Tahap Telur Merah, Temu Terampil

24 Januari 2021

PicsArt_01-23-10.37.49

Assalamualaikum, ketemu lagi sama saya, Syari.

Kali ini agak lama sampai saya bisa menyelesaikan tantangan Telur Merah, Temukan Terampilmu.

PicsArt_01-24-11.24.31

Jujur saja, setelah menemukan apa yang saya suka dan saya bisa, saya disuruh untuk mencari keterampilan apa yang diperlukan untuk mendukung suka dan bisa itu. Di sinilah saya diajak berpikir, apa saja sih keterampilan yang diperlukan untuk suka dan bisa saya?

PicsArt_01-24-11.19.37

Saya diajak untuk memilih dan memilah, keterampilan mana saja yang masuk dalam kuadran penting dan mendesak untuk dikuasai, mana yang masuk dalam kuadran penting tetapi tidak mendesak, tidak penting tetapi mendesak, dan tidak penting dan tidak mendesak.

Di sini saya mengalami kebingungan. Tak sekali dua kali saya memindahkan keterampilan antar kuadran. Tadinya saya berpikir suatu keterampilan itu penting dan mendesak, ternyata tak terlalu penting juga, namun tetap mendesak. Atau saya pikir suatu keteampilan itu mendesak, ternyata tidak juga. Sebaliknya, keterampilan yang saya pikir tidak penting, setelah dipikir ulang, seharusnya penting. Misalnya, stretching. Setelah bolak-balik menulis, saya baru sadar, keterampilan stretching penting dan mendesak saya kuasai karena saya suka dan bisa menulis dan bekerja di depan laptop.

PicsArt_01-24-11.23.03

Setelah beberapa kali gonta-ganti kuadran, akhirnyas aya bisa menuliskan lima keterampilan yang penting dan mendesak saya kuasai untuk menikmati lima aktivitas yang saya suka dan saya bisa. Setelah ini, disuruh ngapain lagi, ya?

Hahaha, cie.. nantangin nih ye.. ^^

Bismillah, saya bisa!

#InstiturIbuProfesional
#HutanKupuCekatan
#TelurMerah
#TemukanTerampilmu


Tahap Telur Hijau, Awal Melangkah

16 Januari 2021

PicsArt_01-16-07.03.29

Alhamdulillah, sejak 8 Januari 2021 lalu, saya resmi menjadi mahasiswa kelas Bunda Cekatan, Institut Ibu Profesional. Untuk itu, saya harus menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh Peri-peri Hutan Kupu-kupu untuk menyelesaikan tahapan demi tahapan di Bunda Cekatan.

Tahap pertama adalah Tahap Telur-telur yang dimulai dengan Tahap Telur Hijau.

PicsArt_01-16-07.24.36

Dalam Tahap Telur Hijau ini, mahasiwa kembali diajak merunut empat kuadran dalam hidupnya: Bisa dan Suka, Bisa tapi Tak Suka, Tak Bisa tapi Suka, dan Tak Bisa dan Tak Suka.

PicsArt_01-16-06.18.46

Kemudian, dari seluruh kekuatan ini, mahasiswa diajak untuk menulis ulang lima hal dari kuadran Bisa dan Suka yang telah ditulis.

PicsArt_01-16-06.24.37

Walaupun sebenarnya hal ini telah kami kerjakan saat berkuliah di kelas Matrikulasi dahulu, ternyata setelah ditulis ulang, hal-hal dalam empat kuadran ini berbeda dengan yang saya tulis sekitar 2-3 tahun lalu saat Matrikulasi. Haha.

Ini menunjukkan bahwa manusia berubah, dan potensi manusia pun bisa bertambah atau berkurang tergantung bagaimana kita memanfaatkan potensi kita.

Oh iya, lima hal di kuadran Suka dan Bisa yang saya tulis di atas, menjadi pijakan saya untuk menjalani perkuliahan di Bunda Cekatan selanjutnya.

Bismillah, saya bisa. ^^

#InstiturIbuProfesional
#HutanKupuCekatan
#TelurHijau
#LacakKekuatanmu


Aliran Rasa Wisatawan Hotel Asyik

15 Desember 2020

PicsArt_12-15-05.50.10

Selama dua bulan berada di Hotel Asyik, Transcity Harmony, Institut Ibu Profesional, inilah saatnya saya menulis ALIRAN RASA.

Transcity Harmony.

Awalnya saya skeptis dengan TH karena platform yang digunakan adalah FBG, iya, Facebook Group.

Jujur saya sudah jarang buka Facebook, apalagi masuk grup. Kehidupan di dunia nyata banyak sekali menyita waktu saya. Kalaupun saya membuka media sosial, itu hanya untuk posting sesuatu yang wajib atau menurut saya wajib saja. Misal, posting satu foto di twitter. Dan iya, saya lebih banyak menghabiskan waku di twitter ketimbang di platform media sosial lain.

