Peralatan Tempur MPASI Rumahan (Tahap 1: Persiapan)

29 Juli 2011

Disclaimer:
Terima kasih banyak untuk Milis MPASIRumahan dan Mummies di sana.

Setelah lulus dari S1 ASI Eksklusif, Zee dan Danda masuk tahap studi ASI berikutnya, yaitu Program Pascasarjana ASI jurusan ASI dan MPASI Rumahan tanpa Tambahan Garam dan Gula. ^_^

Di awal kelahirannya, Zee sempat minum susu formula, dan itu merupakan penyesalan terbesar dalam hidup aku. Makanya, aku bertekad untuk memberikan 100% makanan yang aku masak sendiri dan 0% makanan instan yang dibeli di supermarket. Itung-itung sebagai bayaran atas kebodohan aku menyerah pada susu formula padahal ASI-ku cukup di awal-awal hidup Zee.

Awalnya aku bingung, apa saja yang harus disiapkan. Beruntung aku berkenalan dengan milis MPASIRumahan, yang baru bergabung saja aku langsung dikasih daftar barang yang diperlukan sebagai peralatan tempur MPASI Rumahan. ^_^ –Thankz Mum Depe, Mod of milis.

Belum lagi aku juga belajar tentang frozen food. Yaitu puree-puree dan bubur-bubur yang dibekukan. Metode yang dipakai oleh Mama-mama super sibuk tapi masih pengen masak sendiri buat yang tersayang.

Akhirnya, biarkan aku berbagi. Ini dia peralatan tempur untul sukses MPASI Rumahan a la Danda Yeptirani, tentunya. ^_^

Tahap 1: PERSIAPAN

Baca entri selengkapnya »


Jadwal MPASI Rumahan Zee

25 Juli 2011

Sebenernya males sih nulis kayak gini, tapi karena banyaknya pertanyaan ke aku tentang MPASI Perdana Zee, dan demi suksesnya MPASI Rumahan tanpa tambahan gula dan garam, aku nulis deh.. (bahasanya loh ^_^)

Pedoman memberi MPASI pada bayi adalah:

  • patuhi aturan 4 hari; gunanya untuk melihat, apakah bayi itu alergi sama bahan makanannya, apakah bayi suka dll..
  • mulailah dengan bahan makanan yang paling sedikit memicu alergi; dalam hal ini adalah cerealia (beras putih, beras merah, oat)
  • suapi bayi dalam keadaan duduk dan gunakan sendok; kalau bayi belum bisa duduk, dipangku atau ditaruh di bouncer juga boleh.
  • matikan tivi.

Ini contoh MPASI Perdana Zee

Baca entri selengkapnya »


Menulis tanpa Pamrih

20 Juli 2011

Ini adalah catatan harian, kan? All rite!

Dear diary, (^_^)
Tau kan kalau aku punya blog tentang EYD bahasa Indonesia? Itu loh yang alamatnya di http://eyddalamlayar.wordpress.com. Blog itu banyak pengunjungnya, loh.

Hampir tiap hari ada saja yang nulis komen di sana, ratingnya pun lumayan. ada yang memuji, ada yang bilang makasih, ada yang minta lebih, ada yang ngoreksi, ada juga yang marah-marah gara-gara tulisan aku belum cukup buat bahan tugas dia (hahaha…).

Sebelumnya, kalau aku nulis, dan ada yang berkomentar jelek, aku sakit hati, di. Tapi untuk blog EYD ini, aku sama sekali gak peduli sama komentar orang…

Aku sendiri heran sama apa yang aku rasain, di… Seakan-akan gak ada beban sama sekali saat aku nulis di blog itu. Kupikir, inilah namanya ngeblog sehat! Hahaha…

Untuk blog-blog aku yang lain, aku mau nulis tanpa pamrih juga, ah.. Seru soalnya… ^_^