’ lagi gak ngotorin lantai.”

Zee mengangguk setuju dan tidak lagi keluar kamar mandi. Mungkin dia tau bahwa kalau dia keluar dan mencret di luar, itu akan merepotkan aku.

Selama di kamar mandi, Zee mencret tidak kurang dari 7 kali. Benar-benar kasian. Segera aku sms Ayah Zee, minta dibelikan oralit. Kebetulan persediaan oralit kami habis karena 2 bulan yang lalu aku juga kena GE 🙂

Siangnya, Zee juga mencret di kamar, mengotori seluruh kasur.

Panik? Sedikit. Tapi sebagai ibu, aku harus benar-benar bisa mengontrol rasa panikku! Tidak boleh panik! Alhamdulillah, Ayah Zee juga mendukung keputusanku dan tidak panik juga.

Oralit, ASI, cairan-cairan lain. Cuma itu yang aku kasih ke Zee karena Zee menolak mentah-mentah semua makanan yang aku tawarkan padanya. Kalaupun dia makan, pasti muntah lagi.

Seminggu!
Ya! Butuh waktu Seminggu untuk Zee agar pulih seperti sedia kala. Selama seminggu itu, yang aku berikan hanya cairan, ASI, oralit, dan diet BRATY+tempe. Karena Zee alergi gluten dan karena di Pangkalpinang tidak ada yang jual yoghurt plain, maka diet BRATY Zee menjadi: banana, rice, apple, tempe, dan yakult :p
(mestinya BRATY itu: banana, rice, apple, toast, dan yoghurt)

Nah loh? Kenapa gak dikasih obat sama sekali?
=> obat apa?

Obat antidiare atau antimuntah, lah!

Hahaha, itu karena diare dan muntah tidak boleh dihentikan, ibu-ibu ^_^
Menghentikan muntah dan diare itu seperti menyimpa sampah di kolong kasur. Kotornya gak keliatan. Kesannya sembuh karena feses sudah padat, padahal penyakit aslinya belum pulih, di perut masih banyak kuman. Dan yang bahaya dai diare dan muntah ada DEHIDRASI-nya!!! Karena itu, jaga pasien muntaber agar tidak dehidrasi. Dan… JANGAN PANIK!!!!!!!

Karena ketika ibu panik, yang jadi korban adalah si anak 🙂