Jadi, ketika saya mendapatkan pengumuman bahwa untuk ikut Bunda Cekatan saya harus masuk Transcity Harmoni di FBG, saya sedikit kecewa. Ada rasa malas, karena bentuk FBG sangat membingungkan. “Kenapa nggak pakai google classroom seperti biasanya, sih?” gerutu saya.

Hasilnya, saya terlambat menyelesaikan misi pertama. Well, keterlambatan itu bukan 100% karena saya malas belajar menggunakan FBG, melainkan karena berbarengan dengan jadwal UTS saya.

Oh iya, saya adalah mahasiswi di dunia nyata. Tepatnya mahasiswa magister akuntansi. Jadi, yah. Tugas kuliah menyita 80% waktu sadar saya. 20%-nya saya gunakan untuk melakukan hal pribadi seperti mandi, makan, dan beribadah. Saya hanya tidur 4 jam sehari. Itupun tetap saja keteteran dengan tugas kuliah TT

Stop mengeluhnya, mari kembali ke Aliran Rasa, hahaha.

Apapun itu, ini pilihan hidup saya, dan saya yakin pasti bisa menjalaninya.

Sempat pasrah, mungkin tidak diizinkan ikut gerbong Buncek Batch 2 karena terlambat menyelesaikan misi pertama, ternyata saya mendapatkan kesempatan kedua. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan. Saya segera menyelesaikan misi pertama, dan kedua, kemudian mengumpulkannya ke link yang tersedia. Alhamdulillah, dua misi selesai.

PicsArt_12-14-07.16.17PicsArt_12-15-05.40.24

Sekarang, saya tinggal menunggu kunci untuk masuk Gerbang Hutan Kupu-kupu dan mengukuti perkuliahan di Bunda Cekatan.

Saya dengar, gerbang buncek akan dibuka di bulan Januari, tepat setelah saya selesai UAS. Alhamdulillah, bisa menyesuaikan waktu karena dibukanya pas liburan. ^^

Sampai jumpa di Bunda Cekatan ^^

#InstitutIbuProfesional
#TranscityHarmony
#WisatawanHotelAsyik


Misi Wahana Banana Boat

4 Desember 2020

Syari nulis lagi.

Wahana Banana Boat

Gambar diambil dari sini

Kali ini saya akan menulis untuk misi kedua di Hutan Kupu-kupu. Sebagai wisatawan di Hotel Asyik, untuk melanjutkan ke perkuliahan di Bunda Cekatan, saya harus mengumpulkan dua token. Ini adalah token kedua.

Saya ingin bercerita tentang peran saya di Komunitas Ibu Profesional Regional Jakarta.

Renjana saya adalah menulis, karena itu, di setiap komunitas yang saya ikuti, pasti saya akan memilih aktivitas menulis sebagai aktivitas utama. Karena itu, di Komunitas Ibu Profesional Regional Jakarta, saya memilih Rumah Belajar Menulis sebagai tempat saya menyalurkan renjana saya.

Apa bentuk tulisan yang saya sukai? Dari dulu sampai sekarang tak berubah: FIKSI hihihi.

Nonfiksi boleh, asalkan tak banyak referensi yang harus dibaca dan tak repot-repot membubuhkan sitasi atau parafrase. Sungguh, menulis nonfiksi itu bagian yang merepotkan adalah menulis sitasi dan parafrase sebagai antiplagiarisme. Jadi kalau pun saya menulis cerita nonfiksi, itu adalah cerita pribadi saya seorang, bukan kisah orang lain. Sehingga, saya tak perlu repot membubuhkan sitasi maupun parafrase, hehehe.

Dalam Rumah Belajar Menulis, atau RBM, atau Rumbel Menulis, atau… ah, maana saja yang disuka, lah, saya berperan sebagai editor. Karena mata saya terasa gaal jika melihat tulisan yang tak sesuai PUEBI, jadi saya mendaftarkan diri sebagai editor saja, hehehe.

Satu hal yang saya pegang saat menjalankan tugas, ketika saya dirasa tak bisa melakukannya, maka saya akan mengutarakan hal itu di awal.  Saya tidak akan memberikan harapan palsu kepada teman-teman satu grup saya, saya akan selalu berusaha untuk tidak mengecewakan mereka.

Itu saya. Tetapi jika ada rekan saya yang tidak memegang prinsip seperti saya, jujur saja, saya akan memilih menghindarinya. Saya tidak suka bekerja sama dengan orang yang tidak memiliki komitmen. Jika memang tidak bisa, maka bicara di awal. Semua bisa dibicarakan dengan baik, itu prinsip saya. ^^

Intinya, kita sama-sama berusaha membuat diri kita dan orang lain bahagia, deh ^^

#PetualanganWahanaBananaBoat
#MisiPetualangan2
#WisatawanHotelAsyik
#TranscityHarmony
#InstitutIbuProfesional


Misi Wahana Perahu Kano

3 Desember 2020

Petualangan Perahu Kano

Gambar diambil dari sini

Halo, Syari di sini.

Saya tahu saya terlambat menulis tentang petualangan saya di Wahana Perahu Kano, tetapi alhamdulillah, ada kesempatan untuk saya menyusul menyetorkan tugas di misi ini. ^^

Saya adalah alumni Kuliah Bunda Sayang di Institut Ibu Profesional. Dari awal, mengapa saya memasuki perkuliahan di Institut Ibu Profesional, tujuannya tetap sama, saya ingin menjadi individu, istri, dan ibu yang lebih baik dari sekarang.

Usia saya bertambah tua, kehidupan berrumah tangga juga semakin lama, dan anak saya semakin besar. Saya tidak boleh berhenti belajar untuk meningkatkan kualitas diri saya, baik sebagai individu, istri, maupun ibu yang baik.

Kali ini saya sedang menunggu kursi Perkuliahan Bunda Cekatan dibuka. Walau status saya di dunia nyata adalah Mahasiswi, entah mengapa, saya tetap tak ingin ketinggalan kereta untuk menjadi Mahasiswi di Institut Ibu Profesional.

Kalau di dunia nyata saya adalah mahasiswi S2, jika saya masuk Bunda Cekatan, saya akan masuk jadi mahasiswi S2 di IIP juga, hihihi.

Karena Kuliah Matrikulasi adalah kuliah penyesuaian, dan Bunda Sayang adalah strata 1-nya. Hehe.

Kenapa, sih, saya ngotot pengin banget ikut kuliah Bunda Cekatan? Nanti kuliah di Maksi-nya keteteran, loh.

Duh, jangan didoakan gitu, donk… Justru saya ingin mengatur waktu dengan jauh lebih baik, makanya pengin banget mengeruk ilmu dari Perkuliahan Bunda Cekatan. Namanya saja “Bunda Cekatan”, biar saya jadi cekatan, donk. ^^

Kenapa haru Bunda Cekatan? Well, saya tidak tahu, apakah ada program terstruktur lain selain di IIP. Jadi yang saya tahu cuma ini, karena itu, saya ikuti ini saja ^^

Seperti halnya saya menyelesaikan tugas di Bunda Sayang dengan baik, saya yakin, saya bisa melaksanakan semua misi di Bunda Cekatan dengan baik pula. Mungkin saya akan down, tetapi, saya akan ingat lagi betapa sulitnya masuk IIP. Saingannya banyak banget, beneran.

InsyaAllah, Bunda Cekatan adalah jalan untuk saya, menjadi individu, istri, dan ibu yang jauh lebih baik lagi.

Bismillah.

#PetualanganPerahuKano
#WisatawanHotelAsyik
#TranscityHarmony
#InstitutIbuProfesional


Ada Kemudahan di Balik Kesulitan

27 Oktober 2020

Percaya?

Saya percaya.

Beberapa kali saya mengalami kemudahan di balik kesulitan. Jadi, yah, akhirnya jika saya mengalami kesulitan, yang saya bisa lakukan hanyalah merenungi apa yang salah, memperbaiki yang bisa diperbaiki, dan tawakkal. InsyaAllah kemudahan itu datang.

Selama ini, begitulah saya menjalani hidup saya. Selalu ada kesempatan kedua. Dan kesempatan kedua selalu lebih baik dari kesempatan pertama.

Jalani saja.

Kadang ada masa saya menyesali apa yang telah saya lakukan, huhuhu. Kesulitan datang saat karena kesalahan saya sendiri. Itulah saat yang tepat untuk merenung dan menyusun rencana selanjutnya.

Selalu ada harapan bagi yang yakin.

#Writober2020
#RBMIPJakarta
#Asa


Apakah Ini adalah Akhir?

26 Oktober 2020

Saya ingin menulis tentang Survival Show I-Land lagi.

Di episode final, Kei yang digadang-gadang sebagai calon angota Enhypen pertama, ternyata tidak masuk grup debut. Padahal, selama di I-Land, dia menduduki peringkat satu dan hampir selalu jadi pusat koreografi (center).

Bagaimana dengan Keiys, penggemarnya?

Kami jelas kecewa. Setahu kami, sejak awal Kei mendapat perhatian lebih dari produser. Lalu mengapa dia tidak dimasukkan ke grup debut?

lebih dari sebulan lamanya kami mencoba menata hati. Mencoba menerima bahwa Kei layak mendapatkan lebih dari grup debut itu. Sampai akhirnya di hari ulang tahun Kei, dia muncul dan bertemu Keiys Korea. Di situlah kami menyadari, ini bukan akhir.

Kei bisa debut di grup lain, dan dia akan segera debut. Kami hanya perlu menunggu dengan sabar. Karena Kei sudah memiliki bekal yang sangat cukup untuk debut.

Ini bukan akhir. Ini adalah awal sebuah cerita. Titik bukanlah akhir, karena selalu ada asa di belakangnya.

#Writober2020
#RBMIPJakarta
#Titik

PS: tema terinspirasi dari intipan di WAG RB Menulis IP Jakarta ^